A3

A3
RINDU



Ariel sudah berada di desa yang Calvin tujukan.Di sana,Ariel tinggal serumah dengannya.Ariel sudah sadar dan sedang menyuapi Ariel bubur.


"BRAK."Pintu kamar tiba tiba terbuka dan Vinny masuk.Ia kaget melihat ada wanita di kamar Calvin.Ia bergegas kerumah Calvin karena mendengar Calvin kembali setelah sebelumnya bilang kembali ke Taiwan.


"Si..siapa dia?"Tanya Vinny sambil melihat Ariel lalu Calvin bergantian.


"Kita bicara di luar saja."Jawab Calvin karena tidak mau Ariel terganggu.


"Baiklah."Vinny menatap lemah dan sedih.Ia melihat Calvin menyeka mulut Ariel dengan penuh kasih sayang.'Apa itu gadis yang dia sukai?Tapi kenapa dia ada disini?Dan bukankah gadis itu sudah punya kekasih yang juga sahabatnya?'


Banyak tanda tanya yang menghinggapi Vinny tentang kehadiran Ariel.


***


"Dia memang seperti yang kau pikirkan.Dialah wanita yang aku sukai."Calvin memberi jawaban atas sosok kehadiran Ariel.


Vinny melebarkan tatapannya."Tapi,bukankah dia kekasih sahabatmu?"


"Memang benar,tapi ada masalah dan sebuah kejadian yang membuatku harus membawanya kesini dan melindunginya."


Vinny lalu mematung mendengar jawaban Calvin.'Bagaimana dengan perasaanku?Kenapa dia harus repot repot menjaga kekasih orang lain?Aku berniat menyusulnya ke Taiwan dan mengungkapkan perasaanku,tapi ia malah kembali dengan gadis yang disukainya.' Vinny kecewa berat di buat Calvin.


"Tolong bantu aku merawatnya dan jadilah temannya.Kau dan dia sama sama seorang wanita,kalian pasti lebih bisa saling memahami."Calvin meminta tolong pada Vinny tanpa tahu arti tatapan Vinny padanya yang sangat jelas menyukainya.


Vinny lalu mengalihkan pandangannya."Tidak,kenapa aku harus mau?Kau tahu sendiri kan ,aku ini tidak ramah dan lemah lembut.Aku mungkin akan menghajarnya kalau dia macam macam."


Calvin sedikit tersenyum tipis,ia tahu jika mulut Vinny saja yang pedas tapi sebenarnya Vinny memiliki hati yang lembut."Baiklah,cukup kau lakukan dengan caramu saja.Aku minta tolong padamu ya."


Vinny lalu pergi dan berlalu,sedangkan Calvin masuk kedalam lagi menemui Ariel.


"Siapa gadis itu tadi?"Tanya Ariel heran.


"Dia temanku sejak aku disini."


"Aku rasa dia suka padamu dan tidak suka dengan kehadiranku."Ariel tentu lebih peka dengan perasaan wanita seperti dirinya.


"Tidak,dia hanya temanku.Anggaplah dia temanmu,dia orang yang baik kalau kau mengenalnya lebih jauh."Calvin menyangkal keras jika Vinny menyukainya.


Calvin memandang Ariel sejenak.'Andai saja kau tahu,aku masih sangat mencintaimu.Setelah merawatmu beberapa hari,perasaan itu datang kembali dan semakin kuat,aku tidak yakin bisa menyerahkanmu pada Darrena.Entah kenapa,aku malah senang saat kau menderita dan sakit seperti ini,saat kau bisa lebih dekat denganku dan tidak ada Darren di sekitar kita.'


Situasi Gawat mulai datang saat Calvin lagi lagi tidak bisa mengontrol perasaannya yang kuat pada Ariel.Ia mengutuk apa yang terjadi pada Ariel tapi juga mensyukurinya karena ia bisa menjadi dekat dengan Ariel.


***


Darren masih mendekam dibalik jeruji besi,ia masih harus menjalani sidang.Tidak semudah ini untuknya bisa keluar karena jerat ibunya yang berkuasa.


Kumis dan jenggot mulai tumbuh di wajah tampannya,mata Darren juga cekung dan wajahnya kelihatan tirus.Itu semua karena ia tidak tentu makan dan tidur karena memikirkan Ariel dan memikirkan keselamatan Ariel dari ibunya.


Sekarang,Darren berjalan gontai karena ada yang menjenguknya.Darren kaget karena yang menjenguknya adalah orang yang sudah menjebloskannya ke penjara,siapa lagi kalau bukan ibunya.


"Darren."Ibu Darren menyapa Darren dengan senyum ringan tanpa dosa.


Darren duduk dengan berbatasan meja dengan ibunya seolah tidak percaya dengan monster apa dia berhadapan sekarang.


"Apa ibu sudah membubuhi racun dimakanan ini agar aku mati juga?"Darren jelas melecehkan niat baik ibunya.


Ibu Darren lalu menaruh ponsel yang ada ditangannya ke atas meja dan menatap kesal.


"Kau pikir ibu jauh jauh kesini hanya untuk membunuhmu?Kau masih marah pada ibu?Ibu melakukan perbuatan yang benar dengan menjauhkanmu dari gadis kampung itu."Ibu Darren tetap tidak mau disalahkan disini.


Darren menggertak gigi menahan kesal.


"PRAK"Darren menepuk meja dengan dua kepalan tangannya.Darren lalu berdiri.


"Apa belum puas ibu menyakitiku seperti ini!!Apa belum puas saat ayah mati,kekasihku tertembak dan aku di penjara!!!Kenapa aku bisa punya ibu sekejam dirimu!!"Darren memaki keras ibunya diruangan itu hingga wajahnya memerah dan seakan lidahnya hendak melompat keluar.


Ibu Darren mengatur nafas dengan wajah kesal."Masih belum sadar juga rupanya,aku benar benar tidak bisa menjinakkan anakku sendiri.Haruskah aku benar benar membinasakan wanita itu baru kau akan menjadi manusia tanpa perasaan!"


"Coba saja!Maka aku akan ikut mati bersamanya.Aku berjanji,kalau ibu membuatnya mati maka saat itu juga ibu tidak akan punya putera lagi!"Darren berkata sungguh sungguh dengan mata berkaca.Air matanya ingin tumpah membayangkan jika sampai Ariel menderita lagi di tangan ibunya.


"Bodoh."Ibu Darren lalu pergi dari ruangan itu.Ia tidak mau meladeni puteranya yang tidak bisa patuh itu.


Darren duduk kembali sambil menangis tertunduk sedih.Rindunya pada Ariel sangat berat sampai membuatnya hampir gila.


Sama dengan Ariel yang saat ini menangis sendiri dikamarnya karena mengenang Darren.Ia memegang mata kalung pemberian Darren.


'Aku merindukanmu Darren,aku ingin berjumpa denganmu.Aku ingin bersamamu.' Ariel menangis pilu hingga membuat dadanya terasa sesak.


Betapa tersiksanya perasaan dan hatinya sekarang saat jauh dari pria yang hampir menikahinya.Betapa tersiksanya Darren juga saat harus berpisah dengan wanita yang sudah ia idamkan sejak lama.


Ujian demi ujian terus mereka hadapi namun kekuatan cinta keduanya tetap kuat dan tidak pudar.


***


Calvin masuk kekamar Ariel saat malam hari.Calvin mendekat pada Ariel yang sudah terlelap dengan mata sembab itu.


Calvin duduk ditepian ranjang.


"SREK."Ditariknya selimut Ariel keatas agar Ariel tidak kedinginan di cuaca dingin ini.


Calvin memandang sedih wajah Ariel yang habis menangis.


Calvin mendekatkan wajahnya lalu mengecup hangat Dahi Ariel.


Calvin mengira jika Ariel sudah tertidur lelap dan tidak sadar,ternyata Ariel hanya pura pura tidur dan merasakan jelas kecupan didahinya itu.


'Calvin,kenapa kau seperti ini?Apa yang harus aku lakukan padamu?Aku berhutang budi padamu dan aku juga sahabatmu.Perasaanmu belum juga luntur.Bagaimana aku akan menghadapimu seharusnya?' Ariel sangat bimbang karena Calvin masih seperti ini.Namun ia juga berhutang budi besar pada Calvin yang merawat dan melindunginya.


Calvin keluar dari kamar itu setelah mengecup dahi Ariel tadi.Ia merasa lebih hidup dan menikmati keadaan ini.


Tapi Vinny yang patah hati menghabiskan berkotak kotak tissu karena Calvin tidak akan bisa ia dapatkan lagi.


"Harusnya gadis itu menikah saja atau mati saja!Kenapa dia malah kesini!!!!"Vinny jelas membenci Ariel sekarang.