
"Demikianlah seminar judul skripsi saya, sudah saya bacakan. Jika ada pertanyaan, saya persilahkan !" Alhamdulillah lancarnya aku membaca materi skripsi aku dari bab satu sampai tiga.
Aku melihat dosen pembimbingku tersenyum kepadaku memberikan semangat, tak luput dari netraku duduk di belakang bapak dan ibu dosen pembimbing lelaki yang jadi pendamping skripsiku.
Dia Tersenyum tenang dan memberikan aku semangat. Gila bener senyum dan hatinya mendinginkan hatiku.
Para peserta seminar yang dihadiri oleh kakak-kakak angkatan atas yaitu angkatan tua. Angkatannya suami paling banyak. Mereka rata-rata dulu yang pernah aku berikan pertanyaan yang kesulitan menjawab dan ada yang ketika seminar mereka aku bantu.
Mereka yang hadir dan antusias bukan melulu yang mau balas dendam ke aku. Aku berdiri diatas podium dengan tenang sambil ku tatap setiap pasang mata yang tertuju padaku.
Satu persatu mereka memberikan pertanyaan dan Alhamdulillah aku bisa menjawab pertanyaan mereka tanpa sebuah kesulitan pun. Mas Ahmad terlihat senang dan senyum sambil mengacungkan dua ibu jari ke arahku. Sambil sesekali ia berbicara dengan teman seangkatannya.
"Izin bertanya, skripsi ini yang membuat kamu atau Ahmad ?" Koma seketika memberikan pertanyaan konyol yang hampir aku tersudut. Sesepele itu pertanyaannya tapi menjebak. Huft.....dasar kau...
"Saya sendiri, kak. Ini kan skripsi saya." jawabku tegas. Yaa Allah apakah aku harus menunjukkan jiwa dan karakter marketingku bicara dengan tegas dan cantas seketika mematahkan lawan ? Tidak aku harus mengerem.
"Dilihat dari judulnya, sepertinya ini diluar kemampuan kamu dalam hal pemuliaan tanaman !"
"Skripsi ini memang saya yang buat kak, memang saya ambil karena ini berhubungan dengan kerjasama saya terhadap perusahaan benih tempat saya bekerja dan magang disana, oleh sebab itu saya mengambil judul tersebut untuk saya teliti dan saya lakukan persilangan. Sehingga dalam persilangan nanti akan menghasilkan keturunan yang baru dari dua gen parental. Dimana saat nanti hasil persilangan menurunkan faktor F2 akan diambil alih kembali oleh perusahaan."
"Maksudnya bagaimana saya kurang paham ?"
"Iya, saya juga kurang paham penjelasannya." kata pacarnya menambahi.
"Maaf saya menambahkan, jadi gini. Falya bekerja di perusahaan benih di Malang. Skripsi dia, kerjasama dengan perusahaan tempat ia bekerja. Yang nantinya hasil dari skripsi yang berupa keturunan yang sudah dilakukan persilangan akan diambil alih perusahaan tersebut."
"Wah membela istrinya dia. Emangnya istrimu kerja dimana, Mad ?"
"Perusahaan benih yang terkenal itu yang di Malang." jawab mas Ahmad.
"Saat ini kamu pegang apa ?"
"Saat ini saya pegang marketing yang membawahi se-Solo dan Jateng kak. Jadi tingkatannya diatas marketing wilayah."
"Whahhh.....Masyaa Allah.... Keren sekali, Fal" applause dan sambutan dosen Sulistyo dan Dosen Yeti.
"Alhamdulillah Buk, Pak."
"Pantesan dulu aku jatuh dari seminarku, karena dia marketing sugih kata (kaya bicara) !" seloroh seisi ruangan hampir bersamaan.
"Baiklah mungkin ada pertanyaan lain, selain dari pertanyaan kak Koma ?"
"Izin bertanya Fal."
"Iya, kak Winda silahkan !" nih angkatan selevelnya suami nih.
"Dik kenapa memilih varietas cabai keriting dibandingkan cabai rawit ? Secara kan kita kenal cabai rawit itu paling resisten terhadap serangan hama, penyakit dan virus ?"
"Iya kak, memang cabai rawit dalam budidaya memang lebih resisten terhadap serangan hama, penyakit dan virus. Tetapi kembali ke kerjasama dari perusahaan memang dipilihnya cabai merah varietas keriting dengan cabai jantan varietas lain. Dimana cabai keriting juga sama-sama lebih tahan serangan hama, penyakit serta virus pada tanaman."
"untuk cabai jantannya, bagaimana cara pemilihan agar mendapatkan cabai yang benar-benar bagus, dik ?"
"Kita pilih kuncup cabai jantan yang kita petik dari tanaman jantan kemarin sore, kak."
"Berarti kamu juga punya sampel untuk cabai jantan, dik ?"
"Ada kak. Kita juga menanam sampel bunga jantan tersebut."
"Kira-kira nanti akan menghasilkan keturunan yang bagaimana yang diharapkan dari penelitian yang akan kamu lakukan."
"Itu penjabarannya sesuai dengan persilangan yang akan kita buat kak. "
Aku mulai membahas dengan bantuan menulis di papan tulis. Menyilangkan keturunan cabai jantan dan cabai varietas keriting. Kemudian menghasilkan keturunan kebawah hingga menghasilkan F1, F2 kemudian F3. Secara runtut penjelasannya.
Alhamdulillah kelar juga seminar hari ini dengan segudang dan segenap pertanyaan yang penuh dengan jebakan Batmannya.
Semua peserta sudah keluar ruangan, mereka memberikan applause untuk aku. Para dosen memberikan aku ucapan selamat dan ditunggu hasil skripsinya.
Kemudian dilanjut kakak kelas dan teman-teman yang memberikan ucapan selamat. Hingga tersisa aku ditemani mas Ahmad yang merapikan materi tadi.
"Selamat ya sayang, istri tercantikku. Alhamdulillah seminar lancar. Saya tunggu tips mengerjakan skripsinya nanti ya."
"Iya beres deh Imam kepala rumah tanggaku yang Sholeh yang pinter yang bisanya nyenengin hati istri..!!!"
"hmm...tambah cinta nih sama istri aku yang Sholehah." Mas Ahmad memelukku bahagia. Kemudian dia membawa tas ranselku yang amat sangat berat. Dan aku hanya cengar cengir melihatnya.
"Duhh.... seperti mahasiswa lagi." dia menyeringai dan menggandengku untuk turun dari tangga hingga ke ruang parkir menuju pulang ke rumah.