
Ibu Darren yang murka lalu melacak keberadaan Ariel lagi.
"Kalian pastikan,kalian harus menemukan gadis itu dan habisi dia lalu bawa mayatnya padaku!!Aku akan menghadiahkan pemakaman gadis itu untuk Darren!"Perintah ibu Darren pada beberapa anak buahnya.
"Baik nyonya."Sahut para pembunuh bayaran yang juga tangan kaki ibu Darren itu.
"Kau benar benar tidak bisa dibiarkan hidup!Aku harus membuatmu lenyap untuk selamanya.Lihat saja,kali ini kau akan selamat atau masih punya nyawa cadangan lagi!"Ibu Darren meluapkan kemarahannya pada Ariel tanpa selesai selesai.
Kali ini bahkan nyawa Ariel yang diinginkannya.
***
"Ariel,aku akan kekota untuk membeli obatmu.Kau tunggulah dirumah ya,aku akan segera kembali."
"Iya Calvin,terima kasih.Maaf aku merepotkanmu."
"Tidak apa apa,aku pergi dulu dan pastikan kau meneleponku kalau kalau terjadi sesuatu.Para pengawalku juga berjaga diluar.Aku pergi dulu."
"Iya,hati hati."Ariel memberi senyum pada Calvin yang hendak kekota untuk membeli obatnya.Calvin memperlakukannya dengan baik,tapi hari ini entah kenapa,Ariel merasa perasaanya tidak enak.'Ada apa ini?Kenapa perasaanku rasanya tidak nyaman sekali?'Seakan ada sesuatu yang buruk yang akan menimpanya lagi.
***
Anak buah ibu Darren yang ditugaskan membunuh Ariel sudah mulai menyisir desa tempat Ariel berada.
Dari informasi anonim yang mengatakan Ariel ada disana.Calvin sudah meluncur ke kota sendirian saat itu.
Lalu para orang bayaran itu bertemu dengan Vinny di tengah jalan.
"Maaf nona,apa kau tahu dimana gadis ini?"Salah seorang pria menyodorkan foto Ariel pada Vinny.
Vinny melihat foto itu seksama.'Ini kan gadis yang ada di rumah Calvin itu,kenapa mereka mencarinya?'Vinny lalu memandang wajah wajah sangar itu.
Karena kebencian dan dengkinya ia lalu memberi tahu keberadaan Ariel sekarang ini.Para anak buah ibu Darren lekas bergegas menuju tempat yang diinfokan Vinny tadi.
"Ini bukan salahku!Aku tidak bersalah!Dia yang merebut perhatin Calvin dariku."Vinny tetap membenarkan diri walau ia jelas sudah bersalah.
Ia ingin menyingkirkan Ariel dengan cara kotor.
***
"Tuan,ada beberapa orang yang datang kesini dan sepertinya ingin membahayakan nona Ariel."Belum jauh pergi,Calvin sudah mendapat telepon dari anak buahnya yang di tugaskan menjaga Ariel.
"Apa!!!Pastikan kalian berjaga!Aku akan segera kembali.Amankan Ariel ketempat yang aman terlebih dahulu."Calvin panik setengah mati mendengar kabar buruk dan mengejutkan itu.
Ia segera memutar setir mobilnya dan putar balik untuk menemui Ariel."Aku mohon,bertahanlah Ariel."Calvin menginjak gas kencang dan memacu mobil dengan kecepatan tinggi.Ia sangat takut jika Ariel sampai terluka juga tanda tanya hingga di benaknya,bagaimana anak buah ibu Darren bisa sampai menemukan keberadaan Ariel.
***
Ariel mendengar suara ribut ribut didepan rumahnya.Ariel mulai mengintip dari jendela kamarnya.
Wajah Ariel langsung shock dan panik."Siapa mereka?Sepertinya mereka berniat jahat karena bisa sampai kesini."
Ariel mulai gemetaran seluruh badan.Firasatnya mengatakan jika yang datang menyerang itu adalah antek antek ibu Darren yang masih ingin memburunya.
Ariel mulai mundur dan bingung melihat kesegala penjuru arah.
"BRAKKKK."Ariel terperanjat saat mendengar pintu depan sepertinya sudah didobrak.
Ariel lalu memilih masuk kedalam lemari dan bersembunyi di balik pakaian yang di gantung.Ariel meringkuk ketakutan disana dan luka bekas tembaknya juga masih belum pulih.
"Tab tab tab."Orang suruhan ibu Darren sudah masuk kekamar Ariel.
Ariel yang didalam lemari menahan suara penuh ketakutan dan bahkan menutup mulutnya agar nafasnya tidak terdengar.
Ada suara helikopter dan mobil yang datang menyusul.'Apa itu ibu Darren?Apa dia akan datang sendiri untuk menyaksikan aku mati disini?'Ariel semakin ketakutan setengah mati.
Pria didepannya juga sudah mulai membuka pintu lemari.Ariel sudah pupus harapan.'Apa seperti inilah akhir hidupku?' Ariel melunglai pasrah didalam lemari sempit itu.
"DOR."Suara tembakan mengejutkan Ariel.Pria yang hendak membuka pintu lemari itu lalu tumbang dan ambruk.
Ariel jadi semakin takut namun bingung,jadi sebenarnya siapa yang mengincarnya.
Langkah yang menembak semakin mendekatinya lalu membuka pintu lemari itu tanpa aba aba.
"KRAK."Pintu lemari itu terbuka.
Ariel kaget melihat sosok yang datang dan membuka pintu lemari itu."Darren."
Rupanya Darren yang datang dan bergegas menyelamatkan Ariel setelah bebas dari penjara dengan jaminan dan membersihkan namanya yang sudah dicemari oleh ulah ibunya.
Darren berjongkok dan menatap Ariel dengan mata berkaca.Darren memegang sebelah wajah Ariel."Aku datang,ternyata kau benar benar sembuh."
"Aku merindukanmu."Bibir Ariel juga bergetar walau air matanya sudah terus jatuh.
Tidak menunggu lama,Darren segera menggendong Ariel dan bangun."Tutuplah matamu dan jangan lihat apapun.Aku akan membawamu dari semua kemelut ini."Darren menatap Ariel dengan tampilan berkharisma.Darren mengenakan kemeja putih yang disingsingkan selengan,bagian kerah yang tidak di kancing juga celana hitam panjang yang membuat kaki jenjangnya nampak jelas.
Ariel mengangguk dan menurut."Iya,bawalah aku pergi dari tempat ini."Ariel lalu menutup matanya.
Rupanya di luar,Darren sudah membawa lebih banyak pasukan untuk mengalahkan anak buah ibunya.
Setiap Darren melangkah suara tembakan terdengar.Tembakan dari anak buah Darren yang melindungi Darren.
Darren bisa melenggang dengan gagah sambil menggendong Ariel tanpa takut apapun.Darren berhasil membawa Ariel sampai ke helikopter miliknya.
Saat itu Calvin baru sampai setelah semua kerusuhan sudah selesai.
Calvin keluar dari mobil dan melihat dari jauh Darren sudah menggendong Ariel di bawah baling baling helikopter dengan mesin yang masih hidup.
Darren tersenyum seperti berterima kasih pada Calvin karena sudah merawat Ariel dengan baik.
'Aku kalah.' Calvin membalas senyum pahit pada Darren.Calvin tidak bisa menahan atau mempertahankan Ariel.
Tapi Calvin masih geram tentang siapa biang onar yang memberi tahukan keberadaan Ariel.
Dengan rambut masih berkibas karena angin baling baling helikopter,Calvin maju dan menghabisi juga menghajar bandit yang tersisa.
Tapi Calvin menawan seseorang untuk ia tanyakan siapa yang memberi tahukan keberadaan Ariel disini.
***
Ibu Darren sedang kalut karena dalam sekejab semua perusahaannya sudah berubah kacau balau karena Darren sudah berhasil bebas.Dalam sekejab semua perusahaan bukan miliknya lagi.
Darren berhasil bebas dan keluar tepat waktu setelah bala bantuan dari pengacara ayahnya datang.Rupanya ayah Darren tahu isterinya akan tamak dan tidak terkontrol seperti ini.Jadi semua perusahaan sudah jatuh ke tangan Darren sebagai ahli waris dan isterinya tidak mendapat apapun dan tidak memiliki hak secuilpun akan harta yang ada.
Darren juga bisa bebas setelah pengacaranya mengurus damai pada korban penembakan dengan kompensasi yang menggiurkan juga menguntungkan.
Pihak keluarga korban mencabut tuntutan dan Darren bebas dengan cepat.Darren juga diberitahukan ulah ibunya.
Darren resmi memecat ibunya dan menghilangkan jabatan ibunya.Darren menyatakan ibunya tidak punya kuasa apa apa lagi atas semua perusahaan dan semua aset keluarganya.
Ibu Darren akhirnya kalah oleh puteranya yang berdiri di atas kebenaran.
***
Tapi saat itu di tempat Calvin juga terungkap jika yang memberi tahu keberadaan Ariel adalah Vinny.Vinny yang tiba tiba datang saat Calvin sedang menginterogasi.