A3

A3
SALAH SASARAN



Namun rencana ibu Darren dan Shena harus kacau balau karena Darren malam itu meminta salah satu menejer perusahaannya mendiami kamarnya menggantikan dirinya.


Setengah jam yang sebelumnya setelah Darren bertukar peran dengan pria yang menggantikannya.


Malam itu menejer yang Darren minta mendiami kamarnya memesan jasa layanan wanita panggilan karena bosan dan sayang dengan kamar mewah dan mahal ini.Ia juga sudah meminum minuman yang sudah dibubuhi obat perangsang yang di antar oleh layanan kamar hotel.


Pria itu sengaja mematikan lampu kamar agar suasana lebih menyenangkan.Namun ia tidak menyangka dan tidak tahu jika wanita panggilan yang ia pesan ternyata tidak bisa datang dan tanpa mengabarinya lagi.


Masuklah Shena saat itu dengan percaya diri dan langsung di sergap pria yang ia kira Darren dan sudah terpengaruh berat obat yang diminumnya.


...'Malam ini kau akan menjadi milikku Darren.Kau akan kaget saat melihat aku esok pagi dan harus membuang pacarmu itu.' Shena sangat percaya diri dan mengira benarlah Darren yang menidurinya....


Shena tentu saja bersemangat dalam gelap itu dan melayani pria itu dengan semangat membara.


Postur pria itu yang mirip seperti Darren sama sekali tidak membuatnya curiga.Hingga sampailah saat pria itu menyembur rahimnya dengan cairan hangat miliknya.


Shena merasa puas dan senang,ia tidur lelap malam itu setelah bertempur gila gilaan dengan pria yang bukan sasarannya.


***


Darren mengetuk pintu kamar Ariel karena sudah buntu dan tidak bisa berhenti memikirkan Ariel.


"Mau apa kau kemari?"Ariel hanya membuka sedikit cela pintu itu.


"SREK."Darren dengan berani masuk kedalam lalu menutup pintu kamar itu.


"M..mau apa kau?"Ariel agak panik hingga gelagapan.


"SREK."Darren melepas bajunya dari atas.


"Hei!!Apa otakmu dan rasa malumu kau tinggal di suatu tempat?Jangan berani berani ya."Ariel mulai gugup dan sesak melihat tubuh Darren yang sudah matang dengan dada bidang,bahu lebar dan perut berkotak itu.


Tiba tiba Ariel merasa jika hawa menjadi panas walau Ac sudah 16°.


"SREK."Darren lalu melepas celanya dan hanya memakai dalaman sekarang.


"Astaga!!Apa kau mau memamerkan tubuhmu!!Kau mau rendam dalam kloset kamar mandi."Ariel semakin malu dan salah tingkah dengan wajah memerah.


"Kau takut kan."Sekarang Darren akhirnya buka suara.Ia sengaja meremehkan Ariel untuk memancing Ariel yang memang harus di buat panas itu.


"Kenapa harus takut?Kau hanya pria mesum yang hampir bugil dan bukan rentenir."Ariel mencoba berani walau matanya benar benar termanjakan visualisasi Darren.


"Aku adalah pria yang tulus mencintaimu,aku bahkan rela menukar semesta hanya demi cintamu.Sekarang aku menyerahkan seluruh diriku padamu."Darren serius dengan omongannya.


"Hei,apa otak geniusmu itu telat bayar tagihan dan sekarang sedang kosong!Atau kau kehilangan kunci kamarmu?!Apa kau ini budakku sampai harus menyerahkan diri?"Ariel masih mencoba tenang walau pikirannya sudah kemana mana dan berkali kali menelan ludah seakan tubuh Darren adalah makanan yang lezat dan siap untuk disantap.


"Aku hanya ingin buah cinta dari kita berdua.Aku benar benar harus gila untuk bisa mendapatkanmu."Darren lalu mendekat pada Ariel.


"JLEB."Ariel menelan ludah lebih banyak lagi.


Darren lalu memegang wajah Ariel dengan kedua tangannya."Jika kau ingin mengusirku maka jangan sekarang.Aku benar benar tidak akan angkat kaki dari sini sampai keinginanku terpenuhi."


"Darren,apa memang harus seperti ini?Tidakkah ini terlalu memaksa?Apa kau tidak ingin memikirkan matang matang lagi?"Ariel mulai tenang karena tidak tega pada Darren.


"Tidak Ariel,jika aku melewatkan kesempatan ini,aku pasti akan menyesal."Darren mendekatkan wajahnya dan bicara lebih dekat lagi.


"Slap."Darren lalu mengecup bibir Ariel tanpa ragu.


"Deg."Ariel berdebar lalu berbalik dan berjalan."Kembalilah kekamarmu,aku belum siap."


Ariel lalu goyah,ia lalu tidak tega pada Darren.'Apa aku bisa tega jika Darren sebaik ini.Dia benar benar ingin aku bersamanya.Dia tidak ingin kehilangan momen ini .Dia sudah berusaha susah payah untuk semua ini.'


Darren lalu membalikkan bada Ariel."Maukah kau menyerahkan dirimu sekarang dan menjadi ratu di hatiku selamanya?"


Ariel lalu mengangguk.'Kenapa aku mengangguk secepat ini?Kenapa tidak jual mahal dulu?' Ariel aneh pada respon alaminya yang tanpa meminta persetujuan hatinya dan hanya mengikuti perintah otak atau mungkin naluri nafsunya.


Darren tanpa ragu setelah mendapat lampu hijau itu.Darren lalu menciumi bibir Ariel.Darren menuntun Ariel berjalan sambil berciuman ke arah ranjang.


Dari ciuman bertubi itu,Darren berhasil menggiring Ariel ke atas ranjang.Darren membaringkan Ariel diranjang itu.


Darren mulai membuka pakaian Ariel helai demi helai hingga hanya tubuh polos Ariel yang tersisa.


Tubuh atas Darren masih terlihat saat tubuh bagian bawahnya sudah tertutup selimut.Tubuh Darren yang berkulit putih bersih,otot tubuh Darren yang sudah matang dan lengan kuatnya yang menopang tubuhnya saat memandangi Ariel.


Keduanya lalu bicara dari hati ke hati sembari bercinta dan menarik selimut dan bergumul dalam balutan asmara itu.


"Aku ingin punya seorang putera nanti,aku akan mewarisinya wajah tampan dan otak cerdasku."


"Darren,jangan wariskan dia dengan sikap congkak dan acuhmu."


"Tentu saja tidak,dia akan ramah dan baik sepertimu nanti.Dia akan terlahir dengan perangai yang baik,wajah yang tampan dan masa depan yang cerah."


"Apa kau yakin akan dapat anak laki laki?Bagaimana kalau dia perempuan?"


"Kau tahu aku kan Ariel,aku akan selalu mendapatkan apa yang aku mau.Kau hanya perlu melahirkannya saja."


Darren berhasil menyemai benihnya di rahim Ariel malam itu.Darren dan Ariel sama sama terengah bercucuran peluh.


Setelah bercinta,Darren dan Ariel saling berhadap hadapan.


"Aku mencintaimu Ariel."


"Aku juga mencintaimu Darren."


Malam berlalu dengan romantis,Ariel meringkuk tidur dalam pelukan Darren.


***


Esok paginya,ibu Darren menyambangi kamar Darren dengan sumringah.Ia mengira misinya telah sukses besar dan akan berhasil mendepak Ariel lagi hari ini.


Tapi ibu Darren kaget saat masuk kamar dan melihat Shena malah tidur dengan pria yang bukan Darren.


"SHENA!!!"Pekik ibu Darren keras memanggil Shena yang masih tidur pulas.


Shena dan pria di sebelahnya lalu bangun.


Pria itu dengan mata masih di hantui kantuk kaget dengan kehadiran ibu Darren."Ibu ketua."Pria itu mengusap wajah dengan tangannya.


"Siapa kau!!!"Shena kaget bukan main saat tahu pria yang ada disebelahnya bukan Darren.


"Aku?"Pria itu menunjuk dirinya sendiri."Aku pria yang memesanmu semalam.Bukankah sudah jelas kau ini wanita panggilan dan aku yang menyewa jasamu."


"PLAK."Shena menampar pria itu keras.


Dari perlakuan Shena,pria itu tahu jika Shena bukanlah wanita panggilan,apalagi sampai pimpinannya juga berada dikamar ini.


Situasi menjadi genting dan kacau karena Shena dan ibu Darren salah sasaran.Shenalah yang paling merugi disini.