
Eva dengan tampilan barunya menjadi sangat sombong luar biasa.Dulu walaupun cupu,Eva di kenal ramah dan baik.Tapi setelah berubah cantik,ia juga memandang dengan cara lain.Eva jadi suka merendahkan orang.
Eva yang memang dari keluarga berada dulu tidak pernah sombong dan pamer,tapi sekarang semuanya berubah.Eva memutuskan keluar jalur dan menunjukkan betapa hebatnya ia pada dunia.
Eva memakai aksesoris mewah dan branded.Baik sepatu,kaos kaki dan juga ikat pingang sekolahnya juga berada di kisaran harga yang hanya mampu di beli oleh orang orang kaya.
Kakak Eva yang juga supermodel dunia,akhirnya bisa membuat adiknya menyadari betapa ia adalah berlian yang selama ini tertutupi oleh debu.
Eva melenggang dengan percaya diri menghadap kedepannya.Misinya hanya satu dengan perubahan besar ini,yaitu mendapatkan Darren.
***
"Darren,nanti Jimmy ikut kerumahmu juga ya."Ariel berbincang dengan Darren sambil makan di kantin.Jimmy tidak ikut karena sedang di ruang guru mengurus perihal pamerannya.
Darren meletakkan sumpitnya ditepian piring."Kenapa kau ajak dia juga? Aku hanya ingin berdua denganmu." Darren sepertinya tidak senang karena Ariel mengajak Jimmy tanpa berunding dengannya.
"Aku tidak mau kita macam macam,jika hanya kita berdua lalu berduaan aku takut kita tidak bisa mengendalikan diri Darren."Hal itu rupanya yang membuat Ariel mengajak Jimmy.
Darren merasa bersalah."Maaf ya,aku pasti sering menekanmu dan membuatmu harus menurutiku.Maaf karena ini juga pertama kalinya untukku sehingga susah untukku mengendalikan diri."Darren akhirnya bisa memahami maksud Ariel.
"Hai,aku gabung ya."Tanpa tahu malu,Eva tiba tiba datang dan duduk di samping Darren.
Darren menatap kesal pada Eva yang juga menatapnya.
'Lihat dan perhatikanlah betapa cantiknya aku saat dari dekat Darren.Aku yakin matamu itu akan sadar sekarang.' Eva sengaja membiarkan Darren memandang wajahnya dari dekat.
"Pergi dari hadapanku!" Darren mengusir Eva yang lancang duduk di sebelahnya.
"Kenapa? Kenapa mengusirku? Kenapa bukan Ariel saja yang pergi? Apa alasanmu mengusirku dan lebih memilih Ariel?" Eva menerkam Ariel sekilas dengan pandangan bencinya tadi.
"Kenapa kau malah bawa bawa Ariel!! Kau tahu kan dia itu pesuruhku! Kemanapun aku pergi dia harus ikut berasamaku! Tapi kau!! Kau itu siapa?! Aku saja tidak tahu pasti siapa namamu dan sejak kapan kau ada di kelas.Kau tiba tiba datang dan mendekatiku,yang benar saja."Darren marah dan meremehkan Eva.
Ariel mulai cemas pada Darren yang terbawa emosi.Namun ia juga tidak bisa berbuat apa apa karena Eva sepertinya menaruh curiga.
"Kau kira aku hantu!! Aku sudah berubah dengan semua ini dan ini semua untukmu Darren!! Sherly bahkan tidak ada apa apanya denganku sekarang! Kenapa kau hanya memandang orang orang yang membekas padamu atau orang orang yang selalu ada di sisimu.Bagaimana dengan aku yang sejak kecil sudah menyukaimu Darren!" Eva menarik perhatian semua orang di kantin itu.
"Bukan urusanku!" Jawab Darren singkat.
"PLAKKKKK" Eva menampar Darren dengan kuat.
Ariel lalu berdiri dan memandang Eva."Apa yang kau lakukan Eva? Kau keterlaluan dan ini kekerasan namanya."Ariel menegur keras perbuatan Eva barusan.
"Tutup mulutmu dan tidak usah ikut campur Ariel!! Setelah ini Darren akan selalu ingat denganku karena aku telah membuat diriku berkesan sekarang."Eva memang sengaja melakukannya agar Darren akan ingat terus padanya dan menyadari kehadirannya.
Darren tersenyum dan memegang sebentar pipinya yang di tampar tadi."Baiklah,jadi ini yang mau kau lakukan agar berkesan.Kalau begitu,ini balasanku agar kau ingat aku juga akan berkesan sebagai pria yang tidak pantas di sukai."
Darren mengambil piringnya dan meleparkan makanan yang di piring itu ke wajah Eva.Tidak lupa,Darren juga mengguyur kepala Eva dengan gelas berisi air minumannya.
"Ini hanya permulaaan karena kau sudah berani menampar dan mempermalukan putera tunggal pemilik AON GROUP, kau akan aku buat menyesal karena telah di lahirkan setelah ini.Mimpi buruk di kehidupan nyatamu akan dimulai!!"Darren sudah marah besar dan jelas membuat Eva dalam bahaya.
Darren lalu pergi sambil menarik tangan Ariel.
Eva yang masih dalam keadaan kotor itu melihat sekelilingnya yang menggunjingkannya.Sherly hanya melihat sepintas lalu pergi begitu saja.
"Menyedihkan!"Hal itu sekilas komentar Sherly yang melihat apa yang menimpa mantan sahabatnya itu.
Eva lalu pergi karena tidak tahan dengan rasa malu yang menggerogotinya.Baru saja di di kagumi tapi sekarang di dipermalukan habis habisan oleh Darren.Terlebih,ia juga akan menanggung resiko karena sudah membuat Darren marah.
***
"Ariel,apa benar tentang yang terjadi tadi?"Jimmy berjalan di halaman sekolah dengan Ariel setelah Darren pulang lebih dulu dan membatalkan acara main basket bersama itu karena moodnya sedang buruk.
"Iya Jimmy,Eva pasti sudah sangat sakit hati sampai berani melakukan hal itu." Ariel sedikit prihatin pada Eva,tapi ia juga salah karena telah melakukan kekerasan pada Darren.
"Darren itu memang masih dangkal dan polos soal percintaan,yang ia tahu hanya hebat dan unggul dalam nilai saja."Jimmy mengomentari Darren yang tampan,populer dan kaya namun tidak tergoda dengan gadis itu.
'Polos apanya,Darren bahkan sudah lihai berciuman dan bisa membuat jatungku berdebar kencang.Sebagai sahabat,kali ini kau lengah dan kecolongan Jimmy.Darren itu pria naif tapi juga mempesona soal cinta.' Ariel menahan tawanya karean ia dan Darren bisa bermain cinta kucing kucingan tanpa di ketahui Jimmy dan Calvin.
"Jimmy,apa kau tidak menyukai Sherly lagi?"Ariel tiba tiba bertanya pada Jimmy.
Jimmy memandang Ariel."Tidak."Jimmy menjawab dengan yakin karena hatinya telah mantap memilih Ariel dan tunggu waktu yang tepat saja untuk menyatakan perasaannya.
"Jimmy,sebisa mungkin jangan jadi orang yang mendendam ya.Jangan jadikan tindakanmu pembenaran sebagai dalih jika kau berbuat salah.Kau adalah anggota A3 yang tutur katanya paling lembut dan sangat menjaga wibawa.Kau juga terlihat tenang karena kau orang seni yang selalu mementingkan keindahan."Ariel sangat memahami Jimmy.
"Kau harus jadi mahasiswa psikologi nanti,kau sangat pandai menilai diri seseorang dan tahu bagaimana suasan hati seseorang itu."Jimmy tersentuh karena memang hanya Ariel yang mengenalnya dengan baik.
"Pujianmu itu membuatku lapar saja."Ariel memberi kode pada Jimmy sambil mengelus perutnya yang sudah keroncongan.
"Iya,ayo aku traktir kau makan apapun yang kau mau."Jimmy mengerti dengan maksud ucapan Ariel tadi.
"Assa!! kau memang yang terbaik."Ariel mengacungkan dua jempol untuk Jimmy.
***
Darren sudah mulai menembakkan meriam perang pada Eva.Darren mengadu pada ibunya,kontan saja ibu Darren marah karena ada yang berani menampar putera tunggalnya itu.
"Tenang saja Darren,ibu pastikan keluarga anak itu akan hancur karena sudah berani melukaimu!!"Nada ibu Darren yang terdengar dari telepon terdengar di tekan keras.
"Iya ibu,aku akan tunggu dan lihat apa yang menimpanya.Pastikan dia menyesali apa yang sudah di perbuatnya."Darren tidak main main kali ini.
"Iya nak,sehat sehatlah di sana.Ayah dan ibu akan pulang saat ulang tahunmu nanti."Sang ibu mulai bicara lembut dengan puteranya.
"Iya bu,aku akan menantikannya."Darren juga senang mendengar orang tuanya akan pulang.