
Sherly tidak masuk sekolah hari ini dan hanya mengurung diri di kamar.Sherly yang patah hati memilih mengurung diri di kamar dan tidak mau melakukan apapun.
Sherly terus memikirkan Jimmy sampai sakit kepala dan tidak bisa tidur dengan nyenyak semalaman.
***
"Jimmy."Yixing masuk ke kamar Jimmy saat Jimmy sedang memasang dasinya.
"O...Yixing."Jimmy agak kaget karena Yixing tiba tiba masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Maaf,aku hanya ingin mengajakmu sarapan."Yixing malah semakin mendekat pada Jimmy.
"Iya,sebentar lagi aku akan keluar."Jimmy keheranan karena dari ekspresi Yixing,ia seperti ingin mengungkapkan sesuatu.'Apa yang ingin dia katakan? Kenapa wajahnya seperti ragu ragu dan takut begitu?' Jimmy masih berpura pura tidak peka walau Yixing sudah memberi kode agar Jimmy bertanya lebih dulu.Perasaan Jimmy berkata,ia akan mendengar sesuatu yang tidak baik jika bertanya.Jadi lebih baik ia berpura pura tidak tahu saja.
"Jimmy,kau akan sekolah ya hari ini?"Yixing malah membuat pertanyaan bodoh yang sudah jelas jawabannya.
"Kau lucu sekali,sudah jelas aku mengenakan seragam ini.Pastinya untuk berangkat sekolah dan bukannya piknik."Jimmy tertawa sambil masih berkaca melihat penampilan dirinya.
Yixing kelihatan salah tingkah dan malu.'Kenapa Jimmy tidak bertanya juga walau gelagatku sudah aneh begini? Apa dia tidak peka?' Tanya Yixing dalam hati.
"Ayo keluar,orang tua kita pasti sudah menunggu."Jimmy hendak berlalu dan keluar lebih dulu.
"Jimmy."Yixing lalu menarik tangan Jimmy untuk menghentikan Jimmy pergi.
Jimmy terdiam dan sudah menduga hal ini."Kenapa Yixing? Ayo kita sarapan."Jimmy menjawab dengan dingin.
"Apa kau benar benar tidak paham dengan maksudku? Apa kau tidak bisa membaca pikiranku?"Yixing lalu memberi petunjuk lebih jelas.
"Apa aku ini peramal? Tentu saja aku tidak tahu."Jimmy masih bersembunyi di balik kedoknya.
"Aku suka padamu Jimmy.Perasaanku belum luntur dan aku tidak bisa hanya menjadi temanmu."Yixing kalah dan akhirnya harus mengungkapkan dengan sendirinya.
Jimmy lalu membebaskan tangannya yang di genggam Yixing."Tolong jangan begini.Aku tidak suka seperti ini.Aku lebih menyukai pertemanan kita."Jimmy lalu menatap Yixing dengan gaya coolnya.
"Aku,aku tidak bisa Jimmy.Aku sudah mencoba melupakanmu tapi aku tidak bisa.Dulu saat kau menolakku karena Sherly,aku hanya bisa pasrah.Sekarang kau menolakku karena gadis yang sudah jadi pacar sahabatmu dan tidak bisa kau dapatkan.Bagaimana aku bahkan tidak bisa menjadi seperti mereka yang di sukai olehmu? Aku juga sama sama wanita seperti mereka dan aku juga pantas di cintai.Tapi kenapa kau seperti ini padaku?"Yixing sangat putus asa dan menyedihkan.
"Semua ini masalah perasaan Yixing.Aku juga tidak tahu kenapa.Kau cantik,baik hati dan berbakat,tapi maaf seribu maaf,aku tidak memiliki perasaan lebih dari teman denganmu.Maaf juga karena aku harus mengecewakanmu lagi."Jimmy ikut menyesal namun tetap tidak bisa mengubah perasaanya dan tetap pada pendirian awal hanya menganggap Yixing sebagai teman.
"Aku tidak bisa Jimmy."Yixing menggelengkan kepalanya menolak semua perkataan Jimmy."Aku ingin kita lebih dari ini,tolong beri aku kesempatan.Izinkan aku mencobanya dan membuatmu jatuh hati."Yixing masih memohon dengan mengatupkan kedua tangannya dan wajah yang memita belas kasihan.
Jimmy jadi kasihan dan berat menerima semua ini."Aku tetap tidak bisa Yixing."Jimmy memutuskan secepatnya meninggalkan kamar itu sebelum ia menyesali jikalau membuat keputusan karena berat pada rasa simpatinya.
Yixing ikut keluar dari kamar itu lalu berulah.Yixing memecahkan gelas wine yang di taruh di deretan lemari penyimpanan wine yang tidak jauh darinya lalu memecahkannya.Selanjutnya,Yixing berbuat lebih ekstrim lagi dengan menggoreskan pecahan kaca yang tajam itu ke nadi tangannya sebelah kiri.
Jimmy kaget melihat kucuran darah segar yang mengalir dari pergelangan tangan Yixing.Yixing yang melihat darahnya sendiri juga lalu ketakutan dan tidak lama tumbang.
***
"Darren,kenapa Jimmy tidak masuk sekolah hari ini?"Ariel yang duduk di samping Darren bertanya tentang ketidak hadiran Jimmy.
"Entahlah,dia tidak memberitahuku atau Calvin.Kenapa kau bertanya? Apa kau mencemaskannya?"Darren si pencemburu mulai keluar.
"Ya Tuhan,lihatlah tingkahmu itu!! Bukankah kau sebentar lagi akan berulang tahun?! Dewasalah dan jangan kekanakan lagi."Ariel mendegus dan menasehati pacarnya itu.
"Aku akan terus cemburu karena kau adalah milikku.Kau juga akan menjadi tamu spesial di ulang tahunku beberapa hari lagi.Kau harus datang! Aku akan mengutus orang untuk mempersiapkan penampilanmu sebelum aku mengenalkanmu pada orang tuaku."Darren sudah tidak sabar menantikan mengenalkan Ariel pada orang tuanya.
"Tapi,undang Vivian juga ya.Aku malu kalau sendirian."Ariel memohon tulus pada Darren agar diizinkan membawa sahabatnya.
"Iya iya,bawa saja.Asal jangan bawa dia saat kita berduaan saja."Darren genit dan mengisyaratkan dengan bibir mulut bebeknya.
"Ashhhhh."Ariel mendorong dahi Darren dengan jari telunjuknya."Cuci sana otakmu agar tidak kotor terus!"
"Berani kotor itu kan baik."Darren mengeles dan malah mengolok sambil menjulurkan lidahnya.
"Dasar aneh."Ariel lalu tidak ingin memandang Darren.
"Biar saja,kalau begitu jangan menyalin PR ku lagi dan jangan menyontek hasil ulanganku."Darren mengamcam dengan memanfaatkan kelemahan Ariel yaitu otak Ariel.
"Aku hanya bercanda."Ariel langsung tersenyum dan menghadap Darren lagi.
Darren menyilangkan tangannya di depan dada dan memasang wajah angkuh untuk berpura pura.
"Ehemmmm...Ehemm..."
Ariel dan Darren lalu menatap suara yang berdehem itu.Rupanya guru dan seisi kelas sedari tadi memandang mereka yang sibuk bercanda.Darren dan Ariel sontak malu karena menjadi pusat perhatian.
"Kenapa ruangan ini terasa panas walau sudah memakai Ac ya!!!"Calvin menyindir sambil berkipas dengan bukunya.
"Maaf,maafkan kami."Ariel minta maaf pada semunya karena sudah mengganggu kegiatan belajar mengajar di kelas ini.
Darren malah pura pura membaca dan menutupi wajahnya dengan buku.
Setelah itu,semuanya kembali belajar normal.Tapi Ariel menatap bangku Sherly juga kosong hari ini.'Kasihan Sherly ,kemarin Yixing sudah bercerita kalau Sherly kerumah Jimmy dan Jimmy masih menolak Sherly.Sherly pasti sedih.Di sekolah ini tidak ada yang dekat dengannya lagi.Eva sudah pergi dan Jimmy tidak menyukainya lagi.' Ariel prihatin dalam hati pada Sherly walaupun Sherly sering jahat dan berperilaku tidak baik padanya.
***
Pulang sekolah,Ariel memutuskan untuk menjenguk Sherly karena dari keterangan ketidak hadiranya,ia sedang sakit.
Ariel memberanikan diri seorang diri bertandang ke rumah Sherly.Ia tidak peduli sekalipun Sherly akan mengusirnya atau apapun karena ia hanya berniat baik dan tulus untuk memastikan Sherly baik baik saja atau tidak sebagai teman.