A3

A3
CINTA MONYET



"Aku keren kan tadi?"Darren dan Ariel bergandengan tangan keluar dari kelas.


"Lepas Darren,malu dilihat orang!! Ini masih lingkungan sekolah."Ariel melepas tangan Darren yang menggenggamnya.


Darren mengerutkan bibirnya."Hem,kau ini kaku sekali."Darren lalu menaruh kedua tangannya di saku celana dan berjalan sejajar dengan Ariel.


"Kau marah ya?"Ariel menyenggol lengan Darren.


"Tentu saja,padahal kan aku sudah melakukan hal yang membanggakan tapi kau tidak mau memberi service yang baik untukku."Darren dengan wajah ngambeknya dan tidak mau menatap Ariel.


"Sabarlah,pulang sekolah nanti ayo main basket di rumahmu."Ariel memancing Darren agar bisa kencan produktif.


Ekspresi Darren langsung lucu karena mehana urat tawanya yang sudah timbul karena ingin tersenyum lebar itu."Baiklah kalau kau sudah meminta."Darren masih sok keren dengan kata katanya.


"Imut sekali."Ariel memandang Darren yang seperti anak kecil itu


****


"Ariel buka mulutmu."Darren ingin menyuapi Ariel makanan ke mulutnya.


"Ammmm."Mau tidak mau Ariel menerima suapan pacarnya itu.


Masalahnya,Jimmy dan Calvin di buat menyaksikan hal itu di seberang meja.Darren jelas ingin pamer kemesraan.


"Darren,kau itu norak sekali.Bagaimana kalau aku menyuapimu dengan sekop pasir,mau??"Calvin kelihatan paling dongkol dengan ulah lebay Darren.


"Yang benar saja kau Darren,kenapa juga kau harus pacaran dengan Ariel.Harusnya kau belajar saja yang rajin."Jimmy juga hanya mengacak ngacak makanan di piringnya.Selera makannya sudah terbang entah kemana karena kelakuan Darren.


Darren memandang Jimmy dan Calvin."Dunia ini hanya milik aku dan Ariel sekarang."Sanggah Darren dengan senyum lebar.


Calvin dan Jimmy lalu saling berlihatan dan mengangguk.Sepertinya mereka sudah mencapai kesepakatan untuk sesuatu.


"Ariel,minggirlah.Biar aku dan Calvin yang duduk di samping Darren."Jimmy meminta Ariel bertukar tempat duduk dengannya.


"Baiklah."Ariel mau saja karena tahu Calvin dan Jimmy pasti ingin menjahili Darren.


"Kenapa dekat dekat denganku!!! Aku tidak mau di himpit kalian."Darren ingin berdiri namun Jimmy menekan pundaknya agar duduk lagi.


"Sudah,kau duduk saja ya! Kami akan menyuapimu anak manis."Jimmy mulai usil dan menahan badan Darren.


"Iya,buka mulutmu anak pintar."Calvin juga usil dengan menyuapkan makanan dalam sendokan besar ke mulut Darren.


"Ariel,tolong aku.Mereka menjahiliku."Darren sedang kepepet keadaan sekarang.


"Bersabarlah Darren,mereka hanya sangat menyayangimu."Ariel yang sudah keram perut menertawakan Darren hanya bisa merelakan pacarnya itu di jahili.


"A....aku benci kalian!!!!"Darren tidak bisa meronta dan jadi boneka oleh sahabatnya itu.


Jimmy dan Calvin puas bisa menjahili Darren sedemikian rupa.


***


Sherly masih merenungkan kejadian waktu itu.'Walaupun aku sudah berkata jika aku membencinya,tetap saja aku masih mengingatnya.Aku terlalu terbawa emosi saat itu.' Sherly lalu menyesal karena sudah berkata tidak menyukai Jimmy lagi waktu itu padahal perasaannya masih belum bisa move on dari Jimmy.Sherlya hanya sakit hati karena Jimmy masih saja memilih Ariel dan bukan dirinya.


Teman pun ia sudah tidak ada karena hubungannya yang buruk dengan Eva dan Eva juga sudah keluar dari sekolah ini karena kasusnya waktu itu.Sherly pikir menemukan teman itu mudah,ternyata sulit.Tidak ada yang mau berteman dengannya,kalaupun ada mereka hanya memeras Sherly.Sekarang ia tahu arti sahabat dan menyadari betapa Eva dulu sangat baik dan benar benar sahabatnya.Sherly menyesal sudah menyianyiakan Eva.


***


"Darren,kenapa kau memakai motor scooter ini?"Ariel bahagia karena pulang dengan di boncengi scooter oleh Darren.


"Karena pacarku ini tidak akan tahan di terpa ac mobil,dan lagi akan lebih romantis karena kau bisa memeluku seperti ini."Darren menarik tangan Ariel melingkar di pingganggnya.


Ariel tersenyum dan memeluk erat pinggang Darren."Terima kasih ya Darren."


Darren menoleh kebelakang sebentar dan meraih tangan Ariel yang melingkari pinggangnya lalu mengecupnya."Apapun untukmu."Darren sudah lihai rupanya menggunakan kata kata manis sejak jatuh cinta.


Perjalanan terasa singkat saat keduanya ternyata sudah sampai di kediaman megah Darren.


Darren membawa Ariel kekamarnya.Darren menutup pintu kamar itu dan menyandarkan Ariel di balik pintu.Satu tangan Darren menahan di daun pintu dan yang satunya lagi memegang pinggul Ariel.


"Kau bilang mau bermain basket,kenapa malah kesini?"Ariel senyum senyum walau tahu maksud Darren membawanya kemari adalah untuk bermesraan.


"Aku hanya ingin berdua dengan pacarku.Minggu depan aku ulang tahun,orang tuaku juga akan datang.Aku ingin mengenalkanmu pada mereka."Darren bicara sambil menatap mata Ariel yang berbinar bagai bintang.


"Apa aku cukup baik untuk di kenalkan? Kau tahu kan aku ini bukan siapa siapan dan...."


"Sstttttt" Darren menaruh jari telujuknya di depan bibir Ariel."Cukup Ariel,aku tidak mau mendengar kata kata itu lagi,aku mencintaimu.Walau masih cinta monyet tapi tetap saja kau itu cinta pertamaku."Darren sangat mencintai dan menyayangi Ariel.


Darren memegang wajah Ariel dengan lembut."Kau adalah kekasihku.Aku sangat menyayangimu jadi jangan buat aku terluka.Apapun yang terjadi tetaplah berada disisiku.Mengerti?"


Ariel mengangguk dan terharu."Iya Darren."


Darren senang karena Ariel cepat mengerti.Darren mendekatkan wajahnya lalu mulai menjamah bibir Ariel.Darren menempelkan bibirnya dan menyesap perlahan bibir Ariel.Mengemutnya pelan sambil menutup mata.Ariel juga memegang pinggang Darren dan merespon pancingan bibir Darren itu.Sesekali Ariel dan Darren saling beradu lidah.Saat ujung lidah mereka bertemu,terasa rangsangan yang semakin kuat dan membuat keduanya semakin larut.Darren semakin lekat memeluk tubuh Ariel.Sehingga dada Ariel bahkan sekarang sangat terasa menempel pada Darren.Darren semakin kuat menyedot bibir Ariel dengan nafas tidak beraturan.


"Emh...."Ariel lalu melepas ciuman yang sudah mengarah ke hal lain jika di teruskan itu.


"Kenapa???"Darren masih terengah dan bingung.


"Sudah Darren,aku rasa berada di ruangan ini membuat kita jadi terlalu larut dan tidak bisa membawa diri.Sebaiknya kita berenang saja,aku rasa aku sangat kepanasan sekarang."Ariel menyarankan hal yang terlintas di otaknya.


"Argh!! Rasanya aku ingin sekali cepat dewasa dan melakukan....."


"Melakukan apa???"Ariel mulai mendelik keras pada Darren yang baru sadar akan omongannya yang akan menjurus ke jalur mesum.


"Melakukan pernikahan denganmu."Untungnya Darren bisa mengeles dan membuat alasan yang tepat.


"Sudah,ayo berenang.Pinjami aku pakaian renang ya."Ariel lalu melepas Darren yang memegang tubuhnya sejak tadi.


"Bikini saja."Darren menggoda Ariel.


"Ah aku pulang saja."Ariel pura pura akan pulang dan membuka pintu.


"Eh tidak tidak,aku hanya bercanda."Darren memeluk Ariel dari belakang dan minta maaf.


Darren tahu Ariel hanya bercanda karena saat ini Ariel sedang tersenyum.


Darren diam sejenak dan menikmati memeluk pacarnya dari belakang seperti ini.