
Darren dan Ariel berdansa di tengah tengah ruang tamu yang di sulap menjadi ruang pesta itu.Ariel melenggang anggun di tuntun Darren yang jago berdansa.
Ariel sering kali salah langkah dan bahkan menginjak kaki Darren.Namun Darren tetap memaklumi dan menuntun Ariel dengan sabar.
Ariel sangat bahagia malam ini karena ia benar benar seperti Cinderella yang menikmati pesta dan berdansa dengan pangeran tampan.
Vivian mendapat kehormatan di ajak berdansa oleh Calvin.Calvin iba pada Vivian yang kikuk dan mungkin baru pertama kali ke pesta seperti ini
Sherly juga di ajak oleh Jimmy berdansa.Jimmy tidak memikirkan sesuatu yang lebih,hanya sebatas teman saja dan ia juga ingin melakukan hal yang baik pada Sherly setelah sekian lama tidak akur dengan Sherly.
Sherly dan Vivian juga bahagia karena bisa berdansa dengan pangeran impian mereka.
Tapi,hal ini hanya permulaan untuk Ariel yang akan terhempaskan perasaannya sebentar lagi.
Ayah dan ibu Darren sudah keluar dan bergabung di tengah tengah pesta.Musik di hentikan dan semuanya berhenti berdansa.
"Itu ayah dan ibuku."Darren memberi tahu Ariel tentang pasangan glamour yang mendekat ke arah mereka.
Ariel semakin gugup,untungnya Darren lekas memegang tangan Ariel dan menenangkannya."Tenang saja,kita baru saja memulai.Kau tidak perlu takut."
Ariel hanya mengangguk dan menatap Darren sambil tersenyum karena rasa gugupnya tak kunjung pudar.
Orang tua Darren sudah berada di depan Ariel dan Darren.
"Ini siapa Darren?"Ibu Darren langsung bertanya pada sosok yang Darren genggam itu.
"Nyonya,perkenalkan,aku Ariel lin."Ariel memperkenalkan diri dengan hormat dan bahasa yang halus.
Ayah dan ibu Darren masih belum puas dengan jawaban itu.
"Dia pacarku,aku memang khusus mengundangnya kemari untuk di perkenalkan pada ayah dan ibu."Darren sudah resmi memperkenalkan Ariel sebagai pacarnya.
"Kalau boleh tahu,orang tuamu pekerjaannya apa?"Ayah Darren bertanya cukup berani dan mulai menggali latar belakang gadis pilihan puteranya.
Ariel mendadak dingin dan gugup.Di belakangnya,Calvin,Jimmy,Sherly dan Vivian juga cemas.Inilah perkara saat hubungan tak sekasta berjalan.
"Aku yatim piatu tuan,orang tuaku sudah meninggal saat aku kecil.Aku tinggal dan di besarkan bibiku setelah itu.Bibiku bekerja di perusahaan asuransi."Ariel memilij jujur dan berkata yang sebenarnya.
"Apa!!!!"Ibu Darren sangat kaget mendengar hal itu.Ialu memandang Ariel dari bawah sampai atas.'Ini tidak boleh terjadi,putera berhargaku tidak boleh bersama gadis yang tidak sepadan ini!'
"Ikut ibu!"Ibu Darren lalu menarik puteranya di ikuti suaminya.Ia membawa Darren untuk bicara.
Tangan Darren yang tadi memegang Ariel juga sudah terlepas.Ariel dan Darren kelihatan keberatan untuk berpisah.
Ariel juga tahu,inilah konsekuensi hubungan mereka dan saatnya untuk di uji.
***
"Darren!! Apa yang kau lakukan!! Kenapa memilih gadis seperti itu?!! Apa kau mau membuat ayah dan ibumu malu!!!!"Ibu Darren membawa Darren kekamarnya dan memarahi Darren di sana.
"Darren,kau tahu kan kita ini siapa? Kita dari keluarga terpandang.Sebelumnya ayah bangga padamu.Tapi kenapa sekarang pilihanmu mengecewakan ayah untuk pertama kalinya."Ayah Darren juga nampak gusar dan kecewa.Ia bahkan malu untuk kembali lagi ke pesta itu dan menyapa kolega koleganya yang datang.
"Akhiri hubunganmu dengannya!!! Suruh dia pergi dari pesta ini!!! Ibu tidak ingin dia merusak hari spesialmu."
Darren tersudut oleh kedua orang tuanya yang menentang hubungannya dengan Ariel.
Darren gelisah dan bimbang harus memilih yang mana antara Ariel dan orang tuanya.
***
"Ariel..."Vivian dan yang lainnya berada di sisi Ariel.Semuanya ikut prihatin atas apa yang menimpa Ariel.
"Ariel,tenanglah.Darren pasti melakukan yang terbaik untukmu."Calvin terluka melihat Ariel yang terus mencoba tersenyum dengan wajah sedih itu.
"Iya Calvin terima kasih."Sahut Ariel lesu.
"Ini bukan gayamu,jika ada yang menindasmu harusnya kau lawan saja."Sherly juga menyemangati Ariel.
"Mereka orang tua Sherly,dan aku juga bersalah.Aku akan semakin kelihatan tidak tahu malu.Dari awal,inilah yang mengganjal di pikiranku.Hubungan kami pasti akan tersandung status sosial yang berbeda,dan akhirnya hari ini tiba juga."Ariel yang mewanti wanti hal ini sebelumnya,tetap saja nekad ingin melanjutkan walau ia tahu,inilah yang akan di dapat dan rasakan.
"Bilang saja kau akan putus dengan Darren,aku akan pura pura jadi pacarmu dan kau bisa menjalin hubungan diam diam dengan Darren."Jimmy mengajukan dirinya dan berjalan ke samping Ariel.
"Tidak Jimmy,jika aku memulainya dengan kebohongan maka hasil akhirnya juga tidak akan baik dan aku akan hancur dengan kebohongan itu.Aku masih menunggu keputusan Darren.Aku juga tidak akan memaksakan sesuatu yang tidak mungkin."Ariel hanya bisa pasrah sambil harap harap cemas menunggu kedatangan Darren.
Jimmy dan Calvin sangat terluka melihat perasaan Ariel yang terombang ambing saat ini.
Tapi Sherly dan Vivian sangat iri dalam hati pada Ariel walau mereka juga iba .
'Jimmy sampai rela mengorbankan dirinya untuk Ariel.Ia tidak peduli jika harus terluka jika itu untuk Ariel.Padahal aku rela sekalipun mengorbankan nyawaku jika saja kau mau mencoba membuka hatimu untukku.' Sherly tertegun menatap Jimmy.
'Mata Calvin sangat sedih dan penuh kepiluan.Ia juga tidak lepas menatap Ariel dan selalu mengkhawatirkan Ariel.Saat Ariel bergerak sedikit bahkan ia sudah cemas seakan Ariel akan jatuh dan ia sudah siap sedia untuk menyambutnya.' Vivian juga tertunduk lesu dan memalingkan wajahnya.Saat ia terus menatap Calvin,tapi yang ada di pandangan Calvin hanyalah Ariel.
Namun Sherly dan Vivian juga tidak tega melihat Ariel.Tanpa di ramalkan pun sudah jelas jika ending malam ini tidak akan memihak Ariel untuk bahagia dan menyelesaikan pesta ini.
Ariel akan menjadi Cinderella yang harus kembali ke kodrat asalnya setelah tengah malam.
Baik pakaian,riasan,perhiasan juga malam yang indah ini akan menghilang dimana ia akan menjadi gadis biasa dari kalangan bawah yang sederhana kembali.
***
"Itu Darren."
Suara Vivian mengagetkan Ariel yang langsung memandang kesamping.Darren berjalan sendiri dengan tegap.
Darren semakin dekat ke arah Ariel lalu menarik tangan Ariel dan membawanya pergi dari pesta itu.
Ariel masih bingung namun tidak bertanya apapun.Ariel hanya sangat bahagia karena pria yang membawanya adalah pria yang ia cintai.Kemanapun Darren membawanya ia akan ikut tanpa protes karena Darren adalah pria yang ia cintai.