
Ariel dan Darren berenang bersama di kolam renang itu.Ariel memakai pakaian renang yang sopan dan tidak menuruti permintaan nyeleneh Darren yang memintanya memakai bikini.
Sedangkan Darren,ia memakai celana renang dan membiarkan dadanya terpampang.Walau belum matang,namun otot otot Darren sudah mulai terbentuk dan kulit putih bersihnya sangat menambah nilui plus tersendiri.
Ariel yang berenang terus dipepeti Darren,Darren juga selalu mengganggu Ariel.Dan sekarang,Darren sedang berdirsi di hadapan Ariel.Darren merapihkan rambut Ariel yang acak acakan karena berenang.
"Tutup matamu."Ariel iseng dan mengerjai Darren.
"Disini?? Sekarang??"Tanya Darren yang sudah girang duluan mengira akan di cium.
"Iya,ayo cepat."Ariel mendesak dengan wajah penuh tawa.
"Baiklah,lakukan dengan perlahan dan lembut ya."Darren mulai menutup matanya.
Ariel jahil lalu menekan kedua pundak Darren dan menenggelamkan Darren kedalam air.
"Hahahahhaha.Rasakan."Ariel jahil namun mulai ketakutan karena tubuh Darren malah mengapung kaku dan tidak bergerak.
"Darren!!! Darren!! Ariel panik lalu mengangkat tubuh Darren dan Darren sepertinya pingsan."Darren!!!! Darren!!!"Ariel menepuk nepuk pipi Darren dengan kuat!!"Aku mohon jangan bercanda."Ariel panik lalu membawa Darren ketepian.Ariel membaringkan Darren dan mulai memompa dada Darren.Belum juga ada hasil,Ariel lalu membuka mulut Darren dan mulai memberi Darren nafas buatan.
"Fuhh....Fuhhhhh."Ariel menghembuskan nafasnya ke dalam diri Darren melalui mulut.Ariel sudah ketakutan setengah mati.
"SLAAPPPPP."Tangan Darren lalu memegang kepala Ariel dan menekan kepala Ariel agar bibirnya menekan lebih dalam.
Ariel kaget lalu bangun."Hei!!!! Kau bohong ya!!!"Ariel menatap Darren yang rupanya hanya berakting dan sedang tersenyum itu.
Darren bangun perlahan dan Ariel masih duduk didekatnya.
"Aku hanya bercanda saja,ini balasan karena kau mengusiliku duluan."Darren menjelaskan alasan dari perbutannya.
"Hiks...hiks...hiks..."Ariel lalu mulai menangis dan sekarang meraung.
"Ariel...Ariel,kau kenapa? Aku kan sudah minta maaf."Darren panik melihat pacarnya yang sedang menangis.
"Aku takut!!! Aku takut kalau kau sampai kenapa kenapa karena kesalahanku!! Aku takut kehilanganmu."Ariel dengan polosnya menangis dan mengungkapkan keresahannya dengan jujur.
Darren lalu memeluk Ariel."Maaf,maafkan aku.Aku tidak akan bercanda seperti itu lagi."Darren juga terpukul karena sudah membuat wanitanya menangis.
Sekarang Darren tahu jika Ariel sangat mencintainya dan sangat menyayanginya.
***
Vivian masih bekerja paruh waktu di restoran mie tempat ia mengajak Ariel juga dulu.
Saat itu ada pelanggan datang dan Vivian bergegas untuk memberi buku menu dan mencatat pesanan.
"Selamat datang,mau pesan apa."Vivian menyapa dengan ramah.Namun senyum Vivian langsung sirna saat melihat pengunjung yang datang adalah Calvin dan wanita baru di sebelahnya.'Dia sudah punya pacar baru lagi rupanya.' Vivian senang jika Calvin sudah move on.Tapi juga agak sakit karena melihat pria yang di cintainya hingga saat ini sekarang kelihatan mesra dan bahagia dengan wanita lain.
"Halo,kami ingin pesan."Wanita yang di bawa Calvin membuyarkan lamunan singkat Vivian.
"Iya silahkan."Vivian tersenyum lagi dan mencoba terlihat biasa.Calvin hanya memberi senyum ramah untuk menyapa Vivian.Tangan Calvin masih nakal merangkul bahu wanita di sebelahnya.
Selesai mencatat pesanan,Vivian memeluk buku menu yang di bawanya dan kelihatan sedih.Dilema harus bahagia atau tidak untuk semua ini.Mencintai tanpa dicintai adalah hal egois yang menyakitkan dan merugikan diri sendiri.Inilah yang mendera Vivian.
***
Sherly terganggu dengan pikirannya yang masih tersangkut dengan Jimmy."Aku harus apa? Dulu dia masih mau menyapa atau tersenyum padaku.Sekarang,bahkan menatapku juga dia enggan.Aku seperti tidak ada di matanya.Apa yang harus aku lakukan untuk memperbaiki semua ini."Sherly masih memikirkan Jimmy dengan berat.
"Tidak!! Tidak boleh seperti ini!!!"Sherly lalu bangun dan pergi.Ia meminta sopirnya untuk mengantarnya ke rumah Jimmy.
Sherly tidak peduli jika ia di anggap tidak tahu malu atau apapun,yang jelas ia akan berjuang hingga titik darah penghabisan.
Sherly sudah di kediaman Jimmy.Sherly mengetuk pintu dan yang membuka pintu itu adalah Jimmy.
Jimmy kelihatan kaget.Tapi Sherly lebih kaget lagi saat.
"Jimmy,siapa yang datang."Seorang wanita memanggil Jimmy dari belakang dan menampakkan dirinya.
Sherly terdiam.'Bukankah itu Yixing? Kenapa dia ada disini?' Sherly tahu sosok wanita dari Shanghai itu.Dia adalah wanita yang sempat di jodohkan dengan Jimmy.Tapi saat itu Jimmy menolak karena masih mengejar dirinya.
Sherly lalu menatap Jimmy.
"Dia berkunjung kesini dan akan menginap di rumahku untuk sementara waktu.Kau tahu kan,orang tua kami berteman dan dekat."Jimmy memberi alasan walau Sherly belum memintanya.
"Kau akan melanjutkan lagi pertunanganmu yang tertunda dulu?"Sherly langsung bertanya karena putus asa.
"Entahlah,yang jelas aku ingin tetap menjaga hubungan baik.Bagaimanapun aku tidak punya masalah dengannya.Ada apa kau kemari?"Jimmy lalu bertanya tujuan kedatangan Sherly kerumahnya.
"Aku hanya terus memikirkanmu."Sherly tidak peduli jika Yixing juga mendengar disana.
"Masuklah lebih dulu,aku harus bicara dengannya."Jimmy memberi tahu Yixing.
"Iya baiklah,aku akan menunggu di dalam."Yixing masuk dan memberi ruang untuk Jimmy.
"Ayo bicara di taman saja."Jimmy lalu keluar dan membimbing Sherly untuk ketaman bersamanya.
Taman itu tidak jauh dan keduanya sudah sampai.
"Kita sudah selesai Sherly,aku juga tidak yakin,aku menganggapmu apa sekarang.Kau bukan teman,musuh atau siapapun yang pantas aku sebut.Kau hanya seseorang yang pernah aku sukai tapi kau sudah membuatku kecewa berulang kali.Aku rasa kita tidak bisa di perbaiki lagi atau mulai dari awal lagi."Jimmy ingin memberi tahu jika langkah Sherly hanya bisa sampai disini.
"Kau benar benar membuangku dan ingin aku pergi? Apa aku tidak bisa diberi kesempatan lagi??"Sherly merasakan ketakutan yang dalam sekarang.
Jimmy menggeleng."Tidak bisa Sherly.Rasaku benar benar sudah hilang untukmu.Sebaiknya kau jangan mengharapkanku lagi.Aku hanya berharap kau bisa berubah dan kelak menemukan lagi seseorang yang baik untukmu."Jimmy merasa tidak ingin lagi memberi harapan palsu dan hanya basa basi untuk menyenangkan Sherly.
Sherly mulai mengatur nafasnya dan namun tidak juga mampu membedung air matanya.Sherly lalu membalikkan badannya."Aku pulang dulu."Sherly sudah tidak sanggup untuk berdebat dan bahkan untuk menatap Jimmy.Sherly hanya ingin lekas pergi dan melupakan semua ini.
Jimmy menatap prihatin pada Sherly,tapi ia juga tidak bisa menerima Sherly lagi karena perasaannya sudah berubah.
Sherly menangis keras di dalam mobil dan tidak bisa menghentikannya walau ia ingin.Sherly terisak hingga dadanya bahkan terasa sesak dan sulit untuk bernafas.
***
Menjelang ulang tahun puteranya,orang tua Darren mulai kembali ke Taiwan untuk menghadiri momen pertambahan usia putera tunggal mereka itu.