A3

A3
TIPE PRIA



Sherly kesal saat tahu Ariel di undang ke rumah Jimmy."Enak saja gadis kampung itu bisa menginjakkan kaki di rumah Jimmy,kenapa juga dia di sana???"Sherly juga sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Jimmy walau tidak di undang,ia akan tetap menyerobot masuk dan berusaha membuat citra baik di depan orang tua Jimmy.


Di kamar Jimmy....


"A....aku menang lagi.Aku rasa kalian semua memang payah."Ariel terus menang dalam bermain kartu.


Wajah Darren,Jimmy dan Calvin sudah putih karena di poles bedak.Ariel terus tertawa melihat wajah anggota A3 yang sudah terlumur bedak itu.


"Aku hanya mengalah dan tidak mau sampai wajahmu yang terlumur bedak ini Ariel."Calvin membuat alasan konyol terkait kekalahannya.


"Bisa saja kau!! Kau itu memang tidak pandai bermain kartu,yang kau pandai itu kan hanya bermain hati dengan para wanita."Darren menyanggah omongan Calvin yang coba menggoda pacarnya tadi.


"Kau!! Kau yang genius saja yang paling sering kalah di sini! lihat! Mukamu sudah seperti pelawak dan tidak ada lagi wajah si Darren yang super genius di sana."Calvin balas meledek Darren.


"Sudah sudah jangan berdebat,kita sebagai pria memang harus mengalah pada kaum perempuan."Jimmy menengahi dengan pemahamannya.


"Kalian semua hanya mencari alasan,sudah jelas disini aku memang hebat dan bisa mengalahkan kalian."Ariel tidak terima seolah dirinya memang di buat menang disini.


'Tentu saja kau selalu menang,karena di sini kaulah ratunya.' Darren memandang Ariel yang duduk dekatnya.


"Ariel,tipe pria seperti apa yang kau sukai?"Jimmy tiba tiba menyela saat Darren sedang terpesona pada Ariel.


Ariel lalu duduk menegak."Aku tidak tahu persis karena aku belum ada niat untuk pacaran."Ariel gugup karena harus berbohong saat ini.Padahal ia jelas jelas sudah pacaran dan menjadi kekasih rahasia Darren.


"Cinta saat sekolah itu mengesankan Ariel,apa tidak ada juga yang kau sukai di sekolah?"Calvin memancing pertanyaan agar Ariel menjawabnya.


Mata Ariel mulai mendelik kiri dan kanan.Calvin dan Jimmy berharap Ariel menyukai salah satu dari mereka tanpa tahu pemilik hati Ariel adalah Darren.


Darren juga menatap Jimmy dan Calvin sudah seperti menunggu pengumuman pemenang lotre itu.'Dasar pria pria menyedihkan,kalian itu tidak akan menang dari ketua kalian ini.' Jika saja keadaan tidak seperti ini,Darren ingin sekali menunjukkan jika ia adalah pria pilihan Ariel.


"Aku belum memikirkan seperti apa pria yang aku suka,yang jelas pria itu harus bisa menerima aku apa adanya dan menerima juga latar belakangku.Aku hanya ingin kisah cinta sederhana tapi serius dan bertahan lama.Kalau bisa,sampai ke jenjang serius pernikahan, karena mendiang orang tuaku dulu berpacaran sejak SMA dan terus berlanjut hingga menikah dan aku lahir.Ayah dan ibuku sama sama terjerat cinta pertama dan jadi cinta terakhir mereka juga."Ariel sedikit bercerita tentang kisah cinta ayah dan ibunya.


Darren mulai menyeletuk."Kalau begitu Jimmy apalagi Calvin tidak akan lulus karena cinta pertama mereka bukan dirimu."


"Jadi kau mau mencalonkan diri karena di antara aku dan Jimmy hanya kau yang masih polos dan belum pernah pacaran." Calvin menanggapi lain omongan Darren tadi seolah ia menyebutkan disini ialah yang berpeluang menjadi orang yang di sukai Ariel.


"Tentu saja tidak!!!"Darren pura pura membantah keras karena mulutnya yang tidak bisa terkontrol saat bicara tadi."Bagiku,jika aku pacaran tentu saja wanita itu harus jelas bibit,bebet dan bobotnya yang terpenting dia harus cerdas! Kalian tahu sendiri kan aku benci dengan orang bodoh."


"Kenapa berlebihan sekali,kami juga tahu jika kau yang paling tidak mungkin menyukai Ariel disini, karena cinta pertamamu hanya buku pelajaran yang membuatmu bisa lupa diri."Jimmy melihat reaksi Darrren yang berlebihan dan mulutnya yang menyambar seperti kereta api lewat tadi.


Walau begitu,Ariel tetap sedikit sedih.'Dia hanya membuat alasan,tapi kenapa aku sangat ambil hati?' Ariel memilih mengalihkan pandangan saat Darren menatapnya.


'Ariel pasti tersinggung karena ucapankun tadi,tapi aku benar benar tidak ada maksud sama sekali untuk menyakitinya dengan omonganku.' Darren tahu jika Ariel sedang marah padanya sekarang dan Darren belum bisa melakukan apapun karena masih ada Calvin dan Jimmy.


***


Eva lalu membalikkan badannya dan menatap langit langit kamarnya."Kenapa dia seperti itu padaku? Padahal aku selalu di dekatnya dan memperhatikannya dari jauh.Dia juara 1 dan aku juara 2.Selalu seperti itu saat kami di sekolah dasar dulu hingga sekarang.Aku pintar,cantik dan juga dari keluarga terpandang.Aku tidak seperti Sherly yang selalu mengusiknya.Tapi kenapa hanya menerima cokelat dariku dia tidak mau? Kenapa?" Eva menangis pilu di tempat tidurnya.


Eva sudah menyimpan perasaan pada Darren sejak di sekolah dasar dulu.Sejak sekelas dengan Darren yang pintar,populer dan sangat tampan itu, Eva sudah menaruh hati padanya.Eva akan selalu sekolah di sekolah yang sama dengan Darren juga mati matian belajar agar Darren memandangnya.


Tapi,Darren bahkan tidak pernah bicara padanya atau melihatnya.Sampai Eva bahkan menjadi sahabat Sherly yang menyukai pria yang di sukainya.


Eva sangat sedih dan kecewa sebenarnya,tapi dengan berada di dekat Sherly yang agresif.Eva akhirnya bisa di akui keberadaannya oleh Darren.Eva sering diminta Sherly untuk menyampaikan salam dan memberi barang yang Sherly beri untuk Darren.Bisa di bilang,Eva adalah kurir Sherly.Tapi Eva senang karena ia bisa terus bertemu dan berada di dekat Darren.


Sekarang saat ia mendekati Darren dengan usaha mandirinya,ia malah harus kecewa karena tidak sedikitpun ada hal manis yang Darren tunjukkan.


"Sherly saja terus berusaha dan tidak malu.Kenapa aku yang baru di percobaan pertama sudah begini? Dia bukan menolak perasaanku.Dia hanya menolak cokelatku.Aku tidak boleh putus asa.Aku harus berubah jika memang ingin memulainya dengan sungguh sungguh."Eva lalu menatap dirinya di kaca dengan rambut yang selalu di kuncir dua dan kaca mata berlensa tebal itu.


Eva bagun lalu melepas kuncirnya dan mematahkan kaca matanya.Eva berniat mengubah penampilannya dahulu.Eva menghampiri kakaknya dan meminta kakaknya yang cantik membuat penamipilannya berubah.


"Sudah dari dulu kakak memintamu merubah penampilanmu itu Eva.Kau itu sebenarnya sangat cantik."Kakak Eva menyambut positif adiknya yang ingin berubah.


"Aku percayakan padamu dan buat aku jadi secantik mungkin kak.Aku akan memikat hati seseorang dan penampilanku yang seperti ini tidak akan membuat hal itu berhasil."Eva memandang kakaknya yang seorang supermodel itu dengan sungguh sungguh.


"Baiklah,ikut saja aku.Aku akan membuat kau bahkan tidak akan percaya jika nati yang ada di bayangan cermin itu adalah dirimu."Kakak Eva lalu membawa Eva pergi entah kemana,yang jelas untuk merubah total penampilan Eva.


***


"Hai semua."Sherly tiba tiba sudah masuk ke kamar Jimmy.


Ariel,Darren,Jimmy dan Calvin melihat ke arah Sherly bersamaan.


"Kenapa kau ada disini?" Jimmy si tuan rumah mempertanyakan keberadaan Sherly di rumahnya.


"Aku hanya mampir karena mau meminjam catatan sastra mandarin tadi."Sherly sudah mempersiapkan alasannya.


Jimmy membuka tas lalu menarik buku catatannya dan memberinya pada Sherly.


"Ini,pakai saja."Jimmy menyodorkan buku itu.


Sherly mengambilnya."Kau tidak memintaku tinggal atau bergabung disini?"Sherly bertanya dengan penuh harap.


Jimmy terdiam dan belum menjawab apa apa.


Sedangkan Darren melihat kesempatan saat perhatian Jimmy dan Calvin tertuju pada kehadiran Sherly.


Darren meraih telapak tangan Ariel dan menulis "maaf" dengan jarinya di sana.


Ariel kaget dan memandang Darren.Ariel tersenyum karena Darren menyadari kesalahannya.