A3

A3
BERTENGKAR HEBAT



Darren langsung melacak posisi Ariel dengan GPS dan meminta supirnya mengantar ke tempat Ariel berada.


Darren tidak bisa menahan amarahnya saat Calvin dengan lancang mengangkat teleponnya yang sebenarnya di tujukan untuk Ariel tadi.


Darren harus didatangi Jimmy yang menyebalkan yang mengincar pacarnya,juga Calvin yang mengajak pacarnya keluar.


Darren tidak bisa waras lagi karena semua ini.


****


Vivian yang perasaannya kandas sekarang mencoba dekat dengan pria lain.Pria yang berasal dari sekolah lain dan ia kenal lewat media sosial.


Saat ini keduanya bertemu dan berkencan di sebuah cafe.


"Kau manis juga."Seru pria teman kencan Vivian itu.


"Terima kasih Luhan."Vivian tertunduk malu dan masih merasa kurang nyaman.Vivian nekat untuk kencan tidak jelas begini demi menghilangkan perasaannya untuk Calvin.


Tapi tetap saja hasilnya nihil karena Vivian masih memikirkan Calvin bahkan saat ini.


"SLAAAPPP." Saat Vivian termenung sejenak,tangan Luhan menyambar dan memegang tangan Vivian yang ada di atas meja.


Vivian kaget dan lekas menarik tangannya.


"Maaf,aku hanya..."Luhan jadi salah tingkah karena reaksi Vivian.


"Tidak apa apa,aku hanya kaget saja dan sejujurnya aku juga belum siap untuk ke tahap itu.Kita baru saja kenal dan belum saling mengerti satu sama lain.


"Iya makanya aku minta maaf."Luhan benar benar tidak enak dengan situasi yang canggung ini.'Bagaimana cara mendekati Vivian agar jatuh dalam pelukanku? Dia gadis baik baik dan masih orisinil.Jika aku bisa mendapatkan dan memperdayanya,pasti akan memuaskan bermain dengan gadis polos yang belum berpengalaman ini.' Luhan rupanya sudah punya niat buruk untuk menjerumuskan Vivian.Tapi ia akan bergerak perlahan agar Vivian tidak curiga dan menghindar darinya.Sangat susah menemukan buruan yang masih polos dan lugu seperti ini.


"Tidak apa apa,mungkin aku juga terlalu sensitif."Vivian yang sudah sangat tidak nyaman dan ingin pergi juga tidak tahu harus bagaimana dan hanya memilih bertahan dulu.


***


Darren sudah ada di lokasi Ariel dan Calvin berada.Darren dengan baju panjang hitam dan jeans biru itu geram saat Ariel masih di sana dan tertawa tawa dengan Calvin dan bukannya lekas menghubunginya untuk minta maaf.


Darren lalu melangkah mendekati Ariel.


"Ikut aku!!!"Tangan Darren tiba tiba saja sudah menarik Ariel berdiri dari kursinya.


Ariel bahkan lebih kaget lagi karena Darren tahu tahu sudah ada di sisinya."Darren." Ariel langsung panik dan takut,apalagi disini ada Calvin juga.


"Darren,apa yang kau lakukan!! Cepat lepaskan Ariel!!"Calvin menegur Darren yang datang dalam keadaan marah itu dan ingin membawa Ariel dari hadapannya.


"Jangan ikut campur!! Dia ini pesuruhku dan aku ada urusan dengannya."Darren menjawab Calvin dengan penuh amarah dan nada yang mengancam.


"Dia itu teman kita semua!!! Dia bukan budakmu dan bukan hanya milikmu!! Aku rasa kau sudah kelewatan Darren!"Kali ini Calvin melawan dan tidak diam saja dengan tingkah semena mena Darren.


Ariel yang menengah di situasi itu panik dan serba salah."Calvin tenanglah,Darren tidak berniat jahat dan Darren tenangkan dirimu,ayo kita bicara tapi tidak disini.Lihat,orang orang sudah mulai memperhatikan kita."Ariel menyadarkan Calvin dan Darren pada keadaan sekitar.


Orang orang memang sedang memandang ketiga remaja itu.


"Kalau begitu ikut aku atau kau tetap ingin disini bersama Calvin!"Darren membuat Ariel harus memilih.


"Iya aku akan ikut,tolong sekarang kendalikan dirimu."Ariel meminta Darren lebih tenang dan Darren juga sudah melepas tangan Ariel yang tadi di cengkramnya dengan kuat.


"Calvin,sudah dulu ya.Aku ada urusan dengan Darren,lain kali kita bisa keluar lagi."Ariel sangat tidak enak dengan Calvin yang tidak bersalah juga harus melihat semua ini.


Tidak menunggu jawaban Calvin,Darren sudah membawa Ariel pergi lebih dulu.


Calvin masih berdiri mematung."Dasar anak manja!! Keras kepala!"Calvin mencerca sikap Darren tadi yang juga sudah membuat keributan tanpa sebab.


***


"Aku minta maaf Darren.Tadi Calvin tahu tahu sudah di depan rumahku dan kami hanya makan bersama."Ariel juga gelisah dan tidak membenarkan dirinya atas apa yang terjadi.


"Kau!!! Kau itu seperti mempermainkanku!! Kau adalah pacarku tapi kau tetap genit dan memberi harapan pada Jimmy dan Calvin!! Jimmy sudah bilang padaku jika dia menyukaimu dan melarangku untuk suka padamu!! Dan Calvin,si playboy kecoak itu!! Dia juga suka padamu!! Kau membuat Jimmy dan Calvin bersaing mendapatkanmu karena kebaikanmu itu!! Apa kau tidak memikirkan perasaanku!!! Apa aku pernah dekat dekat dengan wanita lain saat bersamamu!!!Apa aku tukang pemberi harapan sepertimu!!Kau mau aku katakan kalau kau itu murahan!!!"Darren sungguh marah besar kali ini.


Dada Ariel terasa sesak dan hatinya tersayat mendengar kata kata Darren tadi.Mata Ariel bahkan sudah berkaca."Seperti itukah kau memandangku?Apa aku serendah itu? Bukankah kau yang malu mengakuiku dan menyembunyikan hubungan ini? Dari dulu aku memang seperti ini,tapi sekarang kau yang membuatku kelihatan paling bersalah.Walau aku sudah jelas memilihmu tapi kau tetap saja begini.Kalau kau tidak ingin aku di ganggu,kau beritahukan saja teman temanmu.Kau bongkar hubungan kita.Jangan terus marah padaku!!"Ariel sudah berhambur air mata lalu keluar dari mobil itu.


Darren kaget dan merasa tertampar pada omongan Ariel tadi."Apa yang sudah aku lakukan ya Tuhan."Darren sadar jika ia terlalu terbawa emosi dan sudah melukai Ariel.


Darren segera keluar dari mobilnya dan mengejar Ariel.


"Ariel tunggu."Darren berhasil meraih tangan Ariel.


"Apa!!!"Ariel bicara cukup keras sambil menangis.


"BRUKKKKK."Darren menarik Ariel ke pelukannya dan memeluknya erat.


"Kau jahat!! Kau kasar!! Aku benci padamu!!"Ariel meronta di pelukan Darren.


"Maaf,maaf,aku minta maaf Ariel.Aku yang salah dan aku sudah sadar.Maafkan aku,aku tidak ingin kehilanganmu.Aku sangat mencintaimu."Darren juga ikut emosional pada pertengkaran ini.


"Hiks.....Hiks..."Ariel menangis keras tapi tidak meronta lagi.Ariel mulai memegang erat baju Darren dan membenamkan wajahnya di pelukan Darren.Ariel juga tidak senang dengan pertengkaran ini.


"Maafkan aku."Darren melepas pelukannya dan menyeka air mata Ariel dengan lengan bajunya.Darren juga merapihkan rambut Ariel.


Darren lalu mengecup Dahi Ariel dan mengecup bibir Ariel dalam.Darren tidak tahan dengan petengkaran ini lebih lama dan ingin berbaikan.


***


Calvin akhirnya pergi dari tempatnya bersama Ariel tadi.Calvin membelah jalanan dengan motornya.Pikirannya semeraut memikirkan Ariel yang saat ini bersama Darren.Entah apa yang menimpa Ariel sekarang.


Saat itu,di tepi jalan yang sepi,Calvin malah melihat Vivian yang seperti sedang di kejar kejar seseorang.


"Tolong!!! Tolong!!!"Vivian rupanya mendapat hal buruk setelah kencan buta tadi.Luhan sudah tidak tahan untuk menodai Vivian dan ingin berbuat tidak senonoh di tempat yang sepi.Kontan saja Vivian mencoba kabur dalam keadaan penuh rasa takut.


"Mau kemana hah!!!Aku pasti akan mendapatkanmu!"Luhan hanya tertawa karena memastikan di tempat sepi ini tidak akan ada yang bisa menolong Vivian.


"Tolong!! Aku mohon seseorang tolong aku!!"Vivian masih berusaha berteriak sekencang mungkin.


Hingga ia tidak tahu dimana tempat ia berada dan di jalan buntu.Vivian yang takut setengah mati dengan nafas terengah melihat Luhan yang sudah sangat dekat dengannya.


"Ha....akhirnya kau berhenti juga.Sekarang kau tidak bisa lari lagi dan aku akan."Luhan dengan senyum iblisnya dan siap memangsa Vivian.


Vivian yang sudah menangis dan ketakutan tidak bisa berkutik dengan lutut yang bergetar.


Tepat saat itu."PRAKKKKKK."Calvin memukul kepala belakang Luhan dengan kayu dari belakang hingga Luhan pingsan.


Vivian melihat Calvin yang menolongnya.


"Kau tidak apa apa?"Calvin menghampiri Vivian.


Vivian menggeleng dan kelihatan masih shock.Calvin lalu memeluk Vivian dan saat itulah Vivian menumpahkan semua tangisnya.


"Kau sudah selamat,tenang saja."Ujar Calvin menenangkan Vivian.


Tidak lama polisi datang dan membekuk Luhan.


"Terima kasih ya Calvin."


"Iya sama sama,kalau begitu aku pergi dulu."Calvin pulang setelah mengantar Vivian ke rumahnya dengan selamat.


Vivian yang memandang Calvin hanya bisa bergumam.'Aku tidak akan bisa menyukai pria selain dirimu Calvin.'