A3

A3
HANCUR



Calvin menemui Darren di kamar pengantin pria.


"Hei,ketua A3."Olok Calvin melihat wajah Darren yang bisa juga tegang saat hari pernikahan itu.


Darren melirik Calvin."Apa aku tampan?Penampilanku bagus kan?"


Wajah Calvin lalu menjadi aneh?"Apa aku tidak salah dengar?Kau yang punya percaya diri tinggi ini bisa jadi tidak percaya diri dihari pernikahanmu sendiri?"


"Aku ini kan juga manusia,mana mungkin aku tidak gugup.Rasanya perutku bahkan tidak bersahabat dan aku terus buang angin."


Calvin langsung menutup hidungnya."Pantas saja disini sangat bau!!Rupanya ulah meriam bokongmu itu ya!"


"Hah,,,sudahlah,ayo ajari aku dulu.Kenapa juga Jimmy dan Sherly belum sampai.Harusnya mereka sudah sampai."Darren banyak omong saking ingin menghilangkan gugupnya.


Padahal saat ini Sherly dan Jimmy sudah sampai dan berada di kamar pengantin mempelai wanita.


"Ariel,kau sangat cantik."Sherly dengan rambut ikalnya kelihatan sangat cantik dan lebih sehat dengan kasih sayang dan cinta Jimmy yang sudah ia dapatkan.


Jimmy juga ikut senang melihat Ariel yang akhirnya bisa naik pelaminan bersama Darren.


"Aku senang kalian berdua bersamaku disini.Rasnya aku benar benar tegang dan terus haus."Ariel menyerumput lagi air di gelas pit yang ada di atas meja didepannya.


"Sudah sudah,ayo kita segera keluar.Tapi kenapa orang tua Darren belum kelihatan?"Jimmy belum tahu apa yang terjadi dibalik pernikahan dadakan yang megah.


Wajah Ariel lalu agak murung dengan senyum terpaksa.Ia lalu melihat ke arah Jimmy dan Sherly bersamaan lalu menceritakan ulah ibu Darren juga mereka yang akan menikah tanpa restu orang tua Darren itu.


Jimmy dan Sherly shock setelah mendengar kejahatan ibu Darren yang tidak manusiawi sebagai seorang ibu itu.


"Ibu Darren memang ratu picik!!Dia bahkan memanfaatkan orang lain untuk kejahatannya."Jimmy masih emosi dengan ulah si nyonya besar yang belum juga tobat itu.


"Sabar ya Ariel,yang penting cintamu dan Darren tetap menang.Jangan hiraukan yang lain lagi,kalian harus bahagia apapun yang terjadi."Sebagai sesama wanita,Sherly lebih memilih menyemangati dibanding ikut mencela.


Ariel tersenyum lagi sekarang."Karena kalian ada disini,aku bisa tersenyum dan bahagia.Kalian sangat berarti untukku."Ariel sangat terharu,dihari pernikahannya walau tidak ada sosok orang tua atau bibinya lagi setidaknya ia punya sahabat sahabat yang selalu mendampinginya.


***


Jimmy sudah memakai baju pendeta di mimbar.


Darren juga sudah berdiri didepan tempat mempelai pengantin.


Sekarang Ariel sudah masuk kedalam aula pengantin yang megah dan bertabur bungan juga di iringi musik indah lagu lagu pernikahan.


Saat Ariel masuk dan berjalan menuju altar pernikahan,semuanya terpana pada kecantikan Ariel.


Darren dengan setelan serba putih dari jas,dasi,celana dan sepatu itu juga sangat tampan dengan rambut belah samping.


'Calon isteriku sekaligus mempelai wanitaku hari ini benar benar cantik.Dia adalah bidadari yang turun ke bumi.' Darren memuji Ariel dalam hatinya dengan segenap jiwa.


Ariel juga senang melangkah menuju Darren dengan gaun pengantin yang berseret ke lantai saking panjangnya itu.


Tibalah sudah Ariel didepan Darren saling berhadap hadapan.


Masalahnya,Calvin yang akan menjadi perantara pengikat janji suci itu malah ikut terpesona pada Ariel dan mengkhayalkan seolah dirinya adalah mempelai pria untuk Ariel.


Untungnya Calvin lekas sadar.'Tidak Calvin,ini adalah pernikahan Darren dan bukan pernikahanmu.Kau tidak boleh membayangkan hal ini.'


"Kalian berdua siap."Calvin sudah memberi aba aba dahulu.


Baik Ariel maupun Darren mengangguk bersama.


Saat janji suci akan segera diikrarkan sebuah kejadian merusak semua hari indan dan bahagia ini.


"Tap...Tap..Tap.."Segerombolan polisi tiba tiba masuk dan menuju ke arah Darren dan Ariel.


Darren tiba tiba diringkus dengan tangan di borgol.


"APA APAAN INI!!!"Bentak Darren marah.


"Maaf tuan,anda kami tangkap dengan tuduhan pembunuhan berencana pada ayah anda sendiri.Orang suruhan anda memberi tahu jika ia diperintah oleh anda untuk membuhun ayah anda sendiri dengan imbalan sejumlah uang.Lebih lengkapnya akan dijelaskan di kantor polisi."


Darren merasa tidak masuk akal dengan penjelasan polisi ini.Sampai benaknya memberi tahu jawaban semua ini.'Ini pasti ulah ibu!!!Ini caranya menggagalkan dan mengacaukan pernikahanku!!' Terjawab sudah jawaban dari kekacauan ini saat itu juga."Ini pasti ulah ibuku kan!!!!"


"Lepaskan!!Kalian tidak berhak menangkapku!!!Berapa ibuku menyogok kalian hah!!!"Polisi tetap memegang bahu Darren di sisi kiri dan kanan sambil tetap menarik Darren.


Para polisi tidak peduli Darren semengamuk apapun.


Ariel ikut sedih lalu mengejar Darren."Darren,jangan tinggalkan aku."Rengek Ariel dengan gaun pengantin masih melekat dibadan lengkap dengan riasan cantiknya.


"Aku akan kembali,aku akan menyelesaikan ini semua.Tenang saja."Darren juga ikut sedih namun ia tidak ingin Ariel panik jadi mencoba seakan ia baik baik saja.


Ariel lalu menangis."Aku akan menunggumu."


Tapi tidak lama tregedi tragis berlanjut,salah seorang tamu undangan tiba tiba mengeluarkan senjata api dari saku jasnya dan saat semua perhatian teralihkan kedepan.Ia lalu mengarahkan pistol itu pada Ariel.


Peluru mulut melesat."DORRRRRR"Peluru itu melesat menembus punggung Ariel.


Darren tercekat dan mata Ariel masih membelalak lebar terkejut dengan peluru yang tiba tiba menembus tubuhnya.


"ARIELLLLLLLL"Pekik Darren kuat.


Gaun pengantin Ariel yang bewarna putih sekarang sudah berampur merah karena luka tembak di punggungnya.


Darren menepis polisi yang memegangnya di sisi kiri dan kanan.Ia tidak peduli jika harus menambah kasus lagi.


Darren lekas memapah tubuh Ariel yang tumbang dan meletakkannya di pahanya.


"Ariel,kau kenapa?Bukankah kau berjanji akan menungguku beberapa saat yang lalu?"Darren menatap wajah Ariel yang lemah di balik kain tudung pengantin itu.


Ariel hanya tersenyum lemah walau tubuhnya sedang menahan sakit luar biasa karena peluru yang bersarag di tubuhnya.Hal itu semakin membuat hati Darren tersayat.


Darren lalu menatap pelaku penembakan Ariel.Pria yang di tatapnya sedang ketakutan dan ingin kabur melarikan diri.


Geram amat sangat,Darren lalu mengambil paksa pistol dari petugas polisi di sampingnya dan dengan secepat kilat....


"DOOOORRRRRR"Darren menembak ke arah pria yang hendak kabur setelah menembak calon isterinya itu.


Para tamu undangan semakin histeris,saat itu Ariel juga hilang kesadaran.


'Tunggu,bukankah ini hari pernikahanku?Kenapa aku malah tertembak?Kenapa Darren juga di tangkap polisi dengan tuduhan yang bukan bukan?Kenapa Darren bilang ini ulah ibunya?Lalu bagaimana dengan pernikahan kami?Bagaimana kelanjutan aku dan Darren?' Dalam ketidaksadarannya Ariel merenungkan semuanya.