A3

A3
MENJADI DIRI SENDIRI



Vivian merundingkan hal yang di ketahuinya pada Ariel dan Sherly.


Ariel dan Sherly kaget mendengar apa yang di sampaikan Vivian mengenai Calvin yang mengencani gadis tidak baik.


"Kita harus segera memberi tahu Jimmy dan Darren juga.Kita harus bekerja sama."Ariel mengusulkan hal seperti itu demi kebaikan bersama.


"Benar yang Sherly katakan.Kita tidak cukup tangguh.Kita harus membawa orang yang bisa memberikan bantuan."Sherly juga setuju adanya.


Jimmy dan Darren tidak lama datang lalu semuanya menceritakan duduk masalah yang terjadi.Jimmy dan Darren juga kaget.


Pantas saja perasaanku tidak enak dari tadi,si playboy itu tidak bisa di hubungi dan sekarang ponselnya tidak aktif lagi."Jimmy masih mencoba menghungi Calvin tapi tidak membuahkan hasil.


"Tenang saja,ini saatnya aku memanfaatkan kekuasaanku.Aku akan mengatasinya."Darren menjadi pahlawan kesiangan yang menggunakan kekuasaannya tepat sasaran.


Hanya perlu menggunakan ponsel di tangannya dan tidak perlu menunggu waktu lama untuk melacak keberadaan Calvin.


Calvin berhasil di selamatkan tepat waktu saat hendak di jebak.Gadis yang di kencani Calvin dan ayahnya sudah di ringkus oleh polisi.


Di kantor polisi,Calvin sangat berterima kasih karena sudah di selamatkan.


"Terima kasih ya teman teman."Calvin menatap pada semua temannya.


"Ini semua karena Vivian,Calvin.Dia yang memberi tahu kami,karena itulah kami bisa bergerak.Ia melihatmu dengan gadis itu di perpustakaan dan tahu tentang gadis itu.Ia lalu memberi tahukan pada kami."Ariel memberitahukan kebenarannya pada Calvin.


Calvin memandang Vivian kagum sekaligus sedih."Terima kasih ya Vivian."


"Iya Calvin."Vivian malu malu dan menggaruk lehernya karena salah tingkah.


'Kau pasti melihat saat aku berciuman dengan gadis itu.Aku sudah seringkali menyakitimu hatimu.Tapi kau tetap baik padaku.Anehnya aku juga tidak bisa pura pura suka untuk menyenangkanmu karena takut menyakitimu yang sebaik itu.' Calvin berhutang budi pada Vivian sekarang.Tapi Calvin masih memandang Ariel yang selalu bersemangat dan memberi energi untuknya.Calvin tetap tidak bisa melunturkan perasaannya untuk Ariel.


Vivian juga tahu jika Calvin masih belum bisa melupakan Ariel.Bahkan saat ini,mata Calvin masih memandang Ariel dengan jelas.'Sampai kapan mata itu hanya untuknya, Calvin? Bahkan kau tidak bisakah sedikit mendelik melihatku?'.


Hari ini menjadi berkesan karena tanpa sadar,A3 sudah tidak lagi bertiga saja.Tapi ada 3 gadis yang juga ikut mendominasi sekarang.Ariel,Sherly dan Vivian.Semuanya malah saling membaur dan membantu dengan ragam perasaan yang menyertai di dalamnya.A3 juga sudah tidak sesombong dan seangkuh dulu lagi,peran Ariel cukup besar untuk itu.


Di barisan paling depan,Ariel dan Darren saling bergandengan.Di belakangnya,ada Calvin dan Jimmy yang putus asa dan hanya bisa menjadi bayangan di balik kebahagiaan Darren dan Ariel.Lalu di belakang Calvin dan Jimmy,ada Vivian dan Sherly yang perasaannya tidak di anggap bahkan tidak memiliki bayang bayang untuk di perhatikan.


Dimana,di belakang kebahagiaan besar,ada luka yang tertutupi dan terpaksa hanya bisa di pendam saja.


"Hai semuanya,namaku Shena Liu.Aku pindahan dari Jerman."


Kelas A di kagetkan dengan kedatangan murid baru pindahan dari Jerman itu.


Tapi tidak untuk Darren,Ariel,Sherly,Jimmy dan Calvin.Darren sudah memberi tahu semalam jika akan ada murid baru yang di bawa orang tuanya dari Jerman dan akan di jodohkan dengan Darren.Orang itu tidak lain adalah gadis yang sedang beridiri di depan sana.


Ariel kelihatan sedih dan merasa kecil.'Dia adalah gadis pilihan orang tua Darren.Aku tahu jika dia bukan gadis biasa.Dia energik dan penuh kharisma.Dia luar biasa.' Ariel tidak percaya diri untuk ingin menang dari gadis seperti itu.


Darren lalu menggenggam tagan Ariel sambil tersenyum.Ariel juga ikut tersenyum dengan lemah dan terpaksa.


Shena menangkap momen saat Darren dan Ariel saling berlihatan itu.'Darren memang sangat tampan sekarang dan gadis yang di sebelahnya itu.Itu pasti Ariel! Gadis yang orang tua Darren memintaku menjauhkannya dari Darren.Dia saja sudah ciut melihatku.Apa yang perlu aku khawatirkan dari siput yang hanya bersembunyi di cangkang itu.' Shena meremehkan Ariel di dalam hatinya seolah Ariel hanyalah lelucon.


Shena memutuskan datang dan menerima tawaran orang tua Darren setelah melihat akun media sosial Darren dan terpesona pada ketampanan Darren.Orang tuanya juga menyarankan demikian,karena untung bagi Shena jika bisa bersanding dengan Darren yang dari keluarga hebat itu.Shena menerima tantangan untuk merebut hati Darren.


"Kau tidak cocok takut begitu,bukankah siapa saja kau lawan dan tidak ada yang bisa menindasmu? Jadilah dirimu sendiri.Kita ini semuanya akan mati,tidak ada yang lebih hebat dari Tuhan.Terlebih lagi orang tuamu juga sudah di atas sana dan bisa bicara langsung pada Tuhan.Jadi,kau jangan takut."Darren menyemangati Ariel.


"Tentu saja aku akan galak pada siapapun yang menindasku.Tapi jika aku lakukan itu padanya,aku takut kau yang akan di marahi dan kena imbasnya.Aku memikirkan hal itu Darren."


"Kau ini,aku ini pria.Tidak sepatutnya wanita mengasihani pria.Kau akan selalu beruntung.Lihat saja kita dulu.Walau kau seburuk dan sekasar apapun,kau tetap menang dariku dan tidak kenal takut.Karena kau melakukannya untuk kebaikan dan di jalan yang benar.Akulah yang kalah karena selalu bertujuan jahat.Karena itulah,ayo seperti dulu lagi."Darren memohon dengan sangat pada Ariel.


Ariel kagum dengan penyampaian Darren."Baiklah!!! Akan aku kalahkan dia!!"Ariel sudah on fire lagi.


"Keren!!!"Darren mengacungkan dua jempolnya untuk Ariel.


"Awas saja kau macam macam ya!!! Kalau kau sampai tergoda,aku akan pacari pria lain dan bermesraan di depanmu!"Ariel mulai menakutkan dengan mata dan gaya premannya itu.


"Kenapa juga aku harus suka pada gadis itu.Aku akan membuatnya benci padaku juga.Aku juga sebenarnya tidak sudi jika ia ada di rumahku."Darren langsung takut dengan ancaman Ariel tadi.


Ariel lalu mulai bangkit dan tidak seperti tadi lagi.Mempertahankan Darren buka berarti ia tidak bisa menjadi dirinya sendiri lagi.Hanya dengan menjadi diri sendiri,ia bisa bertahan sampai sejauh ini dan ia hampir melupakan hal itu.


Tatapan Ariel pada Shena berubah dan ia menatap Shena tegas.


Shena lalu merasa aneh dan bertanya sendiri.'Kenapa dia jadi aneh saat menatapku? Kenapa sekarang ia jadi berani dan tidak segan lagi padaku? Dia bahkan seperti menantangku.Tidak dapat di percaya!' Shena jadi kesal karena Ariel tidak seperti di awal tadi.