A3

A3
PENGUMUMAN PACARAN



"Jimmy,kau tahu kemarin Darren menyusul aku dan Ariel lalu membawa Ariel pergi dan marah marah juga tanpa sebab yang jelas."Di lapangan sekolah itu saat semua murid di suruh berkumpul,Calvin menceritakan tentang apa yang terjadi semalam padanya dan Ariel.


"Yang benar saja?"Jimmy juga kaget mendengar perkataan Calvin barusan."Padahal kemarin sore aku juga ada ke rumahnya.Sebenarnya apa yang Darren sembunyikan? Apa kau tidak merasa kalau Darren dan Ariel itu sangat aneh?"Jimmy mulai merundingkan dengan Calvin perihal prasangkanya.


"Iya,aku juga merasa ada yang aneh dengan mereka,tapi aku juga belum tahu pasti apa itu."Calvin juga masih belum bisa memecahkan teka teki ini.


"PERHATIAN SEMUANYA!"Suara Darren memecah keheningan dan berada di atas mimbar di lapangan itu.Darren bicara di depan mik dan juga di depan semua murid di sekolah itu yang ia kumpulkan di lapangan.


"Kenapa itu?"


"Kenapa Darren ada di sana?"


"Ada apa ini?"


Semua murid mulai kisruh dan bertanya tanya,Jimmy dan Calvin juga mematung di tempat dan keheranan dengan ulah Darren yang menyabotase sekolah.


"Tenang!!! Tenang!! Hari ini,aku Darren Wang.Siswa terhebat,terkaya dan tertampan di sekolah ini ingin mengumumkan sesuatu!! Pasang telinga kalian baik baik,karena hari ini aku akan mencetuskan berita yang menggemparkan."Darren sudah menyiapkan mental penuh untuk semua ini.


Semua murid juga sudah senyap dan berfokus pada Darren di depan sana.


Darren turun ke bawah sebentar lalu menarik tangan seorang wanita dan membawanya ke atas bersanding disisinya di atas mimbar.


Jimmy,Calvin,Sherly dan Vivian mulai tidak tenang.


"Kenapa Ariel di pegang oleh Darren."Sherly semakin bingung dengan semuanya.


Calvin dan Jimmy lebih tidak tenang lagi,mereka takut jika yang mereka duga jadi kenyataan.


"Kau sudah siap?"Darren bertanya serius pada Ariel.


Ariel mengangguk."Iya aku siap."


Darren lalu menggandeng Ariel di hadapan semua orang dan mulai membuat pengumuman yang menggemparkan."Hari ini,aku Darren Wang mengumumkan jika wanita di sebelahku ini,Ariel lin adalah kekasihku! Milikku dan pacarku!Dia adalah gadis yang aku cintai selama ini."Suara Darren menggema memenuhi ruang sekolah.


"APAAAAA!!!!"Calvin masih tidak bisa percaya.


Jimmy masih diam dan menenangkan diri lebih dulu.


Beberapa murid wanita yang selama ini memuja dan menginginkan Darren ada yang pingsan dan menangis histeris.


Sherly sangat girang disini."Akhirnya Ariel bukan sainganku lagi.Jimmy tidak akan mengejar Ariel lagi saat tahu Ariel sudah jadi milik Darren.Hebat juga mereka bisa bersama dan menyembunyikan hubungan itu."Sherly senang karena jalannya untuk mendekati Jimmy sekarang lebih mudah karena tidak harus bersaing dengan Ariel.


Tapi Vivian justru resah dan kasihan pada Calvin.'Calvin pasti kecewa,dia sudah lebih dulu suka pada Ariel dan malah begini jadinya.Bagaimana nasib Calvin nanti?'Vivian memandang Calvin dari jauh dan mengkhawatirkan Calvin.


Pengumuman sudah di buat dan Darren tidak mau menyembunyikan hubungannya lagi.Ariel juga sudah mantap untuk terbuka agar tidak ada pertengkaran lagi karena masalah yang sama.


Darren dan Ariel saling tersenyum di atas mimbar itu.


***


Di base camp A3.


"Apa kalian bangga hari ini memproklamirkan cinta kalian didepan semua orang!"Jimmy masih memantau dengan ganas Ariel dan Darren yang duduk berdekatan di sofa sementara dirinya dan Calvin mondar mandir beridiri hadapan keduanya.


Darren dan Ariel masih diam membisu,namun tangan Darren menggenggam tangan Ariel degan erat.


"Darren!"Calvin mulai menyidang Darren sebagai tersangka utama.


"Iya tanya saja apa yang ingin kalian ketahui,aku akan menjawabnya dengan jujur."Darren sebagai pria sejati siap menanggung semua akibat perbuatannya.


"Tentu saja kau harus menjawabnya.Sejak kapan kau suka dengan Ariel?!"Itulah pertanyaan Calvin.


"Sejak Ariel mengikatkan pita saat tanganku terluka,saat itulah hatiku berdebar dan dia mulai meracuni pikiranku."Jawaban Darren membuat Ariel senyum senyum sendiri karena senang.


"Tidak bisa dipercaya,berarti selama ini kau hanya pura pura benci dan tidak peduli dengan Ariel rupanya."Cemooh Calvin saat mendengar jawaban Darren barusan.


"Kapan kalian jadian!"Sekarang Jimmy yang bertanya.


"Sejak Ariel pingsan dan di bawa ke UKS waktu itu."Sahut Darren singkat,padat dan jelas.


"Sudah selama itu dan kami baru tahu sekarang?!!!"Jimmy juga geram dan ingin sekali menelan Darren bulat bulat.


"Ariel,ini tidak adil.Kami bahkan belum menyatakan perasaanmu dan mengerahkan seluruh usaha untuk mendapatkanmu.Kau harus tahu jika aku dan Jimmy juga menyukaimu dan ingin menjadi kekasihmu."Calvin akhirnya terang terangan dengan perasaannya.


"Benar,aku menyukaimu Ariel,begitu juga dengan Calvin.Kami tidak menyangka jika si pria suci itu ternyata menikung lebih dulu dan tertarik juga padamu."Jimmy masih menyindir Darren dengan tatapan sinis.


"Aku minta maaf,baik itu pada Calvin dan juga padamu Jimmy.Aku harus menolak perasaan kalian,bukan karena aku tidak menyukai kalian.Aku menyukai dan menyayangi kalian seperti saudara dan sahabatku sendiri.Kalian spesial dengan cara yang lain walau bukan dalam artian kekasih.Kalian adalah pria pria baik yang sangat berarti bagiku.Tapi Darren adalah pria yang aku sukai dan aku pilih sebagai pacarku.Dia memang bukan pria romantis atau menyenangkan seperti kalian.Tapi dia adalah pria baik yang dengan caranya diam diam mengasihi dan menyayangiku."Ariel menatap Darren,Jimmy dan Calvin bergantian.


Cara penyampaian dan penolakan Ariel yang halus dan lembut membuat Jimmy dan Calvin memang harus menerima kekalahan dari Darren.


"Harusnya aku lebih dulu menyatakan perasaanku dari awal.Aku terlalu mengulur waktu dan jadinya seperti ini."Calvin masih terpukul akan semua ini dan menatap Ariel dengan senyum sedih."Dulu aku hanya ingin coba coba saja denganmu,tapi kau begitu berbeda dan membuat pemain cinta sepertiku akhirnya bertobat dan bertekuk lutut.Untuk saat ini aku rasa aku belum bisa menerima semua ini Ariel."Calvin dengan lemah dan kecewa setelah tahu jika semua ini nyata.


Ariel lalu bangun dari duduknya dan memeluk Calvin."Calvin,kita akan tetap berteman selamanya.Kau adalah anggota A3 pertama yang sangat baik padaku.Bahkan sampai sekarang."Ariel mencoba menenangkan Calvin.


'Aku seorang Calvin wang yang dulu selalu mencampakkan dan memutuskan gadis gadis yang suka padaku sekarang baru merasakan bagaimana sakitnya saat perasaan sayang kita harus di hentikan dan tidak terbalas.Ternyata ini sangat sakit sekali.' Calvin meratapi nasibnya.


'Karena keadaan seperti ini aku biarkan kau di pelukan Ariel.Jika keadaannya tidak seperti sekarang sudah pasti kau kuhajar karena berada di pelukan pacarku.' Darren yang sebenarnya cemburu menahan diri saat Ariel memeluk sahabatnya itu di hadapannya.Anggap saja ini menjadi kompensasi atas perbuatannya.


Saat Calvin sudah lebih tenang,Ariel beralih memeluk Jimmy."Maafkan aku ya Jimmy,kau adalah pria pengertian dan punya banyak talenta.Kau pria yang mengagumkan."


"Tapi tetap saja kau tidak memilihku."Sanggah Jimmy dari balik punggung Ariel.


"Maaf ya,tapi kita akan tetap berteman kan? Aku mohon jangan membenciku ya.Kau dan Calvin adalah orang yang tidak ingin aku jauhi dan kita harus tetap berteman."Ariel tidak ingin karena ini semua hubungan pertemanan itu memburuk.


"Tentu saja,aku dan juga Calvin akan terus mengawasi gerak gerik Darren.Kalau sampai Darren menyakitimu dan menyeleweng maka awas saja.Kami yang sahabatnya juga bisa berubah menjadi bodyguardmu dan menghajarnya.Kapanpun kau butuh kami,kami akan selalu ada.Bukan begitu Calvin?"Jimmy melempar pertanyaan pada Calvin.


"Pastinya.Aku akan tetap mencari kesempatan jika ada."Calvin mencoba kuat dan tersenyum.


"Sudah sudah."Darren beridiri dari duduknya."Sudah cukup,sekarang aku mohon kalian tahu diri dan jangan terlalu dekat ya dengan pacarku."Darren menarik Ariel lagi ke sisinya setelah meminjami Ariel sebentar tadi.


"Entahlah,kita lihat saja nanti."Jimmy sengaja menggoda Darren dan semua yang ada di ruangan itu tertawa kecuali Darren.Tapi Darren juga yang paling bahagia karena tidak terbebani lagi harus menutupi dan merahasiakan hubungannya dengan Ariel.