
Ambulance tetap datang dan membawa ayah Calvin yang lumpuh itu.Ariel tetap menghubungi ambulance walau Calvin masih diam ditempat dan hanya melihat ayahnya yang panik juga takut karena terserang stoke.
Calvin seperti menikmati saat ayahnya kesakitan dan menderita seperti sekarang atas kekejaman dan kekerasannya dulu.
Berita menyebar dengan cepat di media sosial.Darren juga akhirnya tahu berita itu,Darren melihat di rekaman video yang tersebar di media sosial,saat Calvin memergoki ayahnya selingkuh tapi disitu juga ada Ariel.
Darren semakin ilfeel karena melihat Ariel di sana tanpa tahu kebenaran jika Ariel berada di sana hanya karena kebetulan dan bukan janjian.
Tapi Darren juga mencemaskan sahabatnya Calvin.Ia tahu jika orang tua Calvin memang bermasalah sejak dulu.Tapi Ariel juga tidak menyangka ayah Calvin semakin kelewatan seperti sekarang.
Darren menghubungi Jimmy dan mengajaknya menemui Calvin sekarang juga.
***
Ariel sedang menemani Calvin saat ini.Calvin meminta Vivian pergi karena ingin hanya berdua dengan Ariel.Untungnya Vivian mengerti dan tidak tersinggung sama sekali.Terlebih ia juga sudah tahu,jika Ariel lah wanita pilihan Calvin.
Calvin dan Ariel masih di bilik tempat makan tadi.Semua orang sudah bubar,Calvin tidak ikut menemani ayahnya ke dalam ambulance.Tapi ia sudah menghubungi ibunya yang akan mengurus semuanya.
Sang ibu juga tahu jika puteranya memergoki ayahnya main gila dengan wanita muda atau artis pendatang baru lagi.Ia ikhlas jika Calvin tidak menemani ayahnya ke rumah sakit karena tahu saat ini Calvin pasti sedang sedih dan sakit hati.
"Calvin,kau baik baik saja?"Ariel duduk di dekat Calvin yang sedang tertunduk bersedih.Kerumunan orang orang juga telah pergi setelah kehebohan tadi.
"Aku menyesal lahir dengan darah turunan dari ayahku! Dia adalah ayah terburuk sepanjang masa! Kenapa dia tidak kena serangan jantung dan mati saja tadi!!!"Calvin masih mengutuk ayahnya dan bahkan tidak iba saat ayahnya tengah didera penyakit parah saat ini.
"Sudah Calvin,sekarang ayahmu sedang membayar dosa dosanya.Kau jangan terus seperti ini.Kau adalah kekuatan untuk ibumu sekarang,kau adalah pilar untuk keluargamu sekarang.Kau harus kuat karena akan menopang hidup ibumu mulai sekarang.Buatlah ia bahagia dan bangga,hapus semua tangisnya." Ariel menenangkan Calvin saat ini.
Calvin menatap Ariel."SLAPPPPP." Calvin memeluk Ariel saat itu juga."Tolong biarkan aku seperti ini untuk sesaat."Calvin memohon dengan nada lemah.
"Iya Calvin. Aku akan memberimu service pelukan gratis.Jika besok kau minta peluk lagi,aku akan meminta bayaran ya."Ariel mencoba bercanda.
Calvin akhirnya bisa sedikit tersenyum."Buat saja tagihannya,berapapun akan aku bayar." Calvin ikut bercanda melayani Ariel.
Ariel menepuk ringan pundak Calvin.Tidak lama,Darren dan Jimmy datang.
Darren dan Ariel saling menatap.
'Aku tahu kondisinya Calvin saat ini sedang dalam masalah tapi pacarku sedang di peluknya.' Mata Darren berapi walau ia juga prihatin pada masalah yang menimpa sahabatnya.
Ariel juga serba salah.' Celaka!!! Darren pasti salah paham.Tapi bagaimana aku akan melepas Calvin saat ini.'
Jimmy juga memandang agak tidak enak.'Mau di bilang curi kesempatan tapi Calvin memang sedang berduka.Hem.....' Jimmy juga hanya bisa diam tanpa protes.
"Calvin,teman temanmu datang."Ariel akhirnya melepas pelukan itu.
Jimmy dan Darren duduk di sisi Calvin dan membuat Calvin berada di tengah.Ariel bergeser dan memberi ruang pada Darren.Jadi sekarang Ariel sedang duduk di sisi Darren.
Jimmy menepuk punggung Calvin,"Sudahlah,jangan buat wajahmu menekuk begitu.Kau ini kan playboy,kalau wajahmu jelek tidak akan ada yang mau."Jimmy mencoba bercanda.
"Iya,pergilah ke Hawai sana berlibur dan lihatlah pemandangan yang kau sukai,wanita wanita bule yang berjemur dengan bikini di pantai."Candaan Darren lebih Vulgar.
Calvin terkekeh."Kau bisa saja Darren,bahkan jika 7 bidadari mengajakku mandi saat ini,aku tidak akan mau.Masalah yang aku hadapi membuatku tidak memiliki gairah apapun." Calvin kembali menghembuskan nafas berat.
Saat ini,Ariel menggeser jarinya lalu melingkarkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Darren diam diam.
Darren tersentak, 'Dia pasti sudah merasa bersalah,makanya seperti ini.Harus aku ulur dulu,aku tidak mau kelihatan mudah dan murahan.' Darren yang jual mahal lalu melepas jari kelingking Ariel yang mengait jari kelingkingnya tadi.
Aril tidak menyerah,di banding jari sekarang Darren sekarang ia menggenggam penuh tangan Darren.
Darren mulai menahan senyum dan goyah.Perlahan hati Darren mulai lumer dan meleleh.
"Jimmy,malam ini aku menginap di rumahmu ya.Aku malas di rumah sendirian."Calvin memilih menginap di rumah Jimmy malam ini karena tidak ingin sendirian.
"Tidak masalah,kita bisa sekalian mengerjakan tugas kelompok kita."Sahut Jimmy."Ariel apa tugasmu dan Darren sudah selesai? Apa kalian juga akur?"
Pertanyaan Jimmy membuat Ariel dan Darren gelapan dan segera melepas tangan mereka yang saling menggenggam.
"Tentu saja sudah! Si bodoh ini sangat menyusahkanku dan tidak membantu sama sekali."Darren kembali berakting di depan sahabatnya.
"Sekelompok dengannya dan aku benar benar tersiksa.Dia terus memarahiku dan bertingkah seperti guru tua galak yang mengajar."Ariel juga sudah mulai pasang akting dan berlakon seperti musuh Darren padahal adalah kekasihnya.
"Sudah kuduga,pasti itulah yang terjadi."Jimmy tertawa melihat wajah Ariel dan Darren yang saling mengolok sekarang.
"Seragammu bau sekali.Ayo bubar,aroma tubuh gadis kampung ini membuatku mual." Darren hanya membuat cara agar bisa segera bubar.
Walau tahu itu maksud dan tujuan Darren tetap saja Ariel ambil hati.' Bau katanya!!! Apa tidak berlebihan!!! Huhhhhhh!!!' Kali ini Ariel sungguh sungguh kesal dan bukan berakting.
Jimmy dan Calvin pulang bersama.Ariel memilih jalan kaki.Setelah,menolak tumpangan yang di berikan Jimmy.Ariel menikmati jalan kaki sendirian itu.
"Tap...tap...tap." Derap langkah Darren mendekat dan sekarang sudah berjalan sejajar dengan Ariel.
"Jangan dekat dekat,nanti kau mual!! Aku kan bau!"Ariel bicara ketus karena masih kesal soal tadi.
"Aku kan cuma bercanda,dan lagi kenapa kau yang marah?? Harusnya aku!! Kau tidak peka pada kecemburuanku sejak awal."Darren akhirnya mengungkap sendiri apa yang membuatnya marah.
Ariel berhenti berjalan lalu menghadap Darren." Jadi kau cemburu pada Calvin sejak di kantin tadi?" Tanya Ariel memastikan.
"Sudah jelas dan kau masih bertanya?" Darren menatap dengan wajah menahan kesal.
Ariel lalu tertawa."Hahahahahhahaa.Kau ini,lucu sekali."
"Apa yang lucu hah!!! Kau itu pacarku!!! Milikkku!!!"Darren terus terang dan malah kelihatan romantis di mata Ariel.
"Aku minta maaf,maaf tidak peka dan menyakiti perasaanmu."Ariel mengaku salah.
"Kalau begitu peluk aku juga seperti kau memeluk Calvin tadi."Darren tanpa segan mengajukan permintaannya.
Ariel mendekat dan memeluk Darren erat.Ariel memeluk pinggang Darren.Darren tersenyum dan senang sekarang.
Setelah berbaikan,Ariel dan Darren bermain di ayunan taman sambil memakan Ice cream.Darren mendorong Ariel yang ada di ayunan dan tertawa bersama.