A3

A3
BERITA UTAMA MEDIA



"Cekrek."Tepat saat itu,saat Calvin sedang mencium Ariel,seorang paparazi mengambil foto tanpa sepengeahuan mereka.Foto ini akan menjadi bahan untuk membuat skandal terbaru Calvin.


Calvin melepas bibirnya dan melihat Ariel sudah berlinang air mata.Calvin lalu ikut sedih.


"Kenapa?Apa aku menyakitimu?Apa aku sudah bersalah setelah menunjukkan perasaanku yang sebenarnya?"Calvin dengan mata berkaca menanti jawaban Ariel.


"Maaf."Hanya itu yang tercetus dari bibir Ariel sambil memejamkan matanya sejenak penuh penyesalan karena tetap tidak bisa menerima Calvin.


Tangan Calvin terjatuh lemas.'Aku di tolak.Setelah mengumpulkan segenap keberanian aku tetap di tolak.Apa ini saja akhir dari usahaku?' Calvin terpukul dan merasa hatinya sudah retak berkeping.


"Hei,itu tadi hanya adegan di naskah.Kau tahu kan itu tidak serius.Kecupan seperti itu hanya sebagai tanda sapaan di luar negeri.Aku hanya bercanda saja,terima kasih sudah menemaniku berlatih,jangan anggap serius."Kilah Calvin berpura pura kuat namun tidak bisa membenci Ariel.


Ariel masih menangis dan menatap Calvin."Tolong jangan benci aku."Seru Ariel dalam dan takut di tinggalkan.


"Tidak,tidak akan.Aku tidak akan bisa dan tidak akan pernah meninggalkanmu walau langit runtuh sekalipun."Calvin hanya bisa berkata demikian.


Ariel tetap di hantui rasa bersalah.Bertahun tahun kepergian Darren,tetap hanya Darren yang memiliki kunci untuk hatinya.


***


"Kenapa kau potong rambut?Kenapa tidak memberi tahuku juga?"Sherly yang baru di gendong Jimmy ke tempat tidur setelah tadi jatuh dari kursi roda lalu mengomentari penampilan baru Jimmy.


"Oh ini,Calvin dan Ariel bilang rambut panjangku tidak cocok dan seperti perempuan.Jadi aku memangkasnya,dah yah aku suka.Kepalaku jadi terasa lebih ringan."Terang Jimmy santai.


Sherly lalu memejamkan matanya sebentar dan membukanya kembali.Sherly seperti menggeram tertahan."Bukankah aku bilang aku menyukai rambut panjangmu?Apa tanggapan dariku tidak cukup untukmu dan kau lebih memedulikan tanggapan orang lain?"


"Tidak,bukan begitu."Jimmy mulai kalut karena suasana hati Sherly memburuk.


"Keluar,aku mau istirahat."Sherly sudah marah dengan wajah masam.


Jimmy tidak punya pilihan selain pergi seperti kemauan Sherly."Baiklah,istirahatlah dan selamat malam."


Sherly lalu menangis sepeninggal Jimmy.'Kenapa membiarkanku sendiri?Kenapa tidak membujuk dan menenangkanku terlebih dulu?Setiap kali aku memintanya pergi,ia akan langsung pergi tanpa mencoba berusaha lebih dulu.Padahal yang aku ingin ,ia tetap tinggal dan berjuang maaf untukku.Sekarang Jimmy hanya seperti robot atau anjing peliharaanku,dia memang menurutiku dan selalu ada didekatku,tapi ia tidak memiliki perasaan dan hanya mau di ajakkku bermain saja.'


Sherly merasa buruk pada hubungannya yang tetap hambar dan tanpa perkembangan.Semuanya tetap biasa saja.


Tidak ada pertengkaran serius karena Jimmy selalu mengalah.Tidak ada sebuah loncatan untuk ke taraf hubungan yang lebih serius.Hubungan ini hanya hubungan jalan di tempat sebagai balas budi semata.


Sherly membuat lobang,dimana ia menjebak Jimmy di dalamnya.Jimmy tidak bisa keluar dan hanya bisa berdiam di situ hingga akhir nanti.


Ini risiko cinta terpaksa yang di mulainya.Inilah ganjaran pengorbanan tidak tulusnya yang terlalu mengharapkan imbalan dan berharap terlalu tinggi.


***


Media di Taiwan di kejutkan dengan foto Calvin semalam.Calvin menjadi buruan media.


Calvin dan menejer juga agensinya di buat panas karena ulah kurang ajar paparazi itu.


"Sial!!!Paparazi lancang!!!Beraninya dia!!!"Calvin melihat dan membaca artikel online yang menjadi trending.Dimana foto ia dan Ariel semalam di jadikan berita hangat pagi ini.


"Jadi bagaimana Calvin?"Tanya menejer Calvin.


"Seret paparazi itu dan tuntut dia.Aku tidak menerima ganti rugi!Ia harus mendekam di penjara atas perbuatannya.Minta agensi untuk menyetop dan menghentikan artikel artikel yang telah tersebar dan menariknya kembali.Hubungi juga wartawan,aku akan melakukakan klarifiksi untuk pers nanti."


"Baik Calvin."Menejer Calvin segera bertindak.


Calvin yang biasanya acuh kali ini tidak bisa tinggal diam.Ia semua karena Ariel terseret kedalamnya.Ia tidak mau nama baik Ariel tercemar dan menjadi korban.Calvin lalu pergi untuk memastikan keadaan Ariel sekarang.


***


Suasana menjadi canggung antara Ariel dan Vivian di restoran itu.Keduanya sudah membaca artikel yang tersebar di media online.


Vivian sangat sedih saat tahu Calvin mencium Ariel.Ariel juga tidak berani membuka restoran karena penggemar Calvin semakin banyak di luar melakukan demonstrasi.Mereka marah karena Ariel berciuman dengan Calvin.Mereka merasa Ariel tidak pantas dengan Calvin.


Restoran Ariel bahkan di lempari tomat dan telur busuk.


"Ariel,sejak dulu dia memang menyukaimu.Aku sudah tahu itu.Hanya saja aku sedikit terguncang dan terkejut saat ia baru menyatakan perasaan denganmu dengan cara seperti itu pula.Kau beruntung Ariel.Kau memiliki sesuatu yang aku inginkan,tapi kau menolaknya.Calvin pasti sangat terluka.Tapi,aku juga tahu diri,aku tidak ada hak untuk mencemaskannya karena aku bukan siapa siapanya."Vivian bicara dengan lemah lembut,namun di sisipi tekanan dan emosi di dalamnya.


Ariel tahu jika Vivian memendam kesal padanya.'Kenapa kau selalu menahannya.Kenapa tidak kau tumpahkan dan lampiasksan saja marahmu padaku Vivian.' Ariel menatap pilu pada Vivian.


Calvin tidak berselang lama datang dan membubarkan masa.Ia juga membawa pengawal untuk berjaga di depan restoran Ariel takut penggemarnya ada yang anarkis.


"Calvin,yang kau lakukan seperti memperkeruh suasana.Jika kau kesini,mereka akan semakin marah.Kau di anggap terlalu melindungiku."Ariel agak tidak mendukung sikap berlebihan Calvin kali ini.


"Aku tidak peduli!Aku mau kau aman,aku tidak ingin terjadi apa apa padamu.Biarkan penjagaku berjaga di luar sampai semuanya kembali aman.Aku akan membereskan media dulu."


"Makanlah sebelum kau pergi,akan aku siapkan untukmu."Ariel juga tidak bisa setega itu pada Calvin yang sudah sangat mengkhawatirkannya.


'Aku hanya seperti batu disini,aku benda mati yang tidak di anggap.' Vivian hanya bersedih sendiri di dapur.


Calvin senang karena Ariel tetap memperhatikannya.


"Aku akan mengantar pesanan dulu."Ariel sudah menenteng banyak pesanan di tangannya.


"Ariel.,kau tidak lihat di luar?"Calvin geleng geleng kepala pada Ariel yang tidak kenal takut.


"Aku akan lewat pintu belakang Calvin.Aku harus tetap mencari nafkah.Sampai jumpa."Ariel lalu pergi dan mengantar pesanannya.


Ariel tidak peduli denga massa di luar karena ia tetap harus bertahan hidup.Ariel tetap mengantar pesanan pelanggannya karena belum bisa membuka restoran.


Tapi,pesanan itu ternyata di antat ke perusahaan Darren,dimana Darren berada di sana tanpa Ariel tahu.


Ariel sudah sampai di perusahaan itu dan mengantar pesanannya.Setelah mendapat bayaran dan berniat pulang,ia tidak sengaja berbalik dan bertabrakan dengan karyawan yang membawa kopi sambil memainkan ponsel.Sebernarnya karyawan itu yang salah.


"Kau taruh dimana matamu!!!"Karyawan itu marah pada Ariel.


"Maaf,aku minta maaf."Ariel juga kaget dan panik.


"O...tunggu,kau gadis yang bericiuman dengan Calvin itu kan?"Si pria memerhatikan Ariel dengan seksama."Ternyata benar,itu kau.Wah,kau akan jadi artis dan terkenal nanti.Ayo foto bersama."Pria itu lalu berusaha merangkul Ariel dan mengajaknya berfoto.


"Tidak,jangan tuan."Tapi Ariel mengelak dan menolak.


"Eiy,ayolah.Kita buat skandal dan sensasi juga.Aku juga akan terkenal nanti.Mari bekerja saja."Tapi pria itu tetap ngotot dan tidak sopan.


"Tidak!!!!"Ariel lalu mendorong pria itu hingga jatuh.


"BRUKKK."Pria itu jatuh ke lantai.


Ariel kaget dan ketakutan.


Pria itu bangun dengan rona marah."****** kurang ajar."Tangan pria itu sudah melayang ingin menampar Ariel.


Ariel sudah menutup matanya.


"SKAAAK."Tangan pria itu di tahan seseorang.


"Hentikan!!!Dilarang melakukan kekerasan di perusahaan ini!!Kau di pecat!!"Seru suara itu lantang.


"Direktur."Seru pria itu ketakutan.


Ariel juga membuka matanya mendengar suara yang tidak asing di telinganya.


"Darren."Terlepas begitu saja saat Ariel melihat Darren yang menyelamatkannya dan menahan tangan pria itu.


Darren juga menatap Ariel.Darren baru tahu jika wanita yang di tolongnya adalah Ariel.


Pria brengsek itu sudah dibawa petugas keamanan.


Tinggallah Ariel dan Darren yang saling berpandangan sekarang.