
Darren bisa sampai di UKS dengan selamat dan saat ini Ariel yang menemaninya.
"Aku tidak perlu mengucapkan terima kasih kan..."Darren masih tetap saja berpegang teguh pada keangkuhannya.
"Iya tidak perlu,kau istirahat saja.Lagi pula egomu pasti terlalu tinggu untuk beterima kasih,uratmu bisa kejang mendadak saat melontarkan kata itu."Olok Ariel sambil balas menatap Darren.
"Ckck",Darren mendesis dan menatap tajam pada Ariel.
"Tuh kan,baru aku bercanda seperti itu saja taringmu sudah keluar."Ariel malah geli dan tersenyum pada tingkah Darren yang kekanakan.
Saat Melihat Ariel tersenyum,Darren tiba tiba berdebar.'Debaran apa ini?Hanya dengan senyuman receh itu membuatku saking jantung seperti ini?Pasti ada yang salah denganku,aku harus memerikasakan ini ke dokter nanti.'
"Sdah keluar sana!"Perintah Darren.
"Iya,iya ini aku sudah mau keluar."Jawab Ariel santai.
Kreek,pintu UKS terbuka.
Sherly masuk dan berpapasan dengan Ariel.Ada sebuah kilatan yang terjalin saat itu.
Sherly menatap sinis.'*J**adi dia mau menjadi pahlawan kesiangan lagi rupanya*.'
Ariel juga tidak kalah benci melihat Sherly.'Si tuan puteri pencari muka datang rupanya.Pasti dia mau sok peduli dan perhatian pada kekasih impiannya itu.Untung aku segera pergi dan tidak menjadi obat nyamuk disini.'
Sherly langsung lari dan menuju Darren,Sherly sangat panik dan mengecek Dareen,"Mana yang sakit Darren? Apa kau terluka parah?"
"Sudahlah,kau lihat sendiri kan aku masih hidup.Aku baik baik saja.Jadi jangan berlebihan begitu."Darren tetap tidak mau terlihat menyedihkan dan masih berlagak angkuh.
"Iya..iya,baiklah.Syukurlah kau selamat."Sherly duduk di dekat Darren sekarang.'Kenapa juga harus wanita itu tadi yang menyelamatkan Darren dan bukannya aku!!!Padahal anggapan Darren bisa saja berubah jika aku yang menolongnya.'
Ariel kembali ke lapangan olahraga,di sana Calvin segera berlari ke arahnya."Ariel apa yang terjadi?"
"Tenanglah dulu,jangan tegang begitu,yang harus kau cemaskan itu sahabatmu si raja congkak itu.Tadi kakinya terkilir dan sangat gengsi meminta pertolongan.Tapi aku tetap membawanya ke UKS."Ariel menenangkan Calvin yang sepertinya mencemaskannya.
"Tapi kau tidak apa apa? Tidak ada yang terluka kan?"Calvin masih belum yakin dan bertanya kembali.Ia tadi khawatir jika saja Darren mencelakai Ariel.
"Lihatlah playboy tengik itu,bisa bisanya mencemaskan wanita dari kelas rendah seperti itu."Jimmy meneguk air di botol minumannya sambil mencemooh ulah Calvin yang membuatnya jijik.
"Aku baik baik saja Calvin,tidak ada yang terluka dan aku masih bisa bicara denganmu sekarang."Ariel mencoba bercanda agar Calvin tidak cemas lagi.
"Syukurlah."Calvin sudah mulai terkendali dan tidak lagi cemas.
Perhatian Calvin yang berlebihan pada Ariel itu juga menarik perhatian siswa lain.Mereka mulai bergunjing dan membuat desas desus.
"Calvin yang playboy bisa sebegitunya khawatir pada wanita? Apa dia sudah bosan dengan wanita wanita cantik di sekolah ini?"
"Benar,mata Calvin selalu saja tertuju pada Ariel.Ada yang berbeda dengan cara Calvin memperlakukan gadis kampung itu."
Beberapa siswi juga sudah mulai membenci Ariel yang mendapat perhartian lebih dari Calvin.
Di Ruang UKS.
"Pergilah sana,sudah aku bilang kalau aku tidak apa apa."Darren risih pada Sherly yang menungguinya.
"Tidak Darren,bagaimana kalau kau butuh sesuatu.Aku harus tetap di sini."Sanggah Sherly.
Darren lalu nekad bangun dan turun dari ranjang UKS itu.
"Mau kemana kau Darren?!!!"Sherly menghampiri Darren lagi dan memegangi lengan Darren.
Darren memilih kembali ke kelas daripada hanya berduaan dengan Sherly yang di bencinya.
Sherly mengepalkan tangan dan menggeram."Sampai kapan kau akan mengacuhkanku Darren!!! Kau fikir,aku akan menyerah!!! Tidak akan!!! Camkan itu!!!"
Pelajaran olahraga sudah selesai,Ariel mengganti seragam olahraganya di ruang ganti.Di luar,murid murid wanita sengaja berbicara keras menggunjingkan Ariel.
"A3 benar benar kacau sejak ada gadis kampung yang merecoki mereka!!!"
"Tentu saja,A3 mungkin baru kali ini bertemu wanita tidak berkelas seperti itu.Makanya mereka tertarik dan ingin tahu,bagaimana hidup wanita dari desa dan kalangan bawah.Mereka pasti meneliti gadis itu seperti melihat species langka."
"Hahahahahaha."Percakapan itu di akhiri dengan tertawa keras mereka yang merendahkan dan meremehkan Ariel.
Ariel lalu keluar dari ruangan itu.
"Kalian membicarakan aku!!"Ariel memelototi teman teman sekelasnya yang membicarakannya tadi.
"Iya,kenapa!!! Kau tidak senang!! Apa yang bisa kau lakukan!! Ayahku seorang kepala kepolisian!!! Jika kau macam macam kau akan di penjara!! Mau!!"Salah satu murid wanita berambut pendek maju,dan sangat menonjol menentang Ariel.
Ariel terkekeh dan tertawa meremehkan.
"Kenapa kau tertawa!!!"Murid wanita yang maju nanti semakin emosi karena Ariel menertawainya.
Ariel berhenti tertawa lalu menatap lawannya itu.Sekarang wajah Ariel mulai serius."Kepala Kepolisian katamu? Ayahmu? Bukankah namamu Shinie Lan?"
"Bagaimana kau bisa tahu namaku hah!!"Lawan Ariel merasa aneh Ariel yang tahu namanya.
"Hei!!!! Harusnya kau itu berkaca!! Kau tidak lebih baik dari aku!!! Sayangnya hari ini kau harus menanggung akibat perkataanmu tadi!! Kau kira aku tidak tahu hah!! Kau itu anak pembantu dari seorang petinggi kepolisian!!! Kau tinggal di rumahnya seolah itu rumahmu dan kau juga berbohong kalau tuan rumah itu adalah ayahmu!! Sebenarnya kau juga bisa bersekolah di sini karena kemurahan hati majikanmu,karena kau meminta ibumu yang menjadi pembantu di rumahnya menyekolahkanmu di sini!!!"
"Slap" Gadis tadi langsung keringat dingin dan ketakutan.Teman temannya juga mulai memandangnya aneh.
"Atas dasar apa kau bicara sampah seperti itu hah!!! itu semua bohong!!!"Gadis itu masih membela diri dan menyangkal omongan Ariel.
"Kau itu sungguh bodoh!!! Aku itu tetanggamu tahu!! Ibumu juga yang bercerita padaku!!! Ibumu sudah tahu kau suka berpura pura kaya!! Rumahku itu hanya berbeda 2 rumah dari rumah majikan tempat kau tinggal.Tetanggamu kiri dan kanan juga sudah tahu perangaimu itu!! Demi menyekolahkanmu disini,ibumu rela memohon dan berlutut tahu!! Jangan malu mengakui kau miskin,malulah jika berpura pura kaya!!!"Ariel mematahkan lawannya hingga ke tulang tulang.
"Kurang ajar!!"Gadis itu berjalan ke arah Ariel dan melayangkan tangannya hendak menampar Ariel.
Ariel yang sudah bisa membaca gerakannya lalu menghindar dan malah mengulurkan satu kakinya lalu menyandung kaki gadis yang berhadapan dengannya tadi.
Keberuntungan berpihak pada Ariel karena orang yang menindasnya adalah orang yang ia ketahui aibnya.Ariel hanya menertawai gadis itu lalu keluar penuh kemenangan dan mengangkat wajahnya tingi tinggi.
***
Giliran gadis tadi yang di bully teman temannya.
"Jadi itu benar Shinie? Kau cuma anak pembantu?"
"Pantas saja kau selalu melarang kami kerumahmu!"
"Iya,aneh juga.Kau orang kaya tapi apa yang kau kenakan tidak bermerk.Kau selalu berbohong dan berkata kalau kau hanya menyimpan barang barangmu yang bermerk karena sayang menggunakannya."
"Oh iya,kau juga tidak pernah di antar dengan mobil.Kau selalu menggunakan sepeda.Walau sepedamu bermerk tapi kenapa sudah ada karatan? Apa itu bekas anak majikanmu?Hahahaha"
Shine lalu menjadi olokan teman temannya.Ia tidak bisa berbohong dan menyangkal lagi saat ini.Sekarang,ia akan menjadi bahan bullyan.Shinie bahkan lebih parah di banding Ariel sekarang.
Ganjaran setimpal untuknya karena telah memprovokasi Ariel tadi.