
Pagi pagi sekali,rumah kediaman Eva sudah di buat gempar karena saham perusahaan ayah Eva yang tiba tiba anjlok.Kakak Eva juga didepak oleh agensi model tempatnya bernaung.
Eva mulai ketakutan."Ini pasti ulah Darren,ini semua karena aku menamparnya kemarin."Eva panik dan merasakan dampak perbuatannya.
Eva berusaha menghubungi ponsel Darren untuk minta maaf namun Darren tidak mau menganggakat telepon itu.
Eva mulai gelisah dan bergegas ke sekolah.
***
"Sampai kapan penyakit mabukmu itu akan hilang? Itu hanya sugesti Ariel."Darren rupanya menjemput Ariel dan mengajaknya pergi bersama ke sekolah.
"Ini memang sudah bawaan Darren,kenapa kau tidak memberiku obat seperti yang Jimmy berikan untukku dulu saja sebelum mengajakku naik mobil ini?"Ariel sudah benar benar kesusahan menahan ingin muntah.
Darren lalu merangkuh kepala Ariel dengan tangannya dan menyadarkannya di bahunya."Sudah jangan mengeluh lagi.Pejamkan saja matamu itu."
Ariel masih bisa tersenyum dengan kelakuan Darren itu.Ariel juga menggenggam tangan Darren yang ada di sisinya.
"Darren,apa kau benar benar suka padaku? Aku ini kan tidak pintar,tidak kaya,tidak juga punya latar belakang yang baik.Aku benar benar tidak pantas untuk tuan muda sepertimu."Ariel sebenarnya masih tidak percaya karena Darren menjatuhkan hati padanya.
"Kenapa kau bicara seperti itu? Apa karena aku masih merahasiakan hubungan ini?"Darren juga heran dengan pertanyaan Ariel tadi.
"Aku hanya takut saja jika ini semua tidak nyata.Walau ini adalah cinta monyet dan pertama kalinya untukku.Tapi setiap mengingat apa yang kita lalui membuatku selalu tersenyum."Ariel mengungkapkan betapa perasaannya sudah sangat kuat dengan Darren.
"Ini semua sudah pasti nyata.Aku juga tidak tahu bagaimana perasaanku bisa bergetar karenamu.Aku juga selalu memikirkanku.Kau yang awalnya sangat bukan tipeku dan bahkan aku benci,tapi kau juga yang aku sukai.Benar saja kata pepatah,benci dan cinta itu beda tipis.Kau tunggu saja,aku pasti akan memperkenalkan hubungan kita secara resmi nantinya."Darren memandang Ariel yang sedang bersandar di pundaknya.
***
Di kelasnya,saat Darren masuk,Eva yang sudah sejak tadi menunggu kedatangan Darren langsung memburu Darren.
Melihat wajah panik Eva sedari tadi,Sherly bisa menyimpulkan jika Eva pasti sudah mendapat ganjaran karena sudah berani kurang ajar pada Darren waktu itu.'Rasakan!! Sekarang kau tahu kan pentingnya bersabar dalam meraih sesuatu!! Jika kau gegabah maka hal itulah yang akan kau dapatkan!' Sherly hanya menyaksikan apa yang akan terjadi setelah ini nantinya.
"Darren,aku sungguh minta maaf soal kemarin.Tolong...tolong jangan ganggu keluargaku,mereka tidak bersalah."Eva bicara di sebelah Darren tentang apa yang menimpa keluarganya.
Ariel yang berada di belakang Darren dan Eva hanya bisa diam.'Inilah kekuasaan mutlak Darren.Dengan semua yang ia miliki ia bisa membalikkan keadaan dalam semalam jika ia mau.'
Darren tidak memedulikan omongan Eva sampai Eva duduk dan merangkul kaki Darren.Eva tidak peduli akan malu walau mengemis dan memohon di hadapan orang banyak sekarang.
"Darren,aku mohon.Aku mohon,lakukanlah apapun yang kau mau padaku.Tapi tolong jangan sentuh keluargaku.Mereka tidak bersalah sama sekali,tolong tunjukkan belas kasihmu Darren."Eva menangis dan memohon dengan sangat.
Ariel yang hatinya lemah sangat iba melihat keadaan Eva saat ini.
"Darren."Ariel dengan suara lembut memanggil Darren dari belakang.
Darren menatap Ariel dan tahu makna dari tatapan Ariel yang pasti ingin dirinya mengampuni Eva.
Pandangan Ariel dan Darren itu malah terpantau oleh Jimmy.Jimmy mulai curiga.'Kenapa dengan tatapan Ariel? Kenapa juga Darren seperti ikut sendu dengan tatapan itu? Apa Ariel bisa menundukkan emosi Darren?'
"Kau kuampuni asalkan hari ini juga kau harus meninggalkan sekolah ini dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi!"Darren mengampuni Eva atas rasa iba dari Ariel tadi.
Jimmy mulai tegang dan berkeringat dingin.'Mustahil!! Darren mau mengampuni seseorang begitu saja?!! Apa itu karena Ariel tadi?? Tapi bahkan aku dan Calvin juga tidak pernah ada yang bisa meredakan emosi Darren yang seperti gunung meletus saat erupsi itu.Ada yang mencurigakan disini.Ada apa di antara Ariel dan Darren.Aku harus mencari tahu.' Jimmy benar benar penasaran pada apa yang membuat Darren bisa mengampuni seseorang dengan mudah.Hubungan rahasian Darren dan Ariel juga mulai tercium.
Disini,Ariel bangga karena Darren sekarang sudah mau mendengar maunya dan mengerti apa yang ia inginkan.Ariel,Darren dan semua murid kembali ke kursinya.
Ariel menulis di kertas kosong dan memberinya pada Darren."Terima kasih,kau hebat."
Darren menerima apa yang Ariel tulis."Tentu saja,kau harus bangga punya pacar sepertiku."Balas Darren lagi dan mengopernya ke Ariel.
"Kau cepat sekali sombongnya!! Aku tarik saja kata kataku tadi."Ariel mulai bercanda lagi dan memberikan tulisan itu pada Darren.
"Kalau kau berani,aku akan menciummu di kelas ini sekarang juga."Balas Darren dan memberi Ariel dengan cepat.
"HAH!!!!"Ariel berteriak kaget membaca tulisan Darren.
"Apanya yang hah Ariel Lin?"Si guru gemuk di depan yang sedang mengajar tentu saja terganggu karena suara Ariel yang keras tadi.
"Tidak buk,hanya."Ariel tidak tahu harus menjawab apa.Sedangkan Darren menahan tawanya.
"Berdiri di depan dan angkat satu kakimu!!!"Titah guru killer itu.
Mau tidak mau Ariel maju dengan wajah lesu.Darren merasa bersalah karena sudah membuat Ariel di hukum.Darren cukup prihatin pada apa yang menimpa pacarnya itu.
Sherly yang ikut memantau juga curiga jika ada sesuatu antara Ariel dan Darren.Sherly tanpa sengaja melihat Ariel dan Darren yang tadi saling bertukar pesan lewat buku.
***
Ariel belakangan ke kantin karena harus menerima hukuman.Ariel yang masih marah tidak mau bicara pada Darren.
"Ariel,kenapa kau bisa sampai di hukum?"Jimmy bertanya lebih dulu pada Ariel yang duduk di sebelahnya.
"Kau tanya saja bosmu itu!"Ariel menjawab ketus sambil mengarah pada Darren.
"Apa yang kau lakukan padanya Darren."Jimmy balas mengoper pertanyaan pada Darren sekarang.
"Apa kau yakin ingin tahu."Darren menjawab Jimmy tapi matanya sekilas menantap Ariel.
Ariel tentu saja gugup,akan sangat memalukan jika Jimmy sampai tahu apa yang di tulis Darren tadi.Maklum saja,Darren adalah pria yang tidak terduga dan bisa saja mulutnya ceplas ceplos.
"Katakan saja."Jimmy tetap kekeuh ingin tahu.
"Aku hanya bilang kalau......"
"Dia bilang kalau dia akan memotong gajihku sebagai pesuruhnya."Ariel memotong omongan Darren karena takut sampai ketahuan.
Jimmy lalu memadang Ariel yang tegang.'Aku yakin pasti bukan itu,pasti ada yang kalian sembunyikan.Tapi apa?'
"Oh itu,aku kira apa."Jimmy berpura pura puas dengan jawaban dari Ariel.Ia akan mengulik sendiri apa yang terjadi sebenarnya.
Darren tetap tenang dan santai,saat Jimmy lengah Darren bahkan sempat mengedipkan sebelah matanya pada Ariel.