A3

A3
PENA



"Shena,kemarilah nak."Ibu Shena melambaikan tangan dan meminta Shena ikut bergabung membahas tentang hal yang menyangkut masa depannya juga.


Shena menurut dan duduk di tengah ayah dan ibunya.


"Shena,kau manis sekali."Ibu Darren langsung memberi pujian pada gadis manis itu.


"Terima kasih bibi,bukankah bibi ibunya Darren?"Shena sepertinya masih ingat saat kecil dulu dan masih di Taiwan,ia pernah bertemu dengan Darren dan orang tuanya.


"Iya,betul.Bibi adalah ibu Darren.Kau masih ingat ya padanya?"


"Tentu saja,dia pernah meletuskan permen karet yang ia makan ke rambutku.Permen itu tidak bisa lepas,aku bahkan sampai menangis dulu.Tapi dia cuek cuek saja."Shena sedikit mengenang kenangan masa kecilnya.


"Hahahhahaa,Darren malah memberimu kesan yang buruk ya saat kecil .Tapi percayalah,sekarang dia sudah lebih baik dan sangat tampan.Dia juga seorang genius dengan otak emasnya."Ibu Darren memuji Darren habis habisan agar Shena kagum dan tertarik.


"Benar Shena,kalau kau melihat Darren yang sekarang,kau pasti akan jatuh cinta."Ayah Darren menambahkan juga.


'Sebenarnya ada apa ini? Kenapa orang tua Darren mengunggulkan Darren dan sengaja melakukannya di depanku?' Shena masih bingung dengan alur omongan yang membawanya entah kemana ini.


Hingga omongan soal perjodohan tercetus dari mulut ibu Darren.


"Sebenarnya paman dan bibi jauh jauh datang kemari untuk membahas perjodohanmu dan Darren.Kami tidak terlalu kolot untuk memaksakan kalian harus secepatnya menikah.Tentu tidak.Kami hanya ingin kalian dekat dulu dan saling mengenal."Ibu Darren menyampaikan dengan cara yang halus.


"Aku harus pikir pikir dulu karena ini menyangkut hidup dan masa depanku bibi."Shena meminta waktu dulu untuk mempertimbangkan tawaran ini.


"Tentu saja,paman dan bibi akan memberimu waktu,tapi sebisanya jangan katakan tidak ya."Ibu Darren tersenyum penuh arti pada menantu idamannya itu.


***


Di sekolah Darren sedang di adakan ujian semester hari ini untuk kenaikan kelas.


Semuanya harus duduk sendiri sendiri.Ariel melihat soal lembaran ulangan itu.


'Ini ajaib,semua soal dan materi yang Darren terangkan semuanya keluar saat ulangan.Aku bahkan bisa melihat isinya terpampang dan menjawabnya di luar otak.' Ariel bersemangat mengerjakan soal ulangannya.Hasil belajar bersama beberapa hari ini sangat berguna dan ia bisa mengerjakan ulangan dengan baik.Soal soal yang biasanya seperti peta buta karena ia tidak tahu jawabannya sekarang malah menyenangkan dan membuat Ariel bersemangat karena bisa mengerjakannya.


Darren juga ikut senang melihat Ariel yang tersenyum melihat soal ulangan yang di kerjakannya.'Pacarku pasti akan sangat berterima kasih denganku nanti.' Darren sepertinya berniat meminta imbalan untuk menjadi guru privat Ariel.


Berbeda dengan Vivian di kelas D.Ia tidak bisa konsen belajar karena terganggu akan sesuatu yang di saksikannya kemarin.


Sore kemarin,Vivian pergi ke perpustakaan umum untuk mengembalikan buku.Sesudah itu,ia juga mencari buku lain untuk ia pinjam sebagai tambahan untuk materi pelajaran.


Vivian menyisir deretan rak rak buku untuk mencari buku yang di carinya.Di salah satu barisan,tidak sengaja,Vivian melihat Calvin yang sedang berciuman dengan gadis baru lagi.


Vivian langsung menyembunyikan dirinya.Vivian mungkin sangat terluka dengan apa yang di lihatnya.Tapi ada hal lain yang membuatnya shock berat.Gadis yang di cium oleh Calvin itu adalah anak dari seorang mantan pelaku kriminal.Ia memang biasa menggunakan anaknya yang cantik sebagai umpan.Setelah itu ayah dari gadis itu akan memeras pria yang di kencani anaknya dengan alasan yang bukan bukan jika di lecehkan secara seksual saat pacaran.Anaknya juga sekongkol.Walau kelihatan baik baik,tapi sudah banyak korbannya.Dengan cara itulah mereka bisa hidup enak saat ini.Mereka akan mengancam memperkarakan ke meja hijau untuk menggertak.Jika ingin damai maka harus dengan uang tutup mulut.Para pria akan di jebak dengan obat yang menghilangkan kesadaran lalu di jebak di foto seolah sudah meniduri gadis itu.Vivian menangkap Calvin yang dalam bahaya dan ingin menolongnya sebelum terlambat


***


"Tuan,apa anda ingin menculikku? Aku akan melaporkanmu ke polisi."Ariel membuat suara seperti anak kecil dan balas menggoda Darren.


"Aku ini setampan Zorro tahu,apa ada penculik setampan ini.Aku akan membawa gadis lain kalau begitu."Darren pura pura ngambek dan ingin pergi.


"Eh....tunggu."Ariel berhenti bercanda dan jual mahal lagi.


Ariel lalu naik ke motor Darren dan berboncengan bersama.


"Darren,kau sudah ada SIM belum?"


"Ini"Darren menunjukkan SIMnya pada Darren.


Ariel meraihnya."Fotomu jelek sekali,seperti musang saja."Ariel mengejek foto SIM Darren sambil tertawa.


"Kau saja yang bilang aku jelek.Aku sangat berusaha membuat SIM itu agar bisa tenang membawamu seperti ini.Untung aku sudah cukup umur."Darren masih saja sok keren dan pamer.


"Iya iya,terima kasih.Kau sangat baik,tampan dan baik hati.Terima kasih juga karena sudah mengajarkanku."Ariel akhirnya memberi apa yang Darren inginkan.


"Kalau begitu sebagai imbalannya kita kencan sekarang.Aku ingin ke mall juga untuk membeli pena.Penaku sudah habis."


Ariel merasa aneh."Pena kan banyak di toko umum,untuk apa sampai ke mall segala?"


Darren tersenyum sampai Ariel akhirnya tahu jawabannya setelah ia ke toko pena elite itu langsung.


Darren membeli pena khususnya seharaga gaji bibinya 3 bulan.Ariel auto merinding dan bergidik ngeri.


"Ini,satunya untumu."Darren menghadiahi sebuah pena mahal untuk Ariel.


Ariel lalu berbisik pada Darren."Darren,apa kau sudah gila? Pena ini mahal sekali!!! Apa istimewanya!!"Ariel yang dari kalangan bawah tentu saja batinnya menjerit melihat pena yang di jual semahal ini.


Darren balas membisiki di tilinga Ariel sebagai jawaban."Aku sudah memakai pena ini sejak sekolah dasar.Pena ini di buat dengan tinta khusus dan badan luarnya berlapis emas.Pena ini juga bermerk dan hanya di buat beberapa saja setiap musimnya.Kau tahu kan,aku tidak akan bisa melewatkan barang mewah ini."Darren si sultan kaya raya menunjukkan taringnya.


Ariel yang dongkol lalu membuat ulah.


"Tuan aku tidak ingin pena ini.Bisa aku kembalikan dan minta uang kembali saja?"


Darren tidak percaya dengan apa yang di lontarkan Ariel barusan.Di banding menerima hadiah pena mahal,ia lebih suka uang yang ada di tangannya sekarang hasil mengembalikan pena yang di hadiahi Darren tadi.


"Kau sebegitu sukanya dengan uang?"Darren bicara sambil melihat wajah Ariel yang terus tersenyum seperti orang gila.


"Yang paling aku suka tetap dirimu."Ariel menggombal dan berhasil.


Darren tersenyum lebar sambil merangkuh bahu Ariel dan berjalan berhimpitan.