A. N. S

A. N. S
Gen Pencemburu



"Assalamu'alaikum, mas."


"Wa'alaikumussalam warrohmatullah, ada apa dik ?" Sambut mas Ahmad ke adiknya cowok ekonomi itu. Wajah mas Ahmad sudah kembali netral tanpa menekuk garis mukanya.


"Mau mengingatkan gladi bersih wisuda istri mas !"


"Kapan kira-kira gladinya, dik ?" Adiknya merupakan aktifis mahasiswa ekonomi itu menerangkan.


"Gladi bersihnya besok mas, hari kamis dan jum'at Minggu ini. Setelah sholat dluhur mas, sekitar jam satu an."


"Oh iya Jazakumullah Khoiron, dik." Ucapan terima kasih mas ke adiknya.


"Kira-kira istri mas nanti bisa mengikuti wisudanya mas ? Saya lihat akhir-akhir ini syndrom ibu hamilnya enggak ketulungan kayak gitu. Suka kasihan lihatnya. Kalau pas makan istri mas pilih menyendiri di kamar. Terkadang Ibuk yang mbantuin. "


"In Syaa Allah nanti tetap ikut, tapi kalau tidak mampu mas yang nggantiin istri mas."


"O boleh ya, Alhamdulillah."


"Iya boleh. Alhamdulillah. Kemarin sudah diinfo dari dosen pembimbingnya."


"Alhamdulillah iya mas, ya sudah mas, aku izin rehat dulu. Capek tadi habis menata aula."


"Iya, dik. Jazakumullah Khoiron ya."


"Aamiin wa iyyakum Jazakumullah khoiron, mas."


Setelah selesai dluhur dan sholat sunnahnya ku kemasi mukena dan sajadah. Kemudian mendekat ke meja kerja menggapai ponsel seperti biasa sudah absen para marketer dengan segudang pesan mereka dan para nomor baru yang hendak meminang benih. Alhamdulillah masih dikasih rezeqi, ucap syukurku


"Sayang, tadi dik Fauzan mengingatkan kalau gladi bersih wisuda dua hari, hari kamis besok dan Jum'at nya." Mas Ahmad kembali melingkarkan tangannya dari balik arah belakang ke pinggang tempat aku duduk. Hidungnya mencium lembut pipiku. Terasa geli...


"Assalamu'alaikum,,,"


"Wa'alaikumussalam warrohmatullah Enggih Ibuk. (Iya Ibuk)." Teriakku membalas salam Ibu mertua dari luar pintu.


"Dedek bayinya waktunya makan, jangan kerja dulu. Masak abinya kayak gini dibiarin."


"Hahahaha... Abinya masih kelewat cemburu kalau Umminya sedang pegang hp gini."


"Ya terang aja lah....yang. Aku kerja pagi sampai siang, sedang di rumah lihat istri telfonan sampai berjam-jam dengan lelaki lain. "


"Eh sebentar ya Ibu pasti bawa makannya kamu." Mas Ahmad buru-buru nyamperin pintu dan membukakan pintu Ibu yang sedang membawakan makan siang untuk istrinya.


"Matur suwun, Ibu. Ndak usah diambilkan nanti saya ambil sendiri." (Terima kasih, Ibu. Nanti saya ambil sendiri).


"Jangan telat makan siangnya, nak. Kasihan si dedek bayi. Makan yang banyak kalau mual muntah sabar memang itu prosesnya. Dinikmati ya. Nanti setelah tiga bulan enggak teler lagi. Ayo cepat dimakan keburu dingin soto kwalinya !"


"Enggih, Ibuk." (Iya, buk). Jawabku.


"Perlu mas suapi. "


"Enggak perlu, mas. Aku bisa makan sendiri. Mas Ahmad boleh keluar kalau nanti jijik melihat aku mengeluarkan isi perutku lagi."


"Eh enggak, aku akan tetap disini menemani kamu. Aku ikhlas walaupun kena muntah. Kamu kan istri mas, mas harus siyap siaga untuk istri mas. Katanya aku ini Abi idaman !!"


"Abi idaman....kok suka marahnya kebangetan gitu."


"Udah segera dimakan mumpung masih anget. Mas tadi sudah makan sama Bapak dan Ibuk."


"Ohh ....jangan dibahas lagi malas aku mendengarnya. Disini kan aku cuma numpang kalau aku ikut gabung tadi, aku bisa ngrepotin dan semua pada gak nafsu makan." Sambil cemberut bumil nih gini sensi banget.


"Bumil sedikit-sedikit sensi ya."


"Bawaan dedek bayi. Kan gen nya Abinya !" Aku segera memakan soto ayam buatan Ibu.


Hitungan satu dua tiga empat sampai sepuluh detik aman. Suapan ke lima, dedek bayi mulai beraksi.


Whoekkkk.....whoekk....


Aku langsung menutup mulutku dengan tangan kanan, melompat lari kecil ke arah kamar mandi dalam kamar tersebut memuntahkan isi perut kembali. Mas Ahmad langsung menuju ke arahku pula, ia memijit-mijit leher bagian belakang. Sesekali mengelus-elus pundakku.


Selesai itu aku mengguyur tumpahan isi perutku tadi dengan air. Yaa Allah lemes rasanya. Hanya lima suap nasi soto keluarnya sangat banyak.


Ku paksa untuk makan kembali, akhir kata juga kembali lagi di kamar mandi lagi. Yaa Allah begini ya jadi perempuan hamil.


Nikmati prosesnya karena tidak semua perempuan mengalami hal seperti ini. Mas Ahmad terus memberikan servicenya sebagai suami sekaligus Abi. Masyaa Allah..... Benar-benar imam yang baik.