
Shena berjalan menuju bangkunya yang berada di depan bangku Ariel.Shena megibas rambutnya dan menaruh tasnya di meja.Ia sempat melempar tatapan sinis pada Ariel.
Sejak Shena datang,Darren belum mau bicara sepatah katapun padanya.Darren bahkan tidak terlihat senang saat ibunya bilang,Shena akan tinggal sementara waktu di rumahnya.Tapi saat pandangan pertama melihat Darren yang asli,Shena semakin jatuh hati.Karena itulah,ia tidak menyesal datang kemari.
"Aneh sekali,sudah selesai ulangan dan besok sudah pembagian rapot,dia baru datang kemari.Pasti tidak ikut ulangan dan akan naik kelas tanpa usaha."Darren mulai menyindir Shena.
Shena mengernyitkan dahinya.Ia lalu berputar duduk menghadap kebelakang."Darren,kau bicara untukku ya?"
"O." Jawab Darren singkat.
"Kau tahu kan,kita terlahir dari keluarga atas untuk mendapatkan kemudahan dalam semua hal.Aku sudah ulangan di Jerman dan nilaiku bagus.Jadi aku tidak perlu ulangan di sini lagi.Aku tahu,orang cerdas sepertimu tidak suka sesuatu dengan cara pintas dalam hal pelajaran.Tapi percayalah,di sekolahku dulu.Aku ini berprestasi dan memiliki nilai akademik yang bagus.Aku pantas di kelas A karena status sosial dan prestasiku yang menanjak."Shena mendelik Ariel saat kata kata terakhirnya.
"Prestasi ulangannya di kerjakan di luar negeri tapi di samakan dengan soal disini.Soal tentang sejarah Jerman mau di samakan dengan sejarah Taiwan.Yang benar saja."Ariel mengeluarkan taringnya dan memekarkan auranya layaknya singa yang siap bertarung.
Shena menatap tegas dan melihat perlawanan Ariel."Beraninya kau!!! Apa keunggulanmu sampai bicara sesombong itu hah!"
"Lari marathon,basket dan melawan balik manusia sepertimu."Ariel menyilangkan tangan di dadanya.
"Cuma itu? Kau tahu,aku ini adalah perenang dunia? Jika kau bisa mengalahkanku dalam pertandingan renang,maka aku akan pulang ke Jerman dan keluar dari sekolah ini."Shena memberi tantangan walau masih di awal pertemuan.
"Hoammmmmm."Ariel memanasi Shena,seolah omongan Shena membosankan."Kau jelas tidak adil memanfaatkan keahlian di bidangmu untuk bertanding."
"Jadi kau takut?"Shena mengangkat sebelah alisnya.
"Ya,aku takut.Takut kau harus malu karena kalah."Ariel membalas omongan Shena.'Perenang dunia katanya,walau dia hebat di kolam renang bagus.Tapi aku adalah perenang handal di desaku yang selalu menang saat lomba renang di sungai walau dengan arus yang deras.Kau tidak akan tahu hasil dari latihan di kolam alami.Walau aku amatiran,tapi aku yakin,derasnya arus yang sudah aku taklukkan selama ini pasti berguna untuk mengalahkanmu.'
"Baiklah,ayo biarkan semua yang ada di sini menyaksikan pertandingan kita.Agar aku bisa mempermalukanmu dan mengalahkanmu di didepan semua orang.Kita akan lihat,siapa pemenang sejatinya yang sebenarnya sudah sangat jelas di ketahui."Shena mengangkat sebelah alis dengan senyum angkuhnya.
"Iya iya,apa katamu saja.Yang waras lebih baik mengalah."Ariel hanya menganggap omongan Sherly sebuah angin lalu belaka.
"Kita akan bertanding 2 hari lagi."Shena menentukan lebih dulu waktu pertandingan itu.
"Besok!"Tekan Ariel.
"Apa ?? Besok?"Shena kaget serentak.
"Kenapa? Apa kau takut bertanding tanpa persiapan?"Ariel balas meremehkan Shena seperti tadi.
"Tidak ada kata takut di kamusku untuk melawan orang sekelas dirimu!!!"Shena tentu saja tidak terima di remehkan dan menjaga harga dirinya setinggi mungkin.
"Baguslah.Besok kita bertanding di kolam renang sekolah saja.Yang kalah bisa malu sendiri dan yang menang bisa menununjukkan kebanggaannya juga siapa yang lebih hebat."Ariel berhasil menekan Shena dan menyetujui pertadingan renang yang ia ingin besok di adakan.
'Lihat saja!! Kau sudah menggali kuburanmu sendiri saat kau menerima tantanganku!' Shena mempersiapkan diri untuk tertawa terakhir di esok hari jika bisa mengalahkan Ariel.
***
Ia tidak menggubris walau ayah dan ibunya marah karena ia tidak pulang sementara Ada Shena di sana.
Kabar pertandingan renang Shena dan Ariel juga sudah tersebar ke seantero sekolah.Semuanya menanti nanti hari esok untuk menyaksikan langsung pertandingan itu.
***
"Darren benar benar kurang ajar!!! Dia malah menginap di tempat lain saat kau ada di rumah ini."
"Tidak apa apa bibi,mungkin dia tidak senang dengan kehadiranku disini."
"Maaf ya Shena,bibi pasti akan memarahinya nanti."
Di meja makan malam itu,hanya ada Shena dan ibu Darren.Ayah Darren masih di kantornya dan Darren memilih menginap di rumah Jimmy untuk menghindari Shena.
Ibu Darren memarahi Darren yang mematikan ponselnya dan tidak mau pulang walau sudah di kirimi pesan sejak tadi.Ibu Darren merasa sangat tidak enak karena membuat Shena seolah tidak diinginkan kehadirannya.
Shena juga masih diam diam jika besok ia akan bertanding dengan Ariel.Ia tidak mau jika orang tua Darren campur tangan dan kemenangannya di anggap tidak sah nantinya.Ia akan buktikan ia akan menang dengan caranya sendiri.
***
Ariel saat ini sedang bersama Calvin,Calvin datang ke rumah Ariel dan membawa Ariel ke tempat es serut langganan mereka.
"Jika Darren tahu sekarang aku bersamamu,dia pasti akan datang dan menyusul dengan hidung mendengus seperti banteng."Calvin merumpamakan Darren seperti banteng yang pencemburu.
"Benar,dia pasti akan marah marah dan kemudian membawaku pergi.Setelah itu,ia akan hati hati dan terus menempel padaku.Lalu aku harus mendengar ceramahnya panjang lebar."Ariel juga merasa lucu dengan memprediksi kelakuan Darren.
"Sudahlah,aku membawamu kesini untuk menyemangatimu.Kau harus bertanding besok dan harus menang."
"Iya,terima kasih Calvin.Sejujurnya aku cukup tegang.Aku juga tidak yakin jika aku akan menang.Hanya saja,kau tahu kan,sapi liar sepertiku ini tidak kenal takut."Ariel membuat becandaan agar Calvin tidak perlu merasa cemas berlebihan padanya.
"Kau sapi dan Darren adalah banteng.Wah,kalian adalah pasangan yang unik."Calvin juga tertawa karena ucapannya sendiri.
Calvin bersenda gurau dengan Ariel dan membatalkan kencan kencannya malam ini.Ia memilih menghibur Ariel agar tidak tegang menghadapi esok hari.Tawa Ariel yang renyah dan lepas sangat membuat hati Calvin berbunga dan mensyukuri hari yang indah ini.
'Tertawalah dan buat semua bebanmu hilang Ariel.Maaf beribu maaf,karena aku tidak bisa merelakanmu begitu saja.Aku baru tahu jika cinta itu bisa sekuat ini.' Calvin merekam semua tawa Ariel dan menyimpannya spesial di salah satu laci otaknya.
***
"Jimmy,kau yakin kan kalau Ariel akan menang besok,"
"Darren,kau sudah menanyakan hal itu untuk ke 50 kalinya!! Tidurlah!!! Ini sudah malam!!!"Jimmy mentup telinga dengan bantal dan mematikan lampu kamarnya.Sejak tadi,Darren terus saja mengulang pertanyaan yang sama padanya tanpa henti dan membuatnya kesal.
Darren masih tidak bisa tidur karena memikirkan Ariel.Ia agak resah kali ini karena Shena adalah perenang hebat dunia.Ia takut Ariel kalah dan di permalukan.