A. N. S

A. N. S
Ku Terima Lamaranmu Dengan Bismillah



"Bismillah...Fal. Besok kamu pulang ke rumah ? Dari jauh sana suara itu menjelma di gagang telepon hpku. Perasaan baru tadi sore dia mengutarakan hatinya. Kok sudah ingin dengar suaraku ya. Padahal baru tiga jam kita berpisah dari hotel tempat kamu mau melamarku.


Jam delapan malam suara kamu sudah nempel di telpon genggam aku. Apa sudah ada rasa kangen dihatimu. Hahhaha...ada-ada saja...


"Kamu tadi pulang ke kos diantar Koko ya nama temanmu tadi. Ada sedikit rasa cemburu yang berselimut di hatiku. Meski aku juga tau kamu itu cuma sahabatan dengan Koko."


Suara Mas Ahmad diseberang sana.


"Cemburu mas...? Dicemburuin terus juga Ndak papa, mas. Itu tandanya mas Ahmad sayang sama aku."


"Ya aku kira Koko itu pacarmu."


"Iya memang dia suka sama aku sejak dulu, mas."


"Wah tambah khawatir aku sama kamu. Ayoolahhh kita besok segera niqah aja. Aku takut seperti kamu dilamar Hartana dulu itu !"


"Khawatir kenapa mas ? Bukannya cinta itu tak harus memiliki. "


"Ya khawatir aja. Pokoknya secepatnya aku akan melamar kamu tuk jadi istriku."


"Secepat itu ?"


"Apa kamu keberatan jadi istriku ?"


" Ehm...enggak gitu."


" Lalu ?"


"Apa aku masih boleh melanjutkan kuliahku selepas niqah ?"


" Tentu boleh dik. Aku akan bantu ngerjain tugas kamu. Seperti makalah, skripsi dan menyusun skripsi."


"Alhamdulillah makasih, ya mas."


" In Syaa Allah hari Minggu besok aku dan orang tuaku akan ke rumahmu. Melamar kamu. Lebih cepat lebih baik. Aku tidak mau menunggu dan kehilangan kamu untuk kedua kalinya. Bisa-bisa diserobot Koko lagi..."


" Hah...bisa saja mas Ahmad."


" Ngapain. Nambahin hati yang sakit saja. Yang gentle mas, jangan ngajakin Gendut lah."


"Iya...iya...aku lamar kamu sama orang tuaku. Janji kamu Ndak boleh jatuh cinta sama Koko." jawabku dengan mencibir...


" Sudah dulu ya, dik. Jangan lupa sholat witir dulu sebelum bobok. Mimpikan aku dalam tidurmu. Besok saya antar pulang boleh ?"


"Boleh, silahkan."


*******


"Assalamu'alaikum, Buk Pak ? Ini ada kakak kelas Lina nganter Lina pulang."


" Wa'alaikumussalam warrohmatullah. Iya nak. Temannya suruh masuk. "


*****


Alhamdulillah dari pertemuan kak Ahmad, bapak ibuku, keluargaku dan keluarganya yang melamar. Diberikan jalan yang mudah untuk kita lalui.


Penentuan akad niqah sudah ditentukan. Tinggal menunggu hari H. Bapak Ibuku mengutamakan keinginan, agar aku tetap melanjutkan kuliah meski sudah menikah.


Kak Ahmad harus mengizinkan aku kuliah seperti biasa. Hanya saja, setelah menikah nanti tidak kos tapi antar jemput pulang ke rumah orang tuanya di Klaten. Masyaa Allah... Semoga dimudahkan acara walimahannya.


Alhamdulillah kak Ahmad tidak keberatan dan dia menyatakan sanggup membiayai kuliahku sampai selesai. Bahkan sampai skripsi dan wisudaku nanti Kak Ahmad sudah mempersiapkan semuanya hingga ke biaya-biayanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Saya terima niqah dan kawinnya Falya binti Ahyani dengan mahar perlengkapan sholat dan uang senilai dua juta dua puluh satu ribu dibayar TUNAI...!!!!" Kalimat ijab Qobul Mas Ahmad di depan penghulu, wali niqah, saksi, kehadiran dosen Lis dan dosen Yeti serta teman-teman kuliah kita.


"Bagaimana para saksi, SAH..!!!"


" SAH......!!!!" Para saksi hampir bersamaan. Kemudian aku mencium tangan kanannya dan ia membalas dengan mencium keningku. Dia berkata "aku pinang kamu dengan bacaan Bismillah, semoga kelak kita akan selalu bersama."


"Aamiin yaa Robbal'alamin." jawabku.


Alhamdulillah pernikahan dimudahkan. Restu dari Bapak Ibu berdua juga sangat dimudahkan. Terima kasih Kasih, Yaa Allah engkau memudahkan segalanya untuk kami.