
"Kau sudah gila!!! Kau terlalu banyak menonton drama korea sepertinya!!! Kau ingin kita berakhir dengan melakukan itu!!!!! Kembali ke kamarmu sama sebelum kita malah adu sumo di sini!!"Ariel malah mengamuk dan tidak seperti yang Darren harapkan dimana romantisme akan di dapat.
"Kau sungguh sungguh luar biasa.Aku sudah mengeluarkan segenap keberanianku dan kau malah seperti ini.Harusnya ini adegan romantis dan bukan malah perdebatan di tengah malam.Aku sudah memberanikan diriku untuk datang kesini menemuimu.Tapi kau malah menyemprotku dengan omonganmu tadi."Darren sekarang malah panas dan mengibas ngibaskan kimononya.
"Darren,kau tahu kan kalau kita berduaan yang ketiganya adalah setan.Kau mau kita berakhir di tempat tidur itu."Ariel menunjuk ke kasur di dekatnya.
"Apa tidak boleh? Kita sudah pacaran dan pasangan kekasih di luar sana juga banyak yang sudah melakukannya.Aku hanya ingin kau jadi milikku seutuhnya."Darren mencoba jujur dengan caranya kali ini.
"Darren."Ariel sedikit berkeluh menghempaskan nafas."Apa harus sampai seperti itu? Apa tidak cukup kita saling bersama dan saling mencintai? Aku tidak mau Darren.Bukan karena tidak mencintaimu,tapi takut kau akan bosan nantinya.Takut kau akan meninggalkanku."Ariel dengan mata berbinar memandang Darren.
"Kenapa berpikir begitu? Aku sudah rela melakukan semuanya demimu,aku tidak tahu lagi harus berkata apa untuk semua pengorbananku."Darren meratap putus asa.
Ariel menjadi iba.Ariel lalu membuka pita kimononya dan melepas kimono itu di hadapan Darren.
Darren melirik dan melihat ke depan dengan jelas.
"Lakukanlah apa yang kau inginkan Darren."Ariel tersenyum menyerahkan diri dengan mata berkaca.
Darren lalu termenung.'Apa yang sudah aku lakukan? Apa begini caraku menjadikannya milikku seutuhnya dan menjadikannya wanitaku? Kenapa aku malah gelap mata dan berpikir kotor.Ini bukan demi hubungan kami tapi demi keegoisanku.'
Darren sadar ia salah,Darren lalu mendekat dan memasangkan kembali kimono Ariel.
"Maaf,maafkan aku.Aku ini hanya pintar belajar tapi bodoh dalam hal perasaan.Tutuplah tubuhmu agar tidak masuk angin.Aku tidak mau kau sampai sakit."Darren juga tersenyum sedih.
Ariel melihat penyesalan itu.'Dia bukan karena nafsu ingin melakukannya.Tapi dia tulus karena sangat mencintaiku.Darren bahkan tidak tega melihat tubuhku yang terbuka tapi tadi bersikeras ingin melakukannya.Dia hanya lugu dan memang ingin menguatkan tali cinta kami.Haruskan aku mewujudkan kemauannya?' Ariel juga bertanya kembali di dalam hatinya.
Darren sedang mengikat tali kimono Ariel seadanya.
"SLAAPP." Ariel malah mengecup bibir Darren yang ada di hadapannya secara tiba tiba.
Darren lalu memandang Ariel yang sangat dekat dengannya.Darren memandang mata Ariel yang sayu dan bulat itu.
Ariel membuka celah bibirnya.Ia lalu memegang pipi Darren dan membelainya lembut sambil tersenyum.
Darren tahu apa maksud Ariel.Darren mendekatkan wajahnya pada Ariel.Hidung Darren sudah beradu dengan hidung Ariel.
Darren dan Ariel sama sama mulai menutup mata dan ruangan itu juga seketika menggelap dengan lampu yang di padamkan dan hanya mengandalkan cahaya purnama.
Darren menciumi Ariel dan membaringkan Ariel di kasur.Darren mengecup mesra bibir Ariel beberapa kali lalu membemakan dalam bibirnya.
Darren mulai membuka sabuk kimononya dan membuka kimononya hingga Ariel bisa melihat bahu polos dan dada bidang Darren sekarang walau samar samar karena gelap.
Darren melepas ciuman di bibir Ariel dan tangannya melepas lagi tali kimono Ariel yang tadi ia ikat.Kimono Ariel ia buka dan sisikan hingga tubuh Ariel sudah mulai ternampak.
Darren memang tidak punya pengetahuan apa apa tentang hal ini,tapi naluri dan perasaannya menuntunnya dengan baik.
Ariel menutup mata dan mengigit bibir bawahnya sementara tangannya meremas kasurnya.
"Ariel,apa kau yakin akan menyerahkannya untukku?"Darren di bawah terpaan sinar rembukan itu menanyai Ariel kembali.
"Aku milikmu Darren."Ariel membuka matanya dan memegang kedua sisi wajah Darren dengan tangannya.
Darren mulai menarik tuas gas setelah sempat ia rem sesaat tadi,setelah persetujuan Ariel.Darren membenamkan lagi bibirnya pada bibir Ariel.
Suasana menjadi hangat,sehangat kolam tempat mereka berendam waktu itu.Butiran keringat mulai memenuhi tubuh Darren dan Ariel.
"Darren."Tubuh Ariel sedikit terangkat saat Darren mencoba menembus kesuciaannya.Raut Ariel nampak kesakitan dan sedikit meringis.
Darren yang terengah dan bermandi keringat mencoba menenangkannya."Tenang,aku akan melakukannya dengan lembut.Maaf jika kau kesakitan."
Ariel lalu menjadikan bibir Darren sebagai pengalihan rasa sakitnya.Hingga Darren bisa menembusnya dengan sempurna.Sekarang,sah sudah Darren yang merebut mahkota Ariel.Namun bukan untuk ia banggakan atau pamerkan karena sudah berhasil mendapatkan mahkota kesucian gadis yang di cintainya itu.Tapi ia tempatkan mahkota kesucian itu dalam artian kepercyaan Ariel padanya dan ia simpan rapat di hatinya yang terdalam.
Setelah selesai,Ariel dan Darren berbaring bersamaan bertutupkan selimut dengan hanya menyisakan sedikit bahu mereka terlihat.
Ariel dengan manja memeluk Darren dan menaruh kepalanya di dada Darren.
"Darren,jangan tinggalkan aku.Aku tahu aku mulai egois,tapi aku mohon jangan tinggalkan aku.Aku akan hancur jika kau pergi dariku."Ariel mulai sadar jika ia ingin memiliki Darren seutuhnya dan tanpa batas.
Darren merangkul bahu Ariel sambil berbaring."Tidak akan,selamanya hanya kau yang menjadi pemilik hatiku.Kau adalah segalanya untukku Ariel.Bahkan jika keadaan memisahkan kita,aku berjanji,hatiku hanya milikmu dan selamanya hanya kau yang bisa membuka pintu hatiku.Karena kau adalah kunci untuk semua rasa cintaku."Darren mengecup mesra kepala Ariel.
Darren kembali ke kekamarnya setelah hampir dini hari.Ariel dan Darren sama sama tersenyum bahagia.
Tapi senyum itu harus sirna di pagi hari saat orang tua Darren sudah mulai berulah.
Calvin,Jimmy dan Sherly di minta kembali ke Taiwan karena perusahaan orang tua mereka porak poranda terancam bangkrut karena ulah orang tua Darren sebagai kecaman telah membawa Darren kabur.
Ariel juga gelisah tidak menentu karena bibinya di kabarkan sedang kritis di rumah sakit akibat kecelakaan saat perjalanan bisnis.Vivian juga sudah memberi tahu apa yang menimpanya.
Darren merasa bersalah karena tahu ini ulah orang tuanya.Di dalam pesawat saat perjalana pulang ke Taiwan,Darren minta maaf sebesar besarnya pada teman temannya.
"Maafkan aku teman teman,atas nama orang tuaku dan aku sendiri,aku minta maaf.Aku sudah membawa kalian dalam masalah besar."Darren tertunduk penuh penyesalan.
"Sudahlah,tidak apa apa Darren.Bukan kau yang salah,tapi orang tuamu yang merasa seperti Tuhan itu yang salah."Jimmy yang paling dewasa memberikan tanggapan positif.
"Kita semua sedang dalam masalah,sebaiknya tidak saling menyalahkan tapi harus saling mendukung dan menguatkan."Calvin juga ikut buka suara.
"Ariel,tenanglah.Kita akan sampai dan bibimu akan selamat.Percayalah."Sherly menyemangati Ariel yang pikirannya sedang kacau balau memikirkan satu anggota kelurganya yang tersisa.