A. N. S

A. N. S
Balada dengan Anak Teknik Sipil



Balada kisah cintaku tidak berhenti dari hati kak Ahmad, Kak Andri saja. Bukan istilahnya bukan pacar dengan dua orang atau lebih. Karena dulu aku suka berteman dengan siapa saja. Entah itu dengan mahasiswi cewek atau mahasiswa cowok.


Aku easy going banget sama mereka. Dan kebanyakan temenku itu cowok. Karena mahasiswa cowok itu lebih enak diajak ngobrol daripada seorang perempuan.


Dengan Andri aku hanya menganggapnya teman biasa, dengan kak Ahmad itu juga teman biasa. Entah orang yang aku ajak berteman itu menganggapnya lain. Endak tau kenapa, karena mereka bilang aku terlalu baik dan perhatian kepada siapa saja, hingga terkadang mereka mengartikan lain.


Bukan aku menyakiti mereka, karena welas asih, sabar dan peduli yang ditanamkan Ibuku memang seperti ini. Bagiku pacaran itu tidak penting, yang penting itu nanti.


Saat ada yang meminangku dengan Bismillah dan menikahi aku serta keluargaku. Calon suamiku harus lebih dari aku. Agama bagus, akhlak terpuji, pandai mengaji, Sholeh, sayang kepada Ibu dan Bapakku, serta menikahi keluargaku.


"Falya, kamu putus dari Ahmad ya ?" tanya Yeyen penghuni salah satu kos Itu-itu.


Aku hanya tersipu malu.


"Alah putus ndak papa, lagian Ahmad itu terlalu tua buat kamu. Dia lo kelihatannya dua tahun diatasku tingkatannya. Cari yang muda-muda seumuran aku atau kamu, kenapa sih ?"saran Yeyen yang selalu menyemangati aku.


"Helah siapa yang bilang aku pacaran sama Kak Ahmad. Orang aku temen biasa sama dia. Endak lebih. Kalau misal dia punya perasaan lain kepadaku ya aku ndak tau. " bingung deh Deket sama seseorang dikatakan pacaran, menjauh sedikit diartikan putus. Aku yang jalanin yang lain pada sewot.


"OOO...cuma jalan biasa. Ya sudahlah ndak papa. Kalau putus kamu ndak terlalu sakit hati. "


"Ah aku kenalin sama cowok teknik sipil angkatan atasmu pas, mau ya. Dia temennya Daniel. Daniel itu temenku. Daniel pas kemarin ke kos sini. Nanyain kamu buat temennya."


"Lhoh....taunya mereka tentang aku darimana ? Aku Lo belum pernah menjamah kelasnya fakultas teknik, meski itu berseberangan jalan dengan kelas kami." tampak bertanya-tanya dan yang ditanya juga bingung, darimana anak-anak teknik itu mengenal betul akan aku seorang Falya dari Ngawi ini.


"Kan sewaktu kamu OSPEK di ospekin di halaman depan kampus kan. Nhah itu mereka taunya dari situ. Terus tanya ke basecamp Nitrogen. Dan ternyata Si Koma dan Kina itu dedengkot nya Nitrogen juga." Begitulah penjelasan runtutnya Yeyen ke aku. Sangat lengkap seperti paket lengkap dengan telur ayam ceplok.


Iya betul kalau semua berawal dari Mahasiswa Pecinta Alam alias Nitrogen yang diketuai oleh Koma. Hahhh....Koma lagi Koma lagi. Sebegitu penting men to kamu tuh.


"Kamu itu terkenal Lo, Fal. Pembawa nama kota Ngawi. Cieee top....Top...top...!!!" dua jari jempol ditunjukkan ke arahku tiba-tiba.


...****************...


"Agus, ini anaknya yang pingin aku kenalin sama kamu." Pinta Yeyen yang mempersilahkan masuk di ruang tamu Kos itu.


"Dah... kalian bercakap-cakap dulu disini, aku sama Daniel mau beli makan di warung tenda biru alias mau beli nasi uritan." seketika mempersilahkan duduk di Agus dan aku.


Tidak berdekatan sih hanya berseberangan kursi dengan Agus. Lalu Agus memperkenalkan diri dengan mengajak bersalaman. Kemudian kami duduk dan bercakap-cakap.