
Darren membawa Ariel keluar kelas.
"Siapa yang menyuruhmu pindah!!! Hanya aku yang berhak!! Kau harus kembali ke kelas A lagi."Darren sangat gusar karena melihat Ariel kembali ke kelasnya,lebih tepatnya ia kecewa karena Ariel meninggalkannya sendiri saat keluar dari motel itu seakan tidak percaya padanya.
"Darren,jangan begini.Semua orang melihat kita."Ariel memandang sekitarnya.Kelas lain juga ada yang keluar kelas atau mengintip dari jendela melihat pertengkaran mereka.
"Aku tidak peduli!! Siapapun di sekolah ini sudah tahu jika kau adalah pacarku!!! Karena itu,jika kau tidak ingin melihatku lebih marah lagi,kau harus ikut kekelas bersamaku."Darren menekan keras kata katanya.
Ariel melihat tatapan tertekan dan pilu Darren yang begitu memperjuangkannya.
"Iya,aku akan ikut denganmu."Ariel tidak ingin menyakiti dan memusingkan Darren lebih banyak lagi.Ia memutuskan mengikuti mau Darren dan percaya pada Darren.
Darren membawa Ariel menuju kelas A lagi dan mendudukkan Ariel di kursinya.
Jimmy,Calvin dan Sherly tersenyum dan bangga dengan tingkah Darren kali ini karena berhasil membawa Ariel kembali.
"Kau tahu,Darren sepertinya memang sudah dewasa sekarang."Jimmy berseru pada Calvin.
"Iya benar,teman kita sudah bukan si kutu buku sok tahu lagi."Calvin setuju pada pernyataan Jimmy tadi.
Tapi baik Jimmy maupun Calvin senang karena mereka juga bisa melihat Ariel kembali di kelas ini.Kehampaan kelas ini hilang setelah biang kerok di kelas ini kembali lagi.
"Darren,kalau kau terlalu seperti ini kau malah seperti orang mesum!!"Ariel mulai risih karena Darren bahkan terus membuntutinya bahkan saat ia ke kamar kecil.Darren menunggu di depan pintu toilet wanita.
"Bagaimana kalau kau kabur lagi? Biar saja orang mau beranggapan bagaimana,toh aku hanya menunggui pacarku dan bukannya mengintip orang pipis."Darren tetap masa bodoh dengan komentar orang orang.
"Awas saja kalau kau ikut lagi!! Akan aku pasangkan kau rok saja nanti!!!"Ariel lalu berjalan dengan cepat di ikuti Darren yang mengejarnya.
Di belakang mereka,seorang guru wanita baru saja keluar dari kamar mandi.Guru itu memandang kesal pada Ariel dan Darren.
"Dasar anak ABG labil,seumuran jagung muda saja sudah pandai pacaran yang sampai seperti itu.Apa dia itu bisa menjamin kalau gadis yang tadi ia tunggui akan menjadi isterinya? Apa dia tidak ingat kalau orang tuanya itu adalah singa.Tapi,andai aku juga di taksir pria kaya dan tampan."Guru gemuk itu sepertinya iri pada keberuntungan Ariel dan sejak tadi menguping dari balik pintu toilet.
Tingkah nyeleneh Darren tidak hanya sampai disitu.Itu juga berlanjut lagi.
Saat jam olahraga,Darren ingin ikut ke kelompok wanita tapi Jimmy dan Calvin langsung menariknya.
Darren juga hampir memasuki ruang ganti wanita dan lagi lagi Jimmy dan Calvin yang harus menahan Darren dan membawanya pergi.
"Ariel,kurasa Darren sebentar lagi akan membeli borgol dan memasangkannya padamu."Sherly mengolok Ariel di ruang ganti wanita.
Ariel tertawa kecil."Iya,Darren mungkin akan melakukannya jika mendengar saranmu tadi.Dia dan aku jadi seperti anak kecil dan ibu yang selalu membuntuti ibunya kemanapun."
"Itu karena dia terlalu mencintaimu dan takut kehilanganmu Ariel.Kau beruntung,andai saja Jimmy seperti itu padaku."Sherly lalu menunduk sedih.
Ariel turut iba."Sherly,pecayalah,jika Jimmy jodohmu maka tidak akan kemana.Bersemangatlah."Ariel menyemangati Sherly dan Sherly tersenyum kembali.
'Bagaimana mungkin itu terjadi Ariel.Jika Jimmy saja masih sangat menyukaimu.Tapi aku juga tidak mau seperti dulu lagi.Karena kau juga adalah sahabatku yang berharga sekarang.' Sherly senang dengan senyum tulus dari Ariel,gadis yang di sukai oleh pria yang ia sukai.
***
"Darren,kendalikan dirimu.Ariel tidak akan kemana mana.Kau malah seperti seorang penguntit tahu."Calvin dan Jimmy mulai menegur ulah Darren.
"Benar,kau hanya akan membuat Ariel takut dan tertekan tahu.Pacar yang terlalu posesif bisa saja akan di putuskan oleh pacarnya."Jimmy jelas jelas mengancam Darren.
"Ya sudah,kau kembali saja jadi teman atau musuhnya agar tidak merasa kehilangan.Aku masih bisa menerima Ariel dan menjaganya dengan baik."Calvin bicara dengan penuh percaya diri.
Jimmy dan Darren menatap sinis lalu mulai meregangkan otot leher dan jari mereka.Setelah itu keduanya berdiri dan mulai memberi pelajaran pada Calvin.
"A......Apa apaan kalian.Kalian mengeroyokku!! Jimmy,jangan gelitik aku!!! Darren jangan remas perutku!!! A....ampunnnn.!!!"Calvin di kerjai oleh Jimmy dan Darren habis habisan rupanya.
Tapi hal itu berhasil mencairkan suasana dan Dareen juga sadar dengan kesalahannya yang terlalu protektif.
***
Ayah dan ibu Darren sudah bertolak dalam perjalanan menuju Jerman untuk menemui Shena dan orang tuanya.
Orang tua Darren juga mengutus mata mata untuk mengintai Darren dan melaporkan semua yang Darren lakukan.
Di dalam pesawat mereka melihat foto foto hasil intaian mata mata yang mereka utus juga hasil laporannya.
Ayah Darren sampai memegang tengkuknya yang kram dan ibu Darren meminum obat penurun darah saat melihat dan membaca laporan mata mata bayarannya.
"Darren membawa gadis itu kekelas A lagi dan membuntutinya kemanapun.Bahkan Darren sampai menungguinya di depan toilet!!!"Ibu Darren membaca laporan itu dengan nada penuh emosi dan di dengar suaminya.
"Aku tidak mengerti lagi!! Kenapa Darren bisa sangat memalukan seperti itu.Aku sebagai ayahnya sangat malu.Apa gadis itu juga menggunakan guna guna sampai anak kita yang genius itu menjadi bodoh dan lupa daratan?"
"Kita harus segera menghancurkan hubungan mereka.Biarkan Shena yang akan membuat Darren tergila gila nanti."Ibu Darren penuh tekad dan ingin segera menjauhkan Ariel dari Darren.
***
Ujian kenaikan kela 3 tinggal beberapa hari lagi.Hari ini,Darren,Jimmy,Calvin,Sherly,Ariel dan Vivian belajar bersama di rumah Calvin.
"Calvin,ayahmu belum pulang dari Shanghai?"Ariel bertanya karena sejak tadi hanya melihat para asisten rumah tangga yang berlalu lalang.
"Iya,ayah dan ibuku masih di Shanghai.Sekarang mereka seperti pengantin baru lagi.Ayahku sudah menyadari kesalahan kesalahannya.Dia sudah jadi pria yang lebih baik dan aku juga sudah memaafkannya."
"Syukurlah,aku bangga padamu."Ariel memuji Calvin atas kebesaran hati memaafkan ayahnya.
Calvin jadi senyum senyum bahagia dan merasa berbunga di puji oleh Ariel.
"Cuma seperti itu saja di puji,aku bahkan sampai kabur dari pesta ulang tahunku dan menentang orang tuaku demi dirimu.Tapi kau tidak memujiku."Darren iri karena Ariel memuji Calvin saja padahal ia sudah melakukan sesuatu yang lebih hebat.
"Dasar bocah."Calvin menatap jutek pada sikap irian Darren.
"Kau tetap pahlawanku Darren,kau juga sangat hebat."Ariel memuji Darren sambil mengelus kepala Darren.
Darren jadi tersenyum kembali dan tidak cemberut lagi.
"Lihatlah,belajar kelompok ini hanya menjadi ajang tempat mereka berdua bermesraan.Terlihat sekali bagaimana mengenaskannya kami yang tidak punya pacar."Sherly memantau dengan wajah kesal dan mood yang tidak baik.
Jimmy dan Calvin juga ingin muntah melihat kelakuan Darren yang selalu cari perhatian.
Sedangkan Vivian hanya melongo karena pacaran pun ia belum pernah.