A3

A3
KEMENANGAN



Pagi pagi sekali,Darren sudah ke rumah Ariel.Ariel kaget mengetahui jika Darren sudah di depan pintu rumahnya.


"Darren?"Ariel sempat bingung sesaat.


"Aku tidak bisa tidur dengan baik karena memikirkanmu semalaman.Aku takut kalau sampai kau.."Darren agak tidak enak menyambung omongannya.


"Takut aku kalah?"Ariel menebak tepat sasaran.


Darren diam pertanda jawabannya adalah 'iya.'


Ariel tersenyum simpul lalu menarik tangan Darren dan membawanya masuk ke dalam.Ariel mengajak Darren sarapan bersama.Ada bibi Ariel juga di dalam.


Darren menunduk pertanda menyapa.Bibi Ariel membalasnya dengan senyum.


"Makanlah Darren,jangan sungkan.Tapi maaf,bibi hanya bisa menghidangkan makanan sederhana."


"Iya bibi,terima kasih."Darren menerima tawaran itu dan duduk di meja makan bersama Ariel dan bibinya.


Darren sedikit caggung dan malu malu.'Apa yang harus aku bicarakan ya? Kalau bilang soal otak encerku nanti di bilang pamer.Aku tidak biasa dengan percakapan normal.' Darren ingin sekali terlihat akrab.Tapi ia bingung dan tidak tahu caranya.


"Darren,bagaimana makanannya?"Ariel menyelamatkan Darren dengan memulai obrolan.


"O...enak,ini enak."Sahut Darren gelagapan.


"Santai saja Darren,jadilah dirimu sendiri ya.Bibi tahu kau gelisah dari tadi.Tidak perlu gugup di depan bibi yang bukan siapa siapa ini,bibi berterima kasih karena kau sudah menjaga dan menyayangi Ariel dengan baik.Tolong jaga dia selalu ya."Bibi Ariel memecahkan masalah kecanggungan Darren.


"Iya bi,aku berjanji akan menjaga dan menyayanginya.Aku benar benar cinta pada Ariel.Walau aku masih muda,tapi aku yakin pada perasaanku ini.Suatu saat aku akan menjadi pendamping Ariel dan menghabiskan sisa hidupku bersama Ariel."Darren berkata dengan lantang dan serius pada omongannya.


Ariel merasa terlindungi dengan omongan Darren yang blak blakan itu.Semuanya melanjutkan sarapan kembali.


Setelah itu,Darren pergi ke sekolah bersama Ariel.Di dalam mobil keduanya berbincang bincang,seperti biasa,kaca mobil di buka agar Ariel tidak mabuk.


"Ariel,kenapa kau menerima tantangannya? Dia itu..."


"Perenang hebat? Itu yang mau kau katakan?"Ariel menebak santai.


"Iya,tapi bukan maksudku meremehkanmu.Hanya saja,kau tahu kan.Itu akan sulit."Darren agak tidak enak terdengar dari nada bicaranya.


"Darren,aku tidak rugi apapun.Kalau kalah juga tidak apa apa.Aku tidak rugi apapun.Anggap sanya ini bersenang senang,sudah lama juga aku tidak berenang."Ariel dengan santainya bicara.


"Baiklah,kalau kau menang.Aku akan membamu liburan ke Jepang setelah pembagian rapot nanti.Aku akan meminta izin pada bibimu."Darren menjajikan hadiah untuk Ariel jika menang.


"Kedengarannya hebat.Baiklah,aku akan menang.Tapi ajak teman teman yang lain juga ya."


"Iya,kau bertanding saja dengan baik."Darren sengaja melalukannya untuk menambah semangat Ariel bertanding.


***


Pertandingan itu tiba.Shena sudah datang menuju kolam.Tidak lama,Ariel juga sudah keluar dengan pakaian renang,penutup kepala dan kaca mata renang itu.


Kegiatan belajar mengajar di tunda hingga pertandingan selesai.Semua murid berjajar di deretan bangku tribun penonton di tepian kolam.Ariel,Calvin,Jimmy,Sherly dan Vivian menunggu dengan tegang walau bukan mereka yang tampil.


Ariel nampak santai saat Shena sudah tegang dan nampak gugup.


'Sial!!! Kenapa dia santai sekali dan biasa saja? Apa dia hanya pura pura dan menyembunyikan ketegangannya?' Shena bingung dengan Ariel yang super santai itu.


"Apa kau masih tidak sadar siapa lawanmu?"Shena menyindir Ariel.


"Tahu,kau kan yang jadi lawanku.Siapa lagi."Sahut Ariel santai.


"Tidak,toh aku tidak rugi apa apa dan tidah mempertaruhkan apapun.Aku senang karenamu aku bisa berenang setelah sekian lama."Ariel senang melihat hamparan kolam yang luas itu.


"Tidak ada gunanya mengajak orang sepertimu bicara."Shena sangat sewot dengan jawaban Ariel tadi.


"Aneh,kau sendiri yang mengajak aku bicara duluan."Ariel juga jadi bad mood karena ulah Shena.


Ariel melambai pada teman teman juga pacarnya.


"Ariel benar benar tangguh dengan pemikiran bebasnya."Sherly juga aneh pada Ariel yang tidak kenal takut.


"Dia itu tidak rugi apapun.Dia tidak seperti orang kebanyakan yang peduli dengan omongan orang lain.Dia hanya percaya dan melihat pada dirinya sendiri."Jimmy berkata seolah ia mengenal Ariel.


"Permisi,disini aku yang pacarnya."Darren sewot dan ketus pada Jimmy.


"Aku orang yang pernah jatuh cinta pada pacarmu."Jimmy dengan santai memanasi Darren.


"Kau boleh bertanding renang denganku setelah ini!!"Darren jadi emosi sendiri walau Jimmy hanya membecandainya.


Tapi,Sherly juga terluka dengan candaan itu.'Kau dengan santai bisa bilang jatuh cinta padanya.Padahal kau tahu jika aku yang ada di sampingmu adalah orang yang masih mencintaimu.' Sherly mengelus dada menempatkan diri pada suasana seperti ini.


****


"Pritttt."Peluit sudah di tiup.


Ariel dan Shena melompat ke air dan mulai berenang.Ariel sangat senang bisa berenang lagi setelah sekian lama.Ariel tidak peduli menang atau kalah dan hanya terus berenang dengan gaya punggung.


Shena malah sangat menggebu ingin menang seolah ini turnamen dunia yang sedang ia lakukan.Shena berenang sebaik mungkin dengan semua peformanya yang maksimal.Shena benar benar berambisi untuk menang kali ini.


Shena sudah hampir mencapai finish dan percaya diri dengan pencapaian waktunya.'Aku pasti menang!!'


Shena mencapai garis finis lalu muncul ke permukaan.Nafas Shena masih terengah dan ia membuka kaca mata renangnya.


"Apa!!"Shena kaget melihat Ariel sudah sampai dulan dan bahkan duduk santai di pinggiran kolam.


"Terjadi begitu saja.Aku juga tidak menyangka jika aku menang."Ariel mengangkat kedua bahunya seolah ia tidak menyangka atas kemenangan ini.


Tapi jawaban itu seolah meremehkan Shena."Kau curang kan!!!"Shena tidak terima.


"Dia memang pemenangnya dan kau kalah!"Darren angkat bicara.Teman teman yang lain juga datang.


"Tidak mungkin!!! Bagaimana bisa???"Shena masih bingung dan tidak bisa menerima kekalahannya.


Darren lalu memutar ulang video pertandingan tadi.Shena kaget saat ia memang jauh tertinggal dari Ariel sejak awal.Shena jadi malu sendiri.


"Ini tetap tidak bisa kuterima."Shena lalu pergi dari ruangan itu dengan menolak kekalahannya.


Tapi Ariel bersorak sorai dengan teman temannya karena menang.


Darren menutup Ariel dengan handuk terlebih dahulu.


"Selamat ya atas kemenanganmu.Kau hebat."Darren memuji Ariel sebagai yang pertama atas kemenangannya.


"Terima kasih."Ariel ikut senang.


Darren lalu mengecup dahi Ariel di depan semua orang.


Calvin dan Jimmy memalingkan wajahnya karena tidak sanggup melihat adegan romantis itu.