
"Aku sudah memesan sebuah kamar hotel untuk kita menghabiskan malam yang indah sempurna ini."Itulah yang Darren bisikkan pada Ariel dan membuat wajah Ariel memerah.
"Sudah kuduga,kadal hutan sepertimu pasti selalu ada maksud tersembunyi."Ariel menyipitkan matanya dalam.
"Kita harus membuat langkah tegas jika ingin direstui.Kita harus membawakan orang tuaku seorang cucu sekaligus penerus.Apa kau tidak ingin punya bayi tampan serpertiku?"Darren memamerkan lagi deretan gigi putihnya.
"Kau ingin aku kena masalah lagi?Orang tuamu pasti mengira aku sengaja menjebakmu dan sengaja hamil.Kau mau kita kena masalah lagi?Bersabarlah Darren."Ariel menghela nafas panjang.
Darren menggeleng."Tidak!Aku tidak mau lebih lama lagi.Aku terlalu takut kalau kita di uji lagi.Sebaiknya kita segera menikah dan menjadikan Calvin yang meresmikan janji suci kita.Tapi apa kabar pendeta itu sekarang ya?Apa dia benar benar sudah tobat dari duniawi?"Sejenak,Darren dan Ariel sama sama berpandangan memikirkan Calvin yang jauh di sana.
***
Calvin yang memang mengabdikan dirinya untuk Tuhan di sebuah desa malah menarik perhatian gadis gadis desa itu.
Banyak yang datang kerumah ibadah bukan untuk beribadah namun malah untuk melihat Calvin saja.Bahkan jemaat gereja itu 95% adalah wanita.
Kemanapun Calvin tinggal ia selalu menjadi kerumunan para wanita.Namun dari sekian wanita yang mengejarnya hanya ada satu gadis bernama Vinny Ren yang bisa dekat dengannya.Gadis tomboy yang ceplas ceplos dan mengaku tidak akan pernah jatuh cinta seumur hidup namun diam diam menyukai Calvin.
Vinny adalah anak dari pemilik rumah tempat Calvin menyewa.
Calvin dan Vinny sedang duduk bersantai di pinggiran sungai dan duduk di batang pohon yang sudah tumbang.
"Plung."Calvin melempar batuan ke air.
"Aku akan kembali ke Taiwan lagi."Calvin bicara pada gadis yang sudah ia anggap sahabat itu.
Vinny langsung menoleh."Kau bercanda kan?Bukannya kau senang tinggal disini?Kau tidak akan menjadi pendeta lagi?"Vinny langsung resah dan bersembunyi di balik senyumnya.
Calvin menunduk sambil tersenyum."Aku bermimpi aku harus kembali kesana,yang datang kemimpiku adalah gadis yang mengorbankan nyawanya untukku.Dia mengatakan aku harus kembali untuk melindungi sesuatu yang berharga."Yang Calvin maksud tidak lain adalah Vivian yang datang kemimpinya.
"Ayolah,mimpi itu hanya bunga tidur.Tidak ada yang perlu di anggap serius.Semalam aku bermimpi ayahku memberiku uang tapi nyatanya pagi hari ayahku malah memarahiku dan memotong uang jajanku."Vinny bersungut sendiri perihal mimpi yang bertentangan dengan kenyataannya.
"Srek..srek."Calvin mengusap kepala Vinny.
Vinny diam dan merasa berdebar dengan perlakuan Calvin apalagi ditambah dengan senyum manis Calvin yang menawan.
"Aku harus kembali,ada seseorang yang aku rindukan walau sudah menjadi milik orang lain.Sepertinya gadis penyelamatku ingin aku menjaganya."Calvin tentu sedang mengingat Ariel.
Tatapan Vinny mulai aneh."Kau suka pada isteri orang ya?"
"Dia cinta pertamaku,Bodoh."Canda Calvin."Dia satu satunya wanita yang bisa masuk dan bertahan dihatiku.Dia membuat aku dan 2 sahabatku bersaing ketat untuk mendapatkannya."Mata Calvin berbinar setiap mengingat Ariel.
"Apa dia berbeda dengan gadis yang menyelamatkanmu?Banyak sekali perempuan dihidupmu."Vinny sebenarnya sedih saat Calvin menceritakan tentang gadis yang di sukainya karena ia cemburu.
"Diriku terlalu berharga untuk dimiliki oleh pria.Aku punya standar yang tinggi tahu.Gadis yang kau suka juga pasti kalangan atas dan gadis dengan gaya mewah kan?"
"Tidak,dia gadis sederhana dengan sikap apa adanya dan berani menentang yang salah juga membela yang benar.Dia gadis dengan rambut tergerai cantik dan selalu bisa menghangatkan hati siapapun yang dekat dengannya."Calvin sangat mengagumi kecantikan luar dalam Ariel.
"GREK."Vinny lalu berdiri."Sudahlah,aku mau pulang dulu.Aku akan menggosok wajahku dengan sesautu agar lebih cantik.Nanti setelah aku punya pacar aku akan memamerkannya padamu."
"Iya iya,pergilah,kau terlalu berisik."Calvin tersenyum saja dengan candaan Vinny.
Vinny berbalik dan ia menangis di balik punggung.'Dia pasti sangat menyukai gadis itu,dia bahkan selalu tersenyum saat menceriakan gadis itu.Aku hanya gadis tomboy yang berisik,tapi gadis itu menawan hati Calvin walau ia sudah milik orang lain.Aku benar benar iri.' Vinny rupanya meratapi kesedihan karena Calvin bercerita tentang Ariel tadi.Hati dan perasaannya terluka dan hancur saat ini,saat ia tahu ia tidak akan menang dari Ariel.
***
"Berlibur,makan malam,sebuah hadiah,aku sudah melakukan hal romantis dan dia masih tetap ingin pisah kamar denganku!!Aishhhhhh!!"Darren marah marah dan mondar mandir dikamarnya karena Ariel tetap bersikeran tidak mau tidur sekamar.
Di kamarnya,Ariel malah senyum senyum sendiri,ia tahu jika Darren pasti uring uringan.Tapi ia juga tidak mau sampai terlalu jauh lagi karena tidak ingin semua terkesan di paksakan.
***
Diam diam,ibu Darren menyusul ke Macau dengan seorang wanita cantik.Wanita itu tidak asing karena ia adalah Shena,gadis yang dulu sempat diminta dekat dengan Darren.
Sekian tahun berlalu ternyata Shena menyimpan perasaan pada Darren sejak dulu hingga sekarang saat Darren bisa menjadi sangat sukses.Ia dan ibu Darren membuat rencana dan kesepakatan diam diam tanpa Darren ketahui.
"Shena,kau akan aku jadikan menantu dengan cara yang agak tidak baik."Ibu Darren tersenyum picik."Kau akan aku buat hamil anak dari Darren dan kau harus beraksi malam ini juga.Aku tidak mau sampai gadis kampung itu mencuri start lagi."
"Tentu saja bibi,kali ini aku tidak akan kalah lagi olehnya.Aku akan membalasnya karena dulu telah mempermalukanku dan mengalahkanku.Kali ini aku harus menang dan mendapatkan Darren."Shena juga masih dendam pada Ariel karena dulu kalah saat lomba renang di sekolah.
"Bagus,hanya kau menantu sempurna untukku.Aku tidak akan membiarkan generasiku tercoreng darah wanita rendahan itu.Lakukanlah yang terbaik dan pernikahan mewah abad ini akan digelar untuk kalian."Ibu Darren juga sudah mengimingkan janji surga dunia untuk Shena.
Shena tersenyum jahat dengan lebarnya.
Shena dan ibu Darren menyusup hotel tempat Darren menginap.Mereka juga sudah memesan layanan kamar yang membawakan minuman yang sudah di racik dengan obat perangsang.Mereka berniat menjebak Darren malam itu.
Ibu Darren juga tahu jika Darren dan Ariel pisah kamar dan itu akan lebih mempermudah aksinya.Semua telah ditata dengan serapi mungkin.
Umpan juga sudah dimakan karena minuman sudah diantar kekamar Darren.Shena bersiap masuk kekamar Darren setengah jam kemudian.Shena mengira obat itu telah merasuk pada diri Darren.
Dengan kunci serep dari hotel itu,Shena masuk kekamar Darren dan kamar itu terlihat gelap.
Shena tersenyum dalam gelap itu.'Kau akan terkejut begitu kau bangun nanti Darren.'Itulah yang ada di benak Shena.