
Darren yang merasakan tangan Ariel tidak menepisnya dan membiarkan Ariel menggengam tangannya.
'Aku sudah gila sepertinya karena gadis ini.Tapi aku tidak peduli,sudah sampai sejauh ini.Kita lihat saja kelanjutannya.' Darren tidak ingin lagi gengsi dan meninggikan diri di hadapan Ariel.Ia ingin apa adanya walau belum bisa mengungkapkan perasaannya.
***
Anak anak bentuk kelompok dengan teman sebangku kalian untuk tugas ini ya.
Jam pelajaran Biologi,setiap anak harus berkelompok dengan teman sebangkunya masing masing.
Jimmy dan Calvin yang sebangku saat tidak senang saat ini untuk perihal kerja kelompok itu.Jelas sekali mereka sedang perang dingin dan bersayembara untuk mendapatkan hati Ariel.
Tapi untuk Darren dan Ariel mereka senang bisa berkelompok.Sepulang sekolah,Darren sepakat akan mengerjakan tugas kelompok itu di rumahnya saja.
Darren membawa Ariel pulang dengan mobil mewah yang atapnya bisa di turunkan itu.
"Dia pasti juga tahu kalau aku ini mabuk Ac mobil,makanya membawaku dengan mobil ini." Ariel menatap Darren dengan senyum.
"Terima kasih."Seru Ariel pada Darren yang sedang memainkan ponsel di sebelahnya.
Darren masih jual mahal dan sok tidak peduli dengan gaya khasnya.Ariel sudah paham sehingga tidak mempermasalahkannnya lagi.
Darren sekarang sebenarnya sedang menahan senyum.Memasuki gerbang rumah Darren,Ariel sudah mengaga kagum.Luas rumah Darren mungkin sebesar desanya.Gerbangnya saja sudah sangat megah.Rumah Darren juga seperti istana modern di abad ini.
Ariel turun dari mobil dan melangkah masuk ke rumah itu.Rumah mewah dengan hamparan halaman luas,pohon pohon cemara yang terawat berbaris juga air mancur yang sangat indah.
Saat masuk ke dalam rumah itu Ariel lebih takjub lagi."Astaga,apa ini mall? Atau istana raja? Aku bisa tersesat disini."
"Ini rumahku kaum udik.Aku dibesarkan di istana megah ini sejak lahir.Rumahku ini adalah ungkapan tepat untuk pepatah -Rumahku istanaku-." Darren membanggakan rumahnya sekalian pamer tentunya.
"Ayah dan ibumu mana?"Ariel celingak celinguk dan melihat hanya ada pelayan di rumah ini.
"Mereka di luar negeri dan sedang memgurus bisnis.Orang tuaku adalah orang sibuk dan hebat.Kelak aku akan seperti mereka."Darren juga bangga terhadap orang tuanya.
"Kau tumbuh dengan baik Darren." Ariel memandang Darren yang dewasa itu.Ia tidak mengeluh walau orang tuanya sibuk dan tidak selalu berada di sisinya.Darren selalu berpikir positif untuk orang tuanya dan bukan anak cengeng yang hanya bertameng orang tua.
Darren menahan canggung dan dadanya yang berdebar.Darren menggenggam tangan Ariel dan membawanya pergi.Darren tidak tahu bagaimana ia mendeskripsikan hubungannya dengan Ariel saat ini.Yang jelas ada sesuatu sekarang antara ia dan Ariel.
Darren membawa Ariel kekamarnya dan mengerjakan tugas kelompok itu di sana.Di sebuah meja tanpa kursi dan hanya beralaskan lantai agar terasa lebih nyaman.
"Darren,kamarmu ini sudah seluas rumah dan halaman rumahku.Kau terus terusan membuatku takjub walaupun kau belum pamer."Ariel bergerak kesana kemari mengitari kamar Darren.
"Sudah,ayo duduklah.Selesaikan tugas kelompok kita dulu."Darren meminta Ariel tidak kesana kemari lagi dan duduk diam saja.
"Iya..iya,baiklah."Ariel mendekati Darren walau cemberut.
Ariel langsung duduk di sebelah Darren.Darren menggeser diri tapi Ariel memepetinya lagi.
"Ehemmm."Darren pura pura batuk dan jakunnya juga naik turun menelan ludah.Atmosfir kamar ini membuat ia sebagai pria merasa was was karena hanya berdua dengan seorang gadis.
"Jangan dekat dekat,seorang pria bisa menjadi serigala jika di situasi seperti ini.Apa kau tidak takut?"Darren memperingati Ariel sambil membuka buku pelajaran.
"Tidak,aku tidak takut.Mangsa saja aku kalau kau mau.Aku tidak apa apa."Ariel nyeleneh malah melanjurkan omongan Darren.
Darren tidak mau lebih melanjutkan percakapan pada rumput liar ini.
Ariel dan Darren juga mulai mengerjakan tugas kelompok itu.Tapi Darren tidak bisa konsen,apa lagi tangannya dan tangan Ariel sering bersentuhan dan melihat Ariel sesekali saat Ariel sedang fokus.
'Kenapa aku jadi begini? Biasanya tidak ada yang bisa mengalihkan perhatianku jika sudah berhadapan dengan buku.Tapi sekarang,aku sudah semakin tidak karuan.Oh Tuhan,tolonglah aku.' Darren kesusahan sendiri dan gerah walau AC di ruangan itu sudah 16°.
Darren tidak lagi melihat buku pelajaran dan memilih menatap Ariel sepenuhnya sekarang.Darren menatap Ariel yang ada di sampingnya.
Karena Darren yang senyap,Ariel baru sadar jika Darren memadanginya sekarang.
"Kau ! Kau yang aneh dan membuatku tidak konsen belajar." Darren berkata jujur pada Ariel dengan raut serius.
Ariel semakin berdebar tidak karuan.Mata Darren menatapnya lurus.
Tidak lama,wajah Darren semakin mendekat,mendekat dan akhirnya Ariel memejamkan mata.
Darren entah ketagihan atau masih penasaran,Darren mencium Ariel lagi.Kali ini Darren lebih matang dan sudah tahu irama yang akan ditujunya.
Darren menenggelamkan bibirnya pada Ariel dan Ariel juga melakukan hal yang sama.Bibir keduanya saling bersahutan satu sama lain.Saat Darren menyesap bibir bawah Ariel maka Ariel akan menyesap bibir atas Darren.
Darren yang seorang pria merasa merinding di sekujur tubuhnya.Bibirnya semakin lembab,hangat juga ciuman itu semakin basah.
Ariel juga selalu ingin Darren terus melakukan ciuman ini tanpa ingin segera berakhir.Tangan Ariel sudah mengepal dan berkeringat di bawah sana.
Terlalu terbawa nafsu,tangan Darren mulai berani naik dan membuka kancing baju seragam Ariel.Perlahan ia melepas kancing pertama,kancing kedua lalu kancing ketiga.
"SLAPPP." Tangan Ariel menghentikan tangan Darren saat hendak turun lebih jauh lagi.Ariel juga menjeda ciuman itu.
"Jangan Darren,kita masih belum cukup umur." Ariel memperingati Darren sebelum lebih jauh lagi.
"Ma Maaf."Darren gelagapan.
Ariel menggenggam tangan Darren."Tidak apa apa."Ujar Ariel menenangkan Darren.
Darren tersenyum lalu menciumi bibir Ariel lagi.Kali ini Darren mengancing lagi baju Ariel yang tadi di lepasnya.
Ariel senang karena Darren dewasa dan tidak memaksakan kehendaknya.
Setelah itu,Ariel hanya bersantai dan Darren sendiri yang mengerjakan tugas kelompok itu.
Ariel hanya memadangi Darren sambil tersenyum sementara Darren sibuk menyelesaikan tugas kelompok itu.
"Mulai sekarang kau adalah pacar rahasiaku."Darren berujar demikian sambil menulis.
"Iya,aku mengerti. Statusku karena kau malu yang mengakuiku sebagai pacarmu?"Ariel memang senang sekarang memiliki hubungan dengan Darren,tapi harus rahasia dan sembunyi sembunyi.
Darren lalu menatap Ariel yang berwajah murung durja itu.Ariel menghadap kedepan dengan raut sedih.
Darren menatap Ariel.
"Muuach" Darren mengecup pipi Ariel.
Ariel menoleh dan menghadap Darren,"Muacahh." Ariel mengecup balik pipi Darren.
"Bersabarlah,suatu saat kita akan mengumumkan secara resmi.Untuk sekarang belum bisa,karena masalahnya adalah dua sahabatku yaitu Jimmy dan Calvin juga suka padamu."
"Hebat,kenapa bisa begitu.Apa aku pacaranya saja semuanya." Ariel sengaja membuat Darren marah.
Darren langsung berpaling dari Ariel."Baiklah,lakukan saja."Darren sibuk lagi dengan tugas kelompok itu.
Ariel bangun lalu berjongkok dan memeluk Darren dari belakang."Aku hanya bercanda,sekarang aku adalah pacarmu."Ariel bergelayut manja di balik punggung Darren.
Darren tersenyum dan tidak marah lagi.
"Enakanya punya pacar pintar,otakku tidak perlu di paksa bekerja sekarang."Ariel sangat senang sekarang Darren tidak lagi benci padanya.
Dari pesuruh sekarang ia sudah naik pangkat jadi kekasih Darren.
Selesai mengerjakan tugas kelompok itu,Darren dan Ariel bermain bersama di lapangan basket indoor milik Darren.
Bagi Ariel,rumah megah Darren ini seperti membawanya ke tour tempat tempat mewah.Ariel seperti di cerita Alice in wonderland.