A3

A3
CIUMAN SESUNGGUHNYA



Vivian bangun dan menghampiri Sherly.Sorot mata Vivian sama dengan tatapan tajam Sherly.


"Bagaimana kalau kita sama sama menyingkirkan Ariel dan bekerja sama dalam menjalankannya.Kita punya dendam yang sama."Vivian menatap Sherly seakan mereka punya visi yang sama.


Sherly menyilangkan tangannya di depan dada."Hahahahahahaaha."Sherly malah tertawa geli.


Hal itu membuat Vivian bingung dan heran."Kenapa kau malah tertawa?"


"Kau itu yang lucu!! Kau fikir hanya karena kita memiliki musuh yang sama lalu aku mau bekerja sama denganmu!!! Kau tidak akan pernah sepadan denganku kaum rendahan! Kau bahkan lebih buruk.Kau mau menusuk sahabatmu sendiri padahal dia tidak bersalah,kalau aku wajar saja,aku terang terangan musuh dan membenci Ariel.Tapi kau! Kau itu musuh dalam selimut yang mengkhianati sahabatmu sendiri.Kau itu tidak memiliki apaapun tahu! Di sekolah ini juga hanya sahabatmu itu yang mau membelamu.Jika kau mengkhianatinya kau tetap tidak mendapatkan apa apa dan Calvin pasti akan membencimu lebih dari sekarang.Kau akan di bully dan dikucilkan sementara Ariel semakin di atas awan.Aku tidak mau bekerja sama dengan manusia tidak tahu diri sepertimu.Aku ini beda denganmu,aku kaya dan banyak yang memujaku.Tapu kau!! Berkacalah,tidak ada satu nilai plus yang membuat Calvin akan suka padamu sekalipun kau menyingkirkan Ariel."Sherly lalu meninggalkan Vivian sendiri.


Vivian meratapi dirinya."Benar,ini sangat lucu.Apa yang aku pikirkan? Jika aku menyingkirkan Ariel apa Calvin akan suka denganku? Melirikpun ia enggan,aku bisa bertemu dengannya juga karena Ariel yang mengaturnya.Ariel sudah sangat baik dan berusaha untukku,aku juga tidak lupa bagaimana ia membelaku dulu saat di tindas Darren.Jika Calvin menyukainya,itu bukan salahnya.Dia bahkan tidak pernah menggoda Calvin.Ariel memiliki kepribadian yang hebat dan aku hanya iri.Aku iri karena tidak bisa mendapatkan hati Calvin,aku bahkan sudah berencana untuk menyakiti sahabatku sendiri yang sudah amat sangat baik padaku.Dimana nuraniku??!! Apa aku ini monster!!!"Vivian menangisi dirinya yang buruk hati pada Ariel.


***


Jimmy dan Calvin sedang keluar untuk bicara berdua.Tinggal Darren yang menemani Ariel di ruang UKS itu.


Jimmy dan Calvin berbicara di base camp A3.


"Apa kau suka pada Ariel?"Calvin sekarang ingin memastikan jika benar Jimmy adalah lawannya atau bukan.


"Apa kau itu duplikat Sherly? Kenapa bertanya pertanyaan yang sama?!"Jimmy menjawab dengan nada santai walau ekspresi wajahnya serius.


"Aku cuma ingin kau tahu,tidak peduli bagaimana perasaanmu tapi aku menyukai Ariel! Aku juga akan menyatakan perasaan padanya.


Jimmy tidak bisa tenang lagi mendengar pengakuan itu."Kau pamer dan menganggap Ariel adalah incaranmu dan takut jika aku akan mengincarnya juga?"


Ulah Jimmy membuat Calvin semakin was was sekarang."Aku cuma ingin kau tahu saja,jangan sampai kau mempermalukan dirimu dan terlihat seperti pencundang saat di tolak oleh Arilel.


"Jangan sombong dan bangga dulu Calvin,kau lihat saja,dengan caraku yang perlahan tapi pasti,Sherly saja sudah bisa mengejarku balik sekarang.Aku akan melakukan hal yang sama pada Ariel.Perlahan tapi pasti,ia akan berpaling padaku." Jimmy sudah mengibarkan bendera perang rupanya.


"Oke tidak masalah,kita lihat saja siapa yang akan Ariel pilih."Calvin menerima tantangan Jimmy.


Apakah salah satu dari mereka bisa memenangkan hati Ariel?


***


Lain lagi dengan Darren yang saat ini menjaga Ariel di UKS,melihat Ariel yang tertidur,Darren memerhatikan baik baik wajah Ariel.


"Hidungmu kecil tapi mancung,bulu matamu pendek tapi lentik,dahimu lebar tapi tertutup rambut poni yang halus dan lembut."Darren tidak sadar kalau ia sudah memuji Ariel walau niat awalnya ingin menghina.


'Apa bibirnya bisa sangat menggiurkan seperti makanan favoritku? Apa boleh aku mencicipinya sedikit saja? Kenapa aku seperti terhipnotis begini?' Darren tidak sadar juga jika ia semakin mencondongkan wajahnya ke Ariel dan mendekat ke bibir Ariel yang menjadi sasarannya.


Darren sudah semakin dekat dan menutup matanya.Hingga bibirnya benar benar sudah mendarat sempurna di bibir Ariel.Darren menenangkan perasaannya yang tidak karuan.


Perlahan ia membuka matanya dan melihat mata Ariel juga terbuka di saat yang sama.Darren melotot dan kaget namun belum mengangkat bibirnya dari bibir Ariel.


Lebih mengejutkan lagi,Ariel malah mengalungkan tangannya di leher Darren dan membuat bibir mereka semakin erat bertemu.


Ariel memejamkan matanya lagi dan Darren juga melakukan hal yang sama.


'Kenapa kau selalu berubah rubah? Apa yang kau sembunyikan Darren? Di depan orang lain kau berkata kasar dan sengaja menyakitiku.Tapi tanpa orang lain tahu ,kau sudah berbuat baik padaku.Kau membayar iuran sekolahhku hingga aku lulus,membayar uang bukuku,menaikkan jabatan bibiku juga menyingkirkan gadis gadis yang pernah membuliku.Aku tahu itu semua perbuatanmu.Kau yang tidak mau bermain denganku tapi kau juga selalu ikut walau dengan wajah angkuhmu.Kau dengan sengaja memberi contekan soal soal ulangan dan dengan jelas memperlihatkan isi isinya untukku namun seolah kau tidak melihat.Kau tidak menunjukkan kasih sayangmu tapi kau selalu memperhatikanku.Kau yang dulu aku benci sekarang membuatku menyukaimu diam diam.' Ternyata selama ini,Darren telah melakukan banyak hal untuk Ariel semenjak Ariel menolongnya saat lomba lari waktu itu.Darren diam diam melakukan segalnya seolah tampak alami dan ia juga tetap bersikap acuh.


Saat ini,Ariel ingin tahu bagaimana perasaan Darren padanya.Darren juga tidak tahu,jika diam diam Ariel sering mengamatinya.Darren yang serius belajar dan tidak pernah menyukai gadis.Darren yang sok kuat,tapi hanya memiliki sahabat sahabatnya.Darren yang hanya mencintai buku pelajarannya dan bersikap angkuh untuk membuatnya dirinya kuat walau seorang diri.


Darren perlahan mulai menyesap bibir bawah Ariel.Ia tidak tahu bagaimana itu berciuman,mungkin setelah ini ia perlu membaca buku panduan bagaimana cara untuk berciuman.Ini juga kali pertama ciuman serius untuk Ariel setelah waktu itu bibirnya hanya saling menempel dengan Darren.


Sekarang secara alamiah dan mengandalkan naluri lelakinya Darren mulai bermain dengan bibir Ariel.Darren mulai memaut bibir Ariel secara bergantian dan memandu Ariel untuk mengikuti.Darren memandu Ariel dengan baik dan cukup lama berciuman dengan Ariel.


Alhasil saat melepas ciuman itu Darren sangat canggung dan kaku,begitu juga Ariel yang memandang Darren.


Darren pergi meninggalkan Ariel begitu saja karena gugup dan daun telinga yang memerah itu.


Ariel juga seperti mayat yang berbaring dan terbujur kaku.


Sekembalinya kekelas,Darren sudah lebih dulu ada di sana.


Jimmy dan Calvin sempat bertegur sapa dengan Ariel.


Ariel kembali ke kursinya dan melihat pemandangan Darren yang serius belajar seolah menghindar menatap Ariel.


Ariel juga diam dan tidak bicara.Darren yang pura pura belajar lalu hendak mengambil sesuatu dari lacinya.


Tiba tiba di sana,tangan Ariel ikut masuk ke lacinya dan menggenggam tangannya.


Darren tercekat,Ariel juga hanya memberanikan dirinya melalukan hal itu sambil pura pura membaca buku di atas meja.Sedangkan tangannya menggengam tangan Darren di bawah laci meja Darren.