A3

A3
JANTAN



Calvin melihat dar kejauhan Ariel yang sedang bersama Darren.


Tangannya yang memegang 2 es cream dan berniat memberinya untuk Ariel satu sepertinya harus di urungkan.


Calvin lalu melihat seorang gadis kecil melintas.


"Hai nona manis,ini,aku berikan es cream untukmu."


"Terima kasih kak."


Gadis manis itu mengambil es cream jatah Ariel.


Calvin berusaha tersenyum mengobati luka perih di hatinya.


"HAP."Entah dari mana datangnya dan seperti angin.Jimmy datang dan menancapkan gigitan besar di es cream milik Calvin.


"Hei!!! Ini es creamku."Protes Calvin galak.


"Aku hanya meminta sedikit."Jimmy kegirangan karena membuat Calvin kesal.


"Kau dan mulut besarmu sudah memakan setelah dari es creamku tahu!"Calvin melihat es creamnya yang banyak berkurang dan berakhir hilang di mulut Jimmy.


"Sudah sudah,jangan berdebat lagi.Kau sedang melihat Ariel dan Darren pacaran ya."Sherly ikut menyambung akhirnya.


"Aku dan Jimmy adalah pria pria menyedihkan yang mengejar gadis milik orang lain."Calvin meratap sambil melihat biang lala yang berputar itu.


"Tapi jika mereka berpisah,aku juga tidak tega.Mereka juga sahabat kita.Jika di pisahkan,mereka akan sedih dan menderita."Jimmy lebih bijak dalam pola pikir dan bicara.


Sherly menatap 2 pemuda yang dulu terkenal hebat itu,sekarang malah sangat menyedihkan karena masalah cinta sepihak.'Calvin si playboy insaf dan Jimmy,cinta tak sampaiku yang kharismanya bisa luntur saat keperacyaan dirinya hilang akibat menyukai pacar sahabatnya.'


Sherly mematung seperti orang bodoh memandang keduanya.


***


Malam harinya,Darren,Calvin dan Jimmy berendam di kolam pemandian air hangat untuk pria.


Tubuh atas mereka yang tidak tertutupi apapun nampak indah memamerkan dada putih dan mulusnya.Wajah ketiganya juga bekeringat karena uap hangat dari kolam itu.Namun ketiganya yang terlihat tampan itu malah kelihatan seperti dewa yang turun ke bumi untuk mandi.


"Nyaman sekali."Calvin menikmati air hangat yang menghilangkan lelah dan penatnya setelah seharian bermain di taman bermain itu.


"Inilah surga saat semuanya terasa nyaman dan yang terlihat semuanya indah."Darren ikut menyambung.


"Indah apa maksudmu? Dadaku atau dada Calvin yang kau sebut indah tadi?"Jimmy mulai melucu yang bukan bukan.


"Ssshhh."Darren mendesis."Cukur saja bulu ketekmu yang lebat itu! Mengganggu pemandangan saja."Darren menjawab ketus namun setengah tertawa.


"Bukankah para gadis juga sedang berendam air panas sekarang."Kata kata Calvin memancing sesuatu.


Darren,Jimmy dan Calvin mulai berpikiran mesum dan membayangkan Ariel yang sekarang berendam tanpa busana.


Jakun Darren naik turun karena menelan ludah berkali kali.'Tubuh Ariel saat ini pasti sedang terkena uap air hangat dan berkeringat sekarang.Bukankah itu sangat seksi jika di pandang.'


'Ariel dengan rambut tegerai dan merendam diri di air.Tidakkah dari luar pun punggung dan bahunya sudah memancing syahwat.' Calvin juga mengkhayal yang bukan bukan.


'Apa Ariel sedang membasuh tubuhnya dengan air sekarang? Pasti menyenangkan bermain siram siraman di dalam kolam ini.' Jimmy malah sudah senyum senyum mengkhayal sedang bermain siram siraman air di kolam ini berdua dengan Ariel.


Ketiganya lalu diam dalam hening dan sibuk dengan imanjinasi liarnya masing masing.


***


"Ariel,ketiga pria itu pasti sedang membicarakanmu.Makanya kau bersin 3 kali."Sherly mengomentari Ariel yang sedang menggosok hidungnya setelah bersin sebanyak 3 kali tadi.


"Iya,ini sangat nyaman.Rasanya aku ingin tidur di sini saja.Penat dan lelahku hilang bersamaan.Andai Vivian juga ikut ada disini,pasti menyenangkan."Sherly mengenang Vivian rupanya.


"Benar,pasti menyenangkan kalau Vivian ikut."Ariel menatap ke lurus ke depan dan teringat Vivian juga.


Tapi saat ini,Vivian sedang tidak baik baik saja.Tanpa mereka ketahui,orang tua Darren sedang mempersulit Vivian karena membantu Darren dan yang lainnya meloloskan diri.


Tempat usaha orang tua Vivian sedang di porak porandakan dan diminta pindah karena sengketa lahan.Ini hanya intrik dari orang tua Darren yang membeli kawasan itu agar bisa mengusir Vivian dan keluarganya.Lahan yang sudah mereka tinggali selama bertahun tahun di sebut lahan ilegal dan masuk ke batas milik pihak lain.Orang tua Vivian dan Vivian sangat sedih sekarang ini dengan kesulitan yang di buat orang tua Darren itu.


Darren,Ariel dan yang lainnya masih belum mengetahui hal yang menimpa Vivian.


***


Selesai berendam air hangat.Semuanya kembali ke kamar masing masing.


Rencana Darren mulai di jalankan.Semuanya kecuali ia dan Ariel di sajikan teh hijau oleh layanan penginapan.Setelah meminum teh itu,Jimmy,Calvin dan Sherly semuanya tertidur.Teh hijau itu sengaja di racik sebagai obat tidur alami agar Darren bisa menginjungi Ariel tanpa halangan.


Darren tersenyum berjalan melintasi kamar Jimmy dan Calvin yang sudah teler karena teh itu."Rasakan,sekarang kalian sudah terkapar dan tidak bisa menjadi satpam penjaga untuk menghalangiku bertemu Ariel.Tidurlah yang nyenyak ya,anak anak."Darren berjalan santai sebagai pemenang di game ini walau dengan cara licik.


"Tok..Tok..Tok.."Darren dengan kimono tidur menyambangi Ariel.


"SREKK."Ariel membuka pintu geser itu.


"Darren."Ariel kaget melihat Darren yang mengunjunginya larut malam.


Darren juga berdebar melihat kecantikan Ariel dengan kimono merah itu.Rambutnya tergerai dan wajah natural Ariel sangat indah untuk sekedar di pandang dan tidak akan membuat bosan.


"Boleh,aku masuk?"Darren memberanikan segenap jiwa dan raganya untuk di izinkan masuk ke kamar gadis yang di sukainya larut malam seperti ini.


'Aku ingin menolak tapi kenapa mulutku terkatup dan hatiku tidak rela.' Ariel juga ikut bingung dan salah tingkah.


Ujungnya,Ariel malah menganguk dan mempersilahkan Darren masuk.


Darren tercekat kaget lalu mulai melangkah kedalam dan menutup pintu geser itu.


Darren berdiri di depan Ariel.Keduanya saling memandang satu sama lain dengan penerangan lampu remang remang bewarna kuning itu.


"Ada apa kau kemari?"Ariel membuka pembicaraan lebih dulu.


"Aku hanya butuh teman untuk bicara,Jimmy dan Calvin sudah tidur duluan.Karena itulah aku datang kesini."Kilah Darren yang berbohong tentang keadaan yang sesungguhnya.


"Oh,kalau begitu kita duduk saja."


"Iya,tentu."


Darren dan Ariel lalu duduk tidak jauh dari ranjang yang serata dengan lantai itu,Kasur lantai khas Jepang.


Keduanya malah diam dan salah tingkah.Darren yang batuk di buat buat juga Ariel yang serba salah melihat kesemua penjuru ruangan.


'Darren!! Kau ini pria,kenapa malah kaku dan aneh begini!! Ayo mulai bicara!!' Darren memaki dirinya sendiri dalam hati.


'Apa yang harus aku katakan.Bagaimana mencairkan suasana yang lebih beku dari balok es batu ini.Aku canggung sekali.' Ariel juga bingung harus bagaimana.


Darren lalu memompa keberaniannya dan menunjukkan kalau ia pria sejati.


"Sebenarnya sejak tadi aku memikirkanmu dan merindukanmu Ariel.Karena itu aku datang kemari."Darren dengan jantan bicara yang sebenarnya.


Ariel lalu terdiam karena Darren bahkan langsung ke pokok pembahasan inti tanpa basa basi sama sekali.