A3

A3
MENGKHAYAL MENIKAH



Rumah produksi ayah Calvin di ambil alih sementara oleh pamannya.Beruntung paman Calvin sangat baik dan bisa di percaya.Selama ini,paman Calvin sekaligus abang ibunyalah yang menjadi sosok sejati ayah Calvin.Rumah produksi itu akan berkembang lebih baik lagi nantinya,dan ayah Calvin sudah lumpuh setengah badan.Ia menghabiskan hari harinya di kursi roda dan di rawat oleh ibu Calvin yang dulu ia sakiti.


Menyesal,sudah pasti tapi ini juga menjadi pelajaran berharga dan hikmah baginya bahwasana di saat seperti ini hanya isterinya yang tetap berada di sisinya.Seperti saat janji pernikahan mereka dulu,akan tetap bersama dalam suka maupun duka.Ini bukan saja karma tapi mungkin juga teguran untuk Calvin.Memang banyak wanita di luaran sana yang tergiur karena harta dan kekuasaan,tapi masih ada isteri tersakiti yang selalu ada di sisinya walau ia tidak mengenggam harta dan kekuasaan saat ini.


***


Hari ini,Sherly sedang berusaha mendekati Jimmy dan mencari Jimmy kemana mana.


Tapi Jimmy sedang duduk didekat Ariel saat ini di perpustakaan.Jimmy memperlihatkan album fotonya yang beriskan foto dirinya bersama guru besar seni yang waktu itu ia temui di desa Ariel.


"Lihat,aku dan guru Wang kelihatan mirip kan."Jimmy menunjuk salah satu foto yang memperlihatkan dirinya berdampingan dengan guru besar itu.


"Iya iya,kau adalah calon seniman besar juga nantinya makanya kalian mirip." Ariel mengiyakan setiap perkataan Jimmy."Jimmy,apa kau sibuk pulang sekolah nanti? Kau kan hebat dalam hal seni,bisa tidak kau membantuku sedikit?" Ariel memiliki sebuah permohonan pada Jimmy.


"Apa itu katakan saja."


"Itu,kau bisa tidak membantu mengajar seni di TK dekat rumahku sepulang sekolah ini,seperti mengajar mereka membuat sesuatu dari tanah liat atau mengajar melukis.Aku kebetulan kenal dengan salah satu guru disitu,aku bercerita kalau aku memiliki teman yang ahli dalam seni.Karena itu,kau keberatan tidak membagi sedikit ilmumu pada anak anak itu? Guru yang aku kenal,tertarik padamu dan ingin anak anak di TK itu mengenal seni."Ariel menuntaskan permohonannya.


Jimmy tersenyum."Aku akan bersedia asal setelah itu kau harus mentraktirku makan ya."


Ariel tersenyum lebar."Aaaaa....baiklah,kau memang yang terbaik Jimmy."


Jimmy merasa hangat melihat senyum Ariel yang lebar itu.


"Oh iya,bukankah Calvin menginap di rumahmu semalam? Kenapa dia tidak masuk sekolah dan Darren juga tidak hadir hari ini."Ariel bingung karena hanya Jimmy anggota A3 yang hadir hari ini.


"Calvin dan aku semalam bertengkar karena tugas kelompok itu.Kami selalu berselisih paham,dia juga jadi malas menginap di rumahku dan pindah ke tempat Darren.Kalau hari ini mereka tidak sekolah,sudah pasti hanya satu alasaanya.Mereka yang gila game itu pasti bermain PS semalam suntuk."Di antara Calvin dan Darren hanya Jimmy yang tidak suka game.


Yang di katakan Jimmy juga memang benar,Darren dan Calvin semalaman hingga subuh tidak tidur karena bermain PS.Alhasil keduanya sekarang tidak kesekolah karena tertidur pulas di lantai kamar Darren.


Ariel sudah meminta izin untuk pergi dengan Jimmy pada Darren walau Darren belum membalas pesan itu karena masih belum sadar sekarang.


"Walaupun sedang banyak masalah,bisa bisanya Calvin tetap bermain game."Jimmy geleng geleng kepala mengingat ulah Calvin.


***


Ariel dan Jimmy hendak ke kantin sekolah untuk makan siang.Saat itu,Sherly yang mencari Jimmy kesana kemari sejak tadi lalu menemukan sosok yang di carinya juga akhirnya.


Di depannya Jimmy sedang berjalan bersama Ariel.Sherly sudah memusatkan sasaran lalu berlari menghampiri Jimmy.'Dia adalah milikku!!! Ariel tidak boleh lebih menang dariku.'


Sherly lalu menerobos dan menyerobot lalu sekarang berada di tengah tengah Jimmy dan Ariel sekarang.


"Jimmy." Sherly hanya menyapa Jimmy walau Ariel juga berada di sebelahnya.


Jimmy memandang Ariel sekilas dan agak sedih karena sepertinya Ariel merasa tidak di anggap saat ini.


Jimmy tidak ingin Ariel sedih lalu berpindah posisi dan berada di samping Ariel lagi sekarang menyeberangi Sherly.Sherly malah berada di ujung Ariel sekarang.


'Kurang ajar!! Kau pikir bisa seperti ini!!!' Sherly tidak mau kalah lalu bergeser lagi ke sisi Jimmy dan membuat Jimmy berada di tengah sekarang.


Jimmy di apit oleh Ariel di kiri dan Sherly di kanan.


"Iya,baguslah."Jimmy lalu memandang Ariel."Kau suka pasta Ariel?"


"Tidak,aku lebih suka nasi saja atau mie instan." Sahut Ariel santai.


"Cobalah,pasta buatan koki di sekolah ini sangat lezat."Jimmy asik bicara dengan Ariel dan mencueki Sherly.


Sherly mengepalkan tangannya.' Aku hanya jadi obat nyamuk disini,aku tidak akan bisa tahan lagi kalau begini.' Sherly lalu memilih pergi begitu saja.


Jimmy dan Ariel yang asik bicara bahkan tidak tahu Jika Sherly sudah pergi dan tidak bersama mereka lagi.


Di kantin suasana lebih panas,Sherly yang di bangku lain melihat Jimmy sedang menyuapi Ariel untuk mencoba hidangan pasta.Keduanya juga saling bercanda.


Eva yang ada di depan Sherly juga takut melihat Sherly yang sedari tadi hanya memelintir pasta di piringnya sambil memandang ke arah Jimmy. 'Sherly pasti akan meluapkan kekesalannya padaku lagi.Ini bahaya,' Eva mencoba kabur dari hadapan Sherly.


"Kau mau kemana!! Duduk!!!"Sherly lalu menatap Eva dengan mata tajamnya.


"Hehehe,iya.Aku cuma mau ambil tissu tadi."Eva berkilah dan memang ingin kabur tadi lalu duduk kembali sekarang.


"Lihat,menjijikkan sekali kan keduanya!! Dulu Jimmy juga sering menyuapiku,tapi aku selalu menolaknya,dan kau tahu,Jimmy bahkan mengajakku makan ke restoran Italia setiap minggu lalu memotongkan steik untukku agar aku tidak kesusahan."Sherly membeberkan lagi cerita masa lalunya dengan Jimmy.


"Tapi kan itu dulu."Eva asal menjawab sambil menyerumput youghurtnya.


Sherly menatap Eva bengis.Eva juga baru sadar kalau ia sudah salah bicara tadi.


"Ma...maaf Sherly.."Eva gelagapan lalu memilih segera melarikan diri dari hadapan Sherly sebelum Sherly mengamuk.


***


Pulang sekolah,Jimmy menenapati omongannya dengan Ariel.Jimmy mau mengajar di sebuah taman kanak kanak dan mengajarkan seni dasar untuk anak anak itu.


Ariel juga ikut membantu di sana dan menemani Jimmy.Melihat kebersamaaanya dengan Ariel yang bersama anak anak ini.Terbesit sesuatu di benak Jimmy.


Jimmy lalu mengkhayal dan membayangkan seolah ia sudah menikah dengan Ariel dan Ariel menjadi isterinya.Saat ini seperti saat ia dan Ariel sedang bermain dengan anak anak mereka dan tertawa bersama.Masing masing mereka menggendong satu anak yang mirip dengan mereka.


Ia membayangkan memiliki sebuah keluarga yang bahagia dengan Ariel suatu saat nanti.


Selesai mengajar anak TK tadi,Ariel menepati janjinya untuk mentraktir Jimmy makan.Ariel membawa Jimmy ke sebuah tempat yang menjual Bakmie lezat.


Walau sempat ragu karena tempat yang tidak sesuai dengan standar Jimmy ini tapi Jimmy tetap ikut saat Ariel menarik tangannya ke dalam.


Alhasil....


"Kau sudah menghabiskan enam mangkok Jimmy.Sudah kubilang kan ini lebih lezat dari pasta kesukaanmu."Ariel senang dan tertawa melihat Jimmy yang lahap makan.


"Benar,Bakmienya sangat lezat Ariel."Jimmy bicara dengan mulut penuh yang masih terisi mie.


"Makanlah,ini upahmu sudah mengajar tadi."Ariel membiarkan Jimmy makan sepuasnya di tempat makan rakyat jelata sepertinya walau dekoran tempat ini sangat jauh dan berbeda dari restoran mahal yang pernah di datanginya tapi makanan disini sangat lezat dan menyenangkan.