A3

A3
CINDERELLA



Hari ulang tahun Darren tiba.Ariel dan Vivian di jemput dengan mobil oleh suruhan Darren.Mereka di bawa ke sebuah butik dan setelah itu ke salon kecantikan.


Ariel yang spesial di dandani dengan sangat cantik dan mengenakan gaun elegan bewarna hitam rancangan designer ternama di Taiwan.


Setelah di dandani sedemikian rupa oleh penata rias profesional.Ariel tidak bisa percaya melihat pantulan dirinya yang ada di cermin.


"Apa ini benar benar aku?"Ariel mengagumi bagaimana cantiknya ia sekarang.


"Tentu saja nona,kau akan menjadi ratu di pesta malam ini."Ujar penata rias dengan skill dewa itu.Ia mengerahkan segenap kemampuannya untuk membuat Darren puas dengan hasil pekerjaannya.Ia di datangkan jauh jauh dari Amerika untuk job mendandani Ariel seperti sekarang ini oleh Darren.


***


Darren juga terlihat gagah malah ini.Ia memakai kemeja berbalut jas mewah dan rambut yang di tata sangat rapi.Tampilan Darren sudah seperti pangeran elegan.Apa lagi jam tangan mewah yang ikut bertengger di tangannya.Gaya mewah Darren ini terdiri dari setelah jas yang harganya ratusan juta,pafrum berbotol kecil yang selalu menjadi langganannya dari Paris yang harganya juga pasti selangit.Sepatu kulit dari brand ternama dunia dan hanya di buat satu di dunia khusus untuk hari bahagia Darren ini.Tidak lupa jam tangan rolex klasik bertahtakan berlian yang di bandrol di atas 2 milliar ini membuat Darren menjadi pria termahal di pesta malam ini.


Darren menampilkan dirinya sebaik mungkin dan mempersiapkan diri untuk mengenalkan pacarnya pada semua orang.


Darren sudah tidak sabar menunggu kedatangan Ariel pada malam hari ini.


***


"Wahhhhh,Ariel,kau cantik sekali."Vivian memuji Ariel yang keluar dari ruang make up.


Ariel tersenyum malu malu."Terima kasih,kau juga cantik Vivian."


Vivian juga di dandani tapi tidak se wow Ariel.Ariel dan Vivian lalu masuk ke mobil dan berangkat menuju tempat pesta.


Didalam mobil,Ariel tegang dan gugup.Ia bahkan sampai lupa dengan mabuknya."Vivian,aku gugup."Ariel gelisah dan tidak tenang.


"Tenanglah,malam ini kau adalah Cinderella dan pangeranmu sudah menunggu."Vivian meyakinkan Ariel jika semuanya baik baik saja.


Di rumah Darren sudah banyak tamu yang datang.Darren berbaur dengan sahabat kentalnya.Siapa lagi kalau bukan Calvin dan Jimmy.


Calvin dan Jimmy juga mengenakan pakaian terbaik mereka.Mereka juga tidak kalah tampan dan menjadi deretan pangeran pesta malam ini.


"Sudah,jangan tebar pesona terus."Darren risih pada Calvin yang terus tersenyum ke segala penjuru dan melambai pada gadis gadis yang ada di sini.


"Tutup saja mulutmu,aku perlu pasangan dansa nanti dan aku sedang menyeleksinya sekarang."Calvin masih tebar pesona.


Jimmy menyesap minuman yang ada di tangannya."Darren,kenapa Ariel belum datang juga?"


"Sebentar lagi,kalian pasti akan takjub melihatnya."Darren seperti mempersiapkan kejutan untuk dirinya sendiri dan semua orang.


Mobil yang membawa Ariel dan Vivian sudah berhenti di depan rumah Darren.Pintu mobil sudah di bukakan sopir dan Ariel mulai keluar.


Ariel melangkah dan sudah masuk ke rumah itu tepatnya di tengah tengah pintu rumah Darren yang megah dan besar itu.


Darren memandang ke arah Ariel,begitu juga Jimmy,Calvin dan tamu lainnya.Semuanya hening dan takjub.


Ariel malah mematung kaku dan canggung.Saat itulah Darren mulai mendekati ratu pestanya dan mendekat padanya.


Darren mengulurkan tangannya sambil tersenyum dan Ariel juga dengan senang hati meraih tangan Darren.


Seketika Ariel tidak gugup lagi.Darren mengalungkan tangan Ariel di lengannya.


Jimmy dan Calvin hanya bisa menyimpan kepedihan berharap mereka yang ada di posisi Darren.


'Ariel benar benar cantik,andai saja malam ini aku yang bersanding denganmu.' Ungkap suara hati kecil Jimmy.


'Kau benar benar Cinderella Ariel.' Calvin juga mengagumi Ariel dalam hati.


Di belakang Ariel juga ada Vivian yang terlihat cantik.Calvin mengamati dan juga memuji Vivian yang terlihat cantik.


"Hai nona,cantik sekali.Boleh aku berkenalan denganmu?"Seorang pria dengan tatapan nakal mengganggu Vivian.


"Itu...."Vivian bingung dan takut.Ia berharap seseorang menyelamatkannya di situasi seperti ini.


"Gadis ini pasanganku malam ini,jangan ganggu dia."Tiba tiba Calvin datang dan berdiri didepan Vivian.


"Oh begitu."Pria tadi langsung pergi dan menatap kekalahan saat melihat Calvin yang bukan lawannya.


Calvin berbalik dan melihat Vivian yang kelihatan lega."Kau sudah selamat."


"Terima kasih Calvin."Vivian sangat bersyukur di selamatkan oleh Calvin.


Sebenarnya dari tadi Calvin memerhatikan Vivian yang serba salah dan tidak ada yang menemani.Ariel sudah di bawa Darren entah kemana dan Vivian jadi tidak ada teman.Calvin kasihan lalu memutuskan menemani Vivian dan rela meninggalkan kerumunan gadis gadis yang tadi menemaninya.


Lain hal dengan Jimmy yang tidak sengaja bertabrakan dengan Sherly di keramaian itu.


"Maaf,aku tidak sengaja."Sherly kaget karena minuman di tangannya membasahi baju Jimmy.


"Tidak apa apa."Jimmy melap bajunya yang basah dengan sapu tangannya.


"Dimana Ariel dan Vivian?"Tanya Sherly tentang teman temannya.


"Ariel bersama Darren entah kemana,kalau Vivian sepertinya di depan bersama Calvin."Jimmy senang karena Sherly sudah bisa menekan perasaannya dan sekarang mereka bisa berteman sewajarnya.


"Baiklah,terima kasih."Sherly hendak pergi dan mencari temannya.


"Terima kasih juga."Ujar Jimmy tiba tiba saat Sherly melintas dan membuat Sherly berhenti sejenak.


Sherly seolah tahu untuk apa dan hanya tersenyum.Karena Sherly juga senang mereka bisa dalam hubungan yang baik lagi walau hanya sebatas teman untuk saat ini.


Sherly menyambangi Vivian.


"Vivian."Sherly menyapa Vivian.


"Sherly,aku senang melihatmu."Vivian bahagia karena akhirnya ada teman.


"Baiklah,karena sudah ada Sherly aku akan kembali pada para gadis gadis lagi."


"Iya Calvin,sekali lagi terima kasih untuk yang tadi."Vivian sebenarnya ingin lebih lama bersama Calvin tapi tidak ada hak untuk menahannya.


"Iya..."Calvin pergi dan sudah di kerumuni gadis gadis lagi.


"Tenanglah,nasib kita tidak jauh berbeda."Sherly menepuk pundak Vivian dan memandang teman senasibnya itu.


Vivian hanya tersenyum lemah dan sedih.Hanya Sherly yang mengerti perasaannya saat ini karena bernasib serupa.


***


"Emhhhhh."Darren rupanya membawa Ariel ke sebuah ruangan sepi di rumahnya dan berciuman dengan Ariel.Keduanya saling bertukaran saliva dan menyatukan perasaan.


Darren memegang sebelah pipi Ariel dan tangan yang satunya memeluk tubuh Ariel mendekapnya.Darren sangat merindukan momen mesra dan hanya berdua ini.Apa lagi Ariel yang sangat cantik dan menawan saat ini membuat Darren semakin larut dalam keintiman asmara ini.


Darren akhirnya melepas bibirnya yang tadi terus menempel dan menjelajahi seisi bibir Ariel.


"Kau siap?"Darren bertanya untuk kesiapan Ariel yang akan di kenalkan pada orang tuanya dan khalayak malam ini.


"Iya,aku siap."Ariel memberanikan diri selama ia selalu bersama Darren.


Setelah mendengar kesiapan itu,Darren dengan lantang menggandeng Ariel dan membawanya keluar lagi berbaur di pesta dan bersiap untuk sesi dansa barulah ke misi intinya.