A3

A3
KOMENTAR JUJUR



Darren memilih tidak makan di kantin hari ini agar bisa makan bekal buatan Ariel.Ariel mengatur siasat seolah ia lupa mengerjakan PR agar bisa tetap di kelas bersama Darren.Tapi awalnya Ariel tetap ikut Jimmy dan Calvin ke kantin lebih dulu agar tidak dk curigai.


"Darren,benar kau tidak mau ikut?"Tanya Jimmy pada Darren yang masih di kursinya sambil membaca buku.


"Tidak,aku di kelas saja.Aku haru belajar untuk ulangan fisika besok agar mendapat nilai sempurna lagi."Darren bicara sambil menatap buku dan tanpa melihat wajah sahabat sahabatnya.


"Ya sudah,kalau begitu kami duluan saja."Jimmy akhirnya pergi dengan Calvin dan Ariel.


Ariel sempat memandang Darren sekilias sambil tersenyum sembunyi sembunyi.


Darren melirik dan mengedipkan sebelah matanya juga untuk Ariel.


***


Di kantin...


"Ariel,besok malam ayo ke rumahku.Ayah dan ibuku mengundangmu makan malam,mereka selalu tertarik denganmu setelah hari itu."Jimmy mengundang Ariel ke rumahnya.


"Apa maksudmu setelah hari itu?"Calvin menatap Jimmy dan Ariel bersamaan.


Ariel sudah menganga hendak bercerita tapi Jimmy lalu memotong.


"Itu rahasia antara aku dan Ariel."Jimmy menghentikan rasa ingin tahu Calvin seolah ia sudah sangat dekat dengan Ariel.


Calvin hanya bisa sentimen.'Ohhh,kau menunjukkan kalau kau sudah bisa punya rahasia dengan Ariel ya?'


Calvin mulai memikirkan ide jahil.


"Ariel,kau tahu dulu saat kelas satu SMA Jimmy pernah pipis di celana karena takut saat cicak jatuh ke atas mejanya.Ia lalu sengaja menumpahkan minuman ke celananya agar pipisnya tersamarkan."Calvin membuka aib Jimmy karena kesal pada Jimmy yang sudah berani bermain rahasia rahasia dengan Ariel.


"Kau!!! Tutup mulutmu itu!!" Jimmy kelabakan karena menahan malu.


"Hahaha.,"Tapi Ariel malah tertawa lepas."Jimmy,kau ada ada saja."Ariel menepuk nepuk punggung Jimmy dan tidak bisa berhenti tertawa.


Marah Jimmy pada Calvin tertunda karena Jimmy masih sibuk menikmati tawa Ariel.Calvin juga ikut terhanyut sambil menaruh pipinya yang bertumpu pada telapak tangannya sambil memandang Ariel.


"Kalau kau bisa tertawa begini,aku bisa menceritakan lebih banyak lagi aib Jimmy."Calvin malah bercanda lagi dan di balas tatapan tajam Jimmy yang setajam silet.


***


Di kelas,Darren mulai membuka bekal yang Ariel buat.Senyum Darren langsung terkembang melihat nasi goreng sederhan buatan pacarnya itu.Tidak menunggu lama,Darren segera menyendokkan nasi sesuap nasi goreng itu ke mulutnya dan mengunyahnya.


"Ini enak."Komentar pertama Darren pada masakan Ariel.


Di seberang sana,Eva juga tidak istirahat dan masih di kelas.Eva tetap di kelas karena Darren juga tidak beranjak dan memilih istirahat di kelas.


'Eva!! Kau harus berjuang mendapatkan Darren.Kau tidak boleh bersembunyi lagi.' Eva menguatkan dirinya lalu berjalan menghampiri Darren dengan membawa sekotak coklat.


"Darren,ini.." Eva menyodorkan sekotak coklat pada Darren.


Darren yang sedang menikmati bekalanya lalu menatap Eva.


"Ini,kakakku baru pulang berlibur dari Belgia dan membawa oleh oleh beberapa kotak coklat.Jadi aku membaginya satu untukmu."Eva menjelaskan asal usul coklat itu.


"Aku sedang tidak ingin makan coklat!"Jawab Darren dengan nada ketus dan ekspresi yang tidak enak di pandang.


Hati Eva langsung menciut dan ia juga merasa malu.


Saat itu Ariel malah masuk ke kelas dan menghampiri keduanya.Ariel memandang Eva yang menyodorkan sekotak coklat pada Darren tapi seperti Darren menolak.


Eva lalu melihat Ariel yang ada di dekatnya.Wajah Eva serta merta marah sambil menahan malu.Eva lalu pergi begitu saja dan tidak bicara apapun.


Ariel memandang Darren dan Darren hanya mengangkat kedua bahunya


"Bagaiamana? Enak tidak?"Ariel bertanya pada Darren tentang hasil masakannya.


"Berminyak,agak asin dan terlurnya terlalu matang."Darrren menjawab dengan jujur dan detail.


Ariel lalu cemberut."Tidak bisa apa kau berbohong demi menyenangkan hatiku?? Aku susah bersusah payah tahu."Ariel dengan wajah mengkerut karena tidak terima keritikan Darren.


Ariel memegang pipinya dan menatap Darren.


"Terima kasih,ini tetap lezat karena buatan pacarku tentunya." Darren menambah komentar lain yang membuat Ariel berbunga bunga.


"Dasar." Ariel tersipu malu dan mengepitkan kakinya saking senang atas pujian Darren tadi.


***


Eva keluar dan menahan malu,Eva berlari jauh menyusuri koridor lalu membuang cokelat tadi ke tong sampah.


"Kau di tolak kan?"


Eva berbalik mendengar suara Sherly yang ada di belakangnya."Bukan urusanmu!!" Eva menatap kesal pada Sherly.


"Iya memang bukan urusanku,aku juga tidak mau tahu lagi."Sherly hanya berlalu dan melintasi Eva begitu saja.


***


Sepulang sekolah,Ariel diizinkan Darren untuk ke rumah Jimmy.


Tapi.....


Darren dan Calvin juga ikut serta.


"Aku rasa,aku hanya mengundang Ariel.Tapi kenapa kalian juga ikut?" Jimmy menatap Darren dan Calvin yang menjadi tamu tak di undang.


"Bukankah kita sudah lama tidak kerumahmu? Sah sah saja kan."Darren mencoba tenang walau misinya adalah agar bisa mengawasi Ariel.


"Iya,aku juga sudah lama tidak melihat barang barang baru orang tuamu." Calvin ikut memberi alasan.


"Sudah lama apanya,kau kan waktu itu menginap di rumahku bodoh!! Walau hanya setengah malam."Jimmy mengingatkan lagi saat Calvin sempat menginap di rumahnya waktu itu.


Calvin hanya cengengesan.Tapi Ariel malah sedang menahan mual.


"Kalian semua,aku mau muntah."Ariel dengan penyakit kampungnya yang mabuk karena di terpa Ac mobil.


Darren malah tidak sengaja menunjukkan kepeduliaannya saat panik.Darren membukakan jendela dengan sengaja untuk Ariel.


Ariel menatap Darren,Darren baru sadar kalau ia sudah melalukan tindakan untuk menolong Ariel dan di lihat oleh sahabat sahabatnya.


"Aku cuma tidak ingin kau muntah disini dan membuatku jijik!!! Pastikan kau telan lagi muntahmu itu jika tidak membuangnya."Darren berlagak galak lagi.


Ariel hanya diam karena kondisinya saat ini memang mabuk berat.


"Ariel Ariel,bagaimana kau jadi isteri orang kaya kalau seperti ini?"Jimmy tertawa pada Ariel yang mabuk karena naik mobil itu.


"Karena itu,siapapun yang akan jadi suamiku harus siap jendela mobilnya tetap terbuka atau menyiapkan obat anti mabuk terus untukku."Ariel masih bisa menjawab di tengah mualnya.


Sampai di rumah Jimmy,Ariel langsung kekamar mandi dan muntah sejadinya di sana.


Darren menyusul dengan alasan ingin ke kamar kecil juga saat Jimmy dan Calvin sudah lebih dulu ke kamar Jimmy.


Ariel keluar dari kamar itu dengan lemas karena sudah menguras isi perutnya.


"Kau baik baik saja?" Darren mengelap keringat di dahi Ariel dengan sapu tangannya.


Ariel tersenyum."Terima kasih,aku hanya masih sedikit pusing.Kenapa kesini? Nanti Jimmy dan Calvin curiga."


"Mereka sudah di kamar,mereka tidak akan kesini dengan cepat karena cukup jauh."Darren menatap Ariel mesra.


Ariel juga ingin selalu dekat dengan pacarnya itu,Ariel lalu menjinjit sedikit dan mengecup bibir Darren.


Darren masih dengan mata yang terbuka merasakan kecupan dari pacarnya itu.Setelah itu,Ariel berlari dan meninggalkan Darren.


Darren terdiam sejenak sambil memegang bibirnya."Aku rasa,aku tidak akan bisa terpisah lagi dari gadis itu." Darren sangat bahagia dan menikmati cinta monyetnya ini.Ariel adalah gadis luar biasa di pengalaman pertamanya berpacaran ini.