
Darren membawa Ariel keluar dan pergi dari pesta itu dengan pikiran sempit dan tanpa tujuan sama sekali.Yang Darren tahu,saat ini ia hanya ingin tetap bersama Ariel.
Hari ini juga menjadi hari bersejarah saat ia membangkang dan membantah kata kata orang tuanya untuk pertama kalinya.
Darren membawa mobilnya dan tidak menjawab saat tadi sopirnya bertanya kemana tujuannya.Darren mendorong si sopir dan membawa Ariel pergi bersamanya.
Acara itu menjadi gaduh karena bintang utama pesta malah lebih dulu pergi sebelum acara puncak di gelar.
"Gawat,orang tua Darren pasti akan marah besar dan memburu mereka.Ariel lah yang dalam bahaya besar."Jimmy sangat cemas.
"Benar,Ariel pasti akan di pisahkan dari Darren bagaimanapun caranya."Calvin juga ikut mencemaskan tentang Ariel.
Vivian dan Sherly tidak tahu juga jalan keluar untuk masalah pelik ini.
***
"Suamiku,Darren pasti saat ini tidak bisa berpikir waras karena di butakan cinta.Dia akan kembali dengan sendirinya kalau kita tekan dan kita buat gadis tidak tahu diri itu hancur.Keduanya akan berpisah dengan sendirinya dan sadar mereka tidak akan bisa bersama karena kita berkuasa dan bisa mengaduk aduk mereka dengan semua yang kita miliki."
"Benar Elva,gadis itu dan Darren bagai langit dan bumi.Di tidak akan bisa menggapai langit selama ia hanya manusia biasa dan Darren adalah langit biru yang tidak mungkin ia bisa gapai hanya dengan melompat."Ayah Darren juga setuju dengan omongan isterinya.Suami isteri itu memutuskan lebih lama menetap di Taiwan untuk mengurusi putera tunggal mereka yang mulai memasuki tahap puber.Mereka ingin Darren seperti dulu lagi dan tunduk juga patuh pada mereka.
Ibu dan ayah Darren sudah mengerahkan orang orangnya untuk menyergap Darren malam ini juga.
***
"Darren ataupun Ariel tidak bisa di hubungi,keduanya sama sama mematikan ponsel mereka."Jimmy sangat cemas dan masih di tempat pesta itu.
"Tenanglah Jimmy,Darren itu genius.Dia pasti sudah memikirkan rencananya sebelum melarikan diri.Lagipula,Vivian dan Calvin juga sudah meluncur mencari mereka.Vivian mungkin bisa membantu dan tahu tempat yang mungkin Ariel datangi kalau kalau Darren tidak tahu arah tujuan."Sherly masih bersama Jimmy dan menunggu di sana kalau kalau saja Ariel tertangkap dan di bawa kembali ke sana.
Jimmy masih tidak bisa tenang,apalagi yang turun dan dikerahkan untuk mencari Ariel dan Darren adalah orang orang suruhan orang tua Darren.Mereka mungkin saja berlaku kasar pada Ariel.
"Aku benar benar tidak bisa tenang sekarang."Jimmy memampangkan kekhawatirannya dengan sangat jelas sekarang.
'Andai aku menghilang,apakah kau akan seperti ini jugan mengkhawatirkanku Jimmy?' Sherly memandang Jimmy yang ia yakini,10 persen mencemaskan Darren dan 90 persen mencemaskan Ariel.Ia sangat takut jika Ariel sampai kenapa kenapa.
Calvin dan Vivian sudah meluncur juga mencari dan menyusul Darren juga Ariel mana tahu bisa menemukan mereka.
"Vivian,kau lihat baik baik di jalanan."Seru Calvin yang juga serius menatap sekitar.Sopir menjalankan mobil sesuai perintah Calvin.
"Iya Calvin."Vivian membuka kaca mobil dan berharap bisa menemukan Ariel dan Darren juga sebelum keduluan orang suruhan orang tua Darren.
***
"Darren,kita mau kemana?"Ariel menatap cemas pada Darren yang jelas bingung dan tidak ada tujuan pasti.
"Aku juga tidak tahu Ariel."Darren jujur dan hanya itu jawabannya.
"Darren,hentikan dulu mobilnya."Ariel seperti ingin bicara sesuatu.
Darren menepikan mobil itu di tempat sepi dan sudah cukup jauh dari rumahnya.
"Darren,tidak sebaiknya kita seperti ini.Kembalilah dan minta maaf pada orang tuamu."Ariel dengan penuh kerelaan merelakan Darren pergi dan tidak membenarkan apa yang ia lakukan saat ini.
Darren menatap Ariel pilu.Ariel mencoba tersenyum dengan penuh kepedihan.Malam indahnya bersama Ariel telah hancur seketika.
"Iya,aku tahu.Aku juga mencintaimu,tapi cara kita salah.Jika kita seperti ini maka orang tuamu akan sangat jelas merasa kalau kita melawan mereka.Mereka adalah orang tuamu Darren.Mereka yang membesarkanmu hingga hebat seperti sekarang.Tidak seharusnya kau memilihku daripada orang tuamu."Pertahanan Ariel runtuh dan ia menangis di hadapan Darren.
"SLAPPPP."Darren memeluk Ariel."Jangan menangis Ariel,aku mohon jangan.Aku minta maaf untuk semuanya.Aku tidak mau berpisah denganmu.Jika aku menyerahkan diri,ayah dan ibuku pasti akan memisahkan dan menjauhkan kita."Darren mengencangkan pelukannya dan enggan di jauhkan dari Ariel.Darren sangat ketakutan jika saat ini ia harus berpisah dengan Ariel.
Ariel menangis dengan air mata yang merembes ke pakaian Darren.Ariel bahkan sudah tidak sanggup menjawab omongan Darren yang sama perisis denga keinginannya.
Darren dan Ariel meninggalkan mobil itu di jalan agar jejak mereka tidak di lacak lagi.
Malam itu,Ariel dan Darren menyewa sebuah motel untuk beristirahat.Mereka sengaja menginap di motel biasa agar tidak terlacak.
***
Vivian mengabari bibi Ariel tentang kejadian yang menimpa Ariel.Bibi Ariel sangat shock berat.
"Ariel..."Bibi Ariel menutup mulutnya dan saat itu juga tangisnya memuncah.
"Bibi,kami akan berusaha mencari Ariel.Yakinlah,dia pasti akan pulang."Vivian merangkuh pundak bibi Ariel dan menenangkannya.
Hasil pencarian Vivian dan Calvin yang turun ke lapangan langsung juga masih nihil adanya alias tanpa hasil.
***
Sudah jam 12 malam,Darren yang harusnya saat ini meniup lilin ulang tahunnya malah harus melarikan diri dari pesta ulang tahunnya sendiri.
"Kau tidurlah di ranjang,aku akan tidur di sofa."Darren sudah melepas jasnya dan membuka 2 kancing kemejanya yang menyekak leher.Darren duduk di sofa dan merebahkan diri di sana dengan kemeja yang ia keluarkan dan celana panjang hitamnya.Darren sudah nampak kusut dan kelelahan.
Ariel juga merebahkan diri di ranjang.Ariel sangat salut pada Darren yang menjaga semuanya dengan tidur terpisah.Ariel yakin jika sofa sempit dan reot itu tidak bisa membuat tidur Darren nyenyak.
Ariel berbaring miring sambil menatap Darren.Darren menutup matanya mencoba memaksa tidur agar Ariel tidak cemas lagi.
Ariel memandang jam yang sudah lewat dengan malam.Ia juga tahu kalau Darren belum tidur."Darren,selamat ulang tahun."
Darren membuka matanya lalu menatap Ariel yang memandang dan mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
"Terima kasih."Darren tersenyum dan menatap Ariel penuh makna.Sorot mata Ariel seakan memanggilnya.Darren lalu bangun dan mengikuti langkahnya yang ingin mendekat pada Ariel.
Sampai pada akhirnya,Darren berada di atas Ariel yang berbaring.Darren menyeka rambut Ariel dan membelai lembut pipi Ariel.Perlahan,Darren mendekatkan wajahnya seiring Ariel yang menutup mata.
Darren mengecup mesra bibir Ariel untuk permulaan lalu membenamkan bibirnya lebih dalam menciumi bibir Ariel.Pautan bibir Darren mengayun mesra bibir Ariel dan saling berpautan.Seakan semua lelah ini sudah sangat melelahkan dan butuh pelepasan.Darren menyergap bibir Ariel lebih dalam dan dalam lagi.Hingga ia bisa merasakan dengusan nafas Ariel.
Ariel juga menyambut baik bibir Darren dan menghadiahkan ciuman itu untuk kado ulang tahun Darren karena tidak ada barang yang bisa ia berikan atau sudah ia persiapkan.
Malam itu,Ariel mengizinkan Darren tidur seranjang bersamanya.Mereka tidak melakukan hal apapun dan hanya berpegangan tangan sepanjang malam.
Saat terbangun di pagi hari,Darren kaget melihat Ariel yang sudah tidak ada di sisinya.
Hanya sebuah catatan yang tertinggal.
"Pulanglah,selesaikan masalah ini bukan dengan melarikan diri tapi menghadapinya bersama.Aku akan menunggu dan percaya padamu."Itulah hal yang Ariel tuliskan.