A3

A3
JEPANG



Shena sudah pergi.Ibu Darren sekarang tidak terlalu memikirkan keluarga yang kacau itu.


"Apa mereka pikir rumahku ini tempat shooting drama keluarga!!!!"Malah membuat keributan di rumah orang lain setelah itu juga pergi tanpa pamit."Ibu Darren mengumpat kesal melihat rombongan keluarga Shena yang hanya numpang ribut di rumahnya.


Ayah Darren juga sudah tahu apa yang terjadi.Sesampainya di rumah,ia lebih memilih menanyakan keberadaan Darren.


"Dimana Darren?"Tanya ayah Darren pada isterinya.


"Kabur! Dia membawa serta pacarnya dan sahabatnya juga ikut pergi.Mereka pergi ke Thailand dari info yang aku dapat."


"Darren!!!"Ayah Darren menggeram menyebut nama anaknya itu."Pastikan kali ini Darren jera dan membuat gadis itu tidak akan mendekati Darren lagi!!! Lakukan sesuatu yang kejam kalau perlu!"Ayah Darren sudah sangat murka kali ini.


"Tentu saja,biarkan mereka menikmati liburan terakhir itu sebelum pulang kembali dan merasakan neraka dunia."Ibu Darren seperti sudah mempersiapkan sesuatu yang maha dahsyat untuk Ariel dan Darren.


***


"JEPANG."Ariel berseru norak sambil melihat dari jendela pesawat karena baru pertama kalinya keluar negeri.


"Sudah,biasa saja.Jangan norak begitu di dalam jet pribadi ini."Darren sedikit menegur pacarnya itu.


Setelah sekian jam perjalanan tanpa rencana alias dadakan ini,akhirnya 5 orang itu mendarat di JEPANG dengan selamat.


Ariel merasa kagum melihat Darren yang fasih bahasa Jepang.Darren sepertinya sedang bicara di telepon untuk memesan penginapan.


"Ariel,ayo befoto."Seru Calvin di bandara itu.


"Boleh.Ayo."Ariel sangat bersemangat untuk mengabadikan momen ini.


Calvin meminta seseorang untuk memfoto mereka.Pose yang di ambil,Ariel di apit oleh Jimmy dan Calvin.Sherly berada di ujung Jimmy.


Jimmy senang bisa sedekat ini di dekat Ariel.'Andai saat ini hanya kau yang kabur denganku.Ini pasti akan menjadi perjalanan yang menakjubkan.' Jimmy menoleh sekilas dan melihat senyum polos Ariel yang penuh kebahagiaan itu.


"Cekrek."Foto pertama telah di ambil.


"Hei,tunggu aku!! Aku ikut."Darren baru sadar ia ketinggalan dan tidak ikut berfoto.


Darren mengejar ketertinggalan dengan ikut foto bersama semuanya.Darren menggenggam erat tangan Ariel di foto itu.


'Aku berjanji akan membuatmu selalu sebahagia ini,Ariel.Aku tahu kita masih sangat muda,namun aku sudah berangan membingkai biduk pernikahan yang indah untuk kita berdua.' Darren yang masih naif dan belum merasakan kerasnya dunia sudah lebih dulu membayangkan akan menjalani pernikahan yang indah dengan Ariel.Tanpa ia tahu,orang tuanya yang berkuasa sedang menyiapkan bom waktu yang kapan saja bisa meledak dan meluluh lantahkan khayalannya tadi.


Liburan yang mendadak ini malah terkesan menyenangkan.Karena di lakukan dengan para sahabat.


Setelah dari bandara,semuanya menuju ke sebuah penginapan mewah yang sudah di sewa Darren.


Penginapan dengan kolam air panas pegunungan alami yang akan menyegarkan badan,taman panginapan yang di hiasi pohon pohon bunga sakura yang sedang bemekaran.Juga kamar bergaya klasik modern yang mewah.


Setiap orang memiliki kamar berbeda dan tidak sekamar.


Sherly menyambangi kamar Ariel yang ada di sebelanya.


"Ariel,tempat ini bagus ya."Sherly duduk di ujung tempat tidur Ariel.


"Iya,memang bagus.Tapi harganya sungguh tidak masuk akal.Aku bisa membeli sebuah rumah dengan harga sewanya per malam."Ini semua karena Ariel ternganga mengetahui nominal harga sewa penginapan mewah ini per malam.


"Hahahaa,sudahlah.Nikmati saja Ariel."Sherly menepuk pundak Ariel yang ada di sebelahnya agar tidak memikirkan harga sewa per malam penginapan ini lagi.


***


Giliran Jimmy dan Calvin yang berkunjung ke kamar Darren.


"Benar,aku juga setuju dengan Jimmy.Apa kau menyembunyikan maksud seperti itu?"Calvin juga ingin menanyakan hal yang sama atas kecurigaannya.


Darren bertolak pinggang dan memandang dua sahabatnya yang menuntut jawaban itu.


"Aku tidak akan melakukan hal itu.Aku hanya ingin masing masing dari kita istirahat dengan tenang.Itu saja.Kenapa kalian curiga sekali.Lagipula,Ariel itu kan pacarku.Harusnya,aku yang curiga kalau saja kalian menyelinap masuk ke kamar pacarku di malam hari."Darren balas menekan balik pada Jimmy dan Calvin.


"Aku tidak yakin bisa mempercayaimu."Jimmy masih sangat tidak yakin dengan gelagat Darren yang aneh itu.


"Aku ini playboy,aku bisa merasa auramu berbeda Darren.Awas saja kau mengingkari kata katamu dan malah menjadi kucing hitam di malam hari.Aku pastikan akan menjadi ninja dan menangkapmu lalu memotongmu dengan samurai."Ancaman Calvin bahkan terdengar seram dan mengerikan.


"Sudah sudah!!! Kita berendam di air hangat saja.Jernihkan pikiran kalian dari hal yang bukan bukan itu!"Darren lalu mendorong dua sahabatnya keluar kamar karena jengkel terus di sudutkan.


"SREKKK."Pintu kamar Darren sudah tertutup.


Dari luar,Calvin dan Jimmy masih berdiri.


"Kita harus waspada Jimmy,firasatku sangat kuat jika bocah itu pasti menyembunyikan niatnya."


"Benar Calvin,kita akan jadi satpam malam ini untuk melindungi Ariel."


Calvin dan Jimmy saling melirik satu sama lain dan akan berjaga untuk melindungi Ariel dari serigala berkedok domba seperti Darren.


Di dalam kamarnya,Darren menarik senyum penuh kelicikan.'Kalian pasti akan jadi penghalang untukku malam ini.Tapi aku sudah menyiapkan rencana untuk mengelabuhi kalian.' Darren akan mengkelakari sahabatnya yang usil itu.


***


Darren,Ariel,Jimmy,Calvin dan Sherly menikmati wahana permainan di universal studio Jepang.Semua nampak bahagia di sana.


Sherly sempat hampir tersandung karena berlari,beruntung Jimmy memegangnya dan menyelamatkannya.


Sherly tersenyum dan berterima kasih.Setelah itu,Jimmy kembali berlari dan mengejar Calvin.


'Jimmy,kau tetap baik dan selalu menolongku.Matamu itu mengingatkanku akan kau yang dulu.Sampai detik inipun aku masih menyesali karena dulu telah menyianyiakanmu.Tapi sekarang kebahagiaannku juga berlipat ganda karena sudah memiliki sahabat sahabat baik seperti kau,Ariel,Darren,Calvin dan Vivian.' Isi hati Vivian untuk menjadi pelipur laranya yang tidak bisa lagi di terima Jimmy seperti dulu.


Ariel dan Darren sedang naik komedi putar yang saling bersebelahan.


Darren mengulurkan tangannya dan Ariel menyabutnya.Keduanya saling berpegang tangan dan berbagi kegembiraan.


Setelah itu,keduanya mencoba wahana lain.Ariel membawa Darren masuk ke rumah hantu.


Darren yang tidak percaya hantu karena tidak ada dalam hal ilmiah hanya biasa saja.Hanya Ariel yang berteriak ketakutan dan histeris.Tapi Darren suka dengan situasi ini saat Ariel memegang erat lengannya seperti sekarang.


Setelah dari rumah hantu,Ariel dan Darren naik biang lala berdua.


"Darren,kenapa tadi kau biasa saja di rumah hantu? Apa urat takutmu sudah putus?"


"Hahahaha,aku tidak percaya hantu.Tidak ada penjelasannya secara ilmiah."


"Lalu apa yang kau takutkan?"Tanya Ariel penasaran.


"Tuhan,orang tuaku,neraka dan kehilanganmu."Jawab Darren serius.


Ariel tersentuh mendengar kata kata itu.


"Muach."Ariel memberi sebuah kecupan di pipi kanan Darren.


Darren tersenyum dan bahagia dengan hadiah manis dari Ariel sambil menaiki biang lala yang berputar ini.