
"Kenapa kau lakukan itu!Kenapa kau membuat Ariel terjebak dalam bahaya!"Calvin memaki Vinny keras hingga urat lehernya menimbul keluar.
Vinny yang bicara berdua dengan Calvin di ruang tamu rumah Calvin tidak percaya Calvin yang lemah lembuh dan menyenangkan bisa menyeramkan saat marah seperti ini.Ia bahkan sangat gemetar sekarang.
"Aku hanya memberi tahu mereka saja,aku tidak menyangka mereka akan mencelakai gadis itu.Lagi pula dia gadis bermasalah,tidak akan baik jika dia berada didekatmu."Vinny tetap membela diri atas tidakannya.
"DIA WANITA YANG AKU CINTAI."Calvin mengeluarkan seluruh amarahnya karena sangat kesal.
Mata Vinny mulai berair."Kenapa kau membentakku?!Kau tahu kenapa aku melakukannya!!Karena aku mencintaimu!!Aku menyukaimu!!!Aku benci dengan kehadiran gadis itu!"Vinny akhirnya jujur diwaktu yang salah.
"Aku tidak peduli!Kau kira aku akan tersentuh!Sudah banyak wanita sepertimu yang menyatakan perasaan padaku.Aku muak kalian hanya mementingkan perasaan kalian!Kalian hanya memedulikan perasaan suka kalian dan membuat aku terbebani!Membuat aku yang harus mengerti dan aku tidak bisa memperjuangkan perasaanku sendiri."Calvin bahkan menepuk dadanya dengan kuat betapa ia sangat tersiksa dengan perasaan suka dan egois seseorang pada dirinya.
"Kau jahat!Kau bodoh!Apa dia akan memilihmu!Walau kau suka dengannya dia tidak akan menyukaimu!"Sanggah Vinny lagi.
"Aku tidak peduli,selama aku bisa mencintainya dan berada didekatnya itu tidak masalah buatku!Kau sudah merusak semuanya!Jangan pernah memiliki perasaan untukku!Karena aku sudah membencimu!Kita bahkan tidak akan berteman lagi!Itulah hukuman yang aku jatuhkan untukmu!Sekarang kau pergilah!"
Vinny bangun dan berdiri tegak."Baiklah,aku akan pergi dari hidupmu!Kau hanya akan menjadi pria menyedihkan selamanya."Vinny lalu pergi dengan sejuta dendam pada Calvin karena keberadaannya di abaikan.
***
Darren membawa Ariel ke sebuah pulau buatan miliknya.Ariel ia baringkan di kamar resort mewah di tengah laut biru yang terhampar luas itu.
Suasana sangat tenang dan damai,tidak ada kebisingan disini.Darren berbaring miring dengan kepala bertopang di satu tangannya.
Jari telunjuknya turun meluncur menggris dari batang hidung Ariel hingga ke bibir Ariel.
Ariel juga memandang mesra pada pria yang sangat ia rindukan dan sudah menyelamatkannya.
"SLAP."Sebuah kecupan mendarat di bibir Ariel dari bibir Darren.
"Kali ini kau membawaku kemana?"Ariel memulai pembicaraan lebih dulu setelah dihadiahi kecupan mesra tadi.
"Emmm,hanya pulau buatan milikku saja.Disini tidak ada bandit bandit yang akan menggangumu.Pulau buatan milikku sangat keren dan kau harus punya banyak uang untuk bisa memilikinya."Darren sengaja bicara seperti itu yang sudah menjadi ciri khasnya sejak dulu seperti julukan Ariel padanya 'Si Tukang Pamer.'
Ariel mengembangkan lubang hidungnya."Aku jadi ingin pingsan lagi saja.Jangan jangan kau pernah menyembunyikan wanita lain atau memelihara puteri duyung disini ya!"Ariel balas menatap tajam setajam samurai pada Darren.
"Entahlah,aku tidak terpikirkan hal seperti itu.Tapi idemu boleh juga."Darren pura pura seperti sudah mengandai ngandai sesuatu.
Ariel langsung memutar cubitan jarinya di perut Darren.
"Arghhhhhhh."Pekik Darren keras kesakitan."Ampun..Ampun."Darren terkekeh bercanda.
Ariel lalu bangun dan duduk,Darren juga begitu adanya.
"Darren,bagaimana dengan ibumu?"Tanya Ariel lagi.
Darren memandang bingung seperti harus menjawab atau tidak pertanyaan itu.
"Darren,jawablah."Ariel melembutkan suaranya lagi.
Ariel tahu betapa Darren sangat mencintainya sampai berbuat sejauh ini.Ariel juga tahu jika Darren pasti sayang pada ibunya dan tidak mau ibunya berbuat jahat lagi.
"Terima kasih begitu mencemaskanku."Ariel perlahan meraih tangan Ariel dan menggengamnya.
"Cup."Sebuah kecupan mendarat lagi didahi Ariel oleh Darren.
"Kita akan menikah disini.Tanpa tamu undangan atau siapapun,cukup seorang pendeta saja dan kita berdua.Biarlah ini bukan pernikahan megah dan mewah asalkan semuanya terlaksana."Itulah misi Darren membawa Ariel kemari rupanya.
"Baiklah,aku setuju walau sebenarnya aku menginginkan pesta pernikahan mewah dari suamiku yang kaya ini."Canda Ariel lagi.
"Hahahaha,rupanya kau sudah mulai mata duitan.Setelah jadi isteri kau harus melahirkan banyak anak untukku.Aku tidak mau hanya satu anak,lihat saja aku yang anak tunggal ini,aku sering kesepian."Darren langsung menggoda Ariel saat ini.
"Memangnya kau mau punya berapa anak?"Tanya Ariel penasaran.
Darren lalu mengangkat kedua tangannya didepan Ariel."10,aku mau 10 anak."
Ariel lalu menganga lebar."Kau kira aku iduk ayam yang menetaskan anak sebanyak itu."Protes Ariel.
"Kau adalah induk ayamku dan aku adalah ayam jago yang suamimu.Kukuruyukkkkk."Balas Darren dengan candaan yang berhasil membuat Ariel tertawa.
Saat matahari hendak terbenam,Ariel dan Darren mengikat janji suci dipantai itu dengan tanpa tamu undangan dan hanya seorang pendeta saja yang menjadi saksi.
..."Kami berjanji akan menjadi suami isteri baik dalam keadaan sudah maupun senang,sakit maupun sehat dan akan terus saling mencintai selamanya hingga maut memisahkan." ...
Itulah ikrar janji sehidup semati yang Darren dan Ariel ikrarkan bersama.Keduanya saling memasangkan cincin dan sudah sah sebagai suamin isteri.
Setelah perjalanan cinta yang panjang,Darren dan Ariel akhirnya bisa menikah dan bersatu dalam ikatan suami isteri.
Malam pernikahan tiba,kamar pengantin Ariel dan Darren dihiasi taburan kelopak bunga mawah juga beberapa lilin aroma terapi yang harum dan indah.
Darren dan Ariel sudah berada di atas ranjang itu.Darren berada di atas Ariel dan menurukan tali kecil dari baju Ariel yang ada di bahu Ariel.
Darren mengecup pundak indah isterinya dengan lembut hingga menjalar ke leher dan naik ke tenggorokan menuju bibir hingga akhirnya setelah mengecup dagu Ariel,bibir Darren sudah mendarat lagi di bibir Ariel.
Ariel sudah menunggu dan dengan senang hati membuka celah bibirnya membiarkan Darren masuk dan membuat seisi mulut dan bibirnya tanpa batas.
Lilin lilin mulai bergoyang seiring angin laut yang berhembus,satu per satu mulai padam dan kamar itu semakin redup.
Daren mulai melepas pakaiannya dan membiarkan kelopak bunga yang juga beterbangan beruntung bisa mendarat di punggung mulus dan indahnya.
Suasanya semakin kental akan romansa saat bibir Darren sudah bertumpu di leher Ariel dan menurunkan tali baju Ariel disisi yang lain.
Lilin lilin terlalu malu melihat hal indah ini dan semuanya akhirnya padam hingga kamar itu gelap gulita.
Darren dan Ariel akhirnya bisa menikmati malam pengantin mereka dengan sebagai mana mestinya dan menanti penerus Darren yang akan hadir setelah malam ini.