A3

A3
BUAH KESABARAN



Jimmy merasa bersalah pada ia yang selalu membuat Sherly sedih.Jimmy mendekat lalu duduk bersimpuh di lutur Sherly.


"Kau ingin kembali ke Paris?Apa kau ingin meninggalkanku?Kau sudah benci denganku?"Tanya Jimmy lirih.


"Tidak,aku hanya lelah saja.Aku sudah berusaha semampuku menahan perasaan ini,melanjutkan cinta sepihak ini dan membuatmu lelah terus berpura pura untukku.Aku ingin kau bebas Jimmy.Mungkin kita memang tidak jodoh.Jangan terbebani dengan aku lagi."Sherly rupanya ingin merelakan perasaannya.


"Kenapa bicara begitu?Aku minta maaf kalau aku bersalah padamu waktu itu."Jimmy semakin runyam mendengar Sherly yang seperti ini.


"Jimmy,kejarlah Ariel,aku tahu kau masih menyukainya.Aku akan selalu berdoa dan mendukungmu.Aku hanya gadis lumpuh berkursi roda.Kau tidak perlu terus bersamaku.Kau pria sehat dan tampan,ada banyak cinta dan wanita sempurna yang menunggumu di luar sana.Aku sudah cukup puas dengan kenangan SMA saat kau mengejarku dulu.Aku terkena karma karena sering menolakmu.Hahahah."Walau tertawa,mata Sherly seakan berkaca menutupi kesedihannya.


Jimmy merasa sangat terjatuh di dalam hatinya.Melihat Sherly yang lagi lagi berkorban untuknya.'Dia ternyata tahu apapun yang aku rasakan selama ini walaupun aku sudah menutupinya sekuat tenaga.'


Jimmy terharu dengan sangat,tiba tiba saja hatinya tergerak untuk mengambil sebuah langkah besar.


"Sherly,ayo menikah."Itulah yang Jimmy lontarkan.


Sherly terdiam dengan wajah tegang dan tidak tahu harus membalas bagaimana."Apa kau merasa bersalah lagi?"


Jimmy menggeleng."Aku yang akan merugi dan menyesal jika terus menolak wanita sempurna sepertimu.Aku yang akan menderita jika tidak memilihmu dan meninggalkanmu.Aku hanya buta saja selama ini walau mataku sempurna.Aku tidak ingin menyianyiakanmu lagi.Ariel adalah milik Darren,dan kau adalah milikku.Ayo menikah dan hidup bersama selamanya."


Sherly menangis mendengar Jimmy yang melamarnya sungguh sungguh.'*Ya Tu**han,inikah jalanmu?Inikah balasan atas pengorbananku yang tulus?Engkau berikan yang selama ini aku inginkan.Walau awalnya berat,engkau tetap sanggupkan aku untuk merelakan perpisahan ini.Tapi sebagai gantinya,engkau balikkan hatinya dan membuatnya yakin untuk memilihku menjadi teman hidupnya.Terima kasih banyak Tuhanku*.'


"Iya,aku akan menikah denganmu."Sherly menerima lamaran itu dengan penuh haru.


***


Tidak menunggu lama bahkan dengan persiapan dadakan,Jimmy dan Sherly benar benar menikah dan mengikat janji suci sehidup semati.


Sherly sangat cantik dan Jimmy juga sangat tampan di pernikahan itu.


Ariel dan Darren hadir,bahkan Ariel mendapat bucket bunga yang Sherly lemparkan.Kini Jimmy dan Sherly telah sah menjadi suami isteri.


Akhirnya Jimmy sadar kembali jika Sherlylah pelabuhan cinta terakhirnya.


"Ariel,suatu saat kita yang akan berada di sana seperti Jimmy dan Sherly."Ujar Darren yang melihat Jimmy sedang mencium mempelai wanitanya dari barisan kursi tamu undangan.


"Memangnya,aku mau menikah denganmu?"Ariel menggoda Darren.


"Kau pikir kau pantas dengan pria lain?Hanya aku yang pantas untukmu atau akan aku lenyapkan semua pria dimuka bumi ini jika berani ingin memilikimu."Darren masih kekanakan seperti dulu jika di dekat Ariel.


"Baiklah,aku akan pikir pikir lagi,apa aku mau punya suami menyebalkan sepertimu."Ariel masih memancing amarah Darren sengaja.


"Banyak jalan jika kau tidak mau,aku bisa membiusmu dan menitipkan benihku di rahimmu."Ujar Darren bangga dengan akal bulusnya.


"PLAK."Ariel memukul kepala belakang Darren dengan keras.


"HEI!!!"Seru Darren kesakitan sambil memegang kepala belakangnya.


"Kau dan otak mesummu yang tidak pernah beres!"Gertak Ariel marah.


"Lihat dua orang yang kekanakan itu Jimmy."Sherly menunjuk dengan mulutnya ke arah Ariel dan Darren.


Jimmy tertawa."Yah,pasangan unik itu.Pasangan yang selalu heboh namun juga membuat iri dengan kekuatan cinta mereka.Aku yakin,mereka juga akan menemui akhir bahagia seperti kita."


"Iya,aku juga yakin begitu.Andai Vivian juga bisa hadir disini dan menyaksikan pernikahan kita."Sherly agak sedih mengingat salah seorang sahabat berharganya yang sudah tiada.


Jimmy juga ikut berduka."Iya,jika ada Vivian maka Calvin juga pasti ada disini.Tapi sekarang ia sudah menjadi orang yang lebih baik dengan meninggalkan duniawi."


Calvin yang setelah kehilangan Vivian lalu memutuskan menghilang dan mundur dari dunia hiburan.Ia memutuskan menjadi pendeta di sebuah tempat terpencil.Ia hidup tenang di sana dan memutuskan mengabdikan hidupnya untuk Tuhan.


Ia terus berdoa untuk Vivian.Calvin mendapatkan ketenangan hidup,ketenangan batin setelah meninggalkan gaya hidupnya.Sementara Calvin akan menetap di tempat itu sampai ia bisa menenangkan dirinya.


Anggota A3 menerima sepenuhnya keinginan Calvin karena ini semua juga demi kebaikan Calvin.


***


"Buatlah anak yang banyak dan kembalilah ke Taiwan saat aku menikah dengan Ariel nanti."Darren memberi kata perpisahan di bandara saat mengantar Jimmy dan Sherly untuk kembali ke Paris.


"Darren Darren,siapa sangka pria congkak dan kekanakan sepertimu sudah sangat sukses sekarang.Untung saja kau punya otak cerdas di balik kepribadianmu yang buruk."Jimmy mengolok Darren.


"Sudah sudah,jangan kekanakan lagi.Kalian bisa ketinggalan pesawat kalau meladeni Darren berdebat."Ariel melerai Jimmy dan Darren.


"Ariel,kau juga harus berjuang.Aku yakin jika kau dan Darren juga akan bersatu seperti aku dan Jimmy."Sherly menyakinkan Ariel untuk tetap bertahan dan kuat dalam hubungan ini.


"Terima kasih Sherly,aku akan selalu minta pendapatmu saat menghadapi si keras kepala itu."Sahut Ariel sambil tersenyum lebar.


Setelah berpamitan cukup lama,Ariel dan Darren melambaikan tangan pada Jimmy dan Sherly yang sudah mulai memasuki ruang tunggu pesawat mereka.


"Mereka kelihatan bahagia ya."Ariel menatap lurus penuh kehangatan pada Jimmy dan Sherly.


"Tentu saja bahagia,mereka itu pengantin baru dan akan pergi bulan madu dan bukannya pergi perang.Kenapa harus sedih."Darren sangat tidak peka dan membuat Ariel menoleh tajam dengan wajah masam.


"Siapa juga yang harus pergi perang,kau benar benar menyebalkan."Jawab Ariel ketus.


"SLAPPP."Darren merangkul bahu Ariel dengan satu tangannya.


"Sudah jangan marah lagi,sekarang kita yang harus berjuang.Kau dan aku,kita harus bersama dan bertahan.Aku tidak ingin kita gagal lagi."Darren menatap Ariel bahagia dan penuh semangat.


"Darren,kau selalu membuatku takjub dengan semangatmu.Aku tidak tahu apa yang akan kita hadapi setelah ini,tapi aku akan selalu menyertaimu."


"Kalau begitu,bagaimana kalau kita mulai dengan tinggal bersama agar kita lebih mengenal satu sama lain lebih dalam?"Darren mengangkat kedua alisnya penuh makna dalam dengan mata yang jelas memiliki maksud tersembunyi.


"SKAKK."Ariel menginjak kaki Darren dengan kuat.


"Menyebalkan!"Ariel lalu pergi dan berjalan lebih dulu sambil tersenyum memunggungi Darren.


"Tunggu."Darren yang masih sakit kakinya berjalan terpincang mengejar Ariel.