
Ariel sedang bekerja paruh waktu bersama Vivian.
Calvin rupanya tahu jika Ariel bekerja paruh waktu.
Ia lalu menjadi pelanggan di tempat Ariel bekerja.
Saat Ariel mengantar buku menu,ia terkrjut melihat Calvin yang datang."Calvin."Ariel segera menyapa Calvin.
Vivian juga rupanya melihat Calvin saar berlalu lalang di restoran itu.Vivian berdiri disamping Ariel dengan seringai senyumnya karena memandang Calvin.
Ariel menoleh dan melihat sahabatnya itu kelihatan bahagia.'Benar,Vivian kan suka pada Calvin.Dia pasti senang melihat Calvin di sini.'
Tapi Ariel tidak tahu jika maksud hati Calvin datang ke restoran itu adalah untuk bertemu Ariel.Calvin tertarik pada Ariel dan bukannya Vivian.
Ariel lalu berinisiatif sesuatu."Vivian,layani dia..Biar aku urus pelanggan yang lain."Ujar Ariel sambil mengedipkan mata.
"Eh??Tapi..."Vivan nampak malu malu tapi mau.
Ariel segera berlalu dari hadapan Calvin dan meninggalkannya berdua dengan dengan Vivian.Calvin melihat Ariel yang mejauh pergi dan agak kecewa.
"Calvin..mau pesan apa?"Vivian berusaha semanis mungkin pada Calvin.
"Aku pesan Mie seafod pedas saja."Jawab Calvin datar.
"Baiklah."Vivian mencatat pesanan itu dan pergi.
Siapa sangka ternyata Calvin masih menunggu di luar hingga Ariel pulang kerja.
Calvin mengintai dari dalam mobilnya dan saat melihat Ariel keluar dengan rambut tergerai
.favoritnya itu.Calvin segera keluar dari mobil untuk menyapa Ariel."Ariel...."
Ariel menoleh kebelakang mendengar suara yang memanggilnya itu.
"Calvin??Kau rupanya??"Ariel kira siapa yang tadi memanggil namanya.
Ariel dan Calvin saling tersenyum saling berpandangan.
Ujung ujungnya,Calvin memberi Ariel tumpangan untuk pulang dengan mobilnya.Di dalam mobil Ariel yang biasanya periang dan banyak bicara malah diam dan terlihat pucat.Hal itu membuat Calvin khawatir."Ariel,apa kau sakit??"
Ariel menggeleng dan memberitahukan alasannya."Aku mabuk Calvin."Kau tahu kan aku ini kampungan,terkena Ac mobil seperti ini membuatku ingin muntah saja.Aku lebih suka naik motor atau jalan kaki."
Mendengar Ariel yang jujur dengan polosnya membuat Calvin tidak kuasa menahan tawanya.Ariel juga tersenyum mengakui sikapnya yang kampungan di hadapan Calvin.
Ariel lalu meminta mobil itu di hentikan dan keluar.
Rupanya,Ariel muntah sejadi jadinya di pinggiran taman itu.Calvin membantu menepuk nepuk punggung Ariel."Ariel..Ariel..kau benar benar menakjubkan.Jika Darren tahu,ia juga pasti akan menertawakan dan mengolokmu."
Ariel tidak mampu menyahut omongan Calvin karena sibuk mengeluarkan semua isi perutnya.
Akhirnya keduanya memutuskan untuk jalan kaki saja.
"Calvin,jangan bilang pada siapapun ya tentang kejadian ini,apalagi pada Darren.Si pemangsa buas itu pasti akan menertawakanku hingga lidahnya copot."Ariel memeperingatkan Calvin..
"Haticimmm.."Darren yang sedang belajar tiba tiba bersin."Entah siapa yang membicarakanku saat ini."
Darren lanjut belajar kembali tanpa tahu yang membicarakannya adalah musuh bebuyutannya.
Ariel dan Calvin memutuskan jalan kaki saja.
Ia meminta supirnya untuk pulang dan akan pulang dengan taxi nanti demi menemani Ariel.
"Ariel,aku akan membeli motor.Tapi kau harus mau di bonceng olehku ya."
Ariel menatap Calvin."Hebat,kau akan membeli motor demi bisa memboncengku???"
Ariel mengira itu hanya candaan receh dan tidak menganggapnya serius.
"Baik,belilah motor yang bagus.."Sebut Ariel asal.
"Tentu saja.Tapi,Ariel ada yang ingin kutanyakan."Wajah Calvin kelihatan serius.
"Apa itu?Katakan saja."Jawab Ariel santai.
Calvin mulai bertanya."Kau sangat keren karena berani terhadap Darren.Padahal semua orang juga tahu jika Darren adalah singa sekaligus raja di sekolah itu.Tapi nyatanya kau santai saja dan sama sekali tidak takut."
Ariel menatap kedepan dan menjawab pertanyaan itu."Aku bukannya tidak gentar atau takut.Sebenarnya aku sangat takut dan peduli dengan semuanya.Aku hanya pura pura kuat dan cuek padahal semua yang aku ucapkan adalah kebalikannya.Aku takut dikeluarkan,di tindas dan direndahkan jadi aku memaksa diriku kuat untuk menutupi ketakutanku itu.Aku sadar aku bukan siapa siapa dan tidak punya apa apa,tapi bukan berarti orang orang sepertiDarren bisa merendahkanku seperti sampah.Aku akan menjadi rumput liar yang bisa tumbuh dimana saja dan bisa bertahan dimedan apapun."
"Kau benar benar keren Ariel."Calvin betepuk tangan memuji Ariel.
Sejak malam itu,Calvin dan Ariel memutuskan berteman.Calvin mengantar Ariel sampai ke rumahnya.
Di tempat lain,Vivian sangat senang karena tadi bertemu Calvin.Wajah tampan Calvin saat memesan tadi selalu terbayang olehnya.Tanpa Vivian tahu,yang sebenarnya di bidik Calvin adalah sahabatnya,yaitu Ariel.
Di sebuah restoran,Jimmy juga sedang mentarktir Sherly makan malam yang mewah.Anak anak SMA yang berduit itu menikmati hidup mewah dengan uang orang tua mereka.Menikmati makanan mewah dan itupun mereka makan dengan malas malasan dan terkadang tidak mereka sentuh semua hidangannya.Di tempat lain,Ariel saat ini sedang lahap lahapnya makan dengan hanya semangkuk nasi dan sayur tumis.Ia berdoa sebelum makan dan menghabiskan makananya tanpa tersisa sebutir nasipun.Ariel sangat bahagia dan bersyukur dengan apa yang di santapnya itu.
Calvin juga merasa terkesan setelah mengetahui kepribadian Ariel yang hebat dan mandiri.Walau hanya orang biasa tapi ia tidak mau menjadi orang lemah yang hanya menerima jika ditindas.Calvin pulang ke rumahnya dengan taxi.Sepulangnya ke rumah, lagi lagi pemandangan yang dilihatnya adalah pertengkaran ayah dan ibunya saja.
Calvin langsung naik ke atas tanpa mempedulikan pertengkaran itu.
Darren si ketua A3 sibuk dengan pelajaran pelajarannya.Ia juga menyempatkan diri melihat ponsel dan memandang foto kedua orang tuanya.
"Ayah,ibu.Aku berjanji akan menjadi penerus yang hebat dan tidak akan mengecewakan kalian."
Darren tersenyum memandangi foto ayah dan ibunya yang sedang bermukim di luar negeri itu.
Kesokan paginya,semua murid sekolah seperti biasa.Ariel baru saja memasuki ruang sekolah dan tidak lama mobil Darren berada di belakangnya dan mengeklason kuat Ariel.
TOTTTTTT...
Klakson itu mengagetkan Ariel dan membuatnya berbalik.
"Astaga!!Mengagetkan saja!!"Bentak Ariel kesal menatap mobil dan pemiliknya yang sama sama mengesalkan itu.
Darren keluar dari mobil itu dengan menenteng tas yang sudah diisinya dengan buku buku yang berat.Darren berjalan ke arah Ariel dan melempar tasnya pada Ariel.
Ariel segera menangkapnya."ssshhh..berat sekali.."
Badan Ariel sampai membungkuk karena membawakan tas Darren itu.Darren tersenyum didepan dan Ariel dengan wajah kesal di belakang.
Sesuai kesepakatan,Ariel akan menjadi pesuruhDarren selama 2 bulan dengan imbalan uang sekolah gratis juga mendapat gaji sebagai pesuruhnya.
Baru memasuki sekolah.Ariel dan Darren terhenti sebentar karena kerumunan ramai di hadapan mereka.Hal itu karena ada seorang murid yang ingin bunuh diri dari lantai teratas gedung itu.
Gadis itu tidak lain adalah gadis yang waktu itu Darren permalukan saat mencoba memberinya roti.
Ia sangat malu dan putus asa karena setelah kejadian itu menjadi bahak olok olokan satu sekolah dan terus di rendahkan.
Ariel menatap Darren di sebelahnya."Hei,lakukan sesuatu.Ini semua karena ulahmu!!"
Tapi Darren hanya cuek dan menjawab dengan santai."Biarkan saja,Dia hanya pecundang yang lemah.Lagi pula itu pilihannya karena berfikiran pendek.Aku tidak pernah memintanya bunuh diri."
"Kau jahat sekali Darren!!Bagimu dia memang tidak berharga,tapi bagi orang tuanya dia adalah anak yang berharga."Ariel tidak percaya dengan tanggapan Daren tadi seolah rasa kemanusiaan sudah mati di dalam dirinya.
Darren menatap Ariel dengan datar dan angkuh."Aku tidak peduli."
Ariel tidak percaya dengan apa yang dilakukan Darreen,ia sama sekali tidak memiliki rasa belas kasihan.'Kejam!!!'
Kata itulah yang terucap di batin Ariel saat melihat Darren