
Darren di usia muda sudah menggantikan posisi ayahnya dengan memegang beberapa perusahaan sekaligus.
Ayah Darren 2 tahun yang lalu terkena stroke dan terpaksa harus mundur dari pekerjaannya.Ayah Darren pensiun dari dunia bisnis karena keadaannya.Separuh tubuhnya lumpuh dan tidak berfungsi dengan baik lagi.Ibu Darren masih mengelola perusahaan namun tidak optimal karena di selingi harus menjaga suaminya.Darrenlah satu satunya yang menjadi tumpuan orang tuanya sekarang.Ia benar benar menjadi pewaris sempurna.Muda,tampan,pintar dan sangat berwawasan,itulah diri Darren.Di tangannya,semua perusahaan yang di tanganinya maju pesat.Tapi untuk hal asmara,jangan harap.Darren sangat dingin dan menuntup hatinya rapat rapat.Darren masih mengunci hatinya untuk Ariel seorang.
Hari ini,setelah sekian tahun berlalu dan tidak berkontak dengan sahabat sahabatnya.Darren menginjakkan kaki kembali ke Taiwan sebagai pengusaha yang sudah sangat sukses.Ia kembali ke Taiwan untuk peresmian resort dan gedung baru miliknya.
Ibu Darren masih di Amerika untuk urusan bisnis sekaligus pengobatan ayahnya.Darren dengan pakaian santai melihat bandara di Taiwan itu dengan seksama.Mengingat lagi,beberapa tahun yang lalu saat ia berada di bandara ini dan menoleh kebelakang saat hendak berangkat ke Amerika.Meninggalkan Ariel yang saat itu sedang sangat terpuruk.Hati Darren selalu pilu mengingat hari hari yang sulit itu,hingga luka di hatinya sekarang masih sangat membekas.
Darren sudah matang dan dewasa.Tubuhnya proposional,ia juga elegan dengan padu padan fashion merk ternama,dari ujung rambut hingga ujung kaki,Darren sangat terawat.Ia adalah pewaris takhta penerus kerajaan bisnis orang tuanya.Kini ia adalah orang hebat dan bukan lagi anak SMA ingusan seperti dulu.
Darren berjalan santai menuju orang orang perusahaan yang sudah menyambut kedatangannya.
***
"Jimmy,apa kau senang di Paris sana?"Tanya Calvin saat berkumpul di restoran Ariel.
Ariel rela hanya buka setengah hari dan menutup restorannya agar bisa bercengkrama juga melapas rindu dengan sahabat sahabatnya.
"Tentu saja senang,di sana menyenangkan dan aku bisa belajar seni dari ahlinya langsung."Sahut Jimmy sambil memakan kacang kulit yang jadi cemilan bersama itu.
"Huh,gayamu itu.Kau belajar seni tapi wajahmu malah tidak ada wajah senimannya.Kau malah mirip pria pesolek yang melambai.Lihat rambut panjang dan ikalmu itu.Brrrr."Calvin merinding dan mengomentari tampilan Jimmy yang aneh juga mencolok di matanya.
"Dasar norak,ini model di sana tahu.Asal kau tahu ya,aku ini selalu mengikuti trend!!! Kau yang otaknya di bawah 0 derajat itu bisa jadi artis? Menghafal rumus saja tidak becus,lalu bagaimana kau bisa menghafal skrip atau naskah? Aku yakin,kau hanya aktor yang menjual tubuh saja."Jimmy balas mencela lagi.
Suasana kembali hangat,para wanita tertawa melihat perdebatan dua sahabat yang terpisah benua dan sudah lama tidak bertemu itu.
"Hahaha,sudah sudah,kenapa saling menghina? Bukankah kalian saling merindukan? Sangat susah bagi kita untuk berkumpul seperti ini.Ayo berbaikan."Ariel lalu mendamaikan kedua kucing dan anjing itu.
"Ini hanya candaan pria Ariel.Kami tidak benar benar serius."Sanggah Calvin.
"Aku serius."Jimmy masih songong menatap Calvin.
"Sudah sudah hentikan,ayo bercerita lagi."Ariel masih berusaha mendamaikan dua kepala batu itu.
"Aku ingin ke kamar kecil."Sherly memandang Jimmy dan mengatakan ia ingin ke kamar mandi.Maksudnya agar Jimmy mendorongkan kursi roda untuknya.
"Ariel,kau juga pasti bisa lihat kan,Jimmy hanya memeberi perasaan palsu pada Sherly karena rasa bersalah."Calvin bicara hal pribadi saat Jimmy dan Sherly pergi.
Ariel paham apa yang di katakan Calvin."Iya,memang betul.Tapi setidaknya Sherly bisa bahagia sekarang.Sejak dulu dia memang menginginkan Jimmy.Akhirnya ia mendapatkanya walau harus lumpuh dan terjebak di kursi roda."
Calvin punya anggapan lain."Menurutku itu hanya menyiksa dan saling menyakiti saat perasaan di paksakan.Jimmy dan Sherly sedang menyiksa diri mereka masing masing dengan cinta Sherly yang harus memiliki juga balas budi Jimmy yang harus di tukar dengan hati dan perasaannya.Sampai kapan cinta yang terpaksa,hambar dan tawar itu terus mereka jalani?Kelak,mereka akan lelah karena perasaan tanpa hasil itu."
'Karena itulah aku tidak mau memaksakan perasaan padamu atau berkorban yang membuatmu harus membayarnya Calvin.Aku tidak ingin terlihat menyedihkan seprti Sherly.Jika hanya memiliki raganya maka hati akan kosong.Tapi jika memilki hati orang yang kita cintai,maka raganya juga akan menuntun untuk bersama kita.' Itulah pemahaman Vivian saat memandang Calvin.Vivian tidak ingin cara instan atau memaksa untuk mendapatkan hati Calvin.Karena ia tidak mau cintanya hambar seperti yang Jimmy dan Sherly alami sekarang.
Jimmy mendorong kursi roda Sherly lagi setelah ke toilet tadi.
"Jimmy,apa kau senang kembali ke Taiwan?"Tanya Sherly sambil duduk di kursi rodanya yang di dorong Jimmy dari belakang.
"Tentu saja,senang bisa kembali ke tanah air lagi.Apa kau tidak senang?"Tanya Jimmy balik.
"Aku senang,tentu saja.Hanya saja,aku takut."
"Takut apa?"Jimmy lalu terpaku pada omongan Sherly tadi.
"Takut kau akan meninggalkanku dan melupakan aku.Aku tahu,matamu terus menatap Ariel sejak tadi.Seakan dialah yang sangat kau rindukan di sini."
"JLEBB."Jimmy menelan ludahnya.'Bagaimana dia bisa tahu? Padahal aku sudah berusaha menutupinya agar tidak kentara.'
'Kau bisa saja mencoba menutupinya dari orang lain.Tapi tidak dariku Jimmy.Aku tidak bodoh dan punya mata yang jeli.' Sherly akhirnya buka mulut soal yang ia ketahui.
"Itu hanya perasaanmu saja Sherly.Bukankah sudah aku katakan,aku sudah menyerahkan diriku dan hidupku untukmu.Jangan khawatir."Jimmy tidak ingin Sherly tertekan dan meledak.Ia lalu memainkan tutur katanya untuk meluluhkan hati Sherly.
"Aku sangat mencintaimu Jimmy.Aku tidak masalah kehilangan kaki,tangan atau kedua mataku.Asal jangan kehilanganmu.Kau adalah jantungku,kau juga adalah otakku.Kau adalah alasan kenapa aku bisa hidup."Sherly sangat takut jika Jimmy lepas dari genggaman hatinya lagi seperti dulu.
"Aku hanya milikmu dan hanya untukmu.Aku terlahir untukmu,agar kau bahagia dan bisa menggunakanku sesukamu.Aku adalah kursi rodamu Sherly."Wajah Jimmy datar karena harapannya pupus pada Ariel setelah apa yang Sherly katakan tadi.
Kini,ia hanya burung dalam sangkar emas yang tidak dapat pergi kemanapun walau bergelimang kemewahan.Hatinya harus hampa,sedih dan kesepian.Namun ini juga adalah imbalan darinya atas perbuatan baik Sherly padanya yang tidak bisa dinilai dengan materi.