
"Assalamu'alaikum...opo, Ndut. Ono kabar opo awakmu telpon ?" ( Assalamu'alaikum apa, Ndut. Ada kabar apa kamu telpon ?).
"Wa'alaikumussalam warrohmatullah. Kowe Kuwi piye to, Fal. Jaremu ora oleh undangan wisuda mas Ahmad. Kowe Kuwi gawe bingung cah panitia. Mas Ahmad goleki Kowe. Kowe kok ngapusi aku, jare ora oleh undangan wisuda e mas Ahmad. Yo aku langsung dibully konco-konco !" (Warrohmatullah wabbarokatuh. Kamu itu gimana, Fal. Katamu kamu Ndak dapat undangan wisuda mas Ahmad. Kamu dicari mas Ahmad. Kamu kok bohongin aku. Katanya gak dapat undangan nyatanya dapat. Kamu kok Ndak cerita sama aku).
"Dah ya...pusing aku." ku akhiri pembicaraanku. Paling ujung-ujungnya aku dicuci bersih pakai baycleen, disikat sampai bersih. Dimarahin oleh si gembul gendut itu. Paling males dibully plus dimarahin. Ahh entahlah aku bete. Males banget. Orang gak punya hubungan apa-apa disuruh datang ke wisuda suruh ndampingin pula. Mending aku tidur deh... Atau piknik aja ya... Hp ditinggal piknik kemana gitu. Dah gak ada yang nyariin. Lagian Solo Ngawi kan jauh. Kecuali kalau nih anak nekad nyamperin aku kesini. Wisuda dimulai sekitar pukul 08.00 untuk acara di kampus I.
Acara kedua dilanjutkan ke Hotel Asia. Kira-kira habis dluhur. Berarti aku harus antisipasi menghilang dan pergi piknik kemana gitu seharian Ndak papa. Tapi bagaimana dengan hatiku. Apa iya aku harus gitu. Sebenarnya takut kehilangan takut melepas tapi ya lepas saja deh. Dah entahlah..
******
"Tok...tok.... assalamu'alaikum". Dari luar terdengar orang ketuk pintu di jam 08.00. Aku yang sudah siyap hendak pergi healing sama temen-temen SMA alias reuni. Disibukkan dengan menebak-nebak suara yang mirip gendut Koko gembul dari luar rumah.
"Wa'alaikumussalam warrohmatullah. E...Ada apa mas Koko pagi-pagi jam 08.00 sudah sampai sini. Dari Solo jam berapa ini ?" sapa hangat almarhumah Ibu aku.
"Mari masuk dulu, maaf ngobrolnya di ruang tamu saja."
"Enggih, Buk." (iya, buk).
"Falya nipun wonten, Buk ?"(Faktanya ada, Bu ?)
"Ada, tadi katanya mau pergi reuni sama teman-temannya SMA di Kebun Teh. Ibu panggil dulu, ya."
Wah...berdecak kesal si Koko mendengar kata-kata Ibunya Falya. Disuruh datang ke Solo Ndak mau tak taunya ada reuni sama teman-temannya. Katanya Ndak dapat undangan ternyata dapat undangan.
Aku ingat kata-kata kamu, Fal Lebih baik mengalah membiarkan orang yang kita sayangi bahagia meski sama orang lain walaupun harus memiliki tapi tak bisa untuk mencintai. Karena kamu sudah menjatuhkan pilihanmu untuk orang lain.
"Gendut, isuk-isuk teko kene ngopo lo..adem Lo isuk-isuk ki."(Gendut, pagi-pagi sudah sampai Ngawi ngapain. Enakan tidur. Udah hawa dingin menusuk di kulit).
"Kowe wi piye to, Fal....? Sing mbok perjuangne Ki sopo. Kowe kok ngapusi aku. Jare gak oleh undangan."(Kamu ini gimana sih, Fal. Yang kamu perjuangin itu siapa. Kamu kok bohongin aku. Katanya kamu Ndak dapat undangan).
"Hehehe...peace Ojo nesu Sik !" (hehehe...peace jangan marah dulu). Sambil dua jari telunjuk dan tengah ku acungkan di samping keningku.
"Cengengesan... wis ayo neng Solo." (malah ketawa,,,sudah ayo pergi ke Solo).
"Arep ngopo ?"(mau apa ?)
"Kowe Iki wis dandan arep budal neng ndi ? Oleh opo Kowe dolan reuni ? Kowe kudu nentokne masa depanmu Saiki." (kamu ini sudah make up an cantik mau kemana ? Kamu dapat apa reuni ? kamu harus menentukan masa depanmu hari ini).
"Masa depan opo ?" (masa depan apa ?).
"Fal, disana di Solo, ada orang menunggu jawaban kamu. Menunggu kamu. Nyalimu kecil gak seperti yang Falya ku kenal !" Siaprit nih anak membuat aku mematung dengan bahasanya. Aku sebel kalau aku diposisi terjepit. Yang jelas aku jadi mati kutu.
" Undangan e endi, digowo, ayo Ndang budal neng Solo ! Gowo jaket pisan. Kari lungguh helm wis tak gawakne !" (Undangannya mana, dibawa, ayo segera berangkat ke Solo ! Bawa jaket sekalian. Tinggal duduk manis sampai Solo !"