
Eva memukau semua orang yang ada di sekolah itu.Eva seperti lahir kembali dan benar benar memukau dan bersinar.Sherly bahkan kalah cantik dari rupa Eva yang sekarang.
Eva yang menarik perhatian sejak memasuki gerbang sekolah hingga kedalam kelas membuat banyak orang kagum.Beberapa pria bahkan mengejarnya dan membuntutinya.
Rambutnya tergerai indah setelah di tata sedemikian rupa,matanya sudah tidak lagi menggunakan kaca mata tapi softlense.Alis,bulu mata dan kantung matanya sudah di atasi.Tampilan Eva sekarang seperti boneka princess asia yang sangat menawan.
Eva masuk kekelas dan memandang rendah Sherly.'Sekarang kau sudah kalah Sherly! Kau tidak ada apa apanya di banding aku yang sekarang.' Eva hanya mengacuhkan Sherly yang tidak berkedip menatapnya.
'Apa dia operasi plastik dalam semalam? Tidak mungkin kan! Tapi kenapa Eva yang cupu bisa cantik seperti ini?' Sherly berpikir keras karena perubahan fantastic Eva itu.Mau tidak mau,Sherly juga mengakui jika Eva memang lebih cantik dari dirinya.
Eva memandang Darren dan berharap Darren juga takjub,tapi hasilnya....
Darren hanya melirik sebentar lalu kembali berpusat pada buku pelajarannya.'Apa yang mereka hebohkan di sini? Hanya karena gadis rombakan itu saja sudah heboh.' Darren tidak tertarik barang seujung kuku pada Eva.Baginya tetap Ariel yang tercantik.
***
"Vivian,Calvin beberapa hari ini akan pergi ke Shanghai."Sambil berjalan menuju kelas masing masing,Ariel memberi tahu Vivian hal itu.
"Kenapa kau bilang padaku? Aku sudah tidak punya perasaan padanya kok."Vivian salah tingkah karena apa yang di beritahukan tadi.
"Aku cuma bilang saja kok,dan lagi kau tidak bisa berbohong padaku.Matamu jelas memperlihatkan kau masih suka pada Calvin."Ariel bisa mendeteksi kebohongan Vivian rupanya.
"Ariel,rasa suka itu tidak harus untuk dua orang yang saling mencintai.Salah satunya juga bisa,karena cinta yang tulus tidak mengharapkan balasan. Kau mengerti kan maksudku?".Vivian merumpamakan dirinya yang memang tetap mencintai Calvin walau Calvin tidak mencintainya.
"Kakak bukankah aku macih terlalu kecil untuk di ajari ceperti ini?"Ariel malah bercanda dengan Vivian.
"Kau ini,baiklah kakak akan mencubitmu ya."Vivian tertawa lalu bermain kejar kejaran dengan Ariel.Persahabatan Vivian dan Ariel tetap terjaga dan Vivian selalu menyesali pemikirannya hari itu,Vivian benar benar tidak mau kehilangan sahabat sebaik Ariel di hidupnya.
***
Masuk ke kelasnya,Ariel ikut kaget pada mata semua orang yang tertuju pada Eva kecuali Darren dan Jimmy.
Ariel pangling melihat Eva yang berubah cantik."Eva kau cantik sekali."Ariel melintasi Eva dan berkata ssperti itu.
"Terima kasih."Eva mengibaskan rambutnya sombong.
"Ariel!! Cepat kesini."Darren sudah memanggil Ariel.
"Iya iya baiklah."Ariel santai dan tersenyum menghampiri kekasihnya itu.
Eva menoleh kebelakang.'Sejak tadi dia hanya fokus pada bukunya!! Dia bahkan tidak terpesona olehku! Tapi kenapa saat Ariel datang dia langsung menutup bukunya? Tatapan dia dengan Ariel juga berbeda.Seperti ada sesuatu yang di sembunyikan dan Darren juga tidak pernah menjahilinya seperti dulu lagi! Perlakuan Darren padanya sekarang seperti di buat buat saja.' Eva mulai curiga dan mencium bau sesuatu antara Ariel dan Darren.
Darren juga sempat melihat Eva yang menatap curiga ke arahnya.
"Eva sepertinya curiga pada kita,kita harus lebih hati hati." Darren menulis kalimat itu di buku dan memberinya pada Ariel.
Ariel membacanya sesaat lalu membalasnya."Iya iya,aku tahu.Karena itu kau jangan terlalu mencolok."
Darren menahan tawa setelah membaca tulisan Ariel.
***
"Duduk saja."Jawab Jimmy singkat tanpa menatap Sherly karena masih kesal pada kejadian waktu itu.
Sherly menatap Jimmy yang sangat berbeda dengannya sekarang."Roda benar benar berputar ya,bagaimana kau bisa bertahan sangat lama dengan diriku yang dulu? Aku saja sekarang sangat sedih."Sherly berkata seperti itu sambil memandang Jimmy.
Jimmy terdiam lalu menghembuskan nafasnya."Karena itulah jangan sia siakan perasaan orang lain yang menyukaimu atau setidaknya berbuat baiklah walau kau tidak bisa membalas perasaan orang itu agar kau tidak sedih saat berada di posisinya sekarang."Jimmy juga menerangkan sekilas bagaimana perasaannya dulu tersakiti karena Sherly yang sering bersikap buruk padanya.
"Jimmy,ini buku catatanmu."Ariel tiba tiba sudah di samping Jimmy.
"Oh iya,kau sudah selesai memakainya?"Jimmy memandang Ariel sambil tersenyum.
"Jimmy,ayo nanti pulang sekolah ikut aku menemani Darren main basket di rumahnya.Aku takut dia marah karena kalah dan usil padaku.Kalau ada kau kan jadi ada yang melindungiku."
"Iya,aku pasti akan ikut dan menyelamatkanmu dari amarah anak manja itu."Jimmy dengan senang hati menuruti pinta Ariel.
"Jimmy dasimu kenapa kumal begitu?"Ariel memerhatikan dasi Jimmy yang kusam itu.
"Ini punya Calvin,anak itu dasar!! Bisa bisanya menukar milikku dengan miliknya!!"Jimmy mengingat lagi bagaimana keusilan Calvin yang sengaja menukar dasinya dengan milik Calvin.
"Hahahhaha,bukankah nanti kau akan ke ruang guru untuk menghadap guru seni kita yang akan mengikut sertakan karya lukisanmu untuk mengikuti pameran karya remaja."Ariel mengingatkan Jimmy pada apa yang akan Jimmy lakukan.
"Oh iya,aku lupa.Aku juga harus diambil foto untuk kontes itu.Tapi dasi kusam ini akan merusak penampilanku."Jimmy memandang Dasi Calvin yang menggantung di lehernya itu.
Ariel lalu melepas dasinya."Ini,pakai saja punyaku.Punya Calvin biar aku bawa dan aku cucikan."Ariel menyodorkan dasinya.
"Apa tidak apa apa?"Jimmy menerima dasi Ariel.
"Tentu saja."Sahut Ariel ramah.
****
Ariel kembali ke bangkunya dengan memakai dasi Calvin dan dasinya di pakai Jimmy.
Jimmy memasang dasi Ariel di lehernya sambil tersenyum.
"Kenapa kau kelihatan bahagia sekali Jimmy? Dia hanya meminjamkanmu dasi,aku juga bisa memberi dasiku."Sela Sherly.
"Tidak perlu,aku hanya senang karena Ariel selalu baik padaku dan memperhatikanku.Dia juga tidak pernah kasar padaku."Omongan Jimmy sedikit tidaknya menyenggol Sherly."Kau ingat,dulu aku pernah mengantarkan biolamu yang tertinggal di sekolah ke rumahmu karena takut kau akan merasa kehilangan,tapi saat aku ke rumahmu,kau malah bilang kalau biola itu tidak penting dan tidak juga berterima kasih padaku.Padahal saat itu aku sedang tidak enak badan dan wajahku juga nampak sekali pucatnya.Aku menguatkan diri dan tetap gigih mengantar biola itu sendiri tapi kau bahkan tidak mengucapkan terima kasih atau bertanya tentang aku yang sedang tidak enak badan."Jimmy mengungkit lagi kisah lalu dimana kelakukan Sherly buruk padanya.
Sherly tertunduk lesu."Aku tidak tahu jika kau sangat mendendam ternyata.Aku kira selamanya kau akan tetap di sisiku sebagai pelarianku.Ternyata aku memang salah besar."Sherly memegang kuat bukunya dan meratapi kesalahannya.
***
"Jangan terlalu baik dengan para pria,ingat pacarmu ini hatinya asli dan bukan terbuat dari batu."Darren menyindir Ariel dengan suara pelan karena kebaikannya pada Jimmy tadi.
Ariel menunduk dan tersenyum."Ayo masukkan tanganmu ke laci meja."
Darren tahu maksud Ariel.Darren lekas memasukkan tangannya ke meja dan tangan Ariel juga menyusul menggenggam tangan pria pencemburu itu.
Ariel dan Darren tersenyum masing masing karena romansa cinta sembunyi sembunyi ini.