A3

A3
MELARIKAN DIRI



Shena menahan malu dan mengingat kata katanya yang akan meninggalkan Taiwan dan kembali ke Jerman jika kalah.Tapi ia masih dendam pada Ariel dan tidak ingin Ariel bahagia.


Shena lalu membuat sebuah rencana untuk membuat Ariel menangis dan menderita.Shena pulang dan menemui ibu Darren di rumah.Ia mengarang cerita yang bukan bukan tentunya.


"Bibi,aku di buat kalah di pertandingan renang di sekolah tadi.Aku yakin jika Ariel curang dan sengaja ingin memulangkanku.Ia mengajakku taruhan,jika aku kalah,aku harus kembali ke Jerman."Shena membuat air mata buayanya mengalir alami.


"Kurang ajar,beraninya dia!"Ibu Darren berhasil terpancing amarahanya."Tenang Shena,bibi akan memberinya pelajaran."


Salah satu mata mata Darren di rumah itu melaporkan apa yang terjadi pada Darren.Darren,Ariel dan yang lainnya sedang berkumpul di basecamp A3.


"Gawat,gadis licik itu sedang menghasut ibuku dengan omongan yang bukan bukan.Ia membolak balikkan fakta seolah Ariel yang mengadakan taruhan ini dan Ariel juga berbuat curang agar ia di pulangkan ke Jerman."Darren memberitahukan itu semua pada semua orang.


"Dasar rendahan!"Jimmy mengumpat kesal.


"Ariel,kau harus di amankan terlebih dahulu.Ibu Darren sangat berkuasa.Akan sangat berbahaya untukmu."Sherly menyarankan itu dulu untuk menyelamatkan Ariel.


"Tapi aku harus kemana? Siang ini juga pembagian rapot.Bibiku sedang dinas di luar kota."Sanggah Ariel."Kenapa dia malah mengingkari omongannya dan sekarang juga berdusta."Ariel mengepalkan tangannya karena kesal pada ulah Shena.


"Kita ke Jepang saja.Aku akan membawamu ke sana.Kabari bibimu dan bilang saja kau sedang menyelamatkan diri.Aku yang akan menjelaskan sisanya.Sampai aku bisa membujuk ibuku,lebih baik kita melarikan diri dulu.Aku juga sudah mengambil uang tunai kalau kalau situasi seperti ini terjadi."Darren sudah belajar dari pengalaman ternyata.


"Tidak,bisa saja kalian!"Calvin kurang setuju saat usulan Darren untuk bepergian berdua saja dengan Ariel."Aku akan ikut juga."Calvin tidak mau lengah.


"Aku juga harus ikut."Jimmy juga sadar jika membiarkan Ariel bepergian berdua saja dengan Darren bukanlah hal yang tepat.'Darren bisa saja menggunakan kesempatan dalam kesempitan.'Jimmy satu pikiran dengan Calvin saat ini.


"Kalau begitu,aku juga pergi.Aku tidak mungkin membiarkan Ariel jadi wanita sendirian di antara kalian."Sherly juga ikut ikutan karena Ariel bisa di pusingkan dengan pria pria kekanakan ini.


"Kalau begitu,Vivian,kami serahkan padamu ya semua yang ada disini.Jika mereka bertanya keberadaan kami,katakan kami ke Thailand saja."Calvin berpesan pada Vivian yang tertinggal.


"Iya baiklah.Kalian pergi saja dan lindungi Ariel."Vivian setuju untuk membantu walau di tinggal sendiri.


Darren,Ariel,Jimmy,Calvin dan Sherly berangkat dengan menggunakan jet pribadi keluarga Jimmy.Sherly berbaik hati akan meminjami bajunya untuk Ariel karena tidak sempat berkemas lagi.


Sherly sangat terharu pada semua yang berusaha melindunginya ini.


"Terima kasih ya teman teman,kalian sangat baik padaku.Aku jadi terharu.Aku mungkin tidak akan bisa membalas kebaikan kalian."Ariel menitikkan air mata di dalam jet pribadi itu.


"Kita ini sudah jari keluarga.Aku suamimu,kau isteriku dan yang lainnya yang juga ikut naik pesawat ini adalah para pembantu dan tukang kebun kita."Canda Darren untuk mencairkan suasana.


"Aku tidak keberatan untuk mengurangi jumlah penumpang di pesawat ini."Jimmy menatap kesal pada candaan garing Darren.


"Benar,lempar saja Darren ke laut agar di makan ikan paus."Calvin ikut menambahkan.


Karena candaan mengesalkan itu suasana jadi cair dan penuh tawa.Ariel bisa tenang sekarang.Ariel juga sudah memberi tahu bibinya.Bibinya memaklumi dan berpesan agar Ariel menjaga diri dengan baik saja dan tidak perlu memikirkannya.


Sesuai dugaan,orang orang suruhan ibu Darren mencari keberadaan Ariel dan Darren.Vivian mengikuti interupsi dan berkata jika Ariel di bawa Darren ke Thailand.


Ibu Darren sangat murka saat tahu anaknya sudah lebih dulu kabur.Tidak hanya itu,Darren juga memberi pelajaran pada Shena yang berbohong dan memberi tahu kebenarannya pada ibunya lewat video yang di unggal di kanal youtube.


Di situ terlihat jelas video Shena yang kalah telak dari Ariel.Video itu juga tersebar luas di media sosial.Orang tua Shena juga marah dan malu besar karena video itu tersebar luas seperti sekarang.Shena di permalukan dengan kekalahannya.Orang tua Shena lalu terbang ke Taiwan untuk mengetahui apa yang terjadi.


Ibu Darren tahu ini ulah Darren."Dia mau menunjukkan ini untuk membenarkan gadis kurang ajar itu."Ibu Darren terduduk di kursinya dan merasa berat di tengkuknya.


Shena juga panik di kamarnya karena kebohongannya sudah ketahuan."Kenapa jadi sepertu ini? Ibu Darren pasti sudah tahu.Ayah dan ibuku juga pasti sudah melihat.Habislah aku."Shena sangat resah saat ini.


Ayah Darren juga pulang dari perjalanan bisnisnya setelah isterinya menceritakan apa yang terjadi."Darren!!!! Kenapa kau malah membuat kekacuan ini!!! Persahabatanku dan Jackie akan hancur karena ini semua."Perjalanan menuju Taiwan menjadi momok mengerikan untuk ayah Darren.


Orang tua Shena sudah datang dan menyambangi rumah Darren.


Shena berdiri ketakutan di samping ibu Darren.


Ibu Shena menghampiri Shena dan "PLAKKKKK."


Ia menampar puterinya dengan keras.


"Bisa bisanya kau kalah!!!! Kau itu juara dunia!!! Kau bahkan kalah pada orang biasa yang bukan perenang hebat!!! Kau mempermalukan ibumu yang melatihmu selama ini.Kau juga turut mencoreng nama ibu karena gagal melatihmu!! Mencemari nama ibu sebagai perenang tak terkalahkan."Ibu Shena naik pitam pada kekalahan Shena.


Ibu Darren tidak berani mencampuri masalah ibu dan anak itu.Ia sendiri sedang pusing tujuh keliling karena mengurusi puteranya yang mulai membangkang.


"Isteriku,sudahlah.Jangan marahi Shena di sini.Kasihan dia."Sang ayah mencoba membela Shena.


"Ibu,aku minta maaf.Aku akan berlatih lagi."Shena memegang pipinya sambil menangis dan tidak berani melawan.


"Kau kira ibu tidak tahu,kau tidak hanya kalah bertanding tapi kau juga kalah dalam merebut hati Darren darinya.Kau benar benar tidak berguna.Kau lihat ibu,ibu bisa jadi juara dunia dan mendapatkan hati ayahmu dan..."


"CUKUP!!"Shena menyela omonga ibunya."Aku bukan ibu!!!! Aku adalah aku!!! Aku adalah Shena!! Aku benci renang!!! Aku hanya menjadi ambisi ibu!!! Aku hanya jadi alat untuk ibu mencapai keinginan ibu agar menajadi diri ibu!Aku tidak bisa jadi diriku sendiri!Apa bagusnya jadi perenang!!Apa hebatnya bisa menggoda pria kaya!!!Aku benci semua itu!!"Shena akhirnya melawan untuk kemerdekaannya sendiri.


"Kenapa kau bicara begitu? Apa maksudmu?"Ibu Shena juga kaget pada perlawanan puterinya.


"Ibu kira aku ini bodoh! Aku tahu jika dulu ibu main gila dengan pelatih ibu yang sudah punya isteri agar ia hanya melatih ibu dan menolak mengajari atlet lain.Ibu pensiun dari dunia renang karena ingin hidup enak dan meninggalkan pelatih itu lalu menggoda ayah dengan berbagai cara.Ibu hanya mendapatkan semuanya dengan bermodalkan wajah cantik!! Tapi selama ini,aku berlatih dengan usahaku.Ibu bahkan sudah menyuruhku berhenti renang dan fokus menggoda Darren saja agar bisa seperti ibu!!!Aku tidak mau lagi jadi boneka ibu!!!"Shena membeberkan aib ibunya dan mempermalukan ibunya.


Ayah Shena lalu menarik puterinya ke sisinya."Jangan ganggu Shena lagi! Biarkan dia menjadi apa yang dia mau! Kau,aku larang mencampuri hidupnya lagi!!!Ayah Shena menatap isterinya."Shena juga batal aku jodohkan dengan Darren.Aku ingin ia melakukan apa yang dia mau dan mencari sendiri orang yang tepat untuknya."Ayah Shena juga menatap pada ibu Darren.


"Terima kasih ayah."Shena berterima kasih pada ayahnya yang membelanya dan mengerti kemauannya.


"Iya,ayo kita pegi."Ayah Shena lalu membawa Shena pergi dan membebaskannya untuk melakukan apapun yang ia mau.