
Jimmy dan Sherly,ikut bergabung kembali dengan yang lain.Sherly memang sahabat Ariel,tapi ia juga takut kalau sampai Jimmy lepas dan lari lagi mengejar Ariel.
Sherly lalu terus menggenggam tangan Jimmy,tidak peduli bahkan sampai tangan Jimmy berkeringat,ia tetap tidak melepasnya.
Ariel peka pada apa yang di lakukan Sherly.'Dia sangat takut kehilangan Jimmy dan tidak ingin perhatian Jimmy terbagi pada yang lain.Sherly ingin menunjukkan jika Jimmy adalah miliknya.'Maka dari itu,Ariel tahu diri dan tidak berani banyak menyambung omongan Jimmy.
Jimmy juga sadar jika Ariel sudah paham,karena itu,setelah selesai acara kumpul kumpul ini,Jimmy secara pribadi menemui Ariel cukup larut malam tanpa sepengetahuan Sherly.
***
"Masuklah."Jimmy menjemput Ariel dengan mobilnya.
Ariel yang tersenyum sudah menunggu di persimpangan sejak tadi."Baiklah."Ariel sudah masuk ke dalam mobil itu dan ikut Jimmy pergi entah kemana.
Vivian yang ada di kamarnya sedang melihat media sosial Calvin.
"Dia benar benar tampan,dia juga sudah sukses.Aku akan selalu menjadi penggemarmu Calvin."Terlihat Vivian sedang memberi like pada foto Calvin di laman instagram Calvin.
Vivian lalu memandang kaca rias dan melihat wajahnya."Kenapa hatiku saja yang cantik? Kenapa parasku tidak ikut cantik? Walau sudah dewasa,wajahku tetap biasa saja,tubuhku juga kurus kering.Tidak seperti Ariel,Ariel semakin cantik dan tubuhnya juga indah seperti lekuk biola.Calvin tidak akan mungkin terpikat olehku."Vivian lalu sedih karena sadar diri pada paras dan tubuhnya yang tidak memuaskan untuk menarik hati Calvin.
Vivian juga ingat,bagaima selama ini Calvin selalu mendatangi Ariel.Ariel selalu membawa dirinya,tapi Calvin hanya memerhatikan Ariel.Vivian merasa di kasihani.Walau ia sudah banyak menolong Calvin dan berkorban untuk Calvin,tapi semua itu belum cukup untuk meluluhkan hati Calvin.
Vivian juga aneh,ia melihat dirinya semakin jelek dan tidak terawat saja.Padahal kalau di pikir,pikir,saat SMA ia cukup manis,tapi kenapa setelah dewasa ia malah tidak bisa gemuk walau banyak makan,dan wajahnya juga berjerawat.Vivian sedih karena dirinya sekarang.
Jangankan Calvin,untuk pacar biasa pun ia tidak punya.Para pelanggan juga lebih tertarik pada Ariel.Seringkali anak anak sekolah,yang juga pelanggan utama mereka memeberi Ariel surat cinta,bunga,coklat atau boneka.
Vivian hanya bisa pura pura tersenyum,namun dalam hati ia sangat iri.Iri ingin bisa cantik dan di sukai juga.Hingga semakin hari,ia semakin tidak punya semangat hidup.
Vivian merasa seperti itik butuk rupa yang selalu di acuhkan.
Tapi ia tetap menyayangi Ariel.Ariel selalu baik padanya dan membelanya.Ia tidak bisa membenci Ariel walau ia juga iri pada Ariel dalam segala hal.
***
"Kita mau kemana Jimmy?"
"Jalan jalan saja,penyakit mabokmu sudah hilang ternyata."Jimmy tersenyum melihat Ariel yang tidak harus membuka kaca mobil lagi.
"Aku kan sudah dewasa,tentu saja sudah sembuh.Aku mungkin sudah bisa jadi orang kaya nantinya."Ariel melucu dan membuat Jimmy tertawa.
"Wah,kalau kau kaya,aku akan meminta beras padamu nanti setiap hari."Olok Jimmy.
"Tentu,tapi potong dulu rambutmu.Aku seperti bicara dengan wanita saat rambutmu panjang begitu."Ariel memang sependapat dengan Calvin jika Jimmy seperti waria saat berambut panjang.
"Aku curiga kau dan Calvin memang ada apa apanya karena kalian sependapat."Calvin mengasihani rambutnya yang jadi bahan olokan."Baiklah,temani aku potong rambut malam ini.
Ariel senang senang saja.Ariel menemani Jimmy potong rambut ke sebuah salon elite.Jimmy di tangani oleh barber profesional.Rambut Jimmy yang panjang sudah di pangkas pendek.Sekarang,Jimmy sudah segar dan tampan dengan tampilan barunya.
Jimmy benar benar seperti pangeran berkemeja putih serkarang.Rambutnya tertata,potongannya bagus dan rapi.
"Bagaimana."Jimmy berpose di depan Ariel.
Ariel mengacungkan dua jempol."Bagus,Calvin bahkan bisa tersaingi olehmu."
Jimmy tersipu malu karena pujian Ariel tadi.Apa lagi melihat Ariel tertawa bahagia.'Bahkan mencukur botak kepalaku juga aku rela jika itu membuatmu senang Ariel.'
Selesai memotong rambut,Jimmy membawa Ariel jalan lagi.
Malah saat itu,Darren datang juga ke salon itu untuk merapihkan rambut.Ariel dan Darren berpapasan tanpa mereka tahu.
Darren memegang dadanya.'Aneh,kenapa dadaku berdebar seperti ini.Seperti saat aku bersama Ariel dulu?' Tubuh Darren rupanya tetap bisa merasakan kehadiran Ariel.Deteksi sinyalnya sangat kuat.Darren bahkan sampai di buat bingung.
Malam itu,Jimmy dan Ariel menyambangi lokasi shooting Calvin dan mengganggu Calvin yang sedang break shooting.
Calvin menoleh dan melihat Jimmy dan Ariel yang mengunjunginya.
"Kalian."Calvin yang sedang memegang skrip nampak bahagia.
"Lihat,rambutku sudah rapi kan.Aku bahkan sudah bisa menyaingimu kata Ariel."Jimmy mengusap rambutnya dan memamerkannya.
Calvin terkekeh,"Kau mirip model pria di iklan ****** ***** itu.Rambutmu sama."Olok Calvin.
"O...."Jimmy sudah siap berdebat lagi.
"Sudah sudah,jangan ribut di sini."Ariel melerai sebelum keduanya jadi heboh.
"Drerttt..Dreet."Ponsel Jimmy bergertar.
Jimmy melihat itu pesan dari Sherly.Seketika senyum di wajahnya hilang.Jimmy memandang Ariel dan Calvin."Teman teman,maaf aku harus pergi.Sherly jatuh dari kursi roda.Aku harus menemuinya."
"Iya,hati hatilah."Seru Ariel.
"Tuan pengasuh,kau harus kembali ke sisi majikanmu."Olok Calvin lagi.
"SKAKKK."Jimmy mengunci leher Calvin dengan lengannya.
"A...Lepas,aku tidak bisa bernapas.Ampun."Calvin akhirnya menuai deritanya.
"Apa katamu,aku tidak dengar."Jimmy masih ingin bercanda rupanya karena tidak terima di olok.
Ariel harus melerai untuk kesekian kalinya.Jimmy lalu pergi dan mengunjungi Sherly.
***
"Kasihan Jimmy,sahabatku jadi seperti pengasuh dan perawat pribadi saja."Calvin sebenarnya iba pada Jimmy.
"Iya,tapi itu adalah pilihannya."Ariel juga tidak bisa memberi tanggapan lagi.
"Ikut aku."Calvin tiba tiba menarik tangan Ariel dan membawanya pergi.
Ariel masih bingung dan tahu tahu sudah di bawa saja.
"Temani aku berlatih skrip dan baca bagian wanitanya."
"Baiklah."
Rupanya,Calvin ingin berlatih adegan selanjutnya bersama Ariel.
"Aku mencintaimu Verona."
"Aku juga mencintaimu Jiro."
Calvin lalu memegang wajah Ariel.'Sebenarnya,ini adalah adegan yang ingin aku lakukan denganmu Ariel.'
Ariel melihat wajah Calvin yang sangat syahdu,tatapannya seperti bukan akting semata.Calvin mendekatkan wajahnya.
Ariel baru ngeh,ini adalah adegan ciuman.'Apa dia menyisipkan niatnya di balik ini semua? Apa ini memang sudah di rencanakan?'
Ariel lalu mematung,Calvin sudah memejamkan mata.Ariel hanya bisa pasrah.Lagi lagi Ariel terbayang Darren.Namun....
Bibir hangat Calvin sudah mendarat di bibirnya.Calvin menjatuhkan naskah di tangannya dan memegang wajah Ariel lalu fokus mencium Ariel yang kaku.
Ariel seperti tidak bisa bernafas dan air matanya tiba tiba jatuh.