
Calvin masih terpukul dan menyendiri di pojokan sekolah.Calvin memilih bolos saat jam pelajaran karena toh pikirannya juga tidak akan konsen di ajak menyerap pelajaran.
"Apa aku jadi playboy lagi saja ya."Calvin bergumam sendiri sambil bersandar di dinding bangunan sekolah dan tangan di saku celana.Kakinya juga sesekali menendang nendang lantai semen tempatnya berpijak.
"Calvin."Vivian rupanya mengejar Calvin dan membuntuti Calvin karena mengkhawatirkan Calvin.
"Kau."Calvin menatap Vivian setengah kaget.
Vivian mulai melangkah mendekati Calvin."Apa kau baik baik saja?"
"Karena di campakkan dan Ariel sudah bersama Darren."Ujar Calvin seenteng bulu ayam terbang.
"I...iya."Vivian menjawab terbata dan agak takut karena mencampuri urusan pribadi Calvin yang sebenarnya tidak di dalam lingkup jangkauannya.
"Aku tidak baik baik saja,tapi aku juga memastikan kalau aku tidak akan bunuh diri hanya karena hal ini."Calvin menjawab dengan di bumbui candaan."Maksudku aku mencoba menerima semua ini.Ariel tidak bersalah dan sebenarnya tidak ada yang salah.Kau tidak perlu khawatir atau memprofokasi Ariel demi aku ya.Aku akan kelihatan menyedihkan jika kau lakukan itu.Karena kau sahabatnya,kau dukung dan pantaulah dia.Jika Ariel kesulitan dan mengadu yang bukan bukan,baru kau lapor aku."Calvin mengarahkan apa yang harus Vivian lakukan saat ini.
"Perasaanmu begitu kuat ya.Kau masih peduli pada Ariel."Sambung Vivian pada sosok Calvin yang mencoba kuat itu.
"Aku sedang rapuh saat ini,hanya saja aku juga tidak mau merusak kebahagiaan Ariel.Aku rasa sudah saatnya aku kembali ke gadis gadis yang menungguku di luar sana sambil menunggu hubungan Ariel rengggang.Hahahaha."Canda Calvin yang sepertinya bercampur dengan doa itu."Aku pergi dulu."Calvin lalu pergi dan melewati Vivian.
Vivian bisa merasakan betapa hancurnya perasaan Calvin saat ini sampai harus mencari pengalihan seolah dirinya kuat.'Semoga kau lekas menemukan seseorang yang cocok untuk menjadi tambatan hatimu Calvin.Aku akan berdoa setiap hari untuk itu.' Ketegaran Vivian yang patut di acungi jempol,ia rela dan ikhlas jika Calvin jatuh hati pada gadis selain dirinya asalkan Calvin bahagia dan tidak sedih seperti sekarang lagi.
***
Jimmy juga rupanya lebih memilih di ruangan seni dan membuat tembikar sendirian disana.Jimmy tidak bolos karena masih ada alibi untuk persiapan pameran sekolah dan latihan skill untuk unjuk gigi saat pameran nanti.Walau saat ini,Jimmy membuat tembikar lebih untuk melepas stress dan kekecewaannya.
"KREKK."Pintu ruangan itu terbuka karena ada seseorang yang ikut masuk dan bergabung."Boleh aku ikut disini?"Sherly lah yang menjadi tamu tak di undang itu.
"Silahkan saja,toh ruangan ini bukan milikku."Jawab Jimmy datar karena suasana hatinya sedang kacau.
Sherly lalu duduk di samping Jimmy."Kau sedang berlatih lagi?"
"Tidak juga,hanya mencurahkan emosiku saja."Jimmy masih ogah ogahan meladeni omongan Sherly.
Jimmy lalu menjeda sebentar aktifitasnya."Gadis seperti itu apa maksudmu? Karena Ariel miskin? Atau karena dia dari desa?"Jimmy mulai tidak senang lagi dengan kelakukan Sherly.
"Tepat sekali!! Kau juga merasa aneh kan kenapa dia bisa bersama Darren dengan latar belakang seperti itu.Apa dia menggunakan ilmu hitam ya?"Sherly semakin kacau dengan kata katanya.
"Jaga perkataanmu! Ariel bukanlah gadis seperti itu!!! Ariel 1000 kali jauh lebih baik darimu! Saat kau hanya memandang orang dari kelebihannya dan mencemoohkan kekurangannya maka akan berbeda dengan Ariel yang menutupi kekurangan orang lain dan selalu merendah diri pada diri sendiri di hadapan orang lain.Ariel mungkin tidak kaya harta,tapi asal kau tahu saja.Ariel itu kaya hati dan penuh kasih sayang.Darren yang sekeras batu karang saja bisa melunak olehnya.Tolong jangan berkata seperti itu lagi tentang Ariel.Bahkan kau juga tidak akan bisa sehebat dia bagaimanapun kau berusaha!"Jimmy menggertak Sherly dengan seluruh ketangkasan bicaranya.
"Kenapa kau juga sudah di buat buta oleh Ariel!! Kau bahkan tidak benci padanya setelah apa yang dia lakukan!! Kau tetap membelanya!! Tapi dulu,saat aku menolakmu karena suka pada Darren,kau bisa membeciku seperti sekarang!Kenapa kau sangat tidak adil padaku!!!!"Sherly juga ikut marah dengan nafas yang tidak beraturan.
"Karena kau dan Ariel itu berbeda!!! Kau selalu merasa dirimu hebat dan lebih dalam segala hal.Itulah yang membuatku muak dan berpikir jutaan kali kenapa dulu aku begitu bodoh memikirkanmu siang malam!!"Jimmy sudah tidak ingin lagi menahan semuanya.
"Aku memang seperti ini sejak dulu dan sebelum ada Ariel,kau sangat menyukaiku bagaimanapun aku.Semua hal yang aku buat kau anggap wajar karena itu hanya kenaifanku dan aku adalah seorang puteri manja yang memang seperti itu.Tapi sekarang kau kritik aku! Kau berubah dan kau hanya memandang semua kekuranganku itu!!! Baik,aku memang tidak lebih baik.Tapi apa gunanya kau lakukan ini semua!!! Toh Ariel juga tidak akan memuji walau kau membelanya dan dia tidak akan memilihmu juga!!!Kau hanya seperti keledai bodoh yang dungu dan ***** sekarang!!!"Sherly menyambar dengan kata kata pedasnya.
"Tidak masalah,walau ia tidak memilihku.Cinta tidak harus memiliki kan? Siapapun berhak untuk mencintai walau terbalas atau tidaknya.Aku akan membiarkan diriku mencintainya dan Ariel tidak perlu membalasnya.Aku bisa jatuh cinta sesukaku dan mengakhirinya kapanpun aku mau tanpa perlu terluka.Aku yang mengawali dan aku juga yang mengakhirinya."Jimmy tersenyum dengan pihannya juga perkataannya.
"Kau sudah gila dan tidak waras Jimmy!!! Aku rasa aku juga sudah bodoh karena suka pada pria menyedihkan sepertimu!!!! Baik!! Teruskan saja cinta menyedihkanmu itu!! Mulai hari ini,aku juga tidak akan suka lagi padamu!!! Dan yah,kau memang pria yang layak untuk di campakkan!! Bukan hanya aku tapi Ariel juga melakukan hal yang sama kan??!!! Terkutuklah kau!!"Sherly keluar dari ruangan itu dengan uraian air mata.
Jimmy kembali larut dengan tembikarnya dan tersenyum."Cinta memang tidak harus memiliki,karena ada hal tersembunyi dan rahasia yang bisa menjadi kepuasaan tersendiri saat kita merasakannya."Jimmy tetap memegang perasaanya dahulu untuk saat ini.
Walau sekarang Ariel sudah menjadi milik Darren,tapi Jimmy juga memiliki cerita rahasia di ruang seni ini yang ia simpan sampai sekarang.
Flash back.
Saat itu,Ariel menemani Jimmy yang membuat tembikar di ruangan ini.Ariel yang memerhatikan Jimmy lalu tertidur di ruangan itu.
Wajah Ariel yang tertidur di atas meja terpampang di depan Jimmy.Jimmy lalu menjeda mengerjakan keramiknya dan memerhatikan Ariel yang tertidur.
Saat itu,hanya ada mereka berdua di ruangan itu.Jimmy yang terbawa suasana lalu mendekatkan wajahnya pada Ariel.'Tidak apa apa kan aku lakukan ini?? Bukannya aku egois atau mesum,hanya saja aku benar benar menyukainya.'
Jimmy lalu semakin mendekat dan menambatkan sebuh ciuman di pipi Ariel tanpa Ariel ketahui.Saat itulah,Jimmy merasakan kedamaian yang luar biasa dan juga menyerahkan dirinya untuk di sandera oleh Ariel.Jimmy dengan sukarela menjadi tawanan cinta Ariel.