
Jimmy kasihan juga melihat Sherly yang sudah datang dan sangat berharap bisa di terima.Jimmy akhirnya membiarkan Sherly ikut bergabung.
"Masuklah."Jimmy mempersilahkan Sherly masuk ke kamarnya.
"Terima kasih." Sherly kelihatan sangat senang sekarang.
Ariel dan Darren sudah berbaikan dan mulai berakting lagi.
Ariel tetap ramah pada Sherly,sedangkan Sherly tetap masih memendam iri dan dengki pada Ariel.
"Liburan musim panas nanti kalian kemana? Aku dan orang tuaku sudah berencana akan menhabiskan liburan di Hawai." Sherly sengaja pamer untuk merendahkan Ariel.
"Aku mungkin akan ke Dubai bersama orang tuaku untuk melihat museum baru di sana."Sahut Jimmy.
"Kalau aku,aku di sini saja.Aku akan menghabiskan waktu bersama Ariel."Calvin langsung terus terang sambil memandang Ariel.
Darren tentu saja marah dan cemburu.' Calvin!!!!! Dia itu pacarku!!! ' Ingin sekali Darren meneriakkan kalimat itu di depan telinga Calvin keras keras.
"Apa kau tidak ada kegiatan lain selain menggoda gadis gadis?"Darren menyeletuk saat Calvin masih memandang Ariel.
"Aku tidak tahu kenapa hari ini kau selalu sewot denganku."Calvin memandang Darren sambil menyipitkan mata.
"Kau tidak bepergian keluar negeri Darren?"Sherly lalu beralih bertanya pada Darren.
"Aku akan ke Jepang nanti."Jawab Darren singkat.
Ariel hanya diam karena tahu Sherly juga tidak akan bertanya padanya.
"Ariel,nanti ikut saja denganku ke Dubai,kita akan naik pesawat di first class dan aku akan membuat liburanmu menyenangkan."Jimmy lebih dulu menawari Ariel dan membuat ulah Sherly malah melukai dirinya sendiri karena ulahnya.
"Jimmy,kenapa kau malah mengajak dia!! Apa kau sengaja ingin melukai persaanku!"Sherly salah sangka pada niat baik dan tulus Jimmy pada Ariel.
'Beraninya kau akan membawa pacarku pergi!! Yang akan pergi dengannya adalah aku dan bukan kau!!' Darren juga ikut panas karena ucapan Jimmy yang hendak membawa Ariel tadi.
"Sudah sudah,kenapa jadi rusuh begini?"Ariel mulai melerai situasi yang tidak kondusif ini."Jimmy,terima kasih atas tawaranmu tapi aku rasa aku tidak bisa ikut."
"Bagus kalau kau sadar!"Sherly menembak Ariel dengan lidah berbisanya.
"Jaga mulutmu Sherly!! Aku adalah tuan rumah disini,kalau kau hanya cari ribut disini,pintu rumahku terbuka sangat lebar untukmu pergi."Jimmy sudah jelas mengharapkan Sherly sadar diri dan angkat kaki dari rumahnya.
"Aku saja yang pergi,tolong sampaikan salamku untuk orang tuamu dan aku akan mampir lagi nanti."Ariel mengalah dan pergi lebih dulu.
"Tapi Ariel..."Jimmy berusaha mencegah namun Ariel sudah keburu pergi.
"Tidak asik! Aku juga pulang saja!!"Calvin menatap sinis dan marah pasa Sherly lalu pulang dan ikut menyusul Ariel.
"Biang masalah! Selalu saja mengusik orang lain.Lain kali kalau kita kesini jangan sampai di ketahui oleh orang luar."Darren juga menggendong tasnya dan ikut bubar.
"Kau puas!! Kau sudah membuat teman temanku bubar!!! Semuanya menyenangkan dan baik baik saja saat kau tidak disini tadi!! Aku tidak habis pikir,bagaimana dulu aku bisa suka pada gadis yang sok hebat sepertimu! Aku jelas sudah membuang banyak waktu sia sia!! Jimmy ikut marah dan meninggalkan Sherly sendiri di kamarnya.
Sherrly mengigit bibir menahan tangis."Apa salahku! Kenapa semuanya membenciku!"Sherly masih saja tidak sadar dengan kelakuan minusnya yang sombong dan merasa hebat itu.
***
Malam harinya secara mengejutkan Darren bertamu ke rumah Ariel.Ariel membuka pintu dan tercengang melihat sosok Darren yang datang tanpa memberi tahu lebih dulu.
"Apa kau mau membiarkan aku berdiri disini saja?"Darren masih diam di tempat karena belum ada komando dari Ariel yang menyuruhnya masuk.
Ariel malah mencubit pipi Darren karena merasa Darren tidak nyata.
"Awwwwwww sakit."Darren tentu saja menjerit kesakitan.
"Ternyata asli,maaf.Aku kira kau palsu dan khalayanku saja.Ayo masuk."Ariel akhirnya mengizinkan Darren masuk.
Darren masih memegang pipinya yang sakit karena di cubit Ariel tadi."Kenapa juga kau mencubitku kuat sekali?"Darren sudah duduk di sofa ruang tamu Ariel.
"Maaf,aku hanya mengetes saja.Oh iya,kau mau minum apa?"Ariel lekas mengubah pembicaraan.
"Yang ada saja asal dingin,kenapa rumahmu sepi?"Darren tidak melihat kehadiran bibi Ariel di rumah ini.
"Bibiku lembur setiap akhir bulan begini,ia akan pulang larut."Jelas Ariel sambil mengeluarkan minuman ringan dari kulkasnya.
Darren mulai menyerumput minuman ringan itu.Setelah itu ia memandang Ariel yang duduk di seberangnya."Kesini,ayo duduk didekatku."Darren menepuk sofa di sebelahnya.
Ariel seketika malu,tapi Ariel tetap bangun dan menuruti perkataan Darren dan duduk di dekat Darren.
Ariel menoleh dan menatap Darren yang sangat dekat dengannya.Ariel memandang mata indah Darren.'Kenapa aku mau duduk di dekatnya? Sekarang aku jadi berdebar tidak karuan.Apalagi hanya kami berdua di rumah ini.Kenapa aku malah berpikir yang bukan bukan.' Ariel gundah dan merasa tidak karuan di situasi ini.
"Jangan pergi dengan Jimmy ya,aku benar benar tidak rela kalau kau ikut Jimmy atau bersama dengan Calvin.Ikutlah aku ke Jepang saja."Darren membahas hal tadi siang.
"Tentu saja aku tidak akan ikut Jimmy,aku juga tidak enak.Kalau Calvin,hem susah juga.Aku sudah terbiasa dan akrab dengannya.Kami hanya teman akrab."
Darren tetap saja tidak puas dengan jawaban Ariel."Mana ada pria dan wanita berteman akrab,lihat saja nanti dia akan menyatakan perasaannya padamu lalu kau akan bagaimana?" Darren mulai cemburu lagi.
"Kalau kau seperti ini,bagaimana mungkin aku bisa ikut ke Jepang denganmu."Ariel mulai menggoda Darren yang ngambek.
Darren kembali melirik Ariel."Jadi kau mau ikut denganku?"
"Tidak mau."Ariel menjulurkan lidahnya dan mengolok Darren.
"Kau ini." Darren lalu mendekatkan wajahnya pada Ariel.
Seketika Darren dan Ariel kembali canggung karena bibir dan wajah mereka sangat dekat.Darren memandang Ariel dengan sendu.
Ariel juga tiba tiba memejamkan matanya dan nafasnya tidak karuan karena gugup.Darren mencermati dan paham kenapa Ariel menutup mata.
Darren semakin mendekatkan wajahnya pada Ariel dan berniat mencium bibir Ariel.Semakin dekat dan dekat yang hanya tinggal menempel.Malah......
"Ariel..." Calvin memanggil dari luar pintu rumah Ariel.
Ariel lalu membuka matanya dan saling menatap dengan Darren.
"Calvin!!!!"Ariel menatap cemas pada Darren.
"Kenapa dia malah kesini di saat seperti ini!!!" Darren juga panik.
"Cepat sembunyi!"Ariel dan Darren sama sama panik.Ariel lalu menyembunyikan Darren di kamarnya.
Setelah itu Ariel berusaha menenangkan diri dan membuka pintu seolah tidak terjadi apa apa.
"Calvin."Ariel menyapa Calvin.
"Hai,apa kau sedang sibuk?"Calvin senang melihat wajah Ariel.
"Tidak,aku tidak sibuk apa apa.Ada apa Calvin?"Ariel sudah bisa santai bicara dengan Calvin.
"Aku hanya mau berpamitan,aku akan ke Shanghai beberapa hari untuk pengobatan ayahku.Aku sebenarnya malas ikut,tapi ibuku bilang ia ingin aku temani.Jadi apa boleh buat."Calvin rupanya ingin berpamitan sebelum bepergian beberapa hari.
"Iya,kalau begitu hati hatilah dan jangan lupa telepon aku kalau kau kesepian."Ariel merespon ramah Calvin yang berpamitan.
"SLAPPPPPP" Calvin lalu memeluk Ariel.
"Jaga dirimu baik baik,aku pasti akan merindukanmu."Calvin tidak bisa menahan diri anggap saja pelukan ini sebagai bekalnya saat berjauhan dari Ariel.
"Iya,cepatlah kembali."Ariel menepuk punggung Calvin.Ariel tidak akan lupa jika Calvin adalah anggota A3 pertama yang baik padanya.
***
Ariel membuka pintu kamarnya.
"Astaga."Ariel kaget melihat Darren yang sudah berdiri di belakang pintu.
"Kenapa kunyuk itu malam malam kesini? Apa sudah sering?"Darren mulai menginterospeksi Ariel.
"Dia hanya berpamitan akan ke Shanghai untuk mengobati ayahnya."Sahut Ariel santai.
"Baguslah,setidaknya beberapa hari ini dia tidak akan mengganggu pacarku."Darren senang dengan kepergian Calvin.
Darren menatap Ariel lagi lalu menarik tangan Ariel membuat tubuh Ariel mendekap padanya."Selesaikan urusan kita yang tertunda tadi."Darren menatap Ariel mesra.
Ariel paham lalu memejamkan matanya lagi.Darren benar benar mencium bibir Ariel mesra.Darren juga merangkul tubuh Ariel erat.Ariel merespon Darren yang menyedot bibirnya dan memutar kepala beberapa kali untuk fariasi.
Darren pulang setelah melalukan ciuman itu juga setelah sebelumnya cukup lama memeluk Ariel.Setiap harinya Darren di landa rindu berat pada Ariel walau setiap hari juga mereka bertemu.
***
Keesokan harinya....
Eva mengejutkan sekolah dengan penampilan barunya yang super cantik dan berubah total.