A3

A3
PINGSAN



Sherly yang dulu setiap harinya hanya berfokus berfikiran untuk mendapatkan Darren kali ini mulai berubah haluan dan ingin Jimmy yang berada di sisinya lagi.Sherly mulai menyadari arti keberadaan Jimmy yang selalu membuatnya tersenyum dan selalu menghiburnya.Sherly merasa sangat bersalah,telah menyinyiakan perasaan Jimmy selama ini dan lebih mengejar Darren yang bahkan tidak memiliki perasaan padanya.


Jam olahraga tiba.


Ariel,Jimmy,Darren dan Calvin mulai bermain tenis di lapangan.


Ariel berpasangan dengan Calvin dan melawan Jimmy dan Darren yang satu tim.Darren tetap ikut bermain walau awalnya sempat mencerca Ariel tadi.Darren malah dihantui rasa bersalah saat melihat wajah Ariel yang bersedih tadi.


Ariel sedang mencoba menggapai smash dari Darren yang sangat kuat,karena kekuatan bola yang kencang,Ariel lalu takut dan malah terdiam.Ariel memang jago di olahraga lari dan basket,tapi tidak untuk tenis.Ariel masih tidak begitu jago.


Ariel yang akan terkena smash dari Darren lalu di selamatkan Calvin.Calvin menghadang bola yang akan mengenai Ariel dengan punggungnya.


"PLUKKKKKK"Bola tenis itu benar benar mengenai punggung Calvin dan berbunyi cukup keras.


Ariel yang memandang wajah Calvin saat itu juga melihat wajah Calvin yang berkedut menahan sakit akibat timpukan bola di punggungnya itu.


Sayangnya,saat momen itu.Kelas D tempat Vivian berada juga kelas Ariel dulu sedang di jam olahraga juga.Vivian yang melintasi lapangan tenis melihat Calvin yang sedang melindungi Ariel dari bola itu dan mengorbankan dirinya.


Seketika Vivian memahami sesuatu.'Apa Ariel wanita yang Calvin sukai? Kalau di pikir pikir selama ini Calvin dan Ariel memamg semakin dekat dan selalu bersama.Tapi,Ariel tidak mungkin menusukku dari belakang sementara ia tahu jika aku menyukai Calvin.Mungkin ini hanya dugaanku saja,bukannya aku merendahkan Ariel tapi selama ini aku juga tahu jika selera Calvin adalah wanita wanita berkelas dan bukan wanita biasa.' Vivian mencoba menyangkal dugaannya.Padahal apa yang difikirkannya adalah kenyataan yang belum ia ketahui,jika gadis idaman Calvin adalah sahabatnya sendiri.


Jimmy dan Darren yang melihat kelakuan Calvin yang menyeleneh dan memanfaatkan kesempatan itu agak jengkel.


"Oiy,kau bisa saja memukul bola tadi dengan raketmu,kenapa juga harus menghadang dengan punggungmu segala hah?!"Jimmy lebih dulu menuai protesnya.


Darren hanya bisa memandang ke arah lain dan melempar tatapan muaknya melihat adegan tadi.


Calvin membalikkan badan dan menghadap sahabat sahabatnya."Hei hei,kenapa dengan wajah kalian yang kusut seperti belum di setrika itu?"Calvin malah mengguraui Jimmy dan Darren.


"Dasar playboy cap kecoak."Darren malah mengumpat Calvin.


"Biar saja,daripada kau.Pria polos."Calvin balas mengolok Darren yang belum pernah pacaran itu.


"Enak saja!!! Aku sudah pernah berciuman tahu!!! Darren malah keceplosan.


Ariel yang berdiri di belakang Calvin juga panik.'Dasar Darren bodoh!!! Kenapa malah sembarangan bicara!!!! Bagaimana kalau Calvin dan Jimmy sampai curiga dan mencari tahu!!!!' Ariel takut saja jika insidennya dengan Darren di perpustakaan itu sampai ketahuan.


"Apa katamu tadi? Ciuman?"Calvin mulai menanggapi serius dan Jimmy juga ikut mendekati Darren karena ingin tahu.


Darren menjadi kaku.'Kenapa bisa mulutku seenteng itu bicara!!! Kenapa malah menggali lubang kuburku sendiri?' Darren akhirnya sadar jika mulutnya sudah kelewatan saat bicara.


***


"Tapi bohong. Hahahhahaha" Darren berusaha keras membuat ekspresinya seperti kocak dan tertawa di buat buat."Aku hanya berbohong saja,lagipula aku sudah bilang kan kalau aku tidak tertarik pada wanita dan masih ingin fokus belajar."Darren berusaha berkilah dari maut yang ia buat sendiri.


"fiuhhhhhh." Calvin dan Jimmy sama sama menghembuskan nafas lega.


"Dasar aneh,aku kita kau bicara benar benar tadi.Melihatmu dengan perempuan saja aku tidak pernah,aku kira kau maksud tadi adalah cerita mimpi basahmu yang memang setiap pria yang akan dewasa mengalaminya."Calvin mengeluarkan pemahaman itu.


Tali satu kesamaan dari pemikiran Jimmy dan Calvin adalah yang menganggap wanita yang Darren cium itu tidak nyata.Mereka yang selalu bersama bahkan tidak pernah melihat Darren mentaksir wanita lalu bagaiamana caranya ia pernah berciuman? Tentu saja sangat tidak masuk akal.


Kali ini Darren terima saat dirinya yang ia rasa agung itu menjadi bahan tertawaan teman temannya kali ini.Di banding ia ketahuan sudah berciuman dengan Ariel.Sama saja itu bunuh diri untuknya.Tapi saat ini Darren dan Ariel saling bertatapan dan seolah memiliki bahasa sendiri.


Darren tidak bisa mengelak dari mata Ariel yang menatap dan menariknya seolah berterima kasih karena Darren telah menjaga semuanya.


***


"Jimmy,Sherly jatuh.!"Dari pinggiran lapangan,Eva sahabat Sherly sedang membantu drama yang di buat Sherly untuk menarik perhatian Jimmy.


Beberapa waktu sebelumnya,Sherly sengaja menyuruh Eva untuk mendorongnya di belakang sekolah tempat di mana ada lapangan tidak terpakai.Lutut Sherly sengaja di buat terluka dan lecet besar agar Jimmy iba.


"Cepat temui bidadarimu itu."Darren mengejek Jimmy yang dulu begitu memuja Sherly.


"SLAPPP." Saat itu,Ariel malah tiba tiba ambruk dan pingsan.Jimmy yang ada di dekatnya segera menangkap tubuh Ariel.


"Ariel,Ariel..kau kenapa?"Jimmy yang menahan badan Ariel panik.


Calvin dan Darren juga ikut panik.


"Badannya panas."Jimmy mengatakan hal itu setelah memegang dahi Ariel.


Tidak mau menunggu lama,Jimmy lekas menggendong Ariel ke UKS.Jimmy tidak lagi memedulikan Sherly yang sudah mengorbankan diri membuat drama bahkan sampai mengorbankan lututnya sampai terluka.


Ariel lah yang utama sekarang.Calvin dan Darren juga ikut ke UKS.


Eva kembali ke Sherly dan mengatakan apa yang sudah terjadi.


"Jadi lagi lagi,gadis kampung itu merebut perhatian Jimmy dariku? Pingsan? dia pingsan?"Sherly sudah mati kutu saking kesalnya."KURANG AJAR!!!!!!" Sherly berteriak keras karena harus kalah lagi dari Ariel.


Sherly bangun lalu pergi menuju UKS juga,Sherly akan memulai peperangan hari ini.Sherlu akan melabrak Jimmy langsung atas perlakuan tidak adil yang ia dapatkan setelah Ariel merebut perhatian Jimmy untuknya.


Sherly berjalan kencang dan sudah berterkad membuat keributan.Sherly masuk begitu saja ke ruang UKS dan melihat A3 yang sedang melihat Ariel yang terbaring tidak sadarkan diri.


A3 juga melihat kedatangan Sherly.


"Jimmy!!!!!"Sherly langsung memanggil Jimmy.


Jimmy menatap Sherly yang datang dengan lutut terluka itu."Sherly,obatilah lukamu." Jimmy setidaknya masih prihatin pada Sherly walau tangan Jimmy masih lebih mengkhawatirkan Ariel dan terus menatapnya.


"Kau mengacuhkanku karena gadis kampung yang bahkan hidupnya tidak berharga itu!!!! Kau membuatku merasa kalah dari orang seperti itu!!!" Sherly tidak bisa menjernihkan pikiran lagi dan membuat keributan di sana.


Jimmy tidak bisa diam lagi melihat Ariel di rendahkan seperti ini.


"Kau kenapa hah!!! Kenapa malah marah marah pada Ariel!!! Dia tidak mengusikmu!!! Aku mengacuhkanmu bukankah itu yang kau inginkan!! Dulu kau sendiri yang bilang tidak ingin aku berada di sekitarmu lagi.Kau tidak suka dengan kehadiranku dan aku yang selalu mengusikmu!! Sekarang aku bahkan tidak pernah memikirkanmu lagi!! Kenapa sekarang kau malah marah marah!!!"Jimmy membentak Sherly untuk pertama kalinya.