A3

A3
MELABRAK PRIA SELINGKUH



Darren dan Ariel tetap seperti Tom and Jerry di depan orang orang seolah mereka tidak akur,walau sebenarnya mereka sudah pacaran.


Tapi di belakang itu semua,keduanya bermesraan secara sembunyi sembunyi seperti saat ini.


Darren dan Ariel sedang membaca buku bersama di perpustakan sambil berpegangan tangan di bawah meja.


Tapi saat jam makan siang,Darren cemburu berat saat di kantin,Calvin mencari perhatian pada Ariel.


"Ariel,kau mau daging ini?"Calvin sengaja memberi daging untuk Ariel dan menaruhnya ke piring Ariel.


"Terima kasih." Ariel tentunya senang saja.


Darren beraut masam karena menahan hati.'Kau pikir pacar siapa yang sedang kau senyumi dan berikan daging itu!!! Ariel adalah milikku tahu!!!!!' Darren memberi kode dengan menyenggol kaki Ariel dari bawah.


Ariel menatap sekilas.'Kenapa dia menyenggol kakiku?? Apa ada yang mau dia sampaikan?' Ariel masih belum ngeh jika Darren sedang cemburu.


***


Jimmy tidak ikut makan siang karena saat ini sedang berbicara empat mata berdua dengan Sherly saat ini.


Sherly dan Jimmy hanya berada di kelas berdua.Sherly duduk di bangku Calvin yang tepat di sebelah Jimmy.


"Jimmy,aku ingin minta maaf soal kejadian waktu itu."Sherly tidak ingin ada salah paham lagi dengan Jimmy dan tidak suka saat hubungannya dengan Jimmy memburuk seperti ini.


"Iya,aku tidak mempermasalahkannya."Jimmy berbesar hati memaafkan Sherly.


"Jimmy,apa kita tidak bisa seperti dulu lagi?"Sherly menatap Jimmy sendu..


"Maksudmu?" Jimmy masih belum mengerti arah pembicaraan Sherly.


Sherly celingak celinguk kiri dan kanan,lalu menatap Jimmy dengan serius.Sherly lalu memberanikan diri dan mengecup bibir Jimmy seperti sambaran kilat.


Walau sangat singkat,tapi Jimmy tetap terpaku merasakan bibir Sherly yang mengecup bibirnya.


Jimmy masih menjadi batu dan hanya diam saat ini.Jimmy terdiam memandang Sherly.


"Jimmy,aku menyukaimu."Sherly tidak ingin lagi membohongi perasaannya dan akan sekuat mungkin berusaha untuk mendapatkan hati Jimmy seperti yang dulu Jimmy lakukan padanya.


Jimmy diam untuk sekejab,"Aku belum bisa menjawab sekarang Sherly,kau pasti tahu alasannya.Sanggah Jimmy.


Sherly tersenyum."Iya,aku tahu.Tapi aku tidak akan kalah dari Ariel dan akan seperti dirimu dulu.Aku harap kau bisa bijak dalam mememilih.Jangan sampai kau menyesal nantinya."Sherly berdiri dari kursi tempatnya duduk lalu pergi.


Dari balik punggung,Sherly menenangkan dirinya dan beraut takut atau panik.Ia tidak menyangka jika dirinya bisa melalukan hal tadi.


Jimmy memegang bibirnya.'Andai saja dulu kau seperti ini,semua pasti akan berbeda.Tapi sekarang sudah ada seseorang yang aku jaga dan simpan dalam hati.Seseorang yang membuatku selalu tersenyum juga di dengar.' Jimmy sudah berpaling hati ke Ariel juga dan walau Sherly telah gamblang menunjukkan perasaannya tapi sekarang semua telah berbeda dan Jimmy tidak lagi memiliki rasa lebih pada Sherly selain sebagai teman.


***


Selama jam pelajaran,Darren yang masih marah dan cemburu mendiamkan Ariel hingga pulang sekolah.Ariel masih belum tahu dimana letak salahnya.Darren juga marah saat di ganggu membuat Ariel tidak bisa apa apa lagi.


Pulang sekolah,Ariel berjalan sendirian hingga Vivian mengejarnya dan berjalan sejajar dengannya.


"Hai,Vivian. Sudah lama kita tidak bersama padahal satu sekolah."


"Maaf,aku harus sibuk karena sekarang menjadi bendahara kelas.Kenapa kau sepertinya suntuk?Apa ada masalah?Vivian bertanya pada sahabatnya itu.


"Tidak,tidak ada kok.Aku hanya pusing saja.Banyak pr yang di berikan oleh guru."Ariel tidak bisa bercerita tentang hubungan rahasianya dengan Darren.Padahal yang ia butuhkan sekatang adalah berbagi cerita pada seseorang tentang masalah percintaan yang di hadapinya.


"Sudah,jangan cemberut.Ayo aku traktir mie di tempat kita kerja dulu."Vivian menggandeng tangan Ariel.


"A...terima kasih sahabatku."Setidaknya,Ariel bisa tersenyum sekarang karena kelemahannya adalah makanan.Ia bahkan bisa lupa sekarang ia sedang bertengkar dengan pacarnya.


***


"Kenapa dia tidak meneleponku?" Darren mondar mandir di kamarnya dan aneh saat Ariel belum juga menghubunginya.


"Tidak peka!!! Jangan jangan dia tidak paham kalau aku ini cemburu karena ia tertawa tawa dengan Calvin tadi.


Memang begitu adanya,Ariel dengan lahapnya sedang menyerumput mie yang di traktir oleh Vivian.


"PRAAKKKK" Suara seseorang yang menggeprak meja dengan kuat mengagetkan Ariel.


Ariel penasaran lalu mencari sumber suara itu dan hasilnya Ariel di buat kaget setengah mati.Calvin seperinya memergoki ayahanya selingkuh.


"Ayah!!!!! Kenapa kau terus menyakiti ibu!!!! Kau masih saja main perempuan padahal semalam kau sudah memukul ibu!! Apa kau akan terus terusan menyiksanya seperti ini.!!! Calvin melabrak ayahnya yang sedang bermesraan dengan wanita muda yang juga sepertinya artis baru di agensinya.


"Anak sialan!! Ini di tempat ramai!!! Apa kau mau mempermalukan ayahmu!!!"Ayah Calvin berusaha menutupi wajahanya juga selingkuhan ayahnya yang berusaha menutup wajah dengan tas miliknya karena banyak orang yang mulai mengambil gambar mereka.


"Kenapa ayah malu!!! Bukankah ini bukan kali pertama ayah selingkuh!!! Kenapa malu saat kebusukanmu di ketahui orang lain hah!!!"Calvin memaki keras ayahnya di hadapan orang banyak yang menonton mereka.


"Beraninya kau!!!!" Ayah Calvin hendak menampar Calvin dan sudah melayangkan tangannya.


Saat itu Calvin menutup matanya.


"Pria bodoh!!!!!"


Calvin mendengar suara Ariel dan membuka matanya.Calvin membuka mata dan melihat Ariel menariknya mundur lalu berdiri di hadapannya."Ariel."


"Kau mau menampar anakmu yang tidak bersalah ini!!! Kau tidak lihat disan sini tindakanmu sudah terkam kamera!! Kau mau di dakwa karena melakukan kekerasan pada puteramu!!! Sudah banyak bukti disini!!"Ariel menyelamatkan Calvin saat itu juga dari tangan ayahnya.


"Kau itu siapa!! Jangan ikut campur!! Ini masalah aku dan anakku!!! Dan lagi,dia dan ibunya tidak akan berani menyentuhku dengan hukum,karena jika aku menceraikan mereka maka hidup mereka tidak akan nyaman seperti sekarang.Dimana semua kemewahan yang mereka nikmati kalau bukan dari hasil jerih payahku.!"Ayah Calvin malah meremehkan Ariel dan menyakitkan lagi hati Calvin.


"Kau tega bicara seperti itu pada anak dan isterimu sendiri!! Kau senang melihat mereka menderita!!! Tuan,kau memang kaya dan punya segalanya.Kau saat ini hebat dan kuat,tapi percayalah suatu saat Calvin akan tumbuh dewasa dan mengingat semua ini.Saat kau tua nanti,entah apa yang akan menimpamu! Bahkan saat ini bibirmu sudah mulai kaku sebelah,aku rasa Tuhan sudah mulai menghukummu."Ariel memerhatikan wajah ayah Calvin yang sepertinya lumpuh sebelah atau gejala stroke.


"Bicara apa kau dengan omong kosong...."Ayah Calvin tidak bisa lanjut bicara karena lidahnya kelu dan separuh tubuhnya mulai mati rasa.Ayah Calvin lalu terduduk dan berbicara tidak jelas.Ia terkena serangan stroke saat itu juga.


Teman kencannya malah membiarkannya kabur begitu saja.Ayah Calvin meminta tolong pada Calvin tapi Calvin masih diam di tempat.


"Haruskah aku menolongmu ayah?! Sekarang kau mendapat ganjaranmu!! Sekarang kau lumpuh dan tidak berdaya.Mulai saat ini,hari hari ibuku yang kau buat menderita akan semakin sulit karena mengurus pria lumpuh sepertimu!!!" Calvin membiarkan ayahnya tersiksa saat ini.Saat seperti ibunya sering tidak berdaya karena mendapat kekerasan dari ayahnya.