
Darren kelabakan saat bangun dan melihat hari sudah sore.Darren melihat Calvin yang masih terkapar di sebelahnya lalu menendangnya.
"BRAKKKKKK" Tendangan Darren menerjang paha Calvin."BANGUN!!!!!! Kita jadi tidak sekolah hari ini!!!!!"Darren meneriaki Calvin yang membuat ia tidak bersekolah hari ini.
Daren juga baru melihat pesan dari Ariel yang berisikan ia menghabiskan waktu dengan Jimmy.Marah terlambat,Jimmy dan Ariel juga sudah menghabiskan waktu bersama.
"Nasi sudah menjadi bubur!!!!"Darren menggertak sambil meremas ponselnya.
"Kau buat bubur? A...aku mau Darren,kebetulan perutku pencernaannya sedang buruk."Calvin yang masih belum sepenuhnya bangun tidak mengerti apa yang di maksudkan dari omongan Darren tadi.
"Aisshhhhhhh!! Pulang sana,aku akan belajar karena hari ini sudah ketinggalan pelajaran!"Darren mendorong Calvin keluar dari kamarnya secara paksa.
"PRAKKKKKKK." Pintu tertutup dengan kuat.
"Yang benar saja,semalam baik baik denganku! Sekarang sudah tempramen lagi!! Aku ini sedang di timpa banyak masalah!! Kau dan Jimmy sama saja."Calvin mengomel pada pintu kamar Darren yang sudah tertutup di hadapannya.
***
Esok harinya...
Hari ini hari libur,Darren mengajak Ariel kencan dan bertemu di sebuah Mall.Ariel dan Darren bertemu saat Darren menjemput Ariel.
Sekarang,Ariel di dalam mobil Darren.Semua kaca mobil di buka agar Ariel tidak mabuk.
"Hai..." Ariel menyapa Darren.
Darren yang ada di dalam mobil berwajah cemberut."Kau pasti senang kemarin menghabiskan waktu dengan Jimmy tanpa gangguan saat aku tidak ada."Darren langsung menembak Ariel dengan kata katanya.
"Aduhhh...pacarku ini!!!!"Ariel mencubit kedua belah pipi Darren karena gemas.
Darren melepas tangan Ariel,Darren juga memandang tajam pada supirnya dari kaca spion depan seolah memperingati supirnya agar tidak berkata apa apa.
Sopir Darren kelihatan takut dan gugup pada anak majikannya hingga menelan ludah dan tidak berani bicara.
"Aku hanya mengajar anak anak TK dan tidak lebih Darren,setelah makan bersama kami pulang ke rumah masing masing."Terang Ariel sambil memandang mata Darren.
"Berjanjilah jangan pergi lagi tanpa seizinku! Aku ini pria pencemburu dan posesif!" Darren menerangkan jelas dirinya yang tidak suka Ariel bersama pria lain selain dirinya.
"Iya,baiklah.Akan aku coba."Jawab Ariel santai dan sangat tidak meyakinkan.
Darren hanya bisa menahan emosi tanpa tahu bagaimana meredakannya.
***
Darren dan Ariel sudah sampai di mall.Keduanya celingak celinguk takut sampai bertemu orang orang yang mereka kenal.
Sesekali,Darren menggenggam tangan Ariel membuat Ariel bahagia tapi saat berikutnya saat bertemu teman satu sekolah mereka,mereka segera melepaskan tangan dan saling berjauhan.
Akhirnya kencan itu tidak bisa dinikmati dan lebih seperti mengintai atau mengendap sebagai mata mata.
Ujung ujungnya,Ariel dan Calvin memilih nonton di biskop.Di sini gelap dan mereka tidak perlu berjalan kesana kemari lagi.
Ariel dan Darren menikmati menonton film yang sedang di putar itu.
"Hei,kau suka film ini?"Tanya Darren sambil berbisik dengan pelan di telinga Ariel.
"Asal bersamamu,aku akan senang."Balas Ariel ke telinga Darren.
Darren perlahan lalu menggenggam tangan Ariel.Ariel diam dan menerimanya sambil menikmati film itu.
Setelah fillm itu selesai,Darren dan Ariel makan di sebuah restoran Jepang di mall itu.Tempatnya yang berupa bilik bilik menjadi pilihan karena disana mereka bisa tidak terlihat.
Tapi saat Ariel dan Darren sedang duduk dan menikmati makanan,di sebelah bilik mereka yang duduk malah Sherly dan Eva.Hal itu terdengar jelas dari suara mereka.
Darren dan Ariel menjadi kaku.
"Darren,bagaimana ini?"Ariel duduk di dekat Darren dan bicara pelan.
Darren menarik tudung sweaternya ke kepalanya."Tenang saja,yang penting kita tidak membuat keributan."
Ariel masih merasa cemas dan bahkan tidak berselera makan lagi.
Sedangkan di bilik sebelah,Ariel dan Sherly malah sedang membicarakan Ariel dan Darren.
"Sherly jadi sekarang sasaranmu hanya Jimmy dan bukan Darren lagi?"Eva bertanya pada Sherly.
"Sudah jelas kan,untuk apa aku mengejar Darren yang dingin seperti es itu lagi,karena dia aku malah mengacuhkan Jimmy yang 1000 kali lebih baik.Aku terlalu naif dan hanya memikirkan harta.Walau Jimmy tidak sekaya Darren tapi dulu dia memperlakukanku dengan baik dan sekarang aku menyesal telah menyianyiakannya."Sherly lagi lagi menyesali hari yang telah lalu.
"Em,kalau begitu,boleh tidak aku mengejar Darren?"
Sherly terkejut mendengar omongan Eva barusan."Kau apa tidak salah bicara atau aku yang salah dengar barusan?" Sherly mencermati lagi yang tadi di dengar oleh telinganya.
"Kau tidak salah dengar,aku ini memang memendam rasa dengan Darren sejak dulu,hanya saja aku mengalah selama ini karena kau menyukainya."Eva mengakui sesuatu pada Sherly tentang ia yang selama ini suka pada Darren diam diam.
"Hahahaha,silahkah saja.Aku sudah tidak menginginkannya lagi.Tapi Eva,aku yang sudah mendekati sempurna saja tidak bisa mendapatkannya.Apa kau bisa menarik perhatiannya,aku bahkan tidak yakin Darren tahu kau itu ada."Sherly malah meremehkan Eva.
"Maksudmu Darren bahkan tidak mengetahui kehadiranku!!"Eva mulai kesal pada Sherly.
"Sudah pasti kan."Sahut Sherly santai.
Omongan Sherly sudah sangat kelewatan di hati Eva."PRAKKKKK" Eva menggeprak meja dengan kuatnya."Kau keterlaluan Sherly!!!!!! Kau lihat saja dirimu,walau kehadiranmu di anggap tapi di mata Darren kau hanya di pandang sebagai pengganggu dan gadis tidak tahu diri yang hanya mengejarnya walau sudah jelas Darren tidak menyukaimu dan sekarang lebih parah lagi,kau mengejar pria yang dulu mengejarmu dan pria itu bahkan sudah suka pada gadis lain dan tidak menyukaimu lagi.Kau tahu!! Kau itu bahkan lebih memalukan dan menyedihkan!!! Aku muak mendengarkanmu yang selalu menyombongkan diri dan mengungkit ungkit cerita yang sudah lalu!!! Mulai sekarang,kita tidak usah berteman lagi!!! Anggap saja aku ini tidak ada!!!"Untuk pertama kalinya Eva berani melawan Sherly.
Sherly tercengang dan tidak bisa berkata apa apa,bahkan saat Eva pergi meninggalkannya dengan marah.
"Apa aku sudah kelewatan dan sememalukan itu?!" Sherly merenung sendiri dan kaget saat sahabatnya yang selalu membuntuntinya kesana kemari itu bisa marah besar saat perasaannya di remehkan.
Sherly lekas sadar lalu mengejar Eva.
***
Darren dan Ariel yang menguping pembicaraan tadi bisa bernafas lega,setidaknya sekarang Sherly dan Eva sudah pergi.
Darren dan Ariel saling berpandangan.
"Sainganku sekarang Eva,aku bukan apa apa sedangkan Eva juga dari keluarga kaya seperti kalian."Ariel mulai bersedih hati.
"Apa yang kau bicarakan? Aku bahkan harus bersaing dengan Jimmy yang di sukai Sherly dan juga sahabatku sendiri.Jimmy adalah pria seni yang romantis.Aku ini bukan apa apa selain pria congkak dan angkuh di matamu."Darren juga membalas omongan Ariel.
"Muach." Ariel mengecup bibir Darren sesaat."Kau itu pria yang dingin di luar tapi hangat di dalam.Karena itu aku menyukaimu."Ariel menenangkan raut wajah Darren yang bimbang.
Darren memandang Ariel penuh makna."Kau juga wanita pertama yang berani melawanku dan menggetarkan hatiku.Kau yang aku benci malah membuatku di mabuk cinta dan membuatku terus memikirkanmu."
Omongan Darren tadi membuat atmosfer cinta makim kuar,Darren lalu memegang sebelah wajah Ariel dan perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Ariel lalu mulai mencium bibir Ariel.********** beberapa kali sambil memejamkan mata.