
"Darren,kenapa kau menutup restoranku dan sekarang menjadikanku sekretarismu!!!"Ariel di jemput paksa oleh anak buah Darren,didandankan dan dalam sekejab menjadi sekretaris pribadi Darren.
"Kenapa kau selalu saja marah marah?Aku hanya ingin kau selalu didekatku dan dalam pengawasanku.Kau tahu kan,hubungan kita itu banyak sekali ranjau tidak terduganya.Bagaimana kalau salah satu dari kita menginjak ranjau lagi dan kita harus terpisah lagi?"
"Darren,kau terlalu banyak menonton drama!Ini sangat tidak nyaman,aku juga harus bekerja dan bagaimana dengan pelanggan pelangganku."Sanggah Ariel.
Darren lalu diam cemberut seolah menunjukkan ia marah dalam diam.'Selalu saja aku salah di matanya,sudah susah payah bersama selalu saja aku harus berdebat dulu dengan si kepala batu ini.'
Ariel lalu tidak hati juga karena terus marah pada Darren.'Aku selalu marah padanya,kasihan juga dia.Padahal niatnya baik,dia hanya ingin aku terus bersamanya karena mengkhawatirkanku.'
"Baiklah,aku akan mengalah dan tidak menjalankan usahaku lagi,tapi pastikan kau menggajiku dengan nominal yang besar dan sesuai."Ariel akhirnya meluluhkan hati Darren.
Darren tersenyum senang,ia lalu bangkit dari kursinya lalu memeluk Ariel.
"Apapun milikku adalah milikmu juga nantinya,kau minta gaji berapapun akan aku beri."Darren memeluk Ariel erat.
Darren lalu melepas pelukan itu dan memandang Ariel dalam jarak dekat dengan hidung saling beradu.
Darren menatap bibir merah muda Ariel,Ariel juga tahu Darren hendak menciumnya dengan wajahnya yang semakin mendekat dan Darren juga mengangkat sedikit dagunya ke atas.
Ariel menutup matanya dan hembusan nafas Darren semakin mendekati bibir Ariel.
Semakin dekat dan......
"KREKKKK."Suara pintu terbuka oleh salah seorang karyawan Darren.
"Pak Darren."Karyawan pria itu kaget saat CEOnya hendak berciuman dan ia sudah jelas merusak momen intim itu.
Darren dan Ariel langsung gelagapan.
"K..kenapa?!!!Kau harusnya pura pura tidak lihat dan keluar diam diam,kau harus pindah ke Shanghai besok pagi!!!"Darren marah karena momen bahagianya di ganggu.
"Iya pak,saya permisi dulu."Karyawan itu undur diri dengan wajah sedih.
Ariel tersenyum malu malu melihat tingkah kekanakan Darren.
"Hei,sudah jangan jahat begitu.Dia juga tidak sengaja.Kita masih punya banyak waktu bersama."Ariel mencoba menghibur Darren.
"Tentu saja,kita akan terbang ke Macau.Aku harus mengurus bisnis hotelku disana.Kau akan ikut denganku beberapa hari.Kau harus tahu jika aku sangat disegani dimanapun aku berada sekarang."Darren mengencangkan dasinya yang sempat kendur.
"Iya...iya,kemanapun kau pergi aku akan ikut."Ariel tahu jika Darren juga pasti membawanya untuk berlibur.
Namun kedekatan Darren dan Ariel kembali sudah sampai ke telinga ibunya dari hasil intaian mata mata ibunya berupa foto foto Ariel dan Darren bersama.
"Kau harus terus memantau keduanya!"Tekan ibu Darren pada mata matanya itu.
"Baik nyonya."Sahut pria dengan setelah jas rapi itu yang kemudian undur diri dari ruangan bos besarnya.
Sementara kekuasaan memang di tangan Darren karena perusahaan di pegang oleh Darren.Ibu Darren khawatir jika kehadiran Ariel pasti akan memengaruhi kinerja Darren dan ingin mendekati Darren demi kekuasaan.Ia juga malu jika puteranya malah dekat dengan gadis kalangan biasa yang akan menurunkan harkat dan martabatnya.
***
"Darren,apa ini benar benar jet pribadi milikmu?"Ariel kaget saat dibawa dengan jet pribadi super mewah milik Darren lengkap dengan makanan lezat yang di sajikan di hadapannya.
"Kelak jika jadi isteriku,kau akan kaget dengan kekayaan dan apa yang aku miliki yang juga akan jadi milikmu.Aku punya ratusan jet pribadi bahkan perusahaan penerbangan.Inilah hasil otak cerdas dan berkah kelahiranku di keluarga kaya."Ujar Darren bangga sambil melepas kaca matanya dan duduk berselonjor santai di kursi pesawat yang mewah dan nyaman itu.
Ariel mengerutkan dahinya."Bisakah kau tidak membanggakan diri walau sehari saja?Aku bingung kenapa aku bisa terus menyukai pria aneh sepertimu."
"Karena Darren hanya tercipta untuk Ariel,karena takdir simiskin adalah untuk bertemu sikaya,karena takdir seorang pria adalah seorang wanita.Semua berawal dari takdir,aku jadi tiba tiba ingat saat kita di Jepang dulu....."
"SLAPPPP."Ariel langsung membungkam mulut Darren dengan tangannya dan reflek duduk di pangkuan Darren.
"Sssttt,apa kau mau semua awak pesawat ini mendengar kisah kita!"Ujar Ariel panik dan marah.
"GRABBB."Darren langsung merangkul pinggan Ariel erat dan tangan yang satunya melepas bekapan Ariel dari mulutnya.
Darren tersenyum dengan deretan gigi putih menawan yang berjajar rapi."Malam itu adalah malam terindah bagiku,malam yang tidak akan pernah hilang dari ingatanku.Saat kau menjadi milikku seutuhnya dan aku menjadi lelaki sejati."
Darren masih merangkul Ariel dan membiarkan Ariel duduk di pangkuannya.
"Malam dimana kau meracuni Jimmy dan Calvin dengan teh yang membuat mereka tertidur juga kan."Balas Ariel menghilangkan nuansa romantis.
Darren serta merta gelagapan."Bb..bagaimana kau bisa tahu?Padahal aku sudah berusaha menutupinya serapi mungkin."
"Jimmy dan Calvin tentu saja bercerita bagaimana malam itu mereka tiba tiba saja terlelap setelah meminum teh.Makanya kau bisa melenggang santai kekamarku."
Darren mulai gugup dan memutar otak untuk mencari jawaban.'Apa yang harus aku jawab?Bahkan otakku yang cerdas jadi buntu seperti ini.Pikirkan jawaban untukku wahai otak.'
"Muach."Ariel malah mengecup pipi Darren.
Darren menatap pada Ariel bingung."Bukankah kau marah padaku?Kenapa malah mencium pipiku?"
"Karena kau menggemaskan,sebenarnya malam itu aku juga ingin kekamarmu.Tapi kau yang datang lebih dulu.Kau membuktikan keberanianmu.Kau juga yang rela pergi dan berkorban demi aku.Kau rela jauh dari sahabatmu dan hanya mengunci hatimu untukku.Ku acungi jempol atas pengorbanan besarmu."
Senyum lebar terkembang di wajah Darren.Darren meraih satu tangan Ariel dan mengecupnya berulang kali.Lalu tangan itu Darren tempelkan di dada kirinya."Selama jantung ini berdetak maka selama itu juga hanya kau yang berhak mengisinya dan membuatnya terus hidup."
"Haruskan kita berciuman sekarang?"Ariel menawarkan hal yang Darren inginkan.
Tanpa menunggu lebih lama,Darren menarik wajah Ariel dan membenamkan bibirnya tepat pada bibir Ariel.
Darren mencium bibir Ariel mesra pada Ariel yang masih duduk di pangkuannya.Seraya pesawat itu terbang,maka ciuman itu juga mengudara didalam pesawat antara Ariel dan Darren.
Cinta Darren dan Ariel yang sedang mengudara di atas awan penuh kebahagian setelah kepahitan perpisahan panjang.