A3

A3
MEMBANGGAKAN



Yixing mencoba duduk di ranjangnya.Yixing masih sendiri karena orang tuanya sedang keluar sebentar untuk mencari sarapan.


"Kreekkkk."Pintu terbuka dan Jimmy masuk.


"Kau sudah sadar??"Jimmy kaget bercampur gembira pada Yixing yang sudah mampu bangun dan tersenyum.


"Iya Jimmy,aku sudah lebih baik."Wajah Yixing masih agak pucat."Kita perlu bicara."


"Tentu,baiklah."Jimmy mendekat dan duduk di kursi samping ranjang Yixing.


"Aku minta maaf karena sudah memaksakanmu.Aku salah,perasaan dengan paksaan bukanlah cinta.Aku akan berusaha menetralkan perasaan,tapi kita tetap berteman ya."


"Iya Yixing,aku juga minta maaf.Tentu saja,kita akan tetap berteman."Jimmy tetap berkesan baik pada anak teman orang tuanya.


"Berjuanglah,aku tahu Ariel sangat spesial bagimu."Yixing tetap menyemangati Ariel.


"Tentu,aku akan berjuang hingga titik darah penghabisan."Jimmy juga senang dengan Yixing yang selalu menyemangatinya.


Yixing bertolak ke Shanghai setelah keadaannya membaik hari itu juga.Jimmy yang ikut mengantar Yixing dan keluarganya ke bandara.


Setidaknya dia tidak kehilangan seorang teman karena masalah perasaan.


***


"Darren,lihat sekarang Ariel dan Sherly sudah bisa akrab."Calvin numpang duduk di kursi Ariel karena kursinya dan kursi Jimmy di pakai Ariel dan Sherly yang saling bercengkrama.


"Itulah Ariel,dia mungkin memang seorang dewi yang bisa mengubah hati manusia.Aku yakin,dia adalah dewi perdamaian."Ariel memuji pacarnya itu dengan penuh kagum.


"Memang benar,tapi kenapa seorang dewi bisa bisanya pacaran dengan raja neraka ya.Aku masih bingung."Calvin malah menyindir hubungan Ariel dan Darren.


"Apa maksdmu hah!!! Kau tahu,aku ini terlahir karena ibuku bermimpi naga emas saat mengandungku!! Sudah jelas kalau aku ini titisan dewa juga.Jadi pantas saja,dewa dan dewi ini bersatu."Darren menyangkal Calvin dengan argumennya.


"Kau ingin aku percaya? Apa kau sedang mendongeng?? Hoaaaammmm."Calvin menguap di buat buat."Kau berhasil membuatku mengantuk."Calvin sengaja mengejek Darren.


"Lalu kau ingin raja neraka ini membawamu ke neraka juga sekarang?"Darren malah tersenyum mengerikan.


"Amitaba"Calvin mengatupkan tangannya dan seolah berdoa pada Budha untuk melindunginya dari Darren.


Sementara,Calvin dan Darren harus duduk berdua dulu karena Sherly dan Ariel yang baru akrab perlu waktu untuk berdua.


***


Jam pelajaran kedua,Jimmy masuk sekolah dan hadir hari itu.


Jimmy masuk sekolah karena rindu pada teman temannya juga Ariel.


Saat baru masuk ke kelas,Ariel sudah memberinya senyuman selamat datang.Jimmy juga membalasnya.


'Pacarku ini tidak boleh kulepaskan.Calvin yang masih suka dekat dekat,juga Jimmy yang terlalu mudah memberi senyumnya pada Ariel sangat berbahaya.' Darren melihat Jimmy yang tersenyum penuh makna pada Ariel tadi.


Darren lalu menggeser kursinya agar berdempetan dengan kursi Ariel.


"Kenapa?"Ariel menoleh dan bertanya pada Darren.


"Aku tidak ingin kehilanganmu."Darren jujur dengan polosnya.


"Hahahaha.Ada ada saja."Ariel tersentuh sekaligus terkekeh dengan candaan Darren.


***


"Jimmy,Sherly,kalau kalian tidak bisa bersama maka bertemanlah."Ariel malah langsung mengemukakan masalah utamanya tanpa basa basi.


"Kau benar benar tahu cara membuat orang tidak nyaman."Darren geleng geleng melihat pacarnya itu.


"Kalau seperti ini kan lebih tidak nyaman.Seperti saat kita sembunyi sembunyi pacaran dulu."Ariel membuat Darren menutup rapat mulutnya dan lebih baik diam untuk selanjutnya.


Calvin dan Jimmy menatap sinis Darren yang seperti tersangka.


Darren memilih diam dan hanya menjadi pendengar yang baik seperti mau Ariel.


"Aku tidak masalah untuk berteman,hanya saja aku tidak ingin ada yang lebih dari itu."Jimmy mengutarakan pendapatnya lebih dulu.


Sherly tersenyum terpaksa.'Itu berarti sampai kapanpun,kau tidak akan bisa menerimaku dan lebih dari ini.' Sherly menangkap itulah mau Jimmy.


Ariel yang memandang Sherly tahu jika Sherly sedih dan masih menyukai Jimmy.'Semoga kau kuat Sherly,aku yakin jika kau bersabar dan berdoa suatu saat hati Jimmy akan tergerak lagi untukmu.' Ariel berdoa dalam hati untuk Sherly.


"Aku juga tidak masalah,aku sekarang sadar jika sendirian dan tidak punya teman itu tidak enak.Ariel membuatku sadar akan hal itu.Aku senang ada yang peduli padaku dan ada yang bisa aku panggil teman."Sherly berbesar hati menyembunyikan cinta sepihaknya.Untuk saat ini,ia ingin menyembunyikan perasaannya saja.Jika ia tetap egois,ia tidak akan mendapatkan apa apa,baik teman ataupun cinta dari Jimmy.


"Nah begitu,kan lebih baik."Ariel senang karena baik Sherly maupu Jimmy sudah bisa tersenyum satu sama lain.


"Lihat,disini tidak ada satupun yang tidak suka dengan pacarku.Bahkan sekarang sudah ada anggota baru lagi.Kalian harus iri padaku yang bisa mendapatkanya."Darren merangkul bahu Ariel di depan semua orang.


"Darren,kau semakin menjijikkan saja.Ingat kau akan ulang tahu yang.Dewasalah."Jimmy yang sekarang menegur Darren karena Calvin sudah lelah.


"Terserah kata kalian,yang jelas kalian semua harus datang ke ulang tahunku.Aku akan mengenalkan Ariel pada orang tuaku."Darren sekalian menyampaikan undangan langsung pesta ulang tahunnya.


"Kau ingin kado apa dari kami Darren?"Calvin bertanya lebih dulu.


"Tahun ini,aku tidak ingin apa.Aku hanya ingin Ariel datang saja dan berdansa denganku.Dia adalah kado spesial yang datang lebih awal untukku tahun ini."Darren menggoda Ariel sambil menatap mata Ariel.


Ariel ikut tersentuh tentunya."Darren,terkadang aku rindu kau yang menyebalkan seperti dulu.Kalau di depan teman temanmu kau pasti suka berbuat seperti ini.Aku yakin kau sengaja."Ariel langsung membuat wajah Darren shock.


"Iya,kau sengaja memanasi teman temanmu kan Darren."Sherly mengangkat alis dan memojokkan Darren juga.


Semua mata tertuju pada Darren."Kalian tahu kan,aku ini suka kemenangan dan membanggakan apapun milikku itu."


"Sudah sudah,ayo bubar."Calvin membubarkan semuanya dan pergi bersama yang lain.Tinggallah Darren sendirian yang masih melongo.


Ariel hanya cekikikan pergi bersama Sherly.Tapi dalam hati ia senang karena Darren selalu membanggakannya.


***


"Vivian,Darren juga mengudangmu.Kau harus datang juga ke ulang tahun Darren."Ariel menghampiri Vivian saat pulang sekolah.


"Tapi,aku tidak punya gaun pesta Ariel.Aku juga tidak yakin nyaman berkumpul dengan orang orang kalangan atas di sana."Vivian menolak halus permintaan Ariel.


"Aku mohon,aku ingin kau ada di sana.Ayo temani aku,Darren akan menyiapkan gaun pestanya.Kau tinggal ikut saja."Ariel memohon lagi dengan wajah melasnya.


Vivian jadi tidak tega dan akhirnya menuruti mau Ariel."Iya Ariel,baiklah.Aku akan menemanimu."


"Horeeeee,terima kasih Vivian.Kau memang sahabat baikku."Ariel sangat bahagia karena Vivian mau ikut menemaninya ke pesta Darren.